Masawan real

Masawan real Konten original Mas Awan Real. Dokumentasi desa Banjarnegara.

Dikelola 1 kreator (bukan repost).real

šŸ”— https://www.facebook.com/share/18gjP2bjk9/?mibextid=wwXIfr

03/06/2026

Kalau di suruh milih, kalian pilih 100M atau kembali ke masa kecil saat semua masih lengkap?




02/06/2026

Alhamdulillah… hari ini perjalanan terasa begitu berbeda.

Ke mana pun melangkah, jalan sudah halus, rapi, dan nyaman dilalui.
Di bawah rindangnya pepohonan, perjalanan terasa lebih tenang dan menyenangkan.

Banjarnegara semakin indah, semakin tertata, semakin membanggakan.
Bukan hanya sekadar aspal yang terhampar, tapi bukti nyata perhatian dan kerja keras banyak pihak untuk kenyamanan masyarakat.

Kami yang setiap hari melintas benar-benar merasakan manfaatnya.
Mencari rezeki jadi lebih mudah, bersilaturahmi jadi lebih aman, pulang ke rumah pun terasa lebih lega.

Terima kasih untuk semua yang telah berkontribusi dalam pembangunan ini.
Semoga setiap usaha, setiap tenaga, dan setiap niat baik menjadi amal yang terus mengalir.

Mari kita rawat dan jaga bersama,
karena Banjarnegara adalah rumah yang patut kita banggakan. šŸ¤šŸŒæ



31/05/2026

Kenapa ya setiap pagi Idul Fitri…
angin seperti berhenti, daun pun tak bergerak? 🌿
Seolah alam ikut bersujud…
MasyaAllah šŸ¤

30/05/2026

Kenangan yang paling kalian rindukan ada di tahun berapa? 🄺


29/05/2026

Tahun berapa ini terjadi di hidupmu?
Saat tawa masih lepas tanpa bebanā€¦šŸ„¹

Dulu… kita nggak pernah mikir hidup bakal seberat ini.
Yang kita tahu cuma main, lari, ketawa… sampai lupa waktu.

Jalan kampung ini dulu bukan sekadar jalan…
Tapi saksi kita tumbuh.
Dari kaki kecil yang sering jatuh, sampai akhirnya bisa melangkah sendiri.

Dulu… pulang sore dimarahin ibu itu hal biasa.
Sekarang?
Pulang aja kadang bingung… karena rumah terasa bukan tempat yang sama lagi.

Dulu… bahagia itu sederhana.
Cuma butuh teman, waktu, dan tawa.
Nggak ada beban, nggak ada pikiran panjang.

Sekarang…
Ketawa masih ada, tapi rasanya beda.
Ada yang ditahan, ada yang dipikirkan, ada yang dipendam sendiri.

Anak-anak di video ini…
Mereka lagi ada di fase yang dulu pernah kita rasakan.
Fase dimana dunia terasa luas,
dan hidup belum menuntut apa-apa.

Kadang kita kangen…
Bukan cuma tempatnya, tapi versinya diri kita yang dulu.

Yang bisa tertawa tanpa alasan…
Yang nggak kepikiran masa depan…
Yang belum kenal arti kehilangan.

Kalau waktu bisa diputar…
Kamu pengen balik ke tahun berapa? 🄺

28/05/2026

Ternyata 2005 itu sudah 21 tahun yang lalu… 🄹✨
Waktu berjalan pelan, tapi tiba-tiba kita sudah sejauh ini.

2005…
Masih ingat masa ketika sore terasa panjang,
ketika pulang sekolah langsung ganti baju lalu lari keluar rumah.
Main sampai maghrib, dimarahi ibu, tapi besok diulang lagi.

Belum ada yang sibuk dengan dunia masing-masing.
Belum ada kata ā€œjarang kumpulā€,
karena setiap hari pasti bertemu.
Tertawa tanpa beban, bertengkar sebentar lalu baikan lagi.

Dulu…
Kita tidak peduli baju bagus atau tidak,
yang penting bisa main bareng.
Tidak peduli panas atau hujan,
yang penting kebersamaan itu nyata.

Sekarang…
Sebagian sudah merantau,
sebagian sudah berkeluarga,
sebagian hanya tinggal nama di kenangan.
Dan halaman yang dulu ramai, kini lebih sering sunyi.

Kadang rindu masa itu,
bukan karena tempatnya…
tapi karena orang-orangnya.
Karena di tahun itu, kita belum mengenal kehilangan,
belum mengerti arti perpisahan,
dan belum tahu bahwa suatu hari…
semua hanya akan jadi cerita.

2005 mengajarkan kita tentang kebersamaan yang sederhana,
tentang bahagia yang tidak perlu mahal,
tentang tawa yang tidak dibuat-buat.

