14/08/2026
Menyapa Nusantara - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan program ini dirancang untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, transparan, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Melalui sistem digital, penilaian penerima bantuan dilakukan berbasis data yang terintegrasi. Masyarakat juga dapat melakukan pendaftaran secara mandiri tanpa harus menyiapkan banyak dokumen fisik. Proses pendaftaran bahkan ditargetkan dapat selesai dalam hitungan menit.
Komdigi berperan menyediakan infrastruktur pertukaran data agar proses verifikasi berlangsung cepat dan aman. Masyarakat juga diingatkan agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Perlinsos Digital. Seluruh proses pendaftaran gratis dan hanya melalui kanal resmi pemerintah berdomain .go.id.
Hingga minggu pertama Agustus 2026, sebanyak 76.315 kepala keluarga di Sleman telah terdaftar dalam Portal Perlinsos dengan dukungan 2.862 agen pendata di lapangan.
Dari jumlah tersebut, tercatat 75.231 pendaftar BPNT dengan 43.433 di antaranya berpotensi layak. Sementara untuk PKH, terdapat 68.876 pendaftar dengan 29.458 penerima berpotensi layak.
Hasil uji coba di Sleman nantinya akan dievaluasi bersama Kementerian Sosial sebelum Perlinsos Digital diterapkan secara nasional.