Tribun Style

Tribun Style Halaman situs berita entertainment, TribunStyle.com, Tribun Network. Tribun Style

TribunStyle.com
Portal lifestyle -- part of Tribunnews.com Network

09/01/2026

Wawancara kuasa hukum korban penipuan Adly Fairuz

Dilaporkan ke Polisi Soal Materi Mens Rea, Pandji Santai: Komedi Tak Selalu Menyenangkan PenontonKomika Pandji Pragiwaks...
09/01/2026

Dilaporkan ke Polisi Soal Materi Mens Rea, Pandji Santai: Komedi Tak Selalu Menyenangkan Penonton

Komika Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

Laporan tersebut berkaitan dengan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Materi komedi itu dinilai melampaui batas candaan dan dianggap menyentuh isu sensitif yang menyangkut organisasi keagamaan.

Pengaduan resmi terhadap Pandji didaftarkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2025).

Dalam laporan tersebut, Pandji diduga melakukan pencemaran nama baik melalui narasi yang disampaikan di atas panggung.

Sebagai bagian dari proses pelaporan, pihak pelapor turut menyerahkan barang bukti kepada penyidik.

Barang bukti tersebut berupa rekaman materi stand up comedy Pandji yang ditayangkan melalui salah satu platform digital.

Salah satu pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, diketahui merupakan Presidium Angkatan Muda NU.

Rizki menilai materi yang disampaikan Pandji tidak bisa lagi dianggap sekadar lelucon hiburan.

Menurutnya, isi materi tersebut mengandung unsur penghinaan dan berpotensi menimbulkan salah tafsir di masyarakat.

“Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki dikutip dari Kompas TV.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Pandji telah melukai perasaan warga NU, khususnya kalangan anak muda.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Rizki menyebut, tudingan tersebut dinilai tidak berdasar dan mencoreng nama baik organisasi.

Ia pun menegaskan bahwa materi komedi tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan anak muda Nahdliyin serta Aliansi Muda Muhammadiyah.

Postingan Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono nampaknya tidak terlalu memusingkan pelaporan atas dirinya.

Ia mengunggah postingan soal koleksi buku hingga piringan hitam di akun Instagram pribadinya, Jumat (9/1/206).

Banyak koleksi bacaan berbahasa Inggris yang ia tunjukkan.

Lewat caption, ia mengatakan kecenderungan menyukai para pendobrak batasan dan orang-orang yang s**a menentang arus.

"Lenny Bruce dan George Carlin menunjukkan bahwa Anda menghormati komedian yang menantang kekuasaan, selera, dan sensor, bahkan ketika hal itu merugikan mereka.

Itu menunjukkan seseorang yang menghargai kebebasan berbicara, skeptisisme terhadap otoritas, dan komedi sebagai penyelidikan moral.

Pada saat yang sama, kamu menghargai kecerdasan yang kering dan terkendali," tulisnya.

Ia kemudian menjelaskan mengenai stand up comedy berdasarkan pandangannya.

"Koleksi ini menunjukkan bahwa kamu melihat stand-up comedy sebagai kritik budaya yang diarsipkan dalam bentuk rekaman.

Kamu berpikiran historis, sedikit purist, dan mungkin mendengarkan seperti orang lain membaca esai, untuk mempertajam pemikiran, bukan hanya untuk dihibur.

Singkatnya:

Koleksi vinyl kamu menunjukkan hal yang sama yang dikonfirmasi oleh kariermu.

Kamu melihat stand-up comedy sebagai pemikiran publik yang diungkapkan dengan lantang.

Bukan pelarian dari kenyataan.

Bukan berarti selalu menyenangkan penonton.

Tetapi komedi sebagai wacana publik, yang diasah oleh tawa," tulisnya. (Tribunnewsmaker.com/ Listusista)

Foto 1: Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (Youtube Kompas TV)

Foto 2: Pelapor juga menyerahkan barang bukti berupa materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat acara Mens Rea berlangsung. (Kolase Instagram)

Sudah Lihat Video Viral 2 Jam denan Insanul, Inara Rusli Ngerasa Bukan Dirinya: Nggak Jelas, BuramInara Rusli baru-baru ...
09/01/2026

Sudah Lihat Video Viral 2 Jam denan Insanul, Inara Rusli Ngerasa Bukan Dirinya: Nggak Jelas, Buram

Inara Rusli baru-baru ini muncul di podcast Denny Sumargo.

