05/09/2026
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat langkah penanganan kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, melalui optimalisasi operasional kapal dan koordinasi intensif bersama regulator serta pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean sekaligus memastikan layanan penyeberangan Jawa–Bali tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa yang terdampak oleh kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan tambahan waktu perjalanan yang dialami pengguna jasa. Kami memahami kondisi ini memberikan dampak, khususnya bagi masyarakat dan pelaku logistik yang membutuhkan kepastian waktu. Saat ini kami bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penguraian antrean dan mengoptimalkan kapasitas layanan,” ujar Heru.
Kepadatan dengan antrean sekitar 13 kilometer yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya peningkatan volume kendaraan logistik yang mencapai sekitar 16% dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan satu pasang dermaga di Ketapang dan Gilimanuk yang sementara tidak beroperasi karena tengah menjalani peningkatan kapasitas menjadi 50 ton. Pekerjaan ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Nataru dan Idul Fitri 2027.
Baca selengkapnya : www.radiovisfm.com