Kalau kamu ingat tahun itu,
mungkin kamu juga ingat suara teman memanggil dari luar rumah,
ingat permainan yang sekarang hampir tak terlihat,
ingat janji-janji kecil yang tak pernah benar-benar ditepati,
tapi tetap indah untuk dikenang.

Ternyata…
yang kita rindukan bukan hanya masa lalu,
tapi versi diri kita yang dulu —
yang lebih tulus, lebih bebas, dan lebih bahagia. 🄹✨

Punya kenangan apa di tahun 2005?
Cerita di sini… mungkin kita pernah berada di masa yang sama.

27/05/2026

Siapa yang dulu s**a kabur ke rumah nenek… diam-diam? 🄹

Bukan karena rumah sendiri nggak nyaman…
tapi karena di sana… rasanya hati lebih tenang.

Masih ingat jalan kecil itu?
yang dulu sering kita lewati sambil lari-lari…
tanpa alas kaki… tanpa beban pikiran…

Suara air…
angin sore…
dan aroma dapur nenek yang selalu bikin lapar šŸ¤

ā€œKok kurusan… sini makan dulu.ā€

Dulu kita cuma senyum…
nggak pernah sadar…
itu adalah bentuk cinta paling tulus yang pernah kita punya.

Nenek nggak pernah nanya kita punya apa…
nggak pernah peduli kita siapa…
yang penting kita pulang… dan makan.

Sekarang… semuanya masih sama…
rumahnya… jalannya… bahkan suasananya…

tapi rasanya beda.

Nggak ada lagi suara yang manggil dari dapur…
nggak ada lagi tangan hangat yang nyiapin makanan…
dan nggak ada lagi yang nunggu kita pulang…

Ternyata…
yang kita rindukan bukan tempatnya…
tapi orangnya.

Dan yang paling nyesek…
dulu kita sering ke sana…
sekarang kita cuma bisa mengenang…

Kalau waktu bisa diulang…
aku nggak akan buru-buru pulang.

Aku bakal lebih lama duduk di samping nenek…
denger ceritanya…
dan bilang terima kasih…

sebelum semuanya jadi kenangan.

Kalian juga kangen masa itu? 🄹
Masih ada nenek kalian… atau sekarang tinggal rindu?

Vidio di ambil di dusun suwuk desa tlaga punggelan Banjarnegara

26/05/2026

Suasana kampung berubah drastis dalam 3 minggu ini…
yang kemarin ramai, sekarang kembali sunyi. 🄹

Rumah-rumah yang dulu penuh suara tawa,
pelan-pelan kembali sepi seperti biasa.
Suara sapaan yang kemarin terdengar setiap hari,
sekarang sudah tidak ada lagi. 😢

Kursi di teras kembali kosong,
halaman yang dulu ramai anak-anak bermain,
sekarang hanya ditemani angin dan keheningan. 🌾

Semua kembali ke kehidupannya masing-masing…
kembali ke kota, kembali bekerja, kembali berjuang.

Dan kampung…
kembali menjadi tempat yang tenang,
setelah hanya sebentar merasakan ramai. 🄹

Yang paling terasa bukan sekadar sepinya…
tapi momen kebersamaan yang sudah selesai begitu cepat. šŸ¤

Menurut kalian… yang lebih kerasa itu saat kampung ramai Lebaran, atau saat semuanya sudah kembali pergi? 🄹

25/05/2026

Dulu aku kira tempat setinggi ini cuma ada di cerita…
tapi ternyata benar-benar ada.

Di ketinggian lebih dari 2.200 mdpl, ada sebuah desa kecil bernama Desa Sembungan—
desa yang diam-diam berdiri paling tinggi di Pulau Jawa.

Pagi di sini bukan cuma dingin…
kadang sampai membeku.
Embun berubah jadi es,
dan napas pun terasa lebih berat dari biasanya.

Tapi justru dari tempat sesederhana ini,
orang-orang rela datang dari jauh…
hanya untuk melihat matahari terbit dari Bukit Sikunir,
yang katanya salah satu sunrise terbaik di Indonesia.

Di bawahnya, ada Telaga Cebong yang tenang,
seolah menyimpan cerita-cerita lama yang tak pernah selesai.

Dan di balik dinginnya desa ini…
ada kehidupan yang tetap berjalan sederhana,
tanpa banyak yang tahu,
tanpa banyak yang melihat.

Kadang kita jauh-jauh mencari ketenangan,
padahal di tempat seperti ini…
tenang itu sudah jadi bagian dari hidup mereka.

Kalau kamu ada di sini sekarang…
kamu bakal pilih diam menikmati, atau bilang,
ā€œwow, indah banget…?

bukitsikunir

Ramadhan mana yang paling kamu rindukan?
11/02/2026

Ramadhan mana yang paling kamu rindukan?

Address

Banjarnegara

Telephone

+6285215686165

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masawan real posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Masawan real:

Share