Sigit Korner

Sigit Korner Ini adalah ruangan, tempat saya berbagi. Apa saja, karena kesempatan terlalu cepat berlalu, tak cukup dikenang harus ditulis sebagai bahan untuk berbagi

Love Languaage itu hanya punya istri, Suami tak punya
03/02/2025

Love Languaage itu hanya punya istri, Suami tak punya

Mancing konde kali di hutan
03/02/2025

Mancing konde kali di hutan

12/01/2025

Coconut Milk is so delicious, In Indonesia We Made everdays

12/01/2025

Making Coconut Milk In Indonesia

17/12/2024

Indah waktunya jalan

17/12/2024
20 dollars . Modal 7 juta. Menyala FB Pro
08/11/2024

20 dollars . Modal 7 juta. Menyala FB Pro

Kerap smile 2024
01/01/2024

Kerap smile 2024

Lov
07/02/2023

Lov

Saya hampir melupakan abah Sahiran bila foto facebook tak mengingakan. Padahal beliulah yang pertama mengenalkan saya ba...
18/01/2019

Saya hampir melupakan abah Sahiran bila foto facebook tak mengingakan. Padahal beliulah yang pertama mengenalkan saya bagaimana menyelam. Ingatkan saya memang pudar tentang beliau. Hanya sehari kami berkumpul dan belajar menyelam. Kala itu tahun 2008, saya dan teman-teman satu kantor memang meluangkan sabtu-minggu kami untuk belajar menyelam di Pulau Pramuka. Satu persatu kami di Bimbing oleh Abah Sahiran bagimana menyelam. Saya ingat sekali saat abah Sahiran mengajak saya menyelam pertama kali, Jantung saya berdegup kencang saat pertama masuk di dalam Air. Kondisi air yang kurang jernih membuat semua terlihat samar, Kontainer besar dibawah air pun terlihat temaram seperti ikan besar menyeramkan. Meski kurang menikmati saya bersukur rasa penasaran saya akan dunia bawah air pun sudah terjawab.

Selepas itu, puluahan tahun saya tak bertemu beliau. Namun jasa beliau jadi bekal saya menekuni Video Underwater. Selepas menyelam di pulau Seribu puluhan tempat diving saya datangi.
Dari Bunaken, Wakatobi, Tulamben, Kepulauan Togean, Palu, perairan Kupang, Bangka dan pulau Tidung dan Kepulauan Komodo.

Diawal Januari 2019 saya kembali ke Pulau Pramuka dan kembali bertemu Abah Sahiran. Ia menemani kami menyelam di beberapa titik di Pulau Pramuka. Abah masih seperti dulu, meski usia mendekati 60 tahun, ia masih sangat lincah dibawah air. Iapun masih sangat sabar menemani dan mengajarkan teknik menyelam kepada teman kami yang pertama kali menyelam sama seperti saya puluhan tahun silam. Sayang satu hari bersama ingatkan saya tak cukup mengingat kalau itu adalah Abah Sahiran. Saya seperti mengenal sosok baru yang ramah tegas dan lucu tanpa bernostalgia.

Si “Murid durhaka” kelekar beliau di serambi rumahnya di tengah Pulau Pramuka. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal. Abah pun mengaku sedikit hafal raut muka saya.
“Kayaknya kenal, tapi takut salah.hehheeh begitu kata beliau santun yang membuat saya malu.
Bagi Jurnalis tv tahun 2006 hingga sekarang yang hobby menyelam nama beliau sebenarnya sangat Mashur. Meski tidak bisa mengeluarkan sertikat Beliaulah guru guru para Jurnalis Belajar Diving. Tak heran banyak jurnalis underwater atau penyelam handal di media-media Nasional lahir dari bimbingan Beliau.

Diserambi rumahnya kami berkelakar. Bernostalgia masa masa kami belajar bersama. Prinsip yang membuat kami nyaman belajar dengan beliau adalah “nyawa penyelam yang dibimbingnya lebih berharga dibanding nyawanya”
Terimakasih Abah Tairan. Jasamu tak terhingga membimbing kami para jurnalis untuk bisa mengenal dunia bawah air lebih dalam.
“Kamu sudah bukan murid murtad, kan sudah ngakuin murid saya,hahahah” Kata abah sambil tertawa

Terikasih Abah.
Abah Sahiran bisa dihubungi di nomer hp 087883665373

Enjoy your Job.
20/09/2018

Enjoy your Job.

Address

Jl. Ir. H Juanda
Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sigit Korner posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category