ubay_banjar

ubay_banjar Ubay Banjar

03/06/2024

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Thaharoh: Jalan menuju kesempurnaan ibadah
Satu ayat di al-qur`an didalam surah al-baqarah menjelaskan betapa pentingnya taharah sebagai sarana pendekatkan diri dari allah swt. Dalam Al-qu`an allah berfirman:
Artinya: Sesungguhnya, allah menyukai orang yang bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (Q.S. al-baqaroh 2.222)
Bagi seorang muslim, tujuan utama didunia adalah mencapai rida allah, salah satu sarana untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara mengerjakan apa yang allah swt s**ai, salah satunya menjadi orang senantiasa bersuci.
Thaharoh adalah rangkaian awal mulai beribadah kepada allah swt, melaksanakn ibadah seperti sholat, baca quran, tawaf mengelilingi kabah yang harus diperhatian yang terlebih dahulu itu ialah bersuci atau thaharah, oleh sebab itu kita akan membedah sedekit apa itu thaharoh, setelah itu baru berwudhu, kalo sudah jelas baru kita mempelajari tentang sholat yang baik dan benar.
A. Thaharah
Dalam tradisi islam kebersihan saja tidak cukup, ada hal lain yang kita kenal dengan istilah “thaharoh” yaitu kesucian secara sederhana bias diartikan sebagai kebersihan lahiriah. Kebersihan diri kita dan lingkungan sekitar kita. Seperti kta mandi, kita bersihkan halaman rumah dengan sapu setiap hari, maka ia akan terlihat bersih. Kebersihan semacam ini adalah salah satu bentuk ekspresi keimanankita sebagai orang muslim.
Sesuatu yang bersih belum tentu dikatan suci, seperti kita sudah mandi besih, tetapi belum melakukan wudhu maka diri belum sepenuhnya suci, maka dari itu tidak boleh melakukan beribadah seperti sholat dan lain-lain.
1. Alat-alat untuk bersuci
a. Debu atau tanah
b. Batu
c. Air.
2. Pembagian macam-macam air
Ada 7 jenis air yang bias dipakai untuk bersuci.
a. Air hujan.
b. Air laut
c. Air sungai
d. Air sumur
e. Air sumber(mata air)
f. Air ES
g. Air embun.

B. Bersuci dengan hadas
Membersihkan diri dari hadas haruslah dilakukan seseorang ketika akan melaksanakan solat, sebagaimana persyaratan syah salatnya. Artinya, jika seorang masih berada dalam keadaan hadas, besar atau kecil. Ia masih belum bias melaksanakan sholat hingga ia bersuci.
Ada tida macam cara mesucikan dari hadas. Pertama berwudhu, prosesi ini dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Kedua, mandi besar hal ini dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti junub. Ketiga, tayamum, sebagai tatacara alternative membersihkan diri dari kedua hadas.
1. Berwudhu
Dalam istilah fiqih, wudu bisa diartikan sebagai tatacara khusus utuk membersihkan diri dengan menggunkan air, pada anggota badan tertentu, seperti muka, tangan, dan lain lain, untuk melaksanakn ibadah seperti shalat.

a. Rukun wudu
Adapun tatacara wudu yang kita kenal dengan istilah rukun, ada enam tahapan
1) Membaca niat.
2) Membasuh muka
3) Membasuh kedua tangan
4) Membasuh kepala
5) Membasuh kedua kaki
6) Tertib

b. Sunnah-sunah dalam wudhu
1) Membaca bismilah
2) Bersiwak
3) Membasuh tangan sebelum wudhu
4) Berkumur-kumur
5) Membersihkan hidung dengan air
6) Mengusap jenggot
7) Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
8) Menusap kedua telinga
9) Memulai dari kanan
10) Membasuh dengan 3 kali
11) Berdoa sesuah berwudu

c. Hal-hal yang membatalkan wudhu
1) Apa-apa yang keluar dari qubul dan dubur
2) Tertidur
3) Hilang akal
4) Menyentuh orang bukan muhrim
5) Menyentuh kemaluan

d. Hal-hal yang dilarang saat tidak berwudu
1) Sholat
2) Tawaf
3) Menyentuh mushaf alqur`an

C. Praktek Berwudhu
Untuk lebihmudah nya, berikut tata cara berwudhu lengkap dengan hal-hal yang sunnah dilakukan sebelum dan sesudah berwudhu.
Sebelum berwudhu:
1. Membaca bismilah
2. Bersiwak( jika mempunyai)
3. Berkumur-kumur
4. Membersihkan hidung dengan air
5. Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
6. Mengusap jenggot (jika mempunyai)

