Ircisod Books

Ircisod Books Buku Filsafat dan Pemikiran

Marx menulis Kelahiran Tirani Modern; Analisis Kritis atas Kudeta Louis Bonaparte bukan untuk mengenang kudeta—tapi untu...
27/04/2026

Marx menulis Kelahiran Tirani Modern; Analisis Kritis atas Kudeta Louis Bonaparte bukan untuk mengenang kudeta—tapi untuk memperingatkan bahwa kudeta paling licik adalah yang dilakukan atas nama rakyat, dengan tangan rakyat, dan ditepuki rakyat. Kita masih belum selesai membacanya.

Francis MacDonald Cornford, cendekiawan klasik Universitas Cambridge yang berkarya pada awal abad ke-20, menerbitkan pad...
25/04/2026

Francis MacDonald Cornford, cendekiawan klasik Universitas Cambridge yang berkarya pada awal abad ke-20, menerbitkan pada tahun 1912 sebuah karya yang hingga kini tetap menggema dalam lorong-lorong sejarah filsafat: From Religion to Philosophy: A Study in the Origins of Western Speculation. Tesis utama Cornford bersifat revolusioner sekaligus provokatif—bahwa tradisi spekulasi filosofis Yunani Kuno tidak lahir dari kekosongan intelektual yang steril, melainkan merupakan ejawantah sistematis dari struktur-struktur keagamaan, kosmologis, dan mistis yang telah mengendap dalam kesadaran kolektif masyarakat Yunani selama berabad-abad sebelumnya. Filsafat, dalam pandangan Cornford, bukanlah pemberontakan terhadap agama; ia adalah agama yang tengah berganti wahana ekspresi.

Søren Kierkegaard pada akhirnya tidak mengajarkan kita sekadar bagaimana merasakan cinta, melainkan bagaimana setia di d...
22/04/2026

Søren Kierkegaard pada akhirnya tidak mengajarkan kita sekadar bagaimana merasakan cinta, melainkan bagaimana setia di dalam cinta—bahkan ketika perasaan itu sendiri beringsut menjauh.

Cinta, dalam horizon pemikirannya, bukanlah bunga musiman yang menunggu cuaca yang tepat untuk mekar; ia adalah akar yang bekerja dalam kegelapan—sunyi, tak tersorot, namun justru dari kedalaman itulah seluruh kehidupan memperoleh daya topangnya. Ketika cinta ditransfigurasikan menjadi kewajiban, ia terbebas dari kerapuhan afeksi yang fluktuatif, dari tirani suasana hati, dan dari kalkulasi untung-rugi yang membatasi kemurniannya.

Di tengah dunia yang mereduksi relasi menjadi pilihan instan—yang dapat dipilih, ditunda, bahkan disingkirkan dengan satu gerakan—Kierkegaard mengajukan suatu etika yang sekaligus asketis dan membebaskan:
mencintai bukan karena dorongan hasrat, melainkan karena ia merupakan imperatif terdalam dari eksistensi manusia itu sendiri.

Dan di sanalah paradoksnya mencapai puncak keindahannya:
ketika cinta tidak lagi bergantung pada perasaan, justru ia menjelma menjadi satu-satunya pengalaman yang paling layak untuk dirasakan—sebuah kesetiaan yang diam, namun abadi.

Judul: Filsafat Praksis; Marxisme, Sejarah, dan HegemoniPenulis: Antonio GramsciPenerjemah: Ainini Lana BSPenyunting: Ni...
14/04/2026

Judul: Filsafat Praksis; Marxisme, Sejarah, dan Hegemoni
Penulis: Antonio Gramsci
Penerjemah: Ainini Lana BS
Penyunting: Nisrina Lubis
Penerbit: IRCiSoD
Tahun: 2026
Bahasa: Indonesia
Tebal: 256 hlm.
Dimensi: 14x20 cm
Kertas: Bookpaper

Filsafat
Rp75.000,00

Dalam buku pemungkas dari The Prison Notebooks ini, Antonio Gramsci memusatkan perhatian pada filsafat praksis, yaitu suatu cara berpikir yang menempatkan filsafat bukan sebagai renungan abstrak, melainkan sebagai bagian dari kehidupan historis manusia. Dari pembahasan tentang akal sehat, agama, bahasa, dan sejarah, ia menunjukkan bahwa setiap pandangan hidup lahir dari pergulatan sosial yang nyata. Karena itu, filsafat hadir sebagai medan kritik, kesadaran, dan pembentukan dunia.

