INFO bwi24jam

INFO bwi24jam THE POWER OF NETWORKING
(Jurnalis Warga)

keluh kesah nya sopir logistik terkait adanya kemacetan di pelabuhan ketapang banyuwangi yang kian hari kian tidak ada s...
16/09/2026

keluh kesah nya sopir logistik terkait adanya kemacetan di pelabuhan ketapang banyuwangi yang kian hari kian tidak ada solusi.

16/09/2026

Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Kudus, Sumbersari, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri hampir 1.000 jamaah dan sejumlah pengasuh pondok pesantren di sekitar lokasi.

Ponpes Sunan Kudus yang berada di tengah kawasan perkebunan tersebut saat ini masih tergolong baru. Selain menyelenggarakan pendidikan TPQ dan Madrasah diniyah, ponpes tersebut juga telah menjalankan jenjang pendidikan SMP.

Pengasuh Ponpes Sunan Kudus, Ustaz H. Ahsanul Khuluq Zaini, mengatakan peringatan Maulid Nabi kali ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan jamaah dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk tasyakuran atas perkembangan Ponpes Sunan Kudus yang baru sekitar satu tahun menerima santri.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar. Selain sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga ajang silaturahmi antar tetangga dan juga jemaah Pondok Pesantren Sunan Kudus,” ujar Ustaz H. Ahsanul Khuluq Zaini.

Kegiatan ini p**a sebagai tasyakuran untuk pertama kalinya “ngebangi” ponpes yang penerimaan santrinya sudah genap satu tahun.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara rutin setiap tahun. Ke depan, pihak ponpes juga berencana mengadakan pengajian rutin minimal satu bulan sekali yang diisi selawatan dan kajian keagamaan dengan melibatkan jamaah serta warga sekitar.

Rangkaian acara diawali tawassul oleh KH Fuad Hasyim, Rois Syuriah MWCNU Kabat, kemudian pembacaan Surat Yasin oleh KH Saiful Munir Syaibani, Pengasuh Ponpes Nurul Iman, dan Mahallul Qiyam.

Dua mubaligh turut menyampaikan tausyiah, yakni Kyai Sunandi Zubaidi, Pengasuh Ponpes Al-Kalam, serta KH Indi Aunullah dari Ponpes Nurul Abror Arrabbaniyyin. Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Kyai Nidhomuddin Muhlis, Pengasuh Ponpes Alhidayah.

Peringatan Maulid Nabi tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan Ponpes Sunan Kudus sekaligus memperkuat silaturahmi antara pesantren dan masyarakat sekitar

Seorang pria dewasa diduga tewas setelah dikeroyok massa saat kepergok mencuri buah jeruk di sebuah kebun milik warga di...
15/09/2026

Seorang pria dewasa diduga tewas setelah dikeroyok massa saat kepergok mencuri buah jeruk di sebuah kebun milik warga di Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Identitas pria tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan polisi, Selasa (15/9/2026).

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi membenarkan adanya informasi mengenai dugaan penganiayaan yang berujung kematian tersebut. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.

“Dugaan peristiwa itu benar terjadi, tapi masih menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan,” kata Kompol Lanang.

Mendapat informasi tersebut, Satreskrim Polresta Banyuwangi langsung menerjunkan personel ke lokasi. Tim identifikasi berangkat sekitar pukul 12.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan lokasi kejadian.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui merupakan seorang laki-laki dewasa. Polisi belum menemukan identitas korban karena proses penyelidikan dan pendataan masih berlangsung.

“Korban adalah laki-laki, tim identifikasi berangkat pukul 12.00 WIB ke lokasi,” ujar Lanang.

Informasi sementara yang diterima polisi, peristiwa tersebut bermula ketika pria itu diduga tertangkap warga saat mengambil buah jeruk di kebun. Warga kemudian diduga melakukan aksi pengeroyokan terhadap pria tersebut.

Aksi massa itu diduga berujung fatal. Pria yang diduga menjadi sasaran penganiayaan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Satreskrim Polresta Banyuwangi kini masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kejadian tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan di lokasi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Lanang menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan anggota di lapangan sebelum menyimpulkan kronologi maupun penyebab kematian korban.

“Masih dalam proses penyelidikan. Anggota masih melakukan pendalaman di lapangan,” pungkasnya.

Polisi juga masih berupaya memastikan identitas korban serta mengungkap rangkaian kejadian dari dugaan pencurian jeruk hingga berujung pada dugaan penganiayaan oleh massa.

