Banjarbaru Post

Banjarbaru Post Setia Melengkapi Informasi Banua

Dengan Mengulas Beberapa Berita Terkini Dan Terpopuler

Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu kembali menghadirkan euforia yang se...
06/06/2026

Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu kembali menghadirkan euforia yang selalu dinanti jutaan penggemar dari berbagai negara.

Bagi banyak pecinta sepak bola di Indonesia, momen Piala Dunia sering kali menghadirkan “identitas baru” selama sebulan penuh. Ada yang mendadak menjadi pendukung Brasil, Argentina, Jerman, Belanda, Prancis, Inggris, Portugal, Spanyol, hingga Jepang. Perdebatan soal tim favorit pun mulai ramai menghiasi media sosial, grup pertemanan, hingga warung kopi.

Edisi 2026 juga menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Piala Dunia diikuti 48 negara dan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format baru ini membuat jumlah pertandingan semakin banyak dan peluang munculnya kejutan dari tim-tim nonunggulan semakin besar.

Selain persaingan para bintang dunia, perhatian publik juga tertuju pada siapa yang mampu mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Apakah juara bertahan mampu mempertahankan gelarnya, atau justru lahir raja baru sepak bola dunia?

Yang jelas, Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan, rivalitas sehat, dan momen-momen yang akan dikenang selama bertahun-tahun.

Kalau kamu, tahun ini “berkewarganegaraan” negara mana?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan, Mayjen Trenggono sedang dalam proses pengunduran diri dari T...
06/06/2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan, Mayjen Trenggono sedang dalam proses pengunduran diri dari TNI setelah menjabat sebagai wakil kepala BGN.

Selengkapnya (cek komentar)
Sumber : kompas

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan membuka peluang pemberian perlindungan terhadap mantan Wakil Kep...
06/06/2026

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan membuka peluang pemberian perlindungan terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, setelah muncul rencana pengajuan status sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menjelaskan, pihaknya siap bersinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung, apabila Sony memenuhi ketentuan yang berlaku untuk memperoleh status JC. Menurutnya, perlindungan terhadap pelaku yang bersedia bekerja sama dapat menjadi bagian dari upaya mengungkap perkara secara lebih menyeluruh.

Ia menyampaikan bahwa koordinasi awal telah dilakukan bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terkait perkembangan pengajuan tersebut. Meski hingga kini belum ada komunikasi langsung dari pihak Sony kepada LPSK, lembaga tersebut mengaku telah lebih dahulu menjalin pembicaraan dengan penyidik untuk memantau proses yang berjalan.

Di sisi lain, Sony sebelumnya menyampaikan keinginannya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator dengan alasan ingin mengungkap fakta-fakta yang menurutnya berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani. Ia mengklaim posisinya dalam kasus tersebut membuat dirinya menjadi pihak yang paling disorot.

Kasus yang sedang diusut Kejaksaan Agung itu menyeret sejumlah mantan petinggi BGN. Selain Sony Sonjaya, penyidik juga menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung sebagai tersangka.

Ketiganya diduga terlibat dalam penggunaan yayasan yang memiliki keterkaitan dengan pihak internal sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari hasil penyelidikan, yayasan tersebut disebut menerima aliran insentif dengan nilai yang mencapai miliaran rupiah per hari.

Penyidik juga menyoroti dugaan campur tangan dalam berbagai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN. Sejumlah proyek yang menjadi perhatian antara lain pengadaan puluhan ribu perangkat elektronik, ribuan kendaraan operasional listrik, perlengkapan penunjang, hingga perangkat televisi berukuran besar.

Atas dugaan tersebut, para tersangka dikenakan pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHP terbaru yang dikaitkan dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta aliran dana dalam perkara tersebut.

Kucing kini resmi menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia. Temuan ini berasal dari survei Jakpat 2026 yang ...
06/06/2026

Kucing kini resmi menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia. Temuan ini berasal dari survei Jakpat 2026 yang menunjukkan bahwa 75% responden memilih kucing sebagai hewan peliharaan favorit mereka.

Angka tersebut jauh mengungguli hewan peliharaan lainnya. Ikan berada di posisi berikutnya dengan 30%, disusul burung 21%, anjing 11%, dan kelinci 8%. Hasil ini memperlihatkan betapa kuatnya posisi kucing dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menariknya, survei juga menemukan bahwa sekitar 38% pemilik kucing mendapatkan hewan peliharaan mereka dari jalanan. Data ini menunjukkan bahwa budaya rescue dan adopsi kucing masih cukup kuat di Indonesia. Banyak kucing yang sebelumnya hidup terlantar akhirnya mendapatkan rumah, perawatan, dan keluarga baru.

Popularitas kucing tidak lepas dari sifatnya yang mudah beradaptasi dengan lingkungan rumah, tidak memerlukan ruang yang terlalu luas, serta dikenal memiliki karakter yang menggemaskan. Kehadiran mereka juga sering dianggap mampu memberikan kenyamanan dan mengurangi stres bagi pemiliknya.

Fenomena ini turut menggambarkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. Adopsi dan penyelamatan kucing jalanan kini semakin banyak dilakukan, baik secara individu maupun melalui komunitas pecinta hewan.

Pemerintah membuka peluang untuk menambah alokasi anggaran bagi lembaga pengawas dan aparat penegak hukum (APH) seperti ...
06/06/2026

Pemerintah membuka peluang untuk menambah alokasi anggaran bagi lembaga pengawas dan aparat penegak hukum (APH) seperti Kejaksaan dan KPK. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa penambahan dana tersebut bukanlah kendala selama tujuannya adalah untuk memperketat ruang gerak praktik korupsi, terutama dalam pelaksanaan program-program strategis nasional.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk investasi keamanan anggaran negara agar setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar sampai ke penerima manfaat tanpa kebocoran.

