Tv Nusantara

Tv Nusantara Perkump**an ini bernama Perjuangan Walisongo Indonesia.

16/09/2025

Detik-Detik KH Tohawi Jongos Habib Di Turunkan Dari Panggung Gara2 Sebut PWI LS IBLIS

VIRAL DI TEGAL

13/09/2025

Kisah Gus Dur Dituduh Kafir oleh Seorang Habib dari Kramat Jakarta | Gus Dur Menjawab

Habibnya malu tanpa ilmu akhirnya ngajak damai.

Pada akhir tahun 1960-an, Malaysia pernah mengimpor guru dari Indonesia. Kala itu sektor pendidikan di Indonesia jauh le...
11/09/2025

Pada akhir tahun 1960-an, Malaysia pernah mengimpor guru dari Indonesia. Kala itu sektor pendidikan di Indonesia jauh lebih baik dari negara tetangga.

Menteri Pendidikan Malaysia saat itu, Mohamed Khir Johari mengutarakan langsung permintaan tersebut yang langsung disambut baik oleh pemerintah Indonesia.

40 hingga 100 guru diberangkatkan setiap tahun untuk mengajar di sekolah menengah dan perguruan tinggi. Bahkan ada p**a guru Indonesia yang ikut merumuskan kurikulum pendidikan Malaysia.

Tak hanya mengimpor guru, Malaysia juga mengirimkan sejumlah putra terbaiknya untuk belajar di kampus negeri Indonesia. Maklum, mereka saat itu hanya punya tiga orang lulusan S2.

Memasuki tahun 1980-an, pengiriman guru ke Malaysia mulai berhenti. Berkat ilmu yang didapat dari guru-guru Indonesia, mereka menyatakan siap melaksanakan pendidikan secara mandiri. Lihat Lebih Sedikit

Al-Imaam Al-'Allaamah Asy-Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani at-Tanari asy-Syafi'i atau lebih dikenal Sye...
11/09/2025

Al-Imaam Al-'Allaamah Asy-Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani at-Tanari asy-Syafi'i atau lebih dikenal Syekh Nawawi al-Bantani (lahir di Tanara, Serang, sekitar tahun 1230 Hijriyah atau 1813 Masehi - wafat di Mekkah, Hijaz, sekitar tahun 1314 Hijriyah atau 1897 Masehi) adalah salah seorang 'ulama besar asal banten bertaraf Internasional yang menjadi Imam Masjidil Haram di Saudi Arabia.
Syekh Nawawi lahir di Kampung Tanara Desa Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten pada tahun 1230 Hijriyah atau 1815 Masehi, dengan nama Muhammad Nawawi bin 'Umar bin 'Arabi al-Bantani.
Beliau anak sulung dari tujuh bersaudara, yaitu Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah, Tsaqilah dan Sariyah.
Ia merupakan generasi ke-12 dari Sultan Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon.
Ayah Syekh Nawawi merupakan seorang Ulama lokal di Banten, Syekh Umar bin Arabi al-Bantani, sedangkan ibunya bernama Zubaedah, seorang ibu rumah tangga biasa.
Syaikh Nawawi menikah dengan Nyai Nasimah, gadis asal Tanara, Serang dan dikaruniai 3 orang anak: Nafisah, Maryam, Rubi'ah. Sang istri wafat mendahului dia.

"ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI DAN KEDEKATANNYA DENGAN SYAIKHINA KH. ABDULLAH FAQIH"(Sayyid Muhammad Al-Maliki Bukanla...
11/09/2025

"ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI DAN KEDEKATANNYA DENGAN SYAIKHINA KH. ABDULLAH FAQIH"
(Sayyid Muhammad Al-Maliki Bukanlah Dari Habib)
Abuya Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani. Seorang ulama besar Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk mendidik umat Islam dunia.
Beliau merupakan sosok seorang ulama yang mencerminkan seorang murabbi yang rabbani. Cukuplah untuk membuktikan hal tersebut, tersebarnya murid-murid beliau di seluruh penjuru dunia. Beliau juga termasuk ulama yang produktif menulis. Tak kurang ratusan kitab telah beliau karang. Semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.
Syaikhina KH. Abdullah Faqih juga pernah berguru kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi. Bahkan hubungan guru-murid tersebut terus terjalin hingga menjadi begitu dekat.
Ketika sedang berkunjung ke Indonesia, terkadang Sayyid Muhammad menyempatkan diri untuk mengunjungi Pon. Pes. Langitan untuk menemui Syaikhina. Bahkan Syaikhina pernah bercerita kepada KH. Ahsan Ghazali
“Aku seneng banget ambek Abuya, lan Abuya yo seneng ambek aku”
Abuya pun pernah melontarkan pujian khusus kepada Syaikhina KH. Abdullah Faqih akan penghormatan yang diperlakukan Syaikhina kepada Abuya.
مَا أَكْرَمَنِي أَهْلُ جَوِي مِثْلَ مَا أَكْرَمْتَنِي
“Tak ada orang Indonesia yang memuliakanku seperti engkau memuliakanku”
Kedekatan itu membuat KH. Abdullah Faqih juga mengirimkan putra dan sebagian santrinya melanjutkan studi di Rushaifah untuk berguru kepada Abuya. Diantara putra dan murid beliau yang pernah berguru kepada Abuya adalah KH. Ubaidillah Faqih, KH. Ahsan Ghazali dan KH. Ihya Ulumuddin Pujon Malang.
Dan puncak kedekatan itu tercermin kala Syaikhina KH. Abdullah Faqih mengalami sakit dan dirawat di Rumah Skait Graha Amerta Surabaya. Ada salah satu habaib yang bermimpi bahwa Abuya selalu menunggui beliau di rumah sakit.
Semoga kita semua diakui menjadi santri KH. Abdullah Faqih dan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Serta dapat meneladani keduanya.