Dugaan keterpaparan judi online (judol) di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) ternyata tid...
15/09/2026

Dugaan keterpaparan judi online (judol) di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) ternyata tidak hanya ditemukan di Kecamatan Genteng. Data Dinas Sosial PPKB Banyuwangi menunjukkan, indikasi tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan.

Dari sekitar 148 ribu KPM bansos di Banyuwangi, sebanyak 6.000-an penerima terindikasi terpapar judi online. Jika dibandingkan dengan total penerima, jumlah itu berada di kisaran 4 persen.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendeteksian sistem dari pemerintah pusat.

“Penerima bansos yang terindikasi judi online ini sekitar 6.000-an di seluruh Kabupaten Banyuwangi,” kata Puguh.
Dari sebaran wilayah, sejumlah kecamatan dengan jumlah penduduk besar tercatat memiliki angka indikasi judol yang relatif tinggi. Tiga di antaranya yakni Kecamatan Banyuwangi, Muncar, dan Kalipuro.

“Kalau untuk ranking kecamatan, memang yang penduduknya tinggi, antara lain Kecamatan Banyuwangi, Muncar, Kalipuro, seperti itu,” jelasnya.
Puguh menerangkan, indikasi tersebut bukan ditetapkan berdasarkan pendataan manual yang dilakukan petugas Dinsos PPKB Banyuwangi. Data muncul melalui sistem yang dikelola pemerintah pusat.

Karena itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk langsung mencabut atau membatalkan status penerima bansos yang terkena penangguhan akibat indikasi judi online.

“Seluruh hasil pendataan itu terdeteksi secara online oleh sistem yang ada di pusat. Kami tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pembatalan,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah menyediakan mekanisme sanggah bagi KPM yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judi online. Proses tersebut dapat diajukan melalui petugas di tingkat desa atau kelurahan.

Mekanisme sanggah itu, kata Puguh, penting dilakukan karena tidak semua penerima yang terdeteksi sistem sebagai pengguna atau terpapar judi online otomatis merupakan pelaku.

Sosialisasi mengenai mekanisme tersebut juga telah dilakukan melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi.

“Kami berharap penerima bansos juga aktif menginformasikan apabila bansosnya dinonaktifkan, supaya datanya bisa dilakukan verifikasi melalui sanggahan sebagai upaya untuk mengaktifkan kembali,” tuturnya.

Selain operator desa dan kelurahan, Dinsos PPKB juga melibatkan pihak kecamatan, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) untuk membantu menyampaikan informasi tersebut kepada KPM.

“Dari pihak kecamatan, pihak PKH, dan PSM sudah kita sampaikan supaya turut membantu pendampingan sekaligus menginformasikan kepada masyarakat penerima bansos yang terindikasi judi online,” terang Puguh.

Menurutnya, KPM yang memperoleh informasi mengenai status tersebut diharapkan segera melakukan verifikasi dan mengajukan sanggahan apabila merasa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,

“Sebab kalau terindikasi judi online ini otomatis bansosnya akan di-off-kan. Harapannya dengan adanya verifikasi sanggahan ini nanti bisa pulih lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 206 KPM di Kecamatan Banyuwangi juga dilaporkan terindikasi judol sehingga bantuan sosial mereka dihentikan sementara secara otomatis oleh sistem.

Namun, status tersebut masih dapat diverifikasi kembali melalui mekanisme sanggah. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan ketepatan data sekaligus memberi kesempatan kepada KPM yang merasa tidak sesuai dengan hasil deteksi sistem untuk melakukan klarifikasi. (ep)

Dugaan keterpaparan judi online (judol) di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) ternyata tid...
15/09/2026

Dugaan keterpaparan judi online (judol) di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) ternyata tidak hanya ditemukan di Kecamatan Genteng. Data Dinas Sosial PPKB Banyuwangi menunjukkan, indikasi tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan.

Dari sekitar 148 ribu KPM bansos di Banyuwangi, sebanyak 6.000-an penerima terindikasi terpapar judi online. Jika dibandingkan dengan total penerima, jumlah itu berada di kisaran 4 persen.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendeteksian sistem dari pemerintah pusat.

“Penerima bansos yang terindikasi judi online ini sekitar 6.000-an di seluruh Kabupaten Banyuwangi,” kata Puguh.