Ia kembali mengguncang jagat hiburan Tanah Air setelah isu lama yang sempat meredup kini kembali mencuat ke permukaan.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi dua jam yang disebut-sebut sebagai bukti dugaan perselingkuhannya dengan Insanul Fahmi.

Video tersebut menjadi perbincangan panas setelah diserahkan ke pihak kepolisian oleh Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi.

Laporan itu mencakup dugaan perselingkuhan hingga perzinaan yang menyeret Inara Rusli.

Setelah lama memilih diam, Inara Rusli menyampaikan klarifikasinya.

Dengan nada tenang namun penuh kehati-hatian, Inara Rusli mengaku telah melihat langsung rekaman yang dimaksud.

Ia menyebut proses tersebut terjadi saat dirinya menjalani pemeriksaan dan wawancara dengan penyidik.

“Aku udah lihat karena udah melalui proses lidik ya, udah interview sama penyidik dan aku udah lihat sendiri barang buktinya,” ujar Inara, dilansir dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargi, Jumat (9/1/2026).

Meski telah menyaksikan barang bukti, Inara Rusli mengaku meragukan kejelasan isi video tersebut.

Menurutnya, apa yang terekam tidak sesuai dengan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Inara Rusli secara gamblang menyebut bahwa dirinya tidak melihat unsur seperti yang dituduhkan.

Ia menilai tudingan yang beredar terlalu jauh dari apa yang tampak dalam rekaman.

“Aku ngerasa itu nggak seperti yang dituduhkan,” katanya.

Denny Sumargo pun mencoba menggali lebih dalam dengan pertanyaan yang lebih langsung.

Ia menanyakan apakah sosok perempuan dalam video tersebut benar-benar adalah Inara Rusli.

Namun, alih-alih menjawab secara lugas, Inara Rusli justru mengalihkan fokus pada kualitas video.

Ia menyebut rekaman tersebut buram dan tidak utuh karena telah dipotong-potong.

Kondisi video yang tidak jelas itu membuatnya mengaku bingung untuk memberikan penilaian pasti.

“Kurang jelas. Aku kurang jelas karena jujur videonya udah dipotong-potong terus udah ngga jelas juga, buram. Jadi aku bingung mau bilang apa,” jelasnya. (TribunStyle.com/Putri Asti)

Foto 1:Inara Rusli klarifikasi soal video viral 2 jam diduga perzinahannya dengan Insanul Fahmi. Ia meragukan sosok dalam video tersebut adalah dirinya. (Tribun Network)

Foto 2: Inara Rusli meragukan isi video 2 jam yang jadi bukti diduga perzinahannya dengan Insanul Fahmi. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo/Instagram)

Foto 3: Inara Rusli secara gamblang menyebut bahwa dirinya tidak melihat unsur seperti yang dituduhkan Wardatina Mawa. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo)

Reaksi Wapres Gibran saat Pandji Dipolisikan Angkatan Muda NU Buntut Mens Rea: Gak Usah Lapor-lapor!Kehebohan special sh...
09/01/2026

Reaksi Wapres Gibran saat Pandji Dipolisikan Angkatan Muda NU Buntut Mens Rea: Gak Usah Lapor-lapor!

Kehebohan special show Mens Rea milik komika Pandji Pragiwaksono ternyata berbuntut panjang.

Suami Gamila Arief itu resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama pada Rabu (7/1/2026) malam.

Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama, Rizki Abdul Rahman Wahid pun membenarkan dirinya telah melaporkan komika inisial P.

"Kami melaporkan bahwa ada kasus, menurut kami, beliau merendahkan, memfitnah, cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media, memecah belah bangsa, menimbulkan keresahan khususnya kami sebagai anak muda nahdliyin pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah.

Seniman stand up comedian yang belakangan ini ramai diperbincangkan, insialnya P," papar Rizki dikutip dari YouTube KOMPAS TV, Jumat (9/1/2026).

Reaksi Wapres Gibran

Terkait kabar Pandji dilaporkan ke polisi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan reaksi.

Ia menilai sejatinya tidak perlu ada pelaporan ke polisi.

Wapres Gibran merasa kritik seperti yang disampaikan Pandji dalam Mens Rea merupakan hal yang biasa.

"Gak usah lapor-laporlah, kritik evaluasi tuh biasa," ucap Gibran.