Kemudian berwudhu dengan melakukan:
1. Niat. Niat berwudhu adalah sebagai berikut.
2. Membasuh muka
3. Membasuh kedua tangan hingga siku ( disunahkan memulai dengan tangan kanan)
4. Mengusap kepala (disunahkan untuk membasuh semuanya)
5. Mengusap kedua telinga (sunah)
6. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
Setelah berwudhu:
1. Berdoa
2. Melakukan shalat sunah dua rakaat.
Doa berwudhu

Satu ayat di al-qur`an didalam surah al-baqarah menjelaskan betapa pentingnya taharah sebagai sarana pendekatkan diri dari allah swt. Dalam Al-qu`an allah berfirman:
Artinya: Sesungguhnya, allah menyukai orang yang bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (Q.S. al-baqaroh 2.222)
Bagi seorang muslim, tujuan utama didunia adalah mencapai rida allah, salah satu sarana untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara mengerjakan apa yang allah swt s**ai, salah satunya menjadi orang senantiasa bersuci.
Thaharoh adalah rangkaian awal mulai beribadah kepada allah swt, melaksanakn ibadah seperti sholat, baca quran, tawaf mengelilingi kabah yang harus diperhatian yang terlebih dahulu itu ialah bersuci atau thaharah, oleh sebab itu kita akan membedah sedekit apa itu thaharoh, setelah itu baru berwudhu, kalo sudah jelas baru kita mempelajari tentang sholat yang baik dan benar.
A. Thaharah
Dalam tradisi islam kebersihan saja tidak cukup, ada hal lain yang kita kenal dengan istilah “thaharoh” yaitu kesucian secara sederhana bias diartikan sebagai kebersihan lahiriah. Kebersihan diri kita dan lingkungan sekitar kita. Seperti kta mandi, kita bersihkan halaman rumah dengan sapu setiap hari, maka ia akan terlihat bersih. Kebersihan semacam ini adalah salah satu bentuk ekspresi keimanankita sebagai orang muslim.
Sesuatu yang bersih belum tentu dikatan suci, seperti kita sudah mandi besih, tetapi belum melakukan wudhu maka diri belum sepenuhnya suci, maka dari itu tidak boleh melakukan beribadah seperti sholat dan lain-lain.
1. Alat-alat untuk bersuci
a. Debu atau tanah
b. Batu
c. Air.
2. Pembagian macam-macam air
Ada 7 jenis air yang bias dipakai untuk bersuci.
a. Air hujan.
b. Air laut
c. Air sungai
d. Air sumur
e. Air sumber(mata air)
f. Air ES
g. Air embun.

B. Bersuci dengan hadas
Membersihkan diri dari hadas haruslah dilakukan seseorang ketika akan melaksanakan solat, sebagaimana persyaratan syah salatnya. Artinya, jika seorang masih berada dalam keadaan hadas, besar atau kecil. Ia masih belum bias melaksanakan sholat hingga ia bersuci.
Ada tida macam cara mesucikan dari hadas. Pertama berwudhu, prosesi ini dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Kedua, mandi besar hal ini dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar, seperti junub. Ketiga, tayamum, sebagai tatacara alternative membersihkan diri dari kedua hadas.
1. Berwudhu
Dalam istilah fiqih, wudu bisa diartikan sebagai tatacara khusus utuk membersihkan diri dengan menggunkan air, pada anggota badan tertentu, seperti muka, tangan, dan lain lain, untuk melaksanakn ibadah seperti shalat.

a. Rukun wudu
Adapun tatacara wudu yang kita kenal dengan istilah rukun, ada enam tahapan
1) Membaca niat.
2) Membasuh muka
3) Membasuh kedua tangan
4) Membasuh kepala
5) Membasuh kedua kaki
6) Tertib

b. Sunnah-sunah dalam wudhu
1) Membaca bismilah
2) Bersiwak
3) Membasuh tangan sebelum wudhu
4) Berkumur-kumur
5) Membersihkan hidung dengan air
6) Mengusap jenggot
7) Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
8) Menusap kedua telinga
9) Memulai dari kanan
10) Membasuh dengan 3 kali
11) Berdoa sesuah berwudu

c. Hal-hal yang membatalkan wudhu
1) Apa-apa yang keluar dari qubul dan dubur
2) Tertidur
3) Hilang akal
4) Menyentuh orang bukan muhrim
5) Menyentuh kemaluan

d. Hal-hal yang dilarang saat tidak berwudu
1) Sholat
2) Tawaf
3) Menyentuh mushaf alqur`an

