16/09/2026
Sel hidup mungkin tidak âberpikirâ seperti manusia, tetapi Michael Levin, biolog dari Tufts University, berpendapat bahwa sel dapat menunjukkan bentuk kecerdasan tersendiri.
Menurut Levin, sel-sel dapat âpursuing tiny little agendasâ atau mengejar tujuan-tujuan kecil, sementara kelompok sel mampu memperlihatkan âcollective intelligenceâ. Yang ia maksud bukan kesadaran mirip manusia, melainkan kemampuan sistem hidup untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dan memecahkan masalah dengan cara yang belum sepenuhnya dipahami.
Ia juga menekankan bahwa aktivitas semacam ini tidak semata-mata dikendalikan oleh kode DNA. DNA tetap penting, tetapi Levin melihat adanya proses pengaturan dan respons pada tingkat sel yang lebih dinamis daripada gambaran sederhana bahwa tubuh hanyalah program biologis yang berjalan otomatis.
Pertanyaan ini beririsan dengan gagasan yang lebih filosofis. Dalam The Secret History of the Universe, Mark Booth mempertanyakan apakah kesadaran justru lebih mendasar daripada materi. Dalam perbincangannya dengan Whitley Streiber, ia juga membahas kemungkinan bahwa sains modernâtermasuk kecerdasan buatanâsedang memasuki wilayah pertanyaan yang dahulu didekati melalui sihir, mistisisme, dan kajian okultisme.
Keduanya tidak menawarkan kesimp**an yang sama, tetapi sama-sama mengusik anggapan lama: apakah kehidupan dan kecerdasan benar-benar sesederhana mesin yang mengikuti instruksi?