26/08/2026
KILAS BANTEN - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Provinsi Banten tidak hanya diisi dengan seremoni. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Banten Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu (26/8/2026).
Lewat aksi bertema refleksi kemerdekaan, para mahasiswa menilai masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Mereka menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, pertambangan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, hingga ketimpangan pembangunan di berbagai wilayah Banten.
Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari, menyampaikan bahwa makna kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui upacara dan kegiatan seremonial. Menurutnya, kemerdekaan baru memiliki arti ketika masyarakat benar-benar merasakan hak-haknya terpenuhi.
Hak memperoleh pendidikan yang layak, layanan kesehatan, kesempatan kerja, lingkungan yang bersih, rasa aman, hingga kesejahteraan dinilai harus menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan.
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa menyoroti masih adanya anak-anak yang belum memperoleh akses sekolah. Mereka juga mengkritisi ketimpangan fasilitas pendidikan, minimnya tenaga pendidik di sejumlah daerah, serta pelaksanaan program sekolah gratis yang dinilai belum berjalan maksimal.
Karena itu, mereka mendesak pemerintah memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain pendidikan, aktivitas pertambangan turut menjadi perhatian. Massa aksi meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap praktik tambang ilegal, menertibkan kendaraan tambang dan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan secara terbuka dan transparan.