C. Praktek Berwudhu
Untuk lebihmudah nya, berikut tata cara berwudhu lengkap dengan hal-hal yang sunnah dilakukan sebelum dan sesudah berwudhu.
Sebelum berwudhu:
1. Membaca bismilah
2. Bersiwak( jika mempunyai)
3. Berkumur-kumur
4. Membersihkan hidung dengan air
5. Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
6. Mengusap jenggot (jika mempunyai)

Kemudian berwudhu dengan melakukan:
1. Niat. Niat berwudhu adalah sebagai berikut.
2. Membasuh muka
3. Membasuh kedua tangan hingga siku ( disunahkan memulai dengan tangan kanan)
4. Mengusap kepala (disunahkan untuk membasuh semuanya)
5. Mengusap kedua telinga (sunah)
6. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
Setelah berwudhu:
1. Berdoa
2. Melakukan shalat sunah dua rakaat.
Doa berwudhu

30/05/2024

أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدٗا وَقَآئِمٗا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
“(Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

Dari ayat diatas jelas Allah SWT merintahkan kita untuk menjadi hambah yang senantiasa berpikir untuk mengetahui segala hal yang ada dialam semesta ini, agar tidak mengalami penyimpangan. Agama islam sangat jelas merintahkan kita untuk menggunakan akal untuk berpikir, memiliki kecerdasan akal, mendaburi segalanya, memetik segala berbagai pelajaran yang ada.
Ayat 9 dalam surah Azzumar, bahwa dalam ayat ini menjelaskan bahwasanya tidaklah sama seseorang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, orang yang mengtahui itu adalah orang-orang mukmin yang selalu mengambil hikmah atau pelajaran. Orang yang memiliki hati yang peka senantiasa sadar memahami makna-makna pelajaran yang dia lalui, seperti permasalahan yang dia rasakan seperti Rasa cinta, Rasa Takut, Rasa Khusyu, dan rasa pengagungan. Seseorang yang senantiasa berfikir maka akan terbebas dari adanya taklid buta. Salah satu sebab adanya penyimpangan akidah ialah membiarkan kebodohan, mereka enggan belajar dan mengajarkan persoalan aqidah.
Samakah orang yang taat dengan orang yang durhaka? samakah orang yang berilmu dengan orang dungu? Tentu tidak sama. Adapun yang di maksudkan dengan ilmu di sini bukanlah ilmu sembahyang, puasa (ibadah) saja, melainkan terkandung olehnya semua macam ilmu pengetahuan yang berfaedah untuk dunia dan akhirat, seperti ilmu alam ilmu bumi dsb. Sekarang nampak benar perbedaan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu maka kapal terbang, kapal selam, mendirikan bermacam macam pabrik, semuanya itu ialah dengan berkatnya ilmu pengetahuan. orang yang dungu tentu akan menggelengkan kepala saja, karena takjub melihat keganjilan yang banyak itu.
Oleh sebab itu mestilah kita menuntut ilmu pengetahuan, meskipun sampai ke Eropa atau Jepang. Nabi Muhammad Saw bersabda : tuntutlah ilmu itu mulai dari buaian (waktu kanak-kanak ), sampai ke dalam lahad (kubur).
Adapun ilmu itu ada dua macam :
a. Menuntut ilmu di sekolah dengan perantaran guru, yaitu sekolah bangku namanya, maka ia kewajiban anak-anak, sekurang kurangnya di sekolah rendah dan orang orang yang berkesanggupan dan berotak tajam hendaklah sampai ke sekolah tinggi, umpamanya: Sekolah dokter, sekolah, sekolah hukum, sekolah pertanian, perniagaan, pertukangan dsb. yaitu menurut kemauannya masing-masing.
b. Menuntut ilmu dengan sendirinya saja, yaitu kewajiban tiap-tiap orang, mulai dari keluar sekolah sampai meninggal dunia. maka tiap-tiap kita hendaklah belajar bermacam macam ilmu pengetahuan, dengan perantara buku buku surat surat kabar ,majalah majalah, dan dengan pergaulan dan pengalaman.
Orang yang tidak mau belajar dengan sendirinya akan tertinggallah di belakang dan tidak dapat nanti menempuh masyarakat baru, karena dunia selalu berputar dan berubah-ubah. kaum guru, dokter, insinyur, akan tertinggal di belakang, jika tidak mau berstudi dan menambah pengetahuannya, karena tiap-tiap ilmu itu selalu bertambah tambah dan profesor profesor selalu mengeluarkan pendapat baru .
Selain dari pada itu orang jangan lupa mempelajari ilmu agama islam, yang amat sesuai dengan masyarakat dunia sekarang. Apa tidakkah sabda Nabi Muhammad Saw. yang menyuruh menuntut ilmu itu, suatu bukti agama islam, sebagai suatu agama yang menyuruh berkemajuan.