Materi Mens Rea

Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono dikenal luas sebagai komika, aktor, presenter, penyiar radio, rapper, hingga sutradara.

Namun untuk saat ini, pria berusia 46 tahun itu memilih fokus di dunia stand up.

Hal tersebut dibuktikan dengan keputusan Pandji pindah ke New York, Amerika Serikat sejak tahun 2022 untuk merintis kariernya sebagai komika.

Pada tahun 2025, alumni Institut Teknologi Bandung itu menggelar tur stand up bertajuk Mens Rea di 10 kota besar Tanah Air.

Dimulai dari Kota Bandung pada bulan April dan berakhir di Kota Jakarta pada bulan Agustus.

Setelah tur Mens Rea berakhir, Pandji membuat kejutan untuk penggemarnya.

Bagaimana tidak, Mens Rea resmi tayang di Netflix mulai 27 Desember 2025 tanpa disensor maupun dipotong.

Alhasil masyarakat luas khususnya pelanggan Netflix bisa menonton special show Mens Rea secara utuh.

Hal tersebut cukup mencuri perhatian, pasalnya Pandji membawakan materi yang tergolong berani.

Pandji memang dikenal vokal terhadap isu sosial maupun politik. Dalam Mens Rea, ia bahkan tak ragu menyinggung beberapa tokoh.

Mulai dari artis sekaligus anggota DPR Verrell Bramasta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, hingga Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Mens Rea sukses menduduki posisi puncak Netflix Indonesia dalam kategori TV Show.

Banyak orang mengapresiasi materi stand up Pandji karena dianggap sangat relate.

Namun tak sedikit p**a yang melayangkan kritik. Salah satunya mengenai materi roasting Wapres Gibran.

Pandji sempat menyoroti mata ngantuk anak sulung mantan presiden Joko Widodo tersebut.

Bagi sebagian orang, hal tersebut dianggap body shaming atau bully. (TribunTrends.com/Febriana)

Foto 1: Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi. Wapres Gibran beri reaksi. (Tribun Network)

Foto 2: Komika Pandji Pragiwaksono di pertunjukan stand-up comedy spesial Mens Rea. Kini Pandji berujung dilaporkan ke polisi imbas Mens Rea. (Instagram/.pragiwaksono)

Foto 3: Gibran bereaksi setelah Pandji Pragiwaksono dipolisikan. (Youtube Kompas TV)

Inara Rusli Beri Deadline Bertemu, Insanul Fahmi Rela Bersujud di Kaki Wardatina Mawa  Konflik cinta segitiga antara dir...
09/01/2026

Inara Rusli Beri Deadline Bertemu, Insanul Fahmi Rela Bersujud di Kaki Wardatina Mawa


Konflik cinta segitiga antara dirinya, Insanul dan Wardatina Mawa membuat Inara Rusli bersikap.

Inara Rusli meminta suami sirinya, Insanul Fahmi mempertemukan dirinya dengan Wardatina Mawa untuk menyelesaikan konflik mereka.

Dikabarkan, Wardatina Mawa menutup pintu damai dengan Insanul Fahmi dan istri sirinya, Inara Rusli.

Wardatina Mawa belum mencabut laporannya di Polda Metro Jaya, yang ditujukan kepada Insanul Fahmi dan Inara Rusli atas dugaan perbuatan zina.

Deadline Dari Inara Rusli, Insanul Fahmi Harus Pertemukan dengan Mawa
Inara Rusli menegaskan jika dirinya memberikan deadline pada Insanul Fahmi untuk mencari solusi atas konflik 2 pernikahan yang juga melibatkan Mawa.

"Dari awal aku ingin kita bertemu bertiga, ya ini kan antara aku, Insan dan M (Mawa) untuk bicara baik-baik. Cuma sampai sekarang belum ada pertemuan ini," kata Inara Rusli di podcast Denny Sumargo yang tayang Kamis (8/1/2026) malam.

Denny Sumargo pun bertanya bagaimana jika Insanul belum bisa mempertemukan mereka bertiga, apa sikap Inara?

Inara Rusli langsung menjawab. "Jika belum berhasil, aku sudah kasih deadline," kata Inara Rusli.

Didesak jika pertemuan ini juga tak dipenuhi sampai deadline berakhir, Inara belum bisa menjawab rinci.