Melalui catatan-catatan yang tajam dan mendalam, pembaca diajak menelusuri persoalan-persoalan pokok dalam filsafat dan Marxisme: hubungan antara teori dan praktik, ideologi dan pengetahuan, individu dan masyarakat, hingga peran kaum intelektual dalam perubahan sejarah. Filsafat praksis tampil sebagai upaya untuk memahami bagaimana manusia membangun kesadaran, merebut hegemoni, dan mengubah kenyataan. Dengan demikian, refleksi filosofis tidak dipisahkan dari perjuangan politik dan kebudayaan.

Buku ini menjadi sebuah refleksi besar tentang manusia, sejarah, dan emansipasi. Gagasan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi tampil sebagai kekuatan yang dapat membentuk kehidupan bersama. Kaya, menantang, dan tetap relevan, sangat tepat sebagai penutup yang kuat sekaligus bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami salah satu fondasi utama teori sosial modern.

Judul: Diskursus; Risalah Politik dan Pemerintahan IdealPenulis: Niccolò MachiavelliPenerjemah: Muhammad Dhanil Herdiman...
14/04/2026

Judul: Diskursus; Risalah Politik dan Pemerintahan Ideal
Penulis: Niccolò Machiavelli
Penerjemah: Muhammad Dhanil Herdiman
Penyunting: Zulkarnaen Ishak
Penerbit: IRCiSoD
Tahun: 2026
Bahasa: Indonesia
Tebal: 630 hlm.
Dimensi: 14x20 cm
Kertas: Bookpaper

Social Sciences
Rp160.000,00

Buku ini menampilkan perenungan Machiavelli tentang republik, kekuasaan, hukum, agama, serta daya hidup masyarakat di suatu negara dengan berpijak pada pembacaan atas sejarah Romawi, terutama Titus Livius. Dari warisan klasik, ia mengekstrak pelajaran politik yang tetap relevan bagi kehidupan publik masa kini.

Pembahasannya menelaah asal-usul kota, bentuk-bentuk pemerintahan, pertentangan antara rakyat dan elite, serta fungsi lembaga yang adil dalam menjaga kebebasan. Bagi Machiavelli, republik yang kukuh tidak lahir dari ketenangan semu, melainkan dari tatanan hukum yang sanggup mengolah benturan kepentingan menjadi kekuatan bersama.
Dalam uraiannya tentang ekspansi, perang, dan kepemimpinan, Machiavelli menunjukkan bahwa kemakmuran negara bertumpu pada disiplin militer, kecakapan membaca keadaan, serta keberanian mengambil keputusan politik. Ia juga mengingatkan bahwa reputasi, Dewi Fortuna, ambisi, dan kelemahan manusia selalu bekerja di balik kejayaan maupun kemerosotan suatu bangsa dalam sejarah.

Dari keseluruhan pembahasannya, tergambar figur Machiavelli dalam bentuknya yang paling luas: pengamat sejarah, analis negara, dan penafsir hasrat manusia. Sebagai risalah politik, inilah teks penting untuk memahami bagaimana kebebasan dipertahankan, kekuasaan dibatasi, dan negara dirawat melalui institusi yang cakap sekaligus kritis.

Judul: Rakyat, Bangsa, dan Kekuasaan; Catatan-Catatan KritisPenulis: Antonio GramsciPenerjemah: Fadhilatul MuharamPenyun...
14/04/2026

Judul: Rakyat, Bangsa, dan Kekuasaan; Catatan-Catatan Kritis
Penulis: Antonio Gramsci
Penerjemah: Fadhilatul Muharam
Penyunting: Nisrina Lubis
Penerbit: IRCiSoD
Tahun: 2026
Bahasa: Indonesia
Tebal: 352 hlm.
Dimensi: 14x20 cm
Kertas: Bookpaper

100.000
Social Sciences

Rakyat, Bangsa, dan Kekuasaan diterjemahkan dari Selections from Cultural Writing, yang menghimpun tulisan-tulisan Antonio Gramsci tentang sastra, bahasa, kaum intelektual, sastra populer, jurnalisme, hingga pembentukan kebudayaan nasional. Penulis ingin menunjukkan bahwa perebutan kekuasaan tidak hanya berlangsung dalam negara dan politik praktis, tetapi juga dalam bahasa, bacaan, selera, dan cara suatu bangsa memahami dirinya sendiri. Dalam banyak pembahasan, ia juga merujuk pada gagasan-gagasan yang berkaitan dengan Selections from the Prison Notebooks sehingga buku ini sekaligus membuka jalan ke lanskap pemikirannya yang lebih luas.