Tameng emas
22/05/2024

Tameng emas

Tameng Emas Sultan Banjar

Tameng Sultan Banjar terbuat dari besi tempa diselimuti emas. Tameng ini dipergunakan saat penobatan Sultan Banjar. Corak tameng melambangkan cakra atau roda kehidupan.

Sekarang Tameng Emas Sultan Banjar disimpan secara resmi oleh Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

22/02/2024
28/09/2023

Apa perjalanan cinta


7 Fakta Tentang Apa Manfaat Percaya Diri dalam Kehidupanmu1. Tidak Mudah Terpengaruh.manfaat dari rasa percaya diri adal...
05/09/2023

7 Fakta Tentang Apa Manfaat Percaya Diri dalam Kehidupanmu

1. Tidak Mudah Terpengaruh.
manfaat dari rasa percaya diri adalah membuat kamu menjadi sosok yang tidak mudah terpengaruh. Kamu akan mampu mempertahankan pendirian, selama itu baik.

2. Terhindar dari Keragu-raguan.
Manfaat lain dari memiliki rasa percaya diri adalah jarang merasa ragu-ragu akan hal apa pun.

3. Bermental Kuat
Seperti pada ulasan sebelumnya, orang yang percaya diri, selalu yakin akan mampu mengatasi semua kendala. Apabila kamu memiliki sifat ini, artinya mentalmu lebih kuat, karena tidak akan jatuh ketika mengalami kegagalan.

4. Mampu Menjadi Pemimpin.
apa manfaat percaya diri dalam kehidupanmu? Salah satu jawabannya adalah kemampuan untuk menjadi pemimpin. Jika memiliki rasa percaya diri tinggi, kamu akan tampak menonjol di dalam sekelompok orang.

5.Berpotensi Menjadi Pemenang.
Selanjutnya, jika kamu memiliki rasa percaya diri, tentu akan mudah menjadi pemenang. Alasannya adalah, kemampuan mengukur potensi diri sendiri.

6.Mudah Mendapatkan Peningkatan Karier.
Satu lagi manfaat bagi kamu yang memiliki rasa percaya diri adalah peluang peningkatan karir menjadi lebih tinggi.

7.Tidak Mudah Terpuruk
Manfaat selanjutnya adalah terhindar dari keterpurukan. Orang yang percaya diri akan lebih mampu menghadapi kegagalan.

Ahmad Rizky
Konveksi SIBO

Dengan memberikan sedekah, seseorang dapat merasa puas dan terpuaskan, dan juga dapat menjadi sarana untuk mensucikan ha...
05/09/2023

Dengan memberikan sedekah, seseorang dapat merasa puas dan terpuaskan, dan juga dapat menjadi sarana untuk mensucikan harta dan memohon ampunan kepada Allah. Berikut manfaat-manfaat bersedekah baik secara spiritual maupun praktis. Dalam Islam, sedekah dianggap sebagai salah satu amalan yang paling mulia

Konveksi SIBO
Ahmad Rizky

12/01/2023

Awal munculnya Penyembahan berhala (Part 2)

Setelah melihat perilaku orang-orang di negri Syam tersebut Amru bin Luhay mendorong dirinya untuk mengajak penduduk makkah untuk membuat kesyirikan dengan membawa salah satu berhala yang bernama Hubal dari di negri Syam tersebut untuk disembah, setelah sampai dimekah Amru bin Luhay meletakan nya di dalam Ka`bah. Orang-orang sekitaran makkah akhirnya terpengaruh oleh ajakan dan rayuan oleh Amru bin Luhay untuk menyembah berhala, setelah orang-orang makkah terpengaruh orang-orang hijaz pun mengikuti perbuatan yang membuat kesyirikan terhadap Allag SWT, kenapa demikian dikarenakan mereka menggangap orang-orang makkah adalah sebagai pengawas Ka`bah dan penduduk tanah suci.

