14/08/2026
PT Kertas Nusantara yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto dikabarkan kembali menjalankan aktivitas sejak Mei 2026 setelah sekitar 15 tahun tidak beroperasi.
Momentum tersebut berdekatan dengan rencana pemerintah merombak dan mencetak ulang buku pelajaran dari jenjang SD hingga SMA setelah Prabowo menyoroti kualitas fisik buku yang dinilai mudah rusak, memiliki tulisan terlalu kecil, dan kurang nyaman dibaca.
Kedekatan waktu ini kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai kemungkinan keterkaitan perusahaan kertas tersebut dengan kebutuhan pencetakan buku sekolah.
Sejumlah pengamat dan pegiat pendidikan meminta pemerintah membuka rencana pengadaan secara transparan dan mempertimbangkan keberadaan Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang hak ciptanya telah dimiliki pemerintah.
Mereka menilai perbaikan buku seharusnya fokus pada kualitas isi dan kebutuhan siswa, bukan semata mencetak ulang dalam jumlah besar. Meski muncul spekulasi mengenai potensi keterlibatan PT Kertas Nusantara, sejauh informasi yang tersedia belum ada bukti maupun keputusan resmi pemerintah yang menunjuk perusahaan tersebut untuk proyek pencetakan buku pelajaran.
Via: nowdots