Dari sebaran wilayah, sejumlah kecamatan dengan jumlah penduduk besar tercatat memiliki angka indikasi judol yang relatif tinggi. Tiga di antaranya yakni Kecamatan Banyuwangi, Muncar, dan Kalipuro.

“Kalau untuk ranking kecamatan, memang yang penduduknya tinggi, antara lain Kecamatan Banyuwangi, Muncar, Kalipuro, seperti itu,” jelasnya.

Puguh menerangkan, indikasi tersebut bukan ditetapkan berdasarkan pendataan manual yang dilakukan petugas Dinsos PPKB Banyuwangi. Data muncul melalui sistem yang dikelola pemerintah pusat.

Karena itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk langsung mencabut atau membatalkan status penerima bansos yang terkena penangguhan akibat indikasi judi online.

“Seluruh hasil pendataan itu terdeteksi secara online oleh sistem yang ada di pusat. Kami tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pembatalan,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah menyediakan mekanisme sanggah bagi KPM yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judi online. Proses tersebut dapat diajukan melalui petugas di tingkat desa atau kelurahan.

Mekanisme sanggah itu, kata Puguh, penting dilakukan karena tidak semua penerima yang terdeteksi sistem sebagai pengguna atau terpapar judi online otomatis merupakan pelaku.

Warga Banyuwangi 5 orang korban KMP VIRGO..3 selamat Dua orang Glenmor Masi proses pencarian.DATA KORBAN YANG BERHASIL D...
15/09/2026

Warga Banyuwangi 5 orang korban KMP VIRGO..
3 selamat
Dua orang Glenmor Masi proses pencarian.

DATA KORBAN YANG BERHASIL DI EVAKUASI MENUJU BANJARMASIN, UPDATE HARI INI.

Sebanyak 206 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, terindikasi terlibat aktivitas jud...
14/09/2026

Sebanyak 206 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, terindikasi terlibat aktivitas judi online (judol). Penyaluran bansos kepada ratusan KPM tersebut dihentikan mulai pencairan periode Agustus 2026.

Bansos yang terdampak meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Penghentian penyaluran dilakukan setelah pemerintah melakukan pencocokan data penerima bansos dengan data transaksi yang diduga berkaitan dengan judi online.

Pendamping PKH Kecamatan Genteng Eko Wahyudiyono mengatakan pendeteksian dilakukan menggunakan sistem digital. Pemeriksaan tidak hanya menyasar nama penerima bansos, tetapi juga anggota keluarga yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK).

"Deteksinya langsung terlihat di aplikasi kami. Nama penerima beserta akun yang digunakan, baik transaksi via e-wallet seperti DANA, OVO, maupun nomor rekening bank semuanya tercatat," kata Eko, Senin (14/9/2026).

Dengan mekanisme tersebut, kata Eko, dugaan keterlibatan salah satu anggota keluarga dapat berdampak terhadap penyaluran bansos dalam satu KK.

"Bantuan ini sifatnya kolektif satu KK, jadi jika ada salah satu anggota KK yang terlibat, bantuannya dihentikan," imbuhnya.

Eko menyebut 206 KPM yang masuk dalam daftar terindikasi judol memiliki latar belakang yang beragam. Mereka disebut berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk warga lanjut usia hingga keluarga yang memiliki anak usia sekolah.

Menurut Eko, pencocokan data dapat dilakukan karena sejumlah layanan pembayaran elektronik menerapkan proses verifikasi identitas. Salah satunya melalui pencocokan data KTP dan verifikasi wajah.

Meski masuk dalam daftar terindikasi, warga yang merasa tidak pernah melakukan transaksi judi online masih dapat mengajukan sanggahan. Mekanisme tersebut diberikan untuk memastikan kembali kebenaran data sebelum dilakukan verifikasi ulang.

"Bagi warga yang merasa tidak bermain, ada mekanisme sanggah. Caranya dengan mengurus surat keterangan dari pihak desa setempat, lalu diserahkan untuk proses verifikasi ulang," jelas Eko.

Eko mengatakan sebagian warga baru mengetahui status penghentian bantuan setelah mengecek karena bantuan yang biasanya diterima tidak kunjung masuk.

Warga kemudian dapat berkoordinasi dengan pendamping bansos untuk mengetahui penyebab bantuan tidak tersalurkan dan mengikuti mekanisme sanggah apabila merasa keberatan dengan hasil pendeteksian tersebut.