11/09/2025

Belajar dari Gus Dur : "Saya perintahkan Polisi dan TNI untuk tidak menembak siapapun"
Siapapun presidennya pasti diminta mundur.

Demo Kebablasan, Nepal BUNUH DIRI...Rakyat Nepal menang melawan siapa???Seperti inilah jika masyarakat Indonesia tidak s...
11/09/2025

Demo Kebablasan, Nepal BUNUH DIRI...
Rakyat Nepal menang melawan siapa???
Seperti inilah jika masyarakat Indonesia tidak segera sadar akan pentingnya keutuhan suatu bangsa.

Kebanyakan media online dan pengguna medsos diarahkan pada sesuatu yang tidak substansi.Menyoroti anggota DPR dan Parlem...
11/09/2025

Kebanyakan media online dan pengguna medsos diarahkan pada sesuatu yang tidak substansi.
Menyoroti anggota DPR dan Parlemen adalah OBJEK yang kurang tepat dan bisa disebut SALAH.
Sasaran serang yang ditarget adalah KEUANGAN NASIONAL. Tapi masyarakat ABAI, tergiring narasi dan opini receh.
FISKAL NEGARA ADALAH SASARAN YANG SEBENARNYA.
Bukan pembubaran DPR, bukan korupsi perorangan.

Niang Soli: Penari Legong yang Tetap Menari di Usia 106 Tahun, Ikon Pelestari Budaya BaliBali dikenal dengan kekayaan se...
08/09/2025

Niang Soli: Penari Legong yang Tetap Menari di Usia 106 Tahun, Ikon Pelestari Budaya Bali

Bali dikenal dengan kekayaan seni dan budayanya yang mendunia. Salah satu tarian klasik yang menjadi identitas budaya Pulau Dewata adalah Tari Legong, tarian indah yang sarat makna dan nilai estetika. Di balik keindahan tarian ini, ada sosok luar biasa bernama Gusti Ayu, atau akrab disapa Niang Soli, yang mengabdikan hidupnya untuk melestarikan tari legong—bahkan hingga usia 106 tahun!
Sosok Niang Soli, Penari Sepanjang Hayat

Niang Soli bukan sekadar penari, ia adalah legenda hidup tari legong. Di usia yang sudah melewati satu abad, Niang Soli tetap aktif menari dan mengajarkan gerak klasik legong kepada generasi muda. Dedikasinya menjadikan ia sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga kemurnian tari tradisional Bali dari gempuran modernisasi.

Mengapa Niang Soli Begitu Istimewa?
Usia yang Menginspirasi: Bayangkan, di usia 106 tahun, Niang Soli masih mampu menari dengan anggun dan penuh makna.
Pelestari Tari Legong Klasik: Banyak tarian tradisional terancam punah karena kurangnya penerus. Namun, berkat sosok seperti Niang Soli, tari legong tetap bertahan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas Bali.

Warisan Budaya Dunia: Tari legong bukan sekadar hiburan, tapi juga cerminan filosofi dan keindahan budaya Bali yang diakui dunia.
Jejak Niang Soli dalam Dunia Seni
Selama hidupnya, Niang Soli menghabiskan waktu untuk menari dan mengajar. Ia bukan hanya tampil dalam upacara adat dan pertunjukan, tetapi juga menjadi guru bagi penari muda agar mereka bisa menguasai setiap detail gerak tari legong klasik.
Pesan dari Niang Soli
Dari sosoknya, kita belajar bahwa mencintai budaya berarti merawatnya dengan sepenuh hati. Niang Soli membuktikan bahwa seni adalah napas kehidupan, yang mampu membuat seseorang tetap kuat, bahkan di usia senja.

Rumah Gadang Panjang Abai, 21 ruang, dinobatkan sebagai rumah adat Minangkabau terpanjang di dunia yang terletak di Desa...
08/09/2025

Rumah Gadang Panjang Abai, 21 ruang, dinobatkan sebagai rumah adat Minangkabau terpanjang di dunia yang terletak di Desa/Nagari Abai Kecamatan Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan

Canggih! Warga Bengkulu Ini Sulap Sampah Jadi BBM Setara Solar dan PertamaxSalut untuk dua warga Bengkulu bernama Derman...
08/09/2025

Canggih! Warga Bengkulu Ini Sulap Sampah Jadi BBM Setara Solar dan Pertamax
Salut untuk dua warga Bengkulu bernama Derman Sitorus dan Ardi.

