08/01/2026
Bab 7
Judul: Bayi yang gagal ditukar
Hana cukup terkejut saat melihat suaminya pulang dengan membawa serta selingkuhannya yang menggend**g bayi.
“Loh, kamu ngapain pulang dengan membawa Ayu, Mas?” Tanya Hana seraya menunjuk ke arah Ayu.
“Iya, dek. Katanya Ayu mau numpang tinggal dirumah kita untuk sementara,” jawab Araf dengan entengnya. Posisi mereka berdiri dengan berdampingan.
“Kok kamu nggak izin dulu sama aku,” protes Hana.
Belum juga Araf menimpali perkataan dari istrinya, Ayu sudah menyahut dengan cepat. “Maafkan aku, Hana. Aku bingung mau kemana lagi, aku nggak bisa tinggal sendirian di kontrakan. Apalagi dengan kondisiku yang habis melahirkan, aku boleh ya numpang sementara untuk tinggal disini,” ujar Ayu dengan memasang wajah sedihnya.
Mungkin kalau dulu Hana bisa tertipu dengan wajah polos sahabatnya itu yang sengaja menjual kesedihannya untuk menggaet suaminya. Tapi untuk sekarang sudah nggak lagi, yang ada Hana malah merasa mau muntah melihat tingkah laku Ayu.
“Iya, tapi gimana ya,” Hana tampak berpikir mempertimbangkan permintaan dari Ayu. “ kalau Kamu nggak mau sendirian, kenapa nggak pulang kampung saja, Yu. Disana ada suami kamu dan keluarga kamu yang akan menjagamu.” Hana menolak Ayu dengan cara halus.
“Mana mungkin aku pulang kampung dengan kondisi begini Han. Apalagi aku ada tanggungan pekerjaan,” alasannya.
“Loh, kamu habis melahirkan pasti dapat cuti dari kantor d**g. Suruh saja suami kamu buat jemput, masa iya suami kamu sebagai Ayahnya anak kamu nggak ingin melihat anaknya sendiri,” ujar Hana yang membuat Ayu gelagapan, dia bingung mau jawab apa.
“Hana, kok kamu bilang begitu sih sama sahabat kamu sendiri. Biasanya kamu dengan senang hati loh menerima Ayu buat menginap disini, apalagi kondisi dia habis melahirkan begini,” bela Araf dengan cepat saat melihat Ayu dipojokkan sama Hana.
“Maaf, Yu. Bukan maksud aku nggak ngebolehin kamu buat numpang tinggal disini. Kamu lihatlah kondisiku yang baru melahirkan secara sesar, aku juga butuh bantuan jadi aku nggak bisa jika masih harus melayani kamu.
Kamu kalau numpang disinikan s**a nggak tau kerjaan. Apa-apa harus aku yang melayani, jadi aku merasa jadi babu di rumahku sendiri,” ujar Hana seraya menyindir Ayu biar dia jadi orang itu tau diri.
Ayu langsung mengepalkan tangannya saat mendengar Hana bilang jika dirinya numpang tinggal di rumahnya. “Kenapa aku malah dikatain numpang tinggal disini sih, Mas Araf kan juga suamiku jadi rumah ini juga rumahku d**g,” gumamnya dalam hati yang memang nggak tau diri.
“Hana, kok kamu bilang ke Ayu mau numpang dirumah ini sih. Dia itu sahabat kamu loh kok bisanya kamu ngatain teman kamu sendiri numpang disini,” Araf nggak terima wanita yang dicintainya di katain mau numpang dirumahnya sendiri.
“Loh, memang dia mau numpang tinggal disini kan Mas. Apa aku salah bicara.” Hana pura-pura bodoh padahal Hana sengaja memakai kata menumpang biar Ayu itu sadar diri. Sungguh sangat menyesal rasanya Hana selama ini sudah sangat baik sama Ayu yang pada kenyataannya malah menusuknya dari belakang. Ibarat kata dia sudah memelihara ular dengan baik, malah dirinya di patok ular itu sendiri.
