Lare Osing

Lare Osing Banyuwangian merupakan gaya hidup, cipta rasa, dan khas dari Banyuwangi. Banyuwangi adalah miniatur Indonesia.

Banyuwangi merupakan daerah yang mempunyai khas, rasa, dan gaya sendiri dan asli. Mulai dari penduduk, budaya, bahasa, kuliner, dan lainnya, Banyuwangi memiliki itu semua dan semuanya khas dan asli. Dari situ BANYUWANGIAN ingin mengangkatnya untuk dijadikan sebuah tulisan yang informatif dan bisa menjadikan inspiratif bagi semua pembacanya.

29/09/2016

Pantai Wedi Ireng, Destinasi Wisata Yang Menakjubkan – Dalam kesempatan kali ini ijenpos.com akan kembali membahas objek wisata pantai yang ada di Banyuwnagi, objek wisata pantai ini bertetanggaan dengan Pulau merah di sebelah timurnya dan teluk Ijo berada di sebelah

07/09/2016

Semenjak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi nama Abdullah Azwar Anas semakin dikenal oleh masyarakat Banyuwangi maupun masyarakat Indonesia.

06/09/2016

pantai Plengkung merupakan salah satu surganya para peselancar, Pantai ini dikenal sebagai salah satu pantai dengan ombak terbesar di dunia.

05/09/2016

Pantai Sukamade merupakan tempat konservasi alam untuk mengembakbiakkan dan melindungi penyu. Setidaknya terdapat 4 jenis penyu di Banyuwangi.

27/08/2016

Jangan pernah percaya dengan katanya orang, yuk datang langsung ke wisata ini. Anda akan merasakan sendiri keindahan alam Banyuwangi yang satu ini.

23/08/2016

Taman Nasional Baluran (TNB) sebuah tempat dimana berkumpulnya satwa-satwa liar langka, dan hampir mirip dengan padang savana yang berada di Africa.

15/04/2016

Cikago™ - Jangan Lewatkan Besok Festival Karo Rafting & Tubing X-Badeng
Tanggal Sabtu-Minggu, 16-17 April 2016 di Songgon, Banyuwangi. Weekend Seru - Seruan !!!

Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke lokasi.

23/01/2016

MASYARAKAT BANYUWANGI PASTI TAHU RASA SOTONYA.

Promo Rumah Makan Soto Ayam Barokah P. H. Niti.
Jl. Brawijaya No. 30 Cungking (Sebelah Hadi Futsal)

Rumah Makan Soto Ayam Barokah P. H. Niti.

02/01/2016

Satu lagi tempat seru untuk didatangi saat libur Tahun Baru di Banyuwangi. Rumah Apung yang keren pun dibanjiri pengunjung.

19/12/2015

Ayo ndeleng bebarengan.

14/12/2015

MEMPERINGATI HARI JADI BANYUWANGI KE 242

BANYUWANGI - Memperingati hari Jadi Banyuwangi yang ke 242, Masyarakat Banyuwangi menggelar napak tilas di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Minggu (13/12/2015). Gelaran yang di laksanakan setiap tahunnya ini, diikuti oleh seluruh masyarakat Banyuwangi. Menempuh jarak sejauh 3km, ratusan masyarakat antusias mengikuti acara tersebut dengan berbagai kostum yang mereka gunakan baik dari peserta perorangan maupun beregu. Selain itu, acara ini untuk memperingati perang puputan Bayu melawan tentara Belanda pada tahun 1771 lalu.

Menempuh jarak 7 Km yang terdiri atas 2 Km jalan aspal dan 5 Km jalan setapak di tengah hutan mulai dari Lapangan Sragi hingga wana wisata Rowo Bayu, Tempat petilasan Prabu Tawangalun. Namun ada yang berbeda dari napak tilas sebelumnya,warga desa Songgon juga mengelar kirab Pusaka dan kirab tumpung gunungan hasil bumi. Kirap yang menempuh jarak 3 Km ini juga finis di tempat yang sama, ratusan pusaka yang dikirap ini adalah pusaka peninggalan leluhur saat perang menghadapi tentara Belanda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Slamet Karyono mengapresiasi peran serta seluruh peserta yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari dinas/instansi, pelajar, mahasiswa dan umum. "Kita maknai kegiatan ini sebagai wujud meningkatkan patriotisme dan semangat pahlawan melawan penjajah," ujarnya.

(Bahasa Using: puput = habis; Puputan Bayu = Perang habis-habisan di Bayu).Perang Puputan Bayu adalah peperangan yang terjadi antara pasukan VOC Belanda dengan pejuang-pejuang Blambangan pada tahun 1771-1772 di bayu (Kecamatan Songgon sekarang). Peperangan ini oleh fihak Belanda sendiri diakui sebagai peperangan yang paling menegangkan, paling kejam dan paling banyak memakan korban dari semua peperangan yang pernah dilakukan oleh VOC Belanda di manapun di Indonesia (Lekkerkerker, 1923 : 1056). Di fihak Blambangan, peperangan ini merupakan peperangan yang sangat heroik-patriotik dan membanggakan, yang patut dicatat, dikenang dan dijadikan suri tauladan bagi anak cucu kita dalam mencintai, mcmbela dan membangun daerahnya, Bumi Blambangan.

Dalam Perang Puputan bayu tersebut pejuang-pejuang Blambangan dipimpin oleh Rempeg, yang kemudian dikenal dengan nama Pangeran Jagapati, seorang buyut Pangeran Tawang Alun, putra Mas Bagus Dalem Wiraguna (Mas Bagus Puri) dengan ibu dari desa Pakis, Banyuwangi (Pigeaud, 1932: 255). Rempeg atau Pangeran Jagapati ini oleh Pengikutnya dipercaya sebagai titisan Wong Agung I) yang legendaris (yang juga masih buyut Pangeran Tawang Alun). Karena itu oleh Belanda Rempeg atau Pangeran Jagapati ini disebut dengan sebutan “Pseudo Wilis “, Wilis-semu. Rempeg dengan hampir seluruh pengikutnya, sepcrti Patih Jagalara, Mas Ayu (Sayu) Wiwit, Bekel-bekel Utun , Udhuh, Runteb dan lain-lain, gugur dengan gagah berani dalam Perang Puputan Bayu tersebut.

12/12/2015

Wes tau ngerungokaken siji gending hang iki ta dolor ?

Address

Jl. Jogopati No.4, Temenggungan
Banyuwangi
68411

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lare Osing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share