"Ya kita lihat saja lah," ucap Inara.

Lantas, kapan deadline untuk Insan? Inara mengatakan batasan waktu itu adalah sebelum puasa Ramadan tiba, artinya kurang dari satu bulan ke depan.

"Ya sebelum puasa lah," tegas Inara.

Insanul Fahmi Siap Cium Kaki Mawa
Insanul Fahmi rupanya siap melakukan apapun, demi berdamai dengan istrinya sendiri, Wardatina Mawa.

"Insanul Fahmi merendahkan diri untuk bisa ketemu Mawar. Mau bersujud, bahkan juga meminta maaf kepada Mawa. Itu informasinya ya," kata Tomy selaku kuasa hukum Insanul Fahmi, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

"Karena walau bagaimanapun juga istri sah itu masih melekat di dirinya adalah Mawa," sambungnya.

Sanggup Bertemu Keluarga Mawa
Mawa sempat memberikan syarat kepada Insanul dan Inara jika mau berdamai, untuk menemui keluarganya lebih dulu sebelum dirinya.

Insanul menyanggupi tantangan tersebut. Ia mengaku selama ini diam karena ingin menjaga privasi

"Insyaallah ke depan aku bakal dengan gentle nanti minta difasilitasi juga dari Bang Tomy untuk ketemu sama keluarga, pastinya sama Mawa dan anak juga," ujar Insanul Fahmi.

"Apapun itu, kalau memang harus lanjut, lanjutkan. Insanul sudah siap untuk menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab dia," timpal Tomy. (Tribunnews.com)

Foto 1: Inara Rusli bicara lagi tentang konflik pernikahannya dengan Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa yang saat ini sudah ke ranah hukum.(Tribun Network)
Foto 2: Inara Rusli mengaku hanya ingin mereka bertiga bertemu mencaro solusi.(Tribun Network)

Foto 3: Inara Rusli disebut mulai berjuang untuk menjadi istri sah Insanul Fahmi, meski saat ini Insan masih berstatus sebagai suami dari Wardatina Mawa.(Tribun Network)

09/01/2026

Seru nggak gais konten kita kali ini, next mau request tebak-tebakan apa lagi?

2 Tersangka Kasus Ijazah Temui Jokowi di Solo, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Apa yang Dibahas? Dua tersangka kasus ...
09/01/2026

2 Tersangka Kasus Ijazah Temui Jokowi di Solo, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, Apa yang Dibahas?


Dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mengunjungi rumah Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026).

Kedatangan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis itu ditemani sang kuasa hukum Elida Netti, Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJo) Darmizal, hingga Sekjen ReJo Rakhmad.

Mereka datang menemui Jokowi pada sore hari menjelang maghrib.

"Betul (Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bertemu Jokowi)," kata ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, Kamis, seperti dikutip dari TribunSolo.com.

Akan tetapi, belum diketahui pertemuan antara 2 tersangka tersebut dengan Jokowi dalam rangka membahas apa. Pasalnya, pertemuan berlangsung tertutup.

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis adalah tersangka klaster pertama kasus pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, sehingga berbeda dengan Roy Suryo yang merupakan tersangka klaster kedua.

Eggi dan Damai dijerat dengan Pasal 310 mengenai pencemaran nama baik dan fitnah, Pasal 311 tentang fitnah, Pasal 160 KUHP mengenai menghasut dan/atau Pasal 27A juncto Pasal 45 Ayat (4) dan/atau Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 UU ITE.

Beberapa waktu lalu, kuasa hukum Eggi, Elida Netti mengakui bahwa ijazah S-1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah mada (UGM) milik Jokowi asli setelah diperlihatkan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam gelar perkara khusus pada Senin (15/12/2025).

Elida tidak terima disebut menyesatkan publik oleh kubu Roy Suryo cs karena pernyataannya soal menyentuh ijazah Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa ijazah Jokowi ditunjukkan dengan sangat hati-hati oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Diguntinglah surat penyitaan biar semua tahu bahwa polisi memang serius dalam menangani perkara ini. Kemudian digunting lagi amplop itu surat putusan pengadilan dalam penyitaan (ijazah Jokowi)," kata Elida, dikutip dari tayangan kanal YouTube Rasis Infotainment, Kamis (25/12/2025).

"Kemudian digunting lagi. Sudah itu kami disuruh duduk. Semua duduk," imbuhnya.