“Ya sudah, kalau memang kamu nggak mengizinkan aku buat tinggal disini. Aku nggak masalah kok, maaf ya jika selama ini aku selalu merepotkanmu,” itu jurus terakhir yang Ayu lakukan, dengan begitu Ayu sangat yakin jika Araf akan memilihnya yang terlihat tersakiti oleh Hana.
Dengan cepat Araf langsung menahan Ayu yang hendak pergi. “Jangan, kamu tinggal disinilah. Aku yakin Hana nggak berniat untuk menolakmu kok, mungkin dia bilang begitu karena efek habis melahirkan. Biasalah namanya menjadi Ibu baru, apalagi dia itu habis melahirkan Caesar, beda sama kamu Yu.”
Sedetik kemudian, Hana malah punya ide yang brilian. “Aha, apa aku biarkan wanita murahan ini buat tinggal disini aja ya, dengan begitu aku bisa lebih mudah mendapatkan bukti perselingkuhan mereka berdua. Dengan begitu aku akan lebih mudah jika ingin bercerai dengan Mas Araf,” batin Hana dalam hati.
“Baiklah, aku akan mengizinkan kamu buat numpang tinggal disini, tapi ada syaratnya,” ujar Hana.
“Loh, kok pake syarat segala sih dek,” protes Araf yang sudah mulai melunak. Terlihat sekali dari cara memanggilnya. Jika Araf sudah memanggil nama saja itu artinya Araf sedang kesal dengan istrinya.
“Ya memang harus ada syaratnya, biar di kemudian hari kita tidak terlibat keributan.”
“Ya sudah, nggak papa. Memangnya syaratnya apa Han?” Tanya Ayu.
“Kamu kalau mau numpang tinggal dirumah ini, harus tahu diri ya, Yu. Jangan seperti sebelum-sebelumnya yang hanya leha-leha dan tinggal makan gratis. Seenggaknya kamu harus bisa mengurus diri kamu dan juga anak kamu sendiri. Dan karena kamu juga ikutan tinggal disini kalau bisa kamu bantulah aku buat membereskan rumah,” jawab Hana, karena setiap kali Ayu menginap dirumah dia yang selalu repot melayaninya.
Hana bener-bener merasa sangat bodoh, karena sudah dipermainkan oleh orang-orang yang dia saýangi.
“Ta … tapi, kenapa kamu sekarang menyuruhku begitu Han. Padahal biasanya nggak loh,” Ayu terlihat sangat keberatan.
“Iya, Sayang. Biasanya kamu senang banget kalau Ayu mau menginap dirumah kita? Nggak pakai acara begini,” Tanya Araf.
“Itu dulu, nggak untuk sekarang. Kamu lihatkan kalau aku sekarang itu sudah punya anak, aku juga habis lahiran dengan operasi sesar, aku tidak mau kamu suruh buat melayanimu, aku bukan babu di rumah ini. Seharusnya kamu cukup tahu dirilah,” jawab Hana Dengan begitu tegas.
Tentu saja Ayu langsung protes ke suaminya dengan menyenggol lengan Araf untuk meminta pembelaan, karena Ayu maunya hidup enak.
“Tapi Ayu juga habis melahirkan loh mana mungkin dia bisa membantumu untuk membersihkan rumah.”
Hana langsung tertawa dalam hati dengan miris. Bisa-bisanya suaminya itu mengkhawatirkan wanita lain padahal dirinya yang merupakan istrinya sahnya juga baru melahirkan.
“Kok kamu kesannya seperti memanjakan Ayu dan sangat mengkhawatirkannya Mas. Padahal aku juga baru saja melahirkan anak kamu loh, secara caesar lagi.
Apa maksudnya kalau aku nggak masalah begitu melakukan semua tugas itu sendirian. Seharusnya Ayu juga bisa d**g membantuku. Dia Itu sahabatku, aku sudah membantunya masa iya dia nggak mau bantu aku yang hanya masalah receh.”
Skak mat
Baca selanjutnya ke KBM APP
Judul: Bayi yang gagal ditukar
By: Bulan jingga