18/01/2019
Saya hampir melupakan abah Sahiran bila foto facebook tak mengingakan. Padahal beliulah yang pertama mengenalkan saya bagaimana menyelam. Ingatkan saya memang pudar tentang beliau. Hanya sehari kami berkumpul dan belajar menyelam. Kala itu tahun 2008, saya dan teman-teman satu kantor memang meluangkan sabtu-minggu kami untuk belajar menyelam di Pulau Pramuka. Satu persatu kami di Bimbing oleh Abah Sahiran bagimana menyelam. Saya ingat sekali saat abah Sahiran mengajak saya menyelam pertama kali, Jantung saya berdegup kencang saat pertama masuk di dalam Air. Kondisi air yang kurang jernih membuat semua terlihat samar, Kontainer besar dibawah air pun terlihat temaram seperti ikan besar menyeramkan. Meski kurang menikmati saya bersukur rasa penasaran saya akan dunia bawah air pun sudah terjawab.
Selepas itu, puluahan tahun saya tak bertemu beliau. Namun jasa beliau jadi bekal saya menekuni Video Underwater. Selepas menyelam di pulau Seribu puluhan tempat diving saya datangi.
Dari Bunaken, Wakatobi, Tulamben, Kepulauan Togean, Palu, perairan Kupang, Bangka dan pulau Tidung dan Kepulauan Komodo.
Diawal Januari 2019 saya kembali ke Pulau Pramuka dan kembali bertemu Abah Sahiran. Ia menemani kami menyelam di beberapa titik di Pulau Pramuka. Abah masih seperti dulu, meski usia mendekati 60 tahun, ia masih sangat lincah dibawah air. Iapun masih sangat sabar menemani dan mengajarkan teknik menyelam kepada teman kami yang pertama kali menyelam sama seperti saya puluhan tahun silam. Sayang satu hari bersama ingatkan saya tak cukup mengingat kalau itu adalah Abah Sahiran. Saya seperti mengenal sosok baru yang ramah tegas dan lucu tanpa bernostalgia.
Si “Murid durhaka” kelekar beliau di serambi rumahnya di tengah Pulau Pramuka. Kami pun tertawa terpingkal-pingkal. Abah pun mengaku sedikit hafal raut muka saya.
“Kayaknya kenal, tapi takut salah.hehheeh begitu kata beliau santun yang membuat saya malu.
Bagi Jurnalis tv tahun 2006 hingga sekarang yang hobby menyelam nama beliau sebenarnya sangat Mashur. Meski tidak bisa mengeluarkan sertikat Beliaulah guru guru para Jurnalis Belajar Diving. Tak heran banyak jurnalis underwater atau penyelam handal di media-media Nasional lahir dari bimbingan Beliau.
Diserambi rumahnya kami berkelakar. Bernostalgia masa masa kami belajar bersama. Prinsip yang membuat kami nyaman belajar dengan beliau adalah “nyawa penyelam yang dibimbingnya lebih berharga dibanding nyawanya”
Terimakasih Abah Tairan. Jasamu tak terhingga membimbing kami para jurnalis untuk bisa mengenal dunia bawah air lebih dalam.
“Kamu sudah bukan murid murtad, kan sudah ngakuin murid saya,hahahah” Kata abah sambil tertawa
Terikasih Abah.
Abah Sahiran bisa dihubungi di nomer hp 087883665373