Elida menyebut bahwa ada dua ijazah Jokowi di dalam sebuah amplop yang digunting penyidik Polda Metro Jaya.

Pertama adalah ijazah SMA Jokowi, dan yang kedua adalah ijazah S-1 Jokowi.

Saat ijazah asli S-1 milik Jokowi ditunjukkan, semua peserta gelar perkara khusus mengerubungi penyidik karena ingin melihat ijazah yang selama ini menjadi perbincangan khalayak ramai.

"Bapak-bapak (kubu Jokowi) itu sudah menjerit-jerit, 'nggak boleh pegang, nggak boleh pegang'," ucap Elida.

Saat situasi sedikit buyar, Elida mencari celah untuk menyentuh ijazah Jokowi, dan berhasil.

Ia menekankan bahwa ijazah Jokowi yang ditunjukkan pada gelar perkara khusus itu merupakan ijazah asli dan mirip seperti foto ijazah yang diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama di media sosial.

Elida menegaskan bahwa terdapat emboss (kertas timbul) dan watermark UGM pada ijazah Jokowi itu.

Elida juga mengaku ada tersangka yang juga senada dengan pernyataannya itu.

"Saya masuk dalam ininya, langsung saya pegang, spontan saya pegang. Karena tadi saya lihat orang pada megang, saya ikut megang. Saya sundul dengan jari saya. Sebelum saya masuk dibilangin kalau nggak salah 'mungkin ada watermark' tapi saya nggak mau nyebutkan nama di sini. Yang tersangka juga yang ngomong, 'ada watermark-nya' katanya," ujar Elida.

"Baru saya lihat. Eh, benar ada. Saya lihat lagi embossnya ada. Yang jelas ijazah itu asli. Asli ijazah. Jadi begitu semua lihat, saya spontanitas pegang. Saya lihat watermark-nya ada dan saya lihat itu memang ijazah asli dari fotokopi yang beredar selama ini," lanjutnya.

Jokowi sempat memberikan tanggapan terkait pernyataan Elida Netti yang mengakui bahwa ijazahnya asli.

Jokowi menegaskan kepada Elida Netti dan Eggi Sudjana bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya memang asli, tidak palsu.

"Ya memang asli, bagaimana sih? Memang asli. Artinya memang asli," kata Jokowi sambil tertawa, dikutip dari tayangan kanal YouTube TribunSolo.com, Rabu (24/12/2025). (Tribunnews.com/Rakli) (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Foto 1: Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Eggi Sudjana di kediamannya di Solo pada Kamis (8/1/2026).(Tribun Network)

Foto 2: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis berkunjung ke rumah Jokowi di Solo.(Tribun Network)

Foto 3: Kuasa hukum Eggi sebelumnya menyatakan telah mengakui keaslian ijazah Jokowi setelah melihat langsung dokumen tersebut.(Tribun Network)

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan soal Mens Rea, Arie Kriting Sarankan Polisi Tak Respon: Itu DemokrasiKomika Arie Kriting ...
09/01/2026

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan soal Mens Rea, Arie Kriting Sarankan Polisi Tak Respon: Itu Demokrasi

Komika Arie Kriting menilai aparat kepolisian tidak perlu menindaklanjuti laporan terhadap Pandji Pragiwaksono yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Pelaporan tersebut diketahui dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026).

Aduan itu berkaitan dengan materi yang disampaikan Pandji dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Menanggapi hal tersebut, Arie Kriting menyampaikan pandangannya bahwa persoalan tersebut seharusnya tidak dibawa ke ranah hukum.

Ia menilai materi yang dibawakan Pandji merupakan bagian dari gagasan dalam sebuah pertunjukan komedi.

"Kalau saya sih menurutku enggak perlulah. Enggak perlulah. Ini cuma gagasan. ini cuma sebuah komedi, sebuah pertunjukan. Enggak perlulah sampai sejauh itu menurutku ya," kata Arie Kriting, dikutip TribunJakarta.com dari akun YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Lebih lanjut, Arie menilai pelaporan semacam ini justru bisa menjadi preseden yang kurang baik.

Ia khawatir, jika setiap karya seni atau kritik terhadap pemerintah selalu berujung pada proses hukum, maka ruang berekspresi dan demokrasi bisa terancam.

