28/11/2025
Kapolres Kampar Bantu Kelompok Tani Kuasai Lahan Eks Kebun Jimmy
Kampar — Setelah berhari-hari mengalami penghadangan, intimidasi, dan upaya pengusiran oleh puluhan preman bayaran, Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama akhirnya berhasil menguasai penuh lahan eks Kebun Jimmy di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam penertiban mafia sawit yang selama puluhan tahun menguasai lahan negara seluas 1.070 hektare tersebut.
Kelompok tani yang telah sah menjadi pengelola melalui kerja sama operasional (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara sebelumnya selalu dihambat oleh pihak yang diduga terafiliasi dengan pemilik lama kebun, Jimmy. Penghadangan itu melibatkan ibu-ibu, pekerja lama, hingga puluhan preman dari tiga desa.
Ketegangan memuncak dalam beberapa hari terakhir ketika kelompok tani berulang kali masuk namun kembali diusir. Situasi tersebut berubah pada Kamis pagi ketika kelompok tani, dengan pendampingan aparat kepolisian, kembali memasuki lahan dan bertahan meski mendapat tekanan dari kelompok lawan.
“Alhamdulillah, hari ini kami resmi menguasai lahan yang selama ini dirampas. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi rakyat berdiri di tanahnya sendiri,” ujar Arul Kampai, juru bicara kelompok tani.
Suhu di lapangan menurun setelah Kapolres Kampar dan jajaran menegaskan status hukum bahwa lahan tersebut telah disita negara dan diserahkan melalui KSO yang sah. Kepastian hukum ini membuat kelompok preman yang sebelumnya berjaga—dengan bayaran sekitar Rp1 juta per minggu—mundur dari lokasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Kampar dan seluruh jajaran. Mereka hadir, menegakkan aturan, memastikan keamanan, dan melindungi rakyat. Tanpa polisi, mungkin kami masih dikejar-kejar preman,” lanjut Arul, juru bicara Kelompok Tani.
Dengan situasi yang mulai kondusif, kelompok tani memulai kembali perawatan kebun, pemetaan blok, serta penataan ulang manajemen pekerja. Mereka memastikan bahwa tidak ada pemecatan massal dan seluruh proses dilakukan secara bertahap dan terukur.
Dalam pernyataan penutup, Arul memastikan bahwa kelompok tani akan berada di garis depan mendukung negara membersihkan praktik mafia sawit.
“Kami