Ya alloh semoga lekas ditemukan 🙏🙏– Kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, men...
14/09/2026

Ya alloh semoga lekas ditemukan 🙏🙏

– Kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, menyisakan duka bagi keluarga di Banyuwangi. Salah satu penumpang kapal tersebut diketahui merupakan warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Korban bernama Ponco Budi Raharjo (46). Hingga Senin (14/9/2026), pihak keluarga masih menunggu kabar terkait keberadaan Ponco setelah kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan.

Istri korban, Enik Tri Widayati (41), mengatakan suaminya yang berprofesi sebagai kenek memang biasa melakukan perjalanan menuju Kalimantan, khususnya wilayah Samarinda. Namun, pelayaran menuju Banjarmasin kali ini merupakan perjalanan pertamanya.

"Memang biasanya arah Samarinda, baru pertama kali ini ke Banjarmasin," kata Enik saat ditemui di rumahnya, Senin (14/9/2026).

Enik mengatakan suaminya berangkat membawa kendaraan ekspedisi dari Jakarta menuju Surabaya. Dari Surabaya, kendaraan tersebut kemudian akan dibawa menuju Banjarmasin menggunakan kapal.

Menurut Enik, komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Sabtu (12/9) pagi sekitar pukul 07.02 WIB. Saat itu, Ponco sempat mengabarkan bahwa dirinya akan berangkat menggunakan kapal.

"Ini mobilnya dari Jakarta ke Surabaya lalu ke Banjarmasin. Terakhir kalau kontak hari Sabtu pagi, ngabari kalau mau berangkat, kapalnya mau jalan," ujarnya.

Namun, setelah komunikasi tersebut, Enik tidak lagi mendapatkan kabar dari suaminya.

"Kontak WhatsApp terakhir Sabtu. Sampai hari ini sudah tidak kontak lagi," katanya.

Kabar kecelakaan KM Virgo Transport 8 justru pertama kali diterima Enik dari teman sesama sopir pada Minggu (13/9) siang.

Temannya mengirimkan foto sebuah truk dan SIM pengemudi untuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan truk yang dibawa Ponco.

"Tahu kabar dari teman saya pada Minggu siang. Dikasih gambar truk dan SIM sopir. 'Apa benar suamimu naik truk ini?' Lalu saya jawab iya, betul. Itu berdasarkan kabar dari grup WhatsApp para sopir truk," ungkap Enik.

Enik juga masih mengingat pakaian yang dikenakan suaminya saat terakhir berkomunikasi. Ponco disebut mengenakan baju bermotif garis-garis atau lorek.

"Terakhir pakai baju motif galur-galur, lorek-lorek," tuturnya.

Enik mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kabar kecelakaan tersebut datang. Menurutnya, Ponco baru sekitar satu tahun bekerja sebagai kernet.

"Enggak ada firasat apa pun," katanya.

Sebelum menjadi kernet, Ponco pernah bekerja mengikuti pelayaran kapal pengangkut batu bara di wilayah Nusantara. Pekerjaan tersebut dijalani ketika anak mereka masih kecil.

Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Basarnas mencatat kapal tersebut membawa total 243 orang dan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Berdasarkan perkembangan operasi SAR hingga Senin (14/9) pukul 11.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

14/09/2026

Gimana menurut kalian guys?

Sebenarnya MBG tidak pernah bermasalah, itu hanya masalah ideologis politik, yang bikin ramai itu guru, orang tuanya dan wartawan”

Begitulah tanggapan Suryadono sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) menanggapi ramainya kasus anak-anak yang jatuh sakit usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis.

Padahal, yang masuk ke perut anak-anak di sekolah adalah makanan nyata, bukan narasi. Kalau ada yang sakit, harusnya jadi bahan evaluasi kualitas pangan dan higienitas dapur, bukan malah dicap sekadar “ribut di sosmed” atau tarikan politik.

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam r...
14/09/2026

Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle kabinet pada Senin (14/9/2026). “Mengangkat Profesor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dengan sisa jabatan 2024-2029,” kata Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan presiden pengangkatan Menteri Keuangan.

Setelah keppres dibacakan, Suahasil membacakan sumpah jabatannya dipandu oleh Prabowo. “Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Suahasil saat membacakan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” sambung dia.

Address

Perumahan Brawijaya Cefilia Indah Blok DD-4 Kebalenan Banyuwangi
Banyuwangi
68417

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INFO bwi24jam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to INFO bwi24jam:

Shortcuts

Share