"Kalau saya sih enggak perlu sejauh itu. Gagasannya ditolak, gagasannya tidak disepakati, gagasannya dilawan, gagasannya dikasih kontrak, gagasan juga it's fine. Itu demokrasi. Itu perangnya itu harus di ranah gagasan gitu. Tapi menggunakan tangan hukum untuk melakukan hal seperti ini sih menurutku enggak perlu sih," jelas Arie Kriting.

Menurut Arie, perbedaan pendapat seharusnya disikapi melalui adu gagasan dan diskusi terbuka, bukan dengan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Ia menegaskan bahwa ruang demokrasi justru tumbuh ketika kritik, ide, dan ekspresi seni dibiarkan berhadapan secara sehat di ruang publik.

Kebebasan Berpendapat

Selain itu, Arie Kriting tidak mau terburu-buru bahwa pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono dinilai sebagai bentuk pengekangan kebebasan berpendapat.

Tetapi, kata Arie, hal tersebut sebagai sinyal bagi pelaku seni dalam berkesenian bahwa ada pihak yang mempermasalahkan komedi.

"Saya tidak mau buru-buru memberikan statement bahwa oh sekarang kita kebebasan berpendapat dikekang," kata Arie.

Arie menegaskan dirinya tetap akan berkomedi dengan caranya sendiri meskipun ada preseden pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono.

"Saya akan bicarakan akan ada muatan kritik saya terhadap pemerintah atau terhadap diri saya pribadi atau terhadap lingkungan dan aspek sosial," kata Arie.

"Saya tidak akan pernah takut itu karena saya bahwa Indonesia tidak seburuk itu dalam konteks kebebasan berpendapat. Ini hanya hanya segelintir saja, dinamika saja ini menurutku sih," ucapnya.

Pandji Dilaporkan

Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah.

Pandji dilaporkan dengan dugaan pencemaran nama baik atas materi komedinya.

Sebagai bagian dari laporan, pelapor turut menyerahkan barang bukti berupa rekaman materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform saat pertunjukan berlangsung.

Salah satu pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, diketahui merupakan Presidium Angkatan Muda NU.

Rizki menilai materi komedi tersebut tidak sekadar candaan, melainkan mengandung unsur penghinaan.

Menurutnya, materi itu juga berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” ujar Rizki dikutip dari Kompas TV.

Ia menambahkan bahwa dirinya merasa dirugikan secara langsung sebagai aktivis muda NU.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Rizki juga menegaskan bahwa materi tersebut menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah. (TribunTrends/TribunJakarta)

Foto 1: Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait materinya dalam show Mens Rea, Arie Kriting sarankan polisi tak perlu tindaklanjuti.(Youtube Kompas TV)

Foto 2: Pandji Pragiwaksono dilaporkan terkait materinya dalam show Mens Rea.(Youtube Kompas TV)
Foto 3: Arie Kriting menyarankan polisi tak perlu menindaklanjuti laporan tersebut. (Istimewa)

09/01/2026

TRIBUN-VIDEO.COM - Selebgram Jule alias Julia Prastini kembali jadi sorotan publik terkait isu kedekatannya dengan aktor Jefri Nichol.

Rumor ini mencuat setelah warganet mengklaim memiliki informasi “A1” dan beredar foto Jefri Nichol bersama seorang perempuan berambut pirang yang diduga Jule.

Ogah Diasuh Ridwan Kamil, Alasan Zahra Lebih Pilih Atalia Praratya Jadi Sorotan: Faktor Psikologis Ketuk palu Pengadilan...
09/01/2026

Ogah Diasuh Ridwan Kamil, Alasan Zahra Lebih Pilih Atalia Praratya Jadi Sorotan: Faktor Psikologis


Ketuk palu Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung pada Rabu (7/1/2026) menjadi titik akhir perjalanan rumah tangga pasangan ikonik, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya.

Di balik putusan cerai tersebut, Camillia Laetitia Azzahra atau Zahra, memilih untuk tidak diasuh oleh sang ayah.

Pihak pengadilan secara resmi mengabulkan gugatan cerai yang dilayangkan Atalia sejak Desember 2025 lalu.

Dalam putusan tersebut, terungkap fakta mengenai masa depan anak-anak mereka yang kini harus terbagi di dua rumah yang berbeda.

Salah satu poin paling krusial dalam perceraian ini adalah hak asuh anak.

