06/09/2022
“Tanya-tanya dulu boleh,” seloroh salah satu PSK [pekerja seks komersial] merapikan ujung poni rambutnya yang kusut. Tak peduli siapa yang mendekati, asal cocok, angkut, selesai. Bayaran itu pasti, karena banyak mata yang menjaga dan mengawasi. Seperti itulah sekilas praktik prostitusi di kawasan Raja Ali Haji, Kelurahan Sei Jodoh, Kota Batam, Kepulauan Riau ini.
Tepat di ujung jalan ada sebuah pangkalan ojek, di atas bangku rongsoknya, Jul bertopang dagu. Sambil menyulut sebatang kretek, ia menyaksikan orang-orang di seberang bertransaksi cinta. Sesekali memandangi motor bebeknya, adalah kawan setia menyambung hidup. Motor itulah pembuka cerita masa lalu Jul sebagai pengantar jemput wanita malam alias ‘anjelo’ di Kota Batam.
Selain tukang ojek, Jul juga jadi tempat curhatnya para PSK di situ. “Ada [PSK] yang kalau jam 1 [pagi] pasti dia sudah pulang. Saya yang antarjemput setiap hari,” kenang Jul bercerita kepada utopis.id, jelang pagi itu. Lastri [bukan nama sebenarnya] wanita yang disebut-sebut Jul itu, pendatang baru dan yang paling laris di kawasan prostitusi ternama di Batam. selengkapnya baca di
https://utopis.id/ketika-anjelo-dan-psk-jatuh-cinta/