28/05/2026
Ternyata 2005 itu sudah 21 tahun yang lalu⦠š„¹āØ
Waktu berjalan pelan, tapi tiba-tiba kita sudah sejauh ini.
2005ā¦
Masih ingat masa ketika sore terasa panjang,
ketika pulang sekolah langsung ganti baju lalu lari keluar rumah.
Main sampai maghrib, dimarahi ibu, tapi besok diulang lagi.
Belum ada yang sibuk dengan dunia masing-masing.
Belum ada kata ājarang kumpulā,
karena setiap hari pasti bertemu.
Tertawa tanpa beban, bertengkar sebentar lalu baikan lagi.
Duluā¦
Kita tidak peduli baju bagus atau tidak,
yang penting bisa main bareng.
Tidak peduli panas atau hujan,
yang penting kebersamaan itu nyata.
Sekarangā¦
Sebagian sudah merantau,
sebagian sudah berkeluarga,
sebagian hanya tinggal nama di kenangan.
Dan halaman yang dulu ramai, kini lebih sering sunyi.
Kadang rindu masa itu,
bukan karena tempatnyaā¦
tapi karena orang-orangnya.
Karena di tahun itu, kita belum mengenal kehilangan,
belum mengerti arti perpisahan,
dan belum tahu bahwa suatu hariā¦
semua hanya akan jadi cerita.
2005 mengajarkan kita tentang kebersamaan yang sederhana,
tentang bahagia yang tidak perlu mahal,
tentang tawa yang tidak dibuat-buat.
Kalau kamu ingat tahun itu,
mungkin kamu juga ingat suara teman memanggil dari luar rumah,
ingat permainan yang sekarang hampir tak terlihat,
ingat janji-janji kecil yang tak pernah benar-benar ditepati,
tapi tetap indah untuk dikenang.
Ternyataā¦
yang kita rindukan bukan hanya masa lalu,
tapi versi diri kita yang dulu ā
yang lebih tulus, lebih bebas, dan lebih bahagia. š„¹āØ
Punya kenangan apa di tahun 2005?
Cerita di sini⦠mungkin kita pernah berada di masa yang sama.