Mengingat usianya yang sudah dewasa, Zahra secara hukum memiliki hak mandiri untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa harus mengikuti aturan hak asuh anak (hadhanah).

Humas PA Kota Bandung, Ikhwan Sopyan, mengonfirmasi bahwa berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, hak asuh jatuh ke tangan Atalia Praratya.

"Intinya untuk anak disepakati oleh kedua belah pihak, ke ibunya," ujar Ikhwan, melansir dari Kompas.com.

Keputusan Zahra untuk tetap bersama Atalia dan seolah "meninggalkan" Ridwan Kamil ini langsung menjadi sorotan.

Tak hanya soal Zahra, nasib anak asuh mereka, Ar (5), juga menjadi tanda tanya.

Namun, kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansa, memberikan penjelasan bahwa nama Ar tidak masuk dalam daftar putusan hak asuh pengadilan.

Hal ini dikarenakan status Ar yang merupakan foster care atau izin asuh, bukan anak adopsi secara hukum perdata. Statusnya tetap sebagai "Anak Negara".

"Terkait Ar sendiri sistem pengasuhannya secara bersama-sama. Teknis pembagian waktunya nanti dibagi-bagi, berapa hari di Pak RK (Ridwan Kamil) dan berapa hari di Ibu Atalia," terang Debi.

Meski Ridwan Kamil dan Atalia resmi berpisah, keduanya berkomitmen untuk tetap memberikan kasih sayang yang utuh bagi si kecil Ar dengan jadwal yang sudah diatur secara bergantian.

Alasan Zahra Lebih Pilih Atalia

Mengapa Zahra lebih memilih tinggal bersama Atalia Praratya ketimbang Ridwan Kamil?

Debi Agusfriansa membeberkan alasan di balik keputusan mandiri sang klien.

Berdasarkan hasil mediasi pada 19 Desember 2025, keputusan tersebut murni keluar dari keinginan Zahra sendiri tanpa paksaan pihak manapun.

Sebagai anak yang sudah dewasa secara hukum, Zahra memiliki hak penuh untuk menentukan tempat tinggalnya.

"Betul keputusan sendiri, karena sudah dewasa jadi punya hak memilih. Terkait kenapa memilih ibunya, karena mungkin faktor psikologis anak terhadap ibunya," tegas Debi.

Faktor psikologis dan kedekatan batin antara ibu dan anak perempuan disinyalir menjadi alasan utama Zahra merasa lebih nyaman berada di bawah asuhan Atalia di tengah guncangan keluarga yang mereka hadapi. (TribunnewsBogor.com)

Foto 1: Zahra memutuskan untuk tidak ikut tinggal bersama Ridwan Kamil pasca-perceraian resmi diputuskan.(Tribun Network)
Foto 2: Zahra lebih memilih tinggal bersama Atalia Praratya karena merasa lebih nyaman dengan sang ibu.(Tribun Network)

Foto 3: Terungkap alasan Zahra lebih pilih tinggal dengan sang ibu, Atalia Praratya.(Tribun Network)

Nisya Selama Ini Diantar Keluarga ke Bandara Bak Pramugari Asli, Ternyata Hanya Penumpang Biasa!Di balik gemerlap dunia ...
09/01/2026

Nisya Selama Ini Diantar Keluarga ke Bandara Bak Pramugari Asli, Ternyata Hanya Penumpang Biasa!

Di balik gemerlap dunia penerbangan dan ketatnya sistem keamanan bandara, sebuah penyamaran nyaris berjalan sempurna.

Sosok perempuan bernama Nisya, yang diketahui juga menggunakan nama Habrun Nisa, berhasil membaur tanpa menimbulkan kecurigaan berarti.

Dengan seragam pramugari lengkap beserta seluruh atribut pendukungnya, ia melangkah keluar-masuk bandara seolah benar-benar bagian dari awak kabin maskapai penerbangan.

Gerak-geriknya rapi, pembawaannya tenang, dan ekspresinya penuh keyakinan. Tak ada tanda-tanda gugup.

Tak ada gestur mencurigakan.

Kepercayaan diri menjadi tameng terkuat yang menutup rapat penyamarannya hingga akhirnya, bukan alat pemindai atau sistem keamanan yang menghentikan langkahnya, melainkan naluri dan kecurigaan manusia.