Pernyataan tersebut menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Menurut dia, Presiden meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas, seperti Kejaksaan Agung, Polri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

Momen unik terjadi saat Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan 12.000 penggerak dan mitra Program Makan Bergi...
06/06/2026

Momen unik terjadi saat Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pertemuan 12.000 penggerak dan mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentul, Bogor. Di hadapan ribuan peserta, Prabowo tiba-tiba meminta dua wadah berisi ayam goreng dibawa ke atas panggung.

Aksi tersebut bukan tanpa alasan. Prabowo ingin menunjukkan perbedaan ukuran ayam yang dipotong menjadi delapan bagian dan ayam yang dipotong hingga 14 bagian.

Menurutnya, kualitas dan porsi makanan untuk anak-anak penerima MBG tidak boleh dikurangi demi keuntungan pribadi. Ia khawatir praktik memperkecil porsi makanan dapat merugikan jutaan siswa yang menjadi sasaran program pemerintah.

“Kalau potong lebih dari 14 dosa,” ujar Prabowo yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Prabowo bahkan meminta sekolah, guru, dan siswa ikut mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia mengusulkan agar ukuran ayam yang diterima siswa difoto dan ditimbang secara acak untuk memastikan standar gizi tetap terjaga.

Pesan tegas itu disampaikan karena pemerintah ingin memastikan dana negara benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan, tanpa ada pengurangan kualitas maupun kuantitas makanan.

Sarwendah Tan akhirnya meminta maaf atas kegaduhan yang telah ditimbulkan akibat ucapan kasarnya di media sosial. Namun ...
05/06/2026

Sarwendah Tan akhirnya meminta maaf atas kegaduhan yang telah ditimbulkan akibat ucapan kasarnya di media sosial. Namun ia tidak sekalipun menyebut nama mantan suaminya, Ruben Onsu.

Wanita berusia 36 tahun itu merilis video permintaan maaf ke Instagram pribadinya, Jumat (5/6/2026). Ia menyesali sikapnya yang tidak bijak di ruang publik.

"Sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," ucapnya.

"Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," lanjutnya.

Sarwendah menyadari bahwa permasalahan yang menimpanya saat ini, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan tertutup.

"Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak. Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya," tuturnya dengan suara bergetar menahan tangis.

Secara khusus, wanita keturunan Tionghoa itu meminta maaf kepada anak-anaknya yang ikut terseret dalam masalah orang dewasa. Padahal menurutnya, tak seharusnya putri-putrinya terbawa ke dalam pemberitaan.

Sarwendah berjanji, ke depannya ia akan terus berusaha untuk menjadi ibu yang bisa melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan serta masa depan anak di atas segalanya.

Ia juga tidak lupa meminta maaf kepada keluarga besar yang ikut terdampak, serta penggemar yang telah menaruh kepercayaan kepadanya.

Namun dalam video permintaan maaf yang berdurasi lebih dari 2 setengah menit itu, Sarwendah tidak menyebutkan nama Ruben Onsu. Hal tersebut membuatnya kembali dikritik netizen.

"Still cancel! Jangan ada yang beli produk yang dia jual. Support UMKM aja. Dia nggak butuh uang dari kita, inget," komentar seorang netizen.

"Minta maaf ke siapa sih? Minta maaf sama yang kau bilang anj*ng sama cong itu. Kenapa minta maaf ke netizen," komentar yang lain.

Iyain aj dari pada dituduh Antek Asing dan tidak cinta Tanah Air.Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan 72,2% ...
05/06/2026

Iyain aj dari pada dituduh Antek Asing dan tidak cinta Tanah Air.

Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan 72,2% responden puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei ini dilakukan pada 11–17 Mei 2026 terhadap warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.

Tingkat kepuasan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), kepemimpinan yang tegas, hingga kondisi ekonomi yang dianggap stabil oleh responden.

Dikutif dari : iNews

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap bahwa yayasan yang terafiliasi dengan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dad...
05/06/2026

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap bahwa yayasan yang terafiliasi dengan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, diduga menerima aliran dana atau insentif mencapai miliaran rupiah per hari.

Temuan ini merupakan bagian dari kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada belas kasihan negara lain ketika mengha...
04/06/2026

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada belas kasihan negara lain ketika menghadapi masa-masa sulit. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Prabowo mengingatkan bahwa setiap bangsa pada akhirnya akan mengutamakan kepentingannya sendiri. Karena itu, Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya tanpa bergantung pada bantuan dari luar.

Menurut Prabowo, tidak ada negara atau kekuatan asing yang akan benar-benar datang menyelamatkan apabila rakyat Indonesia mengalami kelaparan atau kesusahan. Ia menilai kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan dan kekuatan sebuah bangsa.

Prabowo juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengambil kebijakan yang hanya menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi berisiko membebani generasi mendatang. Baginya, pembangunan harus dirancang dengan visi jangka panjang agar Indonesia mampu berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Mengutip pesan Presiden pertama RI, Soekarno, Prabowo kembali menekankan pentingnya semangat berdiri di atas kaki sendiri. Ia menilai kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan sebuah bangsa untuk mandiri secara ekonomi, kuat dalam ketahanan pangan, dan mampu menjamin kesejahteraan rakyatnya tanpa bergantung pada negara lain.

Sc = pojokjabar

Address

Banjarbaru
70721

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Banjarbaru Post posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Banjarbaru Post:

Share