03/03/2026
15 tahun lebih bapak sakit, keluar masuk rumah sakit sudah jadi langganan, bahkan beberapa kali kami anak anakmu was was karena keadaan mu di rumah sakit.
Pak, tidak bisa di pungkiri semasa hidupmu, bapak di kenal sebagai orang yang tegas, jujur, tidak banyak cerita, blak blakan, dan TIDAK PERNAH TAKUT selama masih benar.
Bapak selalu berpesan sama kami anak anakmu “JANGAN PERNAH CUBIT ORANG LAIN, TAPI KETIKA ORANG LAIN MENCUBITMU TANPA ALASAN, LANGSUNG BALAS DENGAN T0NJOK4N”.
Bapak juga selalu bilah “dimanapun menginjakkan kaki, harus jadi orang yang ADIL, JUJUR, dan JANGAN BODOH kalau gak mau mampus”
Bulan Desember 2025 aku pulang ke kampung, karena aku tau kondisi bapak sedang sakit, tapi pas kami pulang , bapak langsung sehat, bersemangat, dan memang kita tidak banyak bercerita pak tentang kehidupan ini.
Dan Januari 2026 aku pulang ke perantauan, aku peluk Bapak dan bilang “BAPAK HARUS SEHAT TERUS YA PAK, nanti Desember kami pulang lagi”.
Bapak bilang “OLO AMANG, IKKON BERENGONHU DOHO MANGOLI”.
Gak ada yang memberatkan langkahku pulang ke perantauan pak, karena kondisi Bapak sehat sehat aja.
Tapi belum 1 bulan di perantauan, bapak langsung drop, di rawat d rumah sakit sampe berhari-hari.
Kamis 26 Februari jam 16:00 aku dapat kabar dari kampung,
Bapak sudah pergi untuk selamanya 😭😭😭.
Mulutku hanya terdiam, pikiranku campur aduk, bingung kayak tersesat di tengah tengah keramaian.
Genap 77 tahun bapak pergi,
Godang do na marbot ni roha di parlao mi pak,
Tadda do bapak paradat jala pardongan di tikki ngolu ni bapak.
Selamat jalan lah ya pak,
Bapak gak sakit lagi,
15 tahun bapak berjuang melawan sakit,
Inna roha nian, sai sehat ma bapak .
Alai imajo haroa pangalehon ni Tuhan.
Makkorasi ma sahalam da pak ,
Tu 4 boru , 3 anak , 14 cucu, 1 cicit.