Telinga Informasi

Telinga Informasi Informasi terbaru setiap hari

Diserang Narasi Negatif di Media Sosial, Prabowo Buka Suara: “Mereka Mungkin Takut Sama Saya”Presiden RI Prabowo Subiant...
18/09/2026

Diserang Narasi Negatif di Media Sosial, Prabowo Buka Suara: “Mereka Mungkin Takut Sama Saya”

Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi derasnya narasi negatif dan serangan di media sosial yang menyasar dirinya maupun pemerintahannya.

Dalam program khusus “Presiden Prabowo Menjawab”, pengamat/pakar Gema Goeyardi memaparkan soal masifnya perang narasi di ruang digital, termasuk keberadaan konten sintetis dan akun yang dinilai digunakan untuk menyerang Prabowo serta kebijakan pemerintah.

Menanggapi paparan tersebut, Prabowo kemudian berbicara mengenai kemungkinan adanya pihak yang merasa khawatir terhadap kepemimpinannya.

“Mereka tidak... Mereka mungkin takut sama saya gitu. Karena... karena apa ya... karena ini sejarah ya. Maka you must belajar sejarah, belajar sungguh-sungguh,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan sejarah dan kekuatan kepemimpinan sebuah negara.

“Untuk menilai kekuatan suatu negara, dinilai juga leadership-nya, pemimpin-pemimpinnya,” katanya.

Menurut Prabowo, kualitas seorang pemimpin turut menjadi salah satu faktor yang menentukan kekuatan suatu bangsa. Ia kemudian menyinggung kondisi ketika sebuah negara dipimpin oleh pemimpin yang korup, tidak pintar, atau mudah dipengaruhi.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika pembahasan dalam wawancara menyoroti narasi negatif, konten digital, serta dinamika opini di media sosial yang berkembang selama pemerintahan Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Namun, saat di...
18/09/2026

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Namun, saat ditanya mengenai nominal gaji ideal guru per bulan, Prabowo tidak memberikan angka pasti.

Pernyataan itu disampaikan Kamis (17 September 2026) saat Prabowo ditanya awak media mengenai besaran penghasilan yang dianggap layak agar guru dapat mengajar secara optimal. Ia mengatakan kondisi setiap daerah berbeda sehingga angka gaji tidak bisa begitu saja disamaratakan.

“Iya tentunya kan setiap daerah berbeda-beda ya. Tapi yang penting ini kita harus memperbaiki kesejahteraan guru,” ujar Prabowo.

Pengamat Minta KPK Periksa Purbaya soal Saweran Live TikTok saat Masih Jadi MenkeuSebuah live TikTok pada Februari 2026 ...
18/09/2026

Pengamat Minta KPK Periksa Purbaya soal Saweran Live TikTok saat Masih Jadi Menkeu

Sebuah live TikTok pada Februari 2026 kembali mengejar Purbaya Yudhi Sadewa setelah dirinya tak lagi menjabat Menteri Keuangan. Saat itu, Purbaya ikut siaran langsung melalui akun TikTok putranya, Yuda Purboyo Sunu, ketika momen sahur. Di tengah obrolan dengan warganet, sejumlah penonton mengirimkan gift virtual, termasuk gift berbentuk paus yang memiliki nilai ekonomi. Kini pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan klarifikasi terhadap Purbaya. Menurut Trubus, langkah itu diperlukan karena Purbaya masih berstatus pejabat negara ketika live tersebut berlangsung. Ia menilai klarifikasi bisa mencegah munculnya fitnah, persepsi negatif, maupun preseden bagi pejabat lain yang melakukan aktivitas serupa.

Namun permintaan pengamat itu belum berarti Purbaya sedang diperiksa KPK atau gift tersebut sudah dinyatakan sebagai gratifikasi. Ketika kasusnya pertama ramai pada 26 Februari 2026, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dari konteks tayangan, penerima gift adalah anak Purbaya dan tidak terlihat memiliki hubungan dengan tugas, fungsi, atau jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. KPK bahkan mengapresiasi Purbaya karena dalam siaran itu ia terlihat menyadari potensi persoalan gratifikasi dan sempat khawatir terhadap gift yang masuk. Meski demikian, KPK tetap mengatakan jika terdapat keraguan, hadiah tersebut dapat dikonsultasikan atau dilaporkan agar dianalisis apakah menjadi milik penerima atau negara. Kini, setelah isu tersebut kembali mencuat, posisi faktualnya masih sama: ada pengamat yang meminta klarifikasi lebih lanjut, tetapi belum ada temuan KPK yang menyatakan Purbaya melakukan pelanggaran terkait gift TikTok tersebut.

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah buka suara setelah perkara yang menjeratnya d...
18/09/2026

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah buka suara setelah perkara yang menjeratnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Febrie menyebut dirinya yakin Presiden Prabowo Subianto mendapat informasi atau masukan yang keliru terkait perkara tersebut.

“Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini,” kata Febrie di Kejari Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026). Dilansir dari Kompas.

Febrie tidak merinci informasi seperti apa yang menurutnya keliru. Ia berharap perkara tersebut dapat dilihat secara jernih dalam proses persidangan.