Mereka bisa menyulap sampah menjadi BBM setara Solar dan Pertamax.
Keduanya menggunakan mesin Fast Pyrolysis generasi kelima (Faspol 5.0), yang mampu mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA) dengan nama paten Petasol, setara Solar dan Pertamax.
Mesin ini menggunakan 50 kilogram sampah plastik seperti kantong kresek dan styrofoam untuk diubah menjadi bahan bakar dalam waktu 8 jam.
Proses ini menghasilkan 45 liter bahan bakar setara Solar atau Pertamax yang siap digunakan untuk mesin diesel.
"50 kilogram sehari menghasilkan 45 liter bahan setara Solar atau Pertamax. Dan siap digunakan untuk mobil bermesin diesel," ujar Ardi ditemui di lokasi pengolahan limbah plastik di Jalan Keramat Teluk, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu

Bahan bakar hasil pengolahan sampah plastik ini sudah banyak dimanfaatkan oleh kalangan terbatas, termasuk pabrik olahan tahu dan kendaraan diesel masyarakat.
"Solar kita dipakai oleh mesin diesel pabrik tahu, dan mobil masyarakat. Kondisinya bersih dan baik," kata Derman Sitorus
Pengolahan sampah plastik ini berada di bawah Bank Sampah Pejuang Lingkungan (BSPL) Bengkulu.

Ardi menjelaskan, awalnya mereka hanya melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk.
Namun, setelah berinteraksi dengan pegiat sampah nasional, mereka memutuskan membeli mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar.
"Kami membeli alat ini menggunakan uang mandiri pribadi. Sudah berjalan sejak Desember 2023. Bahan baku kami ambil dari pasar, atau limbah perusahaan yang kami pilah lalu kami olah," jelas Ardi, yang juga menjadi Penasihat BSPL Bengkulu.
Ardi menjelaskan bahwa tidak semua jenis sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar.
Plastik jenis aluminium foil, PVC, dan mica tidak dapat diolah, sementara jenis plastik lainnya bisa diubah menjadi bahan bakar siap pakai.
"Sampah yang ada nilai ekonomi tinggi kami jual seperti sisa botol air mineral, sementara sampah plastik lainnya kami olah jadi bahan bakar," ucapnya.
Menurut Ardi, konsumsi plastik di rumah tangga Indonesia sangat besar, berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat mencemari lingkungan.
"Belanja rumah tangga di Indonesia untuk sampah plastik sangat besar. Misal belanja barang ada biaya kresek seperti di swalayan, itu sampah bahaya kalau tidak dikelola," jelasnya.
BSPL juga bekerja sama dengan perusahaan seperti Astra, yang memasok sampah plastik mereka untuk diolah menjadi bahan bakar, meski masih dalam skala kecil.
Mesin Faspol 5.0 yang digunakan BSPL merupakan ciptaan Budi Tresno Aji dari Bank S4mpah Banjarnegara (BSB), yang pengembangannya didukung penuh oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ardi menegaskan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga perusahaan.
Selama beberapa tahun bergelut dengan pengolahan sampah plastik di Kota Bengkulu, Ardi dan Derman Sitorus merasa prihatin melihat pengelolaan sampah yang kurang optimal.
"Tiga tahun lalu kami tawarkan kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemerintah Kota Bengkulu, tapi belum ada respons. Bila wali kota baru berminat, kami siap bantu," ungkapnya.

Ardi bahkan menekankan jika pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, maka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi diperlukan.
"TPA sudah tidak perlu lagi karena sampah sudah habis digunakan dan diolah. Bila dikelola dengan benar dengan melibatkan masyarakat," ujarnya.

Menurut Ardi, BSPL memerlukan perlindungan pemerintah, khususnya dalam bentuk regulasi yang mendukung pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar.
"Yang paling kami perlukan dari pemerintah adalah regulasi tentang pengolahan sampah jadi bahan bakar sehingga kami merasa nyaman dan tetap berkarya karena BSPL juga berkontribusi pada ketahanan energi dan pangan," tegasnya

Ardi juga mengungkapkan komunikasi dengan wali kota terpilih sudah terjalin dan berharap kepemimpinan baru di Kota Bengkulu dapat serius dalam menyelesaikan persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Sumber: Inspirasi Hijau

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Mamuju, Sulawesi Barat, mendapat tanggapan beragam dari siswa.Salah satu si...
08/09/2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Mamuju, Sulawesi Barat, mendapat tanggapan beragam dari siswa.
Salah satu siswi, Wafiq Azizah, mengaku belum pernah mengonsumsi makanan yang disajikan pada beberapa hari awal pelaksanaan karena merasa menu yang diberikan kurang sesuai selera.

Address

Bangkalan
69162

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tv Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share