10/03/2026
Lebaran sering kali menjadi momen yang berat bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang sudah berumah tangga. Tidak dapat dipungkiri, seorang laki-laki yang menjadi nahkoda dalam keluarganya sering kali berada di garis depan untuk menghadapi berbagai tuntutan kehidupan.
Ia berjuang menghadapi keadaan ekonomi yang ingin selalu stabil. Terlebih lagi ketika ada keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Banyak hal yang ingin diwujudkan, banyak harapan yang ingin dipenuhi. Namun terkadang, apa yang diinginkan belum bisa tercapai atau belum sampai pada waktunya.
Di bulan suci Ramadan, yang seharusnya menjadi momen indah untuk memperbanyak ibadah dan menyambut kemenangan di hari Idulfitri yang penuh kesucian, kenyataannya tidak selalu demikian. Kadang kita lalai, ibadah terlewat, atau tertinggal karena begitu banyaknya persoalan hidup yang harus dihadapi.
Aku menyadari bahwa semakin dewasa dan semakin bertambah usia, perjuangan sebagai tulang punggung keluarga terasa semakin berat. Ujian kehidupan pun datang silih berganti.
Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini termasuk orang-orang yang sabar.
Dulu, ketika usia masih belia, menyambut Ramadan terasa begitu menyenangkan. Bahkan tiga bulan sebelum Ramadan tiba, kami sudah mulai sibuk mempersiapkan berbagai hal. Kami membuat alat musik sederhana untuk membangunkan sahur, lalu berkeliling kampung bersama teman-teman, saling mengunjungi rumah dan bersalaman dengan penuh kegembiraan.
Namun sekarang, rasanya berbeda.
Ada rasa rindu pada masa-masa itu.
Rasanya ingin kembali ke masa yang sederhana, ketika kebahagiaan terasa begitu dekat dan ringan untuk dirasakan.
berat