Ia juga menyinggung rekam jejaknya selama 33 tahun menjadi jaksa. Menurut Febrie, dirinya tidak pernah mendapat sanksi hukuman maupun diperiksa oleh bidang Pengawasan Kejaksaan.

Dalam kesempatan yang sama, Febrie turut menyinggung keberadaan database perkara di Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang menurutnya mencatat pihak-pihak yang terlibat dalam berbagai perkara besar.

Sebelumnya, Febrie tiba di Kejari Jakarta Selatan dengan pengawalan TNI untuk mengikuti pelimpahan perkara dugaan korupsi dalam penanganan perkara Asabri dan Jiwasraya serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia terlihat mengenakan rompi tahanan dan tangan dalam kondisi diborgol.

Penumpang Selamat KM Virgo Diberi Rp500 Ribu, tapi Diminta Tak Tuntut Perusahaan LagiSelamat dari musibah KM Virgo Trans...
18/09/2026

Penumpang Selamat KM Virgo Diberi Rp500 Ribu, tapi Diminta Tak Tuntut Perusahaan Lagi

Selamat dari musibah KM Virgo Transport 8 belum mengakhiri persoalan bagi para penumpangnya. Kini beredar surat bertajuk “Surat Pernyataan Penerimaan Santunan dan Penyelesaian” yang disebut diberikan kepada penumpang selamat. Dalam dokumen bertanggal 17 September 2026 itu, penerima menyatakan telah mendapatkan tali asih Rp500 ribu. Namun bagian berikutnya yang kemudian menjadi sorotan. Surat tersebut memuat pernyataan bahwa setelah menerima tali asih, persoalan dianggap telah diselesaikan secara musyawarah dan penerima tidak akan mengajukan tuntutan, klaim, maupun permintaan ganti rugi kembali kepada PT Virgo Karya Shipping. Foto surat dengan identitas penerima serta materai itu beredar luas di media sosial dan diberitakan sejumlah media pada Jumat, 18 September. Sampai penelusuran ini dilakukan, belum ditemukan keterangan perusahaan yang menjelaskan apakah Rp500 ribu tersebut dimaksudkan semata-mata sebagai bantuan kemanusiaan atau sebagai bagian dari penyelesaian kerugian yang lebih luas. Karena itu, keberadaan klausul tersebut menjadi pertanyaan penting, terlebih ada penumpang yang juga membawa kendaraan maupun barang ketika kapal mengalami musibah.

Angka Rp500 ribu tersebut jangan disamakan dengan santunan bagi keluarga penumpang yang berpulang. Jasa Raharja memberikan santunan Rp50 juta kepada ahli waris korban yang memenuhi ketentuan, sementara Jasaraharja Putera memberikan tambahan Rp20 juta melalui perlindungan asuransi yang berlaku, sehingga totalnya dapat mencapai Rp70 juta per jiwa. Jasaraharja Putera juga menyediakan manfaat biaya perawatan medis hingga maksimal Rp10 juta bagi korban luka sesuai ketentuan pertanggungan. Jadi polemik yang sekarang muncul bukan mengenai santunan resmi tersebut, melainkan tali asih Rp500 ribu dan klausul dalam surat yang beredar. Pertanyaan publik pun sederhana: jika uang itu benar-benar sekadar tali asih kepada orang yang baru saja selamat dari musibah, mengapa harus disertai pernyataan untuk tidak lagi mengajukan tuntutan atau permintaan ganti rugi?

Sumber : Kompas

BPOM Minta Rp1,2 Triliun Awasi MBG, DPR Setujui Rp509 MiliarKeamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis kembali ...
18/09/2026

BPOM Minta Rp1,2 Triliun Awasi MBG, DPR Setujui Rp509 Miliar

Keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan. Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap pihaknya awalnya mengajukan sekitar Rp1,2 triliun khusus untuk mengawal keamanan pangan program MBG pada 2027. Namun setelah pembahasan bersama Komisi IX DPR RI, anggaran yang disetujui sebesar Rp509 miliar. Artinya, ada selisih sekitar Rp691 miliar dari kebutuhan yang disebutkan BPOM. Dari alokasi Rp509 miliar itu, sekitar Rp505 miliar diarahkan untuk pengawasan MBG anak sekolah, sedangkan sekitar Rp4,5 miliar untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Taruna menjelaskan pengawasan bukan sekadar datang ketika masalah sudah terjadi. BPOM akan melakukan pencegahan, surveilans, pengambilan sampel, pengujian laboratorium hingga penelusuran jika muncul kejadian luar biasa.

Meski usulannya tidak disetujui penuh, Taruna menegaskan BPOM tetap akan menjalankan tugas pengawasan keamanan pangan MBG. Bahkan ia mengatakan komitmen itu tetap berjalan terlepas dari besarnya anggaran karena keamanan pangan merupakan bagian dari tugas BPOM. Sorotan tersebut muncul ketika DPR sendiri terus meminta penguatan pencegahan dan keterbukaan data kasus keracunan MBG. Dalam catatan Komisi IX pada awal September 2026, terdapat 50.059 orang terdampak dari 460 kejadian keracunan di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota berdasarkan data per 2 September. Kini tantangannya bukan hanya seberapa besar anggaran yang diberikan, tetapi apakah Rp509 miliar itu cukup untuk memastikan makanan yang dibagikan kepada jutaan penerima benar-benar aman, bisa diuji, dan cepat ditelusuri ketika muncul masalah.

