14/08/2026
Gak cuma jadi angin segar buat masalah sampah di Jogja, pembukaan megaproyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan juga bakal jadi kabar gembira buat para pencari kerja!
Proyek senilai Rp2,5 hingga Rp3 triliun ini dipastikan menyerap ratusan hingga seribu tenaga kerja, di mana warga lokal sekitar Piyungan dan Bantul bakal jadi prioritas utama.
Penandatanganan kesepakatan (MoU) resmi diteken oleh Pemda DIY, Danantara (DIM), serta Pemkot Jogja, Pemkab Sleman, dan Pemkab Bantul di Kompleks Kepatihan. Groundbreaking dijadwalkan meluncur Desember 2026 mendatang di lahan seluas 5,7 hektare.
Fadli Rahman (Director Investment DIM / CEO Denera):
"Kita mengharapkan ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan pada saat proses konstruksi sendiri, ini sekitar 800 sampai 1.000 tenaga kerja yang akan kita utamakan tenaga kerja dari lokal."
Selain dampak lapangan kerja, berikut poin krusial operasional pabriknya:
- Masa Konstruksi: Fokus penyerapan 800–1.000 tenaga kerja lokal dimulai akhir 2026.
- Kapasitas Raksasa: Menampung hingga 1.000 ton sampah per hari dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
- Proses Canggih: Sampah tak perlu dipilah di awal, melainkan dikeringkan 5 hari di bungker kedap udara sebelum dibakar memutar turbin listrik.
- Pasokan Listrik: Menghasilkan 18–20 Megawatt (setara kebutuhan 15.000 rumah) yang dijual langsung ke PLN selama 30 tahun.
Bebas Biaya Daerah
Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DIY):"Sampah-sampah itu ya dari kabupaten/kota... Tiga ini yang memerlukan partisipasi pihak lain untuk investasi."
Sultan menegaskan bahwa pemerintah daerah sama sekali tidak dipungut biaya pengolahan (tipping fee), melainkan hanya menyiapkan armada pengangkutan sampah ke Piyungan.
Targetnya, pada kuartal 3 atau 4 tahun 2028, fasilitas ini sudah beroperasi penuh mengolah sampah sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga!
💬 Coba tag teman, saudara, atau tetanggamu di Piyungan/Bantul yang butuh info penyerapan tenaga kerja ini! Menurutmu, bidang keahlian apa saja yang paling dibutuhkan nanti?