27/11/2025
BANJARMASIN-Kekhawatiran pihak sekolah dan para pedagang kantin SMPN 26 Banjarmasin telah mendapat perhatian dari aparat kepolisian dari Polsek Banjarmasin Tengah, Kamis pagi (27/11/2025)
"Pagi-pagi sekali datang pihak kepolisian sudah," ujar Syarifah salah seorang pedagang di kantin sekolah yang menjadi korban kemalingan.
Setelah insiden kemalingan yang meresahkan, pihak kepolisian Banjarmasin Tengah dikabarkan langsung turun tangan melakukan penyelidikan.
“Benar masih di tahap penyelidikan sekarang. Tadi pagi petugas yang piketsudah mendatangi TKP,” ujar Ipda Raihan Fakhri Primavinsyah, S.Tr.K, Kanit Banjarmasin Tengah.
Kehadiran polisi di lokasi memberi sedikit rasa lega bagi para pedagang dan guru yang menjadi korban. Meski begitu, bayangan insiden masih terasa jelas
"Data-data kerjaan sekolah ada back upnya tapi data pribadi itu penting sekali Pak," ujar Sri Wahyuni Pratiwi, S.Pd., seorang guru yang kehilangan HP dan laptop.
Rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pemuda berbaju hitam memanjat gerbang sekolah menjadi petunjuk awal yang kini ditelusuri aparat.
“Mudah-mudahan lekas tertangkap ada aja kelihatan di CCTV nah,” kata Syarifah penuh harap.
Di kantin, pedagang masih sibuk memperbaiki gembok dan menata ulang lapak mereka. Rasa waswas belum sepenuhnya hilang, namun ada harapan bahwa penyelidikan ini akan membawa titik terang.
"Pihak kepolisian bujur sedang menangani setelah kami membuat laporan," ujar Muhdar, M.Pd., Kepala SMPN 26 Banjarmasin.