Sebelum namanya mencuat dan menjadi sorotan publik, Nisya telah lama menjalani rutinitas yang sama. Ia berperilaku, bersikap, dan tampil seolah dunia penerbangan adalah habitat aslinya.

Kepercayaan Diri yang Menyamai Kru Asli

Penampilan Nisya nyaris tak terbantahkan. Seragam yang dikenakannya menyerupai busana resmi pramugari aktif, membuatnya mudah diterima sebagai bagian dari kru pesawat.

Ia hadir di bandara tanpa ragu, melangkah melewati berbagai area dengan gestur yang selama ini identik dengan awak kabin profesional.

Di mata banyak orang baik penumpang, petugas bandara, maupun pihak lain yang berlalu-lalang—tak ada kejanggalan yang mencolok.

Sikapnya tenang, caranya membawa diri penuh wibawa. Kombinasi antara busana resmi dan kepercayaan diri membuat penyamarannya nyaris tak terbaca.

Seragam lengkap dan perilaku yang konsisten menjadikannya seolah menyatu dengan sistem yang seharusnya tertutup bagi orang luar.

Pengelola Bandara Tegaskan SOP Tetap Dijalankan

Menanggapi terungkapnya kasus ini, pihak Pengelola Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang angkat bicara.

Mereka menegaskan bahwa prosedur keamanan bandara selama ini telah dijalankan sesuai ketentuan, baik terhadap penumpang maupun kru maskapai.

Pemeriksaan keamanan juga dilakukan terhadap seorang calon penumpang yang mengenakan pakaian menyerupai kru Batik Air pada penerbangan Batik Air dengan nomor ID 7058 rute Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.

“Kami memastikan bahwa seluruh proses pelayanan dan keamanan telah dilaksanakan oleh petugas sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab dalam siaran persnya ke awak media, Kamis (8/1/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tidak ada kelonggaran prosedur, meskipun penampilan calon penumpang menyerupai awak maskapai.

Melalui Jalur Penumpang, Bukan Kru

Lebih lanjut, Syaugi menjelaskan bahwa meskipun calon penumpang tersebut mengenakan seragam pramugari, ia tetap diperlakukan sebagai penumpang biasa. Tidak ada jalur khusus. Tidak ada pengecualian.

Ia tetap diarahkan melalui jalur pemeriksaan penumpang atau Security Check Point (SCP).

"Pada titik SCP tersebut personel Aviation Security melakukan pemeriksaan keamanan mencakup pemeriksaan boarding pass yang dikeluarkan maskapai penerbangan untuk naik pesawat, serta pemeriksaan orang dan barang bawaan.” jelas Syaugi.

Seluruh rangkaian proses tersebut terekam dalam sistem pemantauan CCTV bandara.

Berdasarkan rekaman dan evaluasi internal, setiap tahapan keberangkatan dinyatakan telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Boarding Pass Sah, Tak Ada Barang Terlarang

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihak bandara menegaskan bahwa tidak ditemukan pelanggaran administratif maupun indikasi ancaman keamanan.

Nisya tercatat sebagai penumpang dengan tiket resmi dan dokumen perjalanan yang sah.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian diketahui yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang yang dilarang naik ke pesawat.

Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara professional, objektif dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak airline secara langsung," tandasnya.

Dengan demikian, pihak bandara menyimpulkan bahwa sistem keamanan berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Perilaku Sehari-hari yang Tak Mengundang Curiga

Informasi yang beredar di internal Bandara SMB II Palembang mengungkapkan bahwa Nisya selama ini kerap berperilaku layaknya kru pesawat aktif.

Meskipun secara administratif ia adalah penumpang berbayar, cara berbicara, sikap tubuh, dan pembawaannya membuatnya tampak seperti pramugari sungguhan.

Inilah yang membuat kehadirannya selama ini tidak memicu kecurigaan berarti. Ia seolah berhasil menciptakan ilusi sempurna bahwa dirinya adalah bagian dari sistem.(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Tribunsumsel)

Foto 1:Nisya pramugari gadungan ternyata selama ini sering diantar oleh keluarganya ke bandara, namun siapa sangka dia justru tipu keluarga sendiri(Tribun Network)

Foto 2: Alasan perempuan bernama Nisya (23) jadi viral setelah dirinya ketahuan pakai seragam pramugari atau flight attendant (FA) Batik Air. (Istimewa)

Address

Bantenan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribun Style posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tribun Style:

Share