15/01/2026
Aku rela terluka demi memperbaiki apa yang sudah hancur di antara kita.
Aku punguti serpihannya satu per satu, aku tahan perihnya, karena aku pikir kita masih berharga.
Tapi sialnya, aku baru sadar kalau kamu sendiri yang menaburkan pecahan kaca itu di jalan yang aku lalui.
Kamu mengkhianati ketulusanku di saat aku sedang berdarah-darah membelamu.
Ternyata, bukan gelasnya yang jahat, tapi kamu yang sudah tidak punya hati untuk menghargai sebuah perjuangan.