Setelah kemusyrikan merajalela disekitan Hijaz mereka meletakan berhala tersebut diplosok setiap tempat dari yang paling besar hingga paling kecil bertebaran. Diriwayatkan Amru bin Luhay mempunyai seorang pembantu dari sejenis bangsa jin, dengan adanya jin tersebut Amru bin Luhay dapat mengetahui dimana letak berhala-berhala kaum Nuh yang terpendam di kota Jeddah sehingga dapat mengakatnya, lalu membawanya ke Tilhamah, setelah tiba musim haji, dia menyerahkan berhala tersebut kepada kabilah pembesar. Hal hasil perbuatan Amru bin Luhay menjadikan setiap kabilag dan setiap rumah-rumah penduduk pasti ada berhala.

Seperti itulah kisah asal-usul kemusyrikan yang terjadi peyembahan berhala yang menjadi peristiwa besar dari orang-orang jahiliyah dahulu, yang mengagap dirinya berada masih pada agama Ibrahim. Amru bin Luhay juga menciptakan tradisi-tradisi upacara ritual penyembahan berhala, sehingga orang-orang mengira apa yang dilakukan oleh Amru bin Luhat tersebut sesuatu yang baru dan baik, serta tidak mengubah agama Ibrahim.

12/01/2023

Awal munculnya penyembahan berhala (Part 1)

Mayoritas bangsa arab mengikuti dakwah nabi Ismail AS, yaitu takkala beliau menyeru kepada agama bapanya, nabi ibrahim AS. Inti ajaranya menyembah kepada allah SWT. Menegaskan nya dan memeluk agama nya. Waktu bergulir sekian lama, sehingga sebagian mereka banyak yang lalai, bahkan melalaikan ajaran yang pernah diajarkan kepada mereka, walaupun demikian, sebagian mereka masih teguh dan mempertahan kan adanya sisa-sisa keyakina menauhidkan Allah SWT yang di ajarkan oleh nabi Ibrahim AS.

Sekian lama berlalu, muncul seseorang tokoh pemimpin dari Bani Khuza`ah, seseorang yang dikenal baik akhlaknya, baik urusan agamanya, bahkan dia dikenal s**a bersedekah dikalangannya. Semua orang mencintainya dan menggangapnya sebagai seorang ulama dan wali yang disegani, siapa dia yaitu Amru bin Luhay.

Amru bin Luhay suatu hari sedang mengadakan perjalanan menuju negri Syam, setelah sampai beliau sampai di negri Syam, tidak sengaja melihat ritual yang diadakan di negri tersebut yang melakukan kegiatan penyembahan berhala, dan aneh nya beliau menganggap perbuatan tersebut baik dan benar dikarenakan di negri Syam adalah sebuah kota tempat suci dikarenakan turunnya rasul dan alkitab.

05/11/2022

اَلسَّــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهْ.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


*SAFIINATUN NAJAAH*
_Karya: Al-'Allamah Asy-Syekh Salim bin Abdullah bin Sa'ad bin Sumair Al-Hadhramiy_
قدس الله سره ونور ضريحه وأعاد علينا من بركاته ونفعنا بعلومه فى الدين والدنيا والآخرة آمين

(فصل) النجاسة ثلاثه : مغلظة ومخففة ومتوسطة . المغلظة : نجاسة الكلب والخنزير وفرع أحدهما . والمخففة : بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين. والمتوسطة : سائر النجاسات.

Segala najis yaitu 3 : Najis berat , dan najis ringan , dan najis sedang . Dan najis berat yaitu najis anjing dan babi dan anak-anak dari salah satu keduanya . Dan najis ringan yaitu kencing anak kecil yang tidak makan selain air susu dan belum sampai umurnya 2 tahun . Dan najis sedang yaitu semua najis .



Najasah (Najis)

Najis atau najasah dalam bahasa Arab artinya kotoran atau sesuatu yang menjijikan dalam ilmu fiqih ialah kotoran atau sesuatu yang menjijikan yang bisa menghalangi kesempurnaan shalat.

Pembagian Najis

Najis dibagi menjadi Tiga Bagian:

1- Najis Mugholladzoh. (Berat)

Najis yang berat yaitu anjing, babi dan anak yang lahir dari keduanya.

Cara mensucikannya ialah dicuci bersih dengan air 7 kali dan salah satunya wajib dicuci dengan tanah.