Sumber : Kompas

Bukan Kapal Biasa! Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akhirnya Merapat di Tanjung Priok 🇮🇹🇮🇩Kapal induk milik Angkatan Laut ...
18/09/2026

Bukan Kapal Biasa! Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akhirnya Merapat di Tanjung Priok 🇮🇹🇮🇩

Kapal induk milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, akhirnya tiba di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan pantauan ANTARA, kapal tersebut memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB dan disambut dengan penampilan marching band TNI, termasuk lagu khas Betawi “Si Jali Jali”.

Sejumlah pejabat TNI turut menyambut kedatangan Garibaldi, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono.

Garibaldi berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan dalam perjalanannya singgah di sejumlah negara, termasuk Sri Lanka. Setelah memasuki wilayah Indonesia melalui ALKI I atau perairan Bangka, kapal tersebut dikawal oleh dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

📌 Sumber: ANTARA

Purbaya Mau Pangkas MBG, Sudaryono Kini Janji Tak Jor-joran di Era Menkeu BaruAnggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG...
18/09/2026

Purbaya Mau Pangkas MBG, Sudaryono Kini Janji Tak Jor-joran di Era Menkeu Baru

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mendorong agar anggaran MBG 2027 yang sekitar Rp240 triliun dapat ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.

Saat masih menjabat Menkeu, Purbaya menyebut efisiensi dan pemanfaatan teknologi dapat dilakukan untuk menekan kebutuhan anggaran. Kementerian Keuangan juga disebut ikut mengawasi pelaksanaan program di daerah.

Kini, setelah posisi Menteri Keuangan dijabat Suahasil Nazara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya terbuka terhadap efisiensi anggaran MBG.

Sudaryono bahkan menegaskan BGN tidak ingin menggunakan anggaran secara berlebihan dan tidak akan melakukan pengadaan yang dianggap tidak diperlukan.

“Kita enggak mau anggaran jor-joran juga kayak yang lalu-lalu. Pengadaan yang nggak perlu, sudah enggak mungkin kita lakukan itu,” ujar Sudaryono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sudaryono, seluruh anggaran BGN merupakan uang negara dan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan sebaik mungkin. BGN juga akan menghitung kembali kebutuhan anggaran MBG 2027 dengan mempertimbangkan pembenahan data penerima manfaat serta pelaksanaan program di lapangan.

Sumber: Kompas

50 RIBU BUKAN ANGKA YANG MUNCUL BEGITU SAJA.Angka puluhan ribu korban keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi ...
18/09/2026

50 RIBU BUKAN ANGKA YANG MUNCUL BEGITU SAJA.

Angka puluhan ribu korban keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah CELIOS menyebut estimasi akumulasi korban telah mencapai sekitar 50.000 orang.

Namun, angka tersebut kemudian dipertanyakan oleh Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso. Ia meminta CELIOS menjelaskan sumber data, metode riset, serta jumlah dapur MBG yang menjadi dasar munculnya angka tersebut. Sugiat juga menyebut angka 50.000 korban sebagai angka yang menurutnya tidak masuk akal.

Di sisi lain, data surveilans Kementerian Kesehatan yang disampaikan di Komisi IX DPR RI per 2 September 2026 mencatat 50.059 orang terdampak dalam 560 kejadian di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.

Artinya, angka sekitar 50 ribu memang sudah muncul dalam data pemerintah. Perbedaan yang perlu diperhatikan adalah sumber, periode pencatatan, metode penghitungan, dan definisi korban yang digunakan masing-masing pihak.

Sumber : TribunNews

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kerja sama Karsa City Lab dengan Google untuk mendukung pengemban...
18/09/2026

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kerja sama Karsa City Lab dengan Google untuk mendukung pengembangan sejumlah kota dan wilayah di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kantor Google di Singapura.

Kolaborasi ini mencakup sembilan kota dan wilayah, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Medan, Malang, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Tujuannya sederhana dan konkret. Jalan yang lebih mudah dilalui, lingkungan yang lebih terjaga, dan ekonomi kota yang bisa menghidupi warganya.

Google membawa wawasan teknis dan data geospasial, sementara Karsa City Lab membawa suara pemerintah kota dan komunitas. Semuanya dipertemukan di satu meja.

Anies mengatakan pendekatan berbasis data menjadi salah satu prinsip yang dipegang Karsa City Lab dalam mendorong pengembangan kota.

“Kami yakin kota-kota Indonesia layak sejajar dengan kota-kota global lainnya. Melalui Karsa City Lab, kami akan membuktikannya.”

Karsa City Lab sendiri bergerak di bidang pengembangan kota, kebijakan perkotaan, riset, mobilitas, lingkungan, tata kelola, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Anies tercantum sebagai Founder & Advisor Karsa City Lab.

Sumber : Detik

Address

Bandungartajaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Telinga Informasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share