Bertolak dari pengalaman Italia, ia menelusuri mengapa kebudayaan dapat menjadi jauh dari rakyat, mengapa sastra nasional kerap gagal menjadi sungguh-sungguh populer, bagaimana jurang antara intelektual dan massa justru membentuk watak kehidupan politik. Pembahasannya bergerak dari soal “rakyat” dan “publik”, kajian tentang Manzoni, kritik atas tradisi sastra Italia, hingga pembacaan atas sastra populer dan peran surat kabar serta terbitan berkala dalam membentuk kesadaran sosial.

Dengan jangkauan tema yang luas, buku ini menghadirkan Gramsci sebagai pemikir yang membaca kebudayaan secara historis sekaligus politis. Sastra, sejarah, media, dan intelektual tampil bukan sebagai ranah netral, melainkan sebagai arena tempat makna bangsa, posisi rakyat, dan arah kekuasaan terus diperebutkan. Sebuah bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami bahwa pergulatan kebudayaan selalu terkait erat dengan pergulatan sosial dan politik.

Judul: Prinsip-Prinsip Pengetahuan Alam; Struktur Ruang, Waktu, dan PeristiwaPenulis: Alfred North WhiteheadPenerjemah: ...
13/04/2026

Judul: Prinsip-Prinsip Pengetahuan Alam; Struktur Ruang, Waktu, dan Peristiwa
Penulis: Alfred North Whitehead
Penerjemah: Shenny Fierdha Chumaira
Penyunting: Astrajingga Asmasubrata
Penerbit: IRCiSoD
Tahun: 2026
Bahasa: Indonesia
Tebal: 260 hlm.
Dimensi: 14x20 cm
Kertas: Bookpaper

80.000
Social Sciences

Selama berabad-abad, sains menggambarkan alam sebagai materi yang tersebar dalam ruang dan waktu yang statis. Whitehead menantang asumsi ini dari pangkalnya. Konsep ruang absolut, momen yang tak berdurasi, dan materi yang terbagi-bagi ternyata tidak mampu menjelaskan gerak, tegangan, kausalitas, bahkan organisme biologis sekalipun. Tradisi sains yang mapan akhirnya menghadapi batas-batasnya.

Sebagai gantinya, Whitehead menawarkan pandangan bahwa alam adalah jalinan peristiwa yang saling terkait melalui hubungan spasial-temporal. Dari peristiwa-peristiwa inilah konsep titik, garis, momen, dan objek abstrak dapat ditarik melalui metode abstraksi ekstensif—cara membaca alam dari pengalaman perseptual yang konkret, bukan dari asumsi matematis yang tak teruji. Ruang dan waktu bukan entitas mutlak, melainkan hasil dari hubungan antara peristiwa-peristiwa.

Puncak dari perjalanan intelektual ini adalah gagasan bahwa ritme adalah padanan kausal kehidupan. Hidup—yang mencakup persepsi, keinginan, emosi, dan kehendak—adalah perpaduan kesamaan dan kebaruan yang termanifestasi dalam peristiwa. Buku ini menjadi fondasi filsafat proses Whitehead: alam bukan kumpulan benda statis, melainkan hamparan peristiwa yang terus bergerak dan saling berkelindan.