Cara ini berdasarkan sabda Rasulallah saw: “Sucinya tempat (perkakas) seseorang diantara kamu apabila telah dijilat oleh anjing, adalah dengan dicuci tujuh kali. Permulaan diantara pencucian itu (harus) dicuci dengan tanah”. (HR. Muslim)

2- Najis Mukhofafah (Ringan)

Ialah najis yang ringan, seperti air kencing anak laki-laki yang usianya kurang dari dua tahun dan belum makan apa-apa, selain air susu ibunya.

Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih pada benda yang terkena najis.

Rasulallah saw bersabda: “Barangsiapa yang terkena air kencing anak wanita, harus dicuci. Dan jika terkena air kencing anak laki-laki cukuplah dengan memercikkan air padanya”. (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

3- Najis Mutawassithah (Sedang)

Najis yang sedang, yaitu najis selain najis mughaladzah (berat) dan najis mukhafafah (ringan) seperti:

Arak

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” al-Maidah 90

Darah

Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Aisyah ra, Rasulallah saw bersabda “Jika datang haid, maka tinggalkanlah shalat. Jika pergi maka bersucilah dan lakukanlah shalat” (HR Bukhari Muslim)

Nanah adalah darah yang berobah menjadi busukMuntah adalah makanan yang berubah di dalam perut mejadi rusak dan busuk, hukumnya seperti tahi.Kotoran (tahi) manusia atau binatang (selain binatang yang tidak mengelair darahnya).

Dari Ibnu Mas’ud ra, ia berkata: “Aku membawa kepada Rasulallah saw dua batu dan segumpal najis (tahi) binatang yang kering. Lalu beliau mengambil dua batu dan membuang najis tersebut. Beliau bersabda: Sesungguhnya ia najis” (HR Bukhari)

Kencing (kecuali kecing anak laki-laki yang belum berusia 2 tahun dan belum makan kecuali susu ibunya).

Rasulullah saw pernah melewati dua kuburan, maka beliau bersabda, “Mereka berdua sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Adapun salah seorang dari keduanya dia tidak beristinja’ dari kencingnya (cebok), sedangkan yang lainnya dia menebarkan adu domba (namimah) ” (HR Bukhari Muslim)

Madzi dan wadi

Sesuai dengan sabda Rasulallah saw “Jika kau melihat madzi, maka cucilah kemaluanmu, dan berwudhulah” (HR Bukhari Muslim).

Susu binatang yang tidak dimakan dagingnya hukumnya najis kecuali susu ibu (manusia) suci, Anggota yang terputus dari binatang yang hidup hukumnya najis kecuali ikan, belalang dan manusia.

Rasulallah saw bersabda “apa yang terputus dari anggota binatang hidup, adalah bangkai” (HR Abu Daud, at-Tirmidzi).

Sedang rambut atau bulu bangkai binatang yang boleh dimakan dagingnya hukumnya suci. Allah berfirman “dan (dijadikan-Nya p**a) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu). An-Nahl 80 ,

Cara mensucikan najis mutawasithah (sedang) yaitu dicuci dengan air sampai hilang warna, bau dan rasanya.

Najis mutawassithah terbagi atas dua bagian:

1. Najis ‘Ainiah

Najis ‘Ainiah yaitu najis yang memiliki bentuk atau wujud dan bisa dilihat oleh mata. Ia memiliki warna, rasa dan bau. Kalau terkana najis ini, cara mensucikannya dengan menghilangkan zatnya sampai hilang warna, rasa dan baunya. Semasih najis itu belum hilang salah satu dari zatnya yaitu warna, rasa dan baunya, maka hukum benda itu masih tetap najis. Jika warna dan bau belum juga hilang setelah dicuci karena mendapat kesulitan maka hukum benda itu suci.

2. Najis Hukmiah

Najis Hukmiyah yaitu najis yang tidak memiliki bentuk atau wujud dan tidak bisa dilihat oleh mata. seperti kencing yang sudah kering. Kalau terkana najis ini, cara mensucikannya cukup dengan mengalirkan air pada bekas najis tersebut.

Keterangan (Ta’liq):

Madzi ialah air seperti lendir yang keluar dari kemaluan sewaktu timbul birahi dan jika ingin shalat tidak usah mandi cukup dengan mecucinya sampai bersih dan wudhu.Madi ialah air seperti lendir yang keluar dari kemaluan karena sakit diantaranya keputihan dan jika ingin shalat tidak usah mandi cukup dengan mencucinya sampai barsih dan wudhu.

والله أعلم بالصواب

Address

Banjarbaru

Opening Hours

09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ubay_banjar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ubay_banjar:

Share