14/08/2026
Warga Kampung Tua Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam, mengeluhkan krisis air bersih yang berlangsung lebih dari setahun. Kondisi semakin parah dalam dua bulan terakhir karena air tidak lagi mengalir ke rumah warga.
Ketua RT 02/RW 09, Mursidi, mengatakan lebih dari 500 kepala keluarga di lima RT terdampak persoalan tersebut. Warga terpaksa membeli air dari lori untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Harus pakai Sanyo untuk menarik air,” kata Mursidi kepada Batam Pos.
Menurutnya, penggunaan p***a pun tidak menjamin air mengalir. Jika satu warga menyalakan p***a, warga di titik lain belum tentu mendapatkan air.
Dalam sepekan, warga bisa membeli air tangki hingga dua kali. Kondisi tersebut juga membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan fasilitas umum, termasuk masjid.
Keluhan telah disampaikan kepada PT Air Batam Hilir (ABH), termasuk melalui surat pengaduan pada Juli lalu. Namun, warga mengaku belum merasakan penyelesaian.
Marlina, warga RT 02/RW 09, mengatakan harga air yang dibeli warga cukup mahal. Untuk satu kubik air, warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp100 ribu.
“Kami sudah tak tahan beli air terus, mahal,” katanya.
Warga juga mempertanyakan kondisi tersebut karena sejumlah perumahan di sekitar Kampung Tua masih mendapatkan aliran air. Jika tidak ada tindak lanjut, warga mengancam akan menggelar aksi demonstrasi ke kantor BP Batam dan PT ABH.
Warga berharap aliran air segera dipulihkan atau PT ABH menyediakan pasokan air tangki secara rutin hingga persoalan distribusi terselesaikan.
Reporter: Jamaluddin Lobang
Editor: Yofi Yuhendri
Editor Video: Rendy