Judul: Kelahiran Tirani Modern; Analisis Kritis atas Kudeta Louis BonapartePenulis: Karl MarxPenerjemah: Anasatia Sundar...
13/04/2026

Judul: Kelahiran Tirani Modern; Analisis Kritis atas Kudeta Louis Bonaparte
Penulis: Karl Marx
Penerjemah: Anasatia Sundarela
Penyunting: Astrajingga Asmasubrata
Penerbit: IRCiSoD
Tahun: 2026
Bahasa: Indonesia
Tebal: 212 hlm.
Dimensi: 14x20 cm
Kertas: Bookpaper

Filsafat
Rp75.000,00

Pada 2 Desember 1851, Louis-Napoléon menghancurkan Republik Kedua Prancis melalui kudeta militer yang mengguncang Eropa. Marx segera menulis analisis atas peristiwa tersebut untuk menelusuri akar strukturalnya. Melalui pelacakan fase revolusi 1848–1851, menunjukkan bahwa kudeta itu bukanlah anomali sejarah, melainkan konsekuensi logis dari kontradiksi kelas yang terakumulasi selama tiga tahun.

Marx membedah persaingan Partai Ketertiban—koalisi borjuis Legitimis dan Orléanis—yang semula bersatu untuk menumpas proletariat, tetapi kemudian menghasilkan kondisi yang menggagalkan dominasinya sendiri: proletariat dihancurkan pada Juni 1848, kelas pedagang kecil dipinggirkan, borjuasi parlementer kehilangan kendali atas tentara, sementara jutaan petani yang tercerai-berai menggantungkan harapan pada nama agung Napoleon Bonaparte sebagai juru penyelamat. Mitos inilah yang dimanfaatkan Louis-Napoléon untuk membangun legitimasi politiknya.

Atas dasar itu, Marx merumuskan tiga kesimpulan utama: retorika dan gagasan partai sering berbeda dari kepentingan materielnya; mesin negara dapat berkembang menjadi kekuatan yang relatif otonom dan melampaui kendali kelas-kelas sosial; dan revolusi sejati tidak boleh meminjam jubah masa lalu. Buku ini memperlihatkan sejarah bukan dari permukaan peristiwa, melainkan dari relasi sosial yang menggerakkannya.

Kita mengenal Nawal El Saadawi sebagai   sekaligus sastrawan Arab, namun kerap kita tak tahu apa yang ia perjuangkan dar...
20/11/2023

Kita mengenal Nawal El Saadawi sebagai sekaligus sastrawan Arab, namun kerap kita tak tahu apa yang ia perjuangkan dari hak-hak perempuan dan dari tradisi feminis mana ia tumbuh. Buku ini, yang berisi kumpulan wawancaranya dengan wartawan-wartawan internasional sekaligus cerpen-cerpen feminisnya, akan mengantarkan kita kepada pemahaman yang kurang-lebih utuh terhadap ketokohan ‘Simone de Beauvoir’-nya Arab itu. Ketika ditanya berasal dari tradisi feminis mana, apakah Marxis, liberal, Freudian, atau yang lainnya, ia menjawab tidak berasal dari tradisi mana pun. Perjuangannya dalam membela perempuan di dunia Arab tidak ada contohnya dalam sejarah. Kemudian, ia membeberkan landasan teoretis dari corak yang ia kembangkan.

Dengan berfokus pada , , dan , Nawal El Sadawi percaya bahwa , , dan imperialisme adalah sistem yang saling berkaitan yang menindas perempuan Arab dan membuat mereka tercegah dalam meraih potensi penuh mereka. Sebagian karya sastranya, termasuk cerpen-cerpen yang terdapat di buku ini, ditulis dalam upaya untuk melawan ketiga sistem tersebut. Ia mengkritik pandangan dunia Arab mengenai perkawinan, sunat anak perempuan, hubungan laki-laki dan perempuan, dan praktik budaya yang menindas perempuan. Di sisi lain, ia juga mengangkat wacana tentang betapa perempuan mampu mengguncang kekuasaan laki-laki, dan betapa tanpa perempuan, bahkan Revolusi Musim Semi Arab pun tidak akan pernah terjadi.
*
Judul: Perjuangan dan Perlawanan Seorang Feminis Mesir
Penulis: Nawal El Saadawi
Penerbit: IRCiSoD
ISBN: 978-623-5348-20-9
Tebal: 216 hlm.
Tahun: 2022
Ukuran: 14x20 (cm)
Harga Reguler: 70.000,-
Harga Diskon: 56.000,-
--

Address

Sampangan Gang Perkutut No. 325-B
Bantul
55197

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+6285161791295

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ircisod Books posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category