19/07/2026
Benar Banget kata kreator ini 👇🏻
Semakin kamu menerima kekurangan suamimu, semakin besar kemungkinan dia menganggap pengorbananmu sebagai sesuatu yang biasa.
Dengar sekali lagi...
Yang berbahaya bukan kekurangannya. Tapi ketika dia sudah tidak tahu diri.
Ada perbedaan antara laki-laki yang punya kekurangan dan laki-laki yang tidak tahu diri.
Laki-laki yang punya kekurangan masih mau berusaha memperbaiki diri. Dia menghargai kesabaran istrinya, merasa berutang budi, dan berusaha membalas dengan tanggung jawab.
Tapi laki-laki yang tidak tahu diri justru menganggap kesabaran istri sebagai kesempatan untuk terus bermalas-malasan, terus mengulang kesalahan, dan merasa istrinya akan tetap bertahan apa pun yang dia lakukan.
Semakin dimaklumi, semakin dia merasa semua itu wajar.
Semakin ditoleransi, semakin dia lupa bahwa rumah tangga dibangun oleh dua orang, bukan satu orang yang terus berkorban.
Menerima kekurangan suami adalah bentuk cinta.
Tapi membiarkan suami terus hidup tanpa tanggung jawab dengan alasan "namanya juga manusia punya kekurangan" bukan lagi cinta.
Itu sedang mengajarkan seseorang bahwa dia boleh terus tidak tahu diri.
Karena kesabaran tanpa batas, jika diberikan kepada orang yang tidak mau berubah, sering kali hanya melahirkan rasa nyaman untuk terus mengulang kesalahan.
by.postingan M.Hutagalung