Berita Trending

Berita Trending konten kreator
(1)

Kisah Defin salah satu korb4n bvll1y oleh kakak kelasnya di Pondok Pesantren Rosudatus saulatiyah Al Ibrahim, Batukliang...
07/06/2026

Kisah Defin salah satu korb4n bvll1y oleh kakak kelasnya di Pondok Pesantren Rosudatus saulatiyah Al Ibrahim, Batukliang Lombok Tengah..

Di dib4k4r di dalm perpustakaan bersama 2 teman lainya yang satu telah meninggal dunia dan yang satu lagi sama dengan Defin mengalami c4c4t seumur hidup akibat lika b4kar tsb..

Mirisnya lagi Pondok tsb tidak bertanggung jawab bahkan mengancam keluarga korban dend4 7 juta kalau memberi tau kejadian sebenarnya

Semoga defin mendapat keadilan 🥹

Rumah mewah dua lantai di Jalan Alpen Rossa No. 19, Cluster Hilltop, Sentul City, Kabupaten Bogor, yang disewa mantan Ke...
07/06/2026

Rumah mewah dua lantai di Jalan Alpen Rossa No. 19, Cluster Hilltop, Sentul City, Kabupaten Bogor, yang disewa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menjadi perhatian warga dalam tiga bulan terakhir karena tingginya aktivitas tamu yang datang hampir setiap hari kerja.

Meningkatnya jumlah kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut memicu keluhan dari warga sekitar. Sejumlah warga bahkan beberapa kali menyampaikan protes kepada petugas keamanan lingkungan.

Seorang petugas keamanan mengungkapkan, "Mobil yang datang banyak, sampai beberapa kali warga komplain."

Keberadaan Dadan sebagai penyewa rumah itu baru diketahui setelah penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan
di lokasi pada Rabu (3/6/2026) dini hari. Petugas keamanan setempat turut mendampingi proses tersebut.

Menurutnya, rombongan penyidik datang menggunakan dua kendaraan dan didampingi dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersenjata. Mereka memeriksa sejumlah ruangan dan membawa berbagai dokumen dari dalam rumah.

"Cuma geledah-geledah saja, bawa kertas, buku di ruangan-ruangan," ujarnya.

Penggeledahan itu sekaligus mengungkap identitas penghuni rumah yang sebelumnya tidak diketahui warga maupun petugas keamanan meski telah menempati rumah tersebut selama beberapa bulan.

Aktivitas di rumah itu mulai terlihat mencolok setelah Lebaran 2026. Sejak saat itu, tamu datang silih berganti sehingga suasana di sekitar lokasi berbeda dibandingkan hunian lain di kawasan tersebut.

Petugas keamanan mengatakan, "Sebelumnya enggak tahu siapa yang ngontrak."

Ia memperkirakan rumah tersebut mulai ditempati sekitar Maret 2026. Sejak saat itu, arus kendaraan meningkat terutama pada hari kerja, hingga memicu keluhan dari warga sekitar.

Sc :suara.com

Ya Allah kasihan kakek ini 😥Seorang ayah sederhana asal NTT mengundang haru setelah rela menempuh perjalanan ribuan kilo...
07/06/2026

Ya Allah kasihan kakek ini 😥
Seorang ayah sederhana asal NTT mengundang haru setelah rela menempuh perjalanan ribuan kilometer demi menyaksikan putranya dilantik menjadi anggota TNI di Bandung.

Karena tak mampu membeli tiket pesawat, ia berjalan kaki, menumpang kapal, dan berganti-ganti bus agar bisa hadir di momen bersejarah sang anak.

Dengan pakaian sederhana dan sandal jepit, perjuangannya menjadi bukti bahwa cinta orang tua tak mengenal jarak maupun keterbatasan. Tangis haru pun pecah saat sang anak melihat ayahnya hadir dan berdiri bangga di hari yang selama ini mereka perjuangkan bersama. ❤️🥹

Jawa Barat, 19 Mei 2026 – Seorang guru magang berusia 24 tahun di salah satu SMA di Jawa Barat ditangkap warga setelah k...
07/06/2026

Jawa Barat, 19 Mei 2026 – Seorang guru magang berusia 24 tahun di salah satu SMA di Jawa Barat ditangkap warga setelah kedapatan membawa seorang murid laki-laki ke kontrakannya pada tengah malam.

Peristiwa ini dilaporkan sebagai kali keempat sejak 2025 guru tersebut diduga melakukan tindakan serupa.
Warga yang curiga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang

Meski kasus ini masuk ranah hukum, kedua orang tua korban memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan menikahkan guru dan murid tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa meskipun penyelesaian dilakukan secara keluarga, tindakan pem4ks4an tetap merupakan tindak pidana dan menjadi perhatian serius aparat.

Sekolah tempat guru magang bertugas menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap guru magang guna melindungi siswa dari tindakan yang melanggar hukum.

Kalau kalian jadi muridnya gimana?

The power of netizenn👇
07/06/2026

The power of netizenn👇

"Sudah Lelah Merawat Anak Seorang Diri" Ungkap Ibu Kandung Balita 3 Tahun Yang Ditinggalkan Sendiri Di Dalam Kontrakan D...
07/06/2026

"Sudah Lelah Merawat Anak Seorang Diri" Ungkap Ibu Kandung Balita 3 Tahun Yang Ditinggalkan Sendiri Di Dalam Kontrakan Dalam Keadaan Dilakban

Warga Kedaton, Pleret, Bantul, dibuat geger oleh penemuan seorang balita perempuan berusia 3 tahun yang ditemukan sendirian di dalam kamar kontrakan dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki, dan mulutnya terlilit lakban bening.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (1/6) itu awalnya tidak diketahui siapa pun. Sore hari, sejumlah penghuni kontrakan melihat ibu dari balita tersebut pergi mengendarai sepeda motor tanpa membawa anaknya. Karena sang ibu tinggal berdua dengan anaknya, sementara suaminya bekerja di Jakarta dan jarang pulang, keberadaan balita itu sempat tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun suasana berubah ketika menjelang waktu maghrib terdengar suara tangisan anak dari dalam kontrakan. Tangisan itu terdengar pelan dan terus berulang hingga malam hari. Karena merasa ada yang tidak biasa, penghuni kontrakan akhirnya menghubungi Mamat, anak pemilik kontrakan, untuk memeriksa kondisi di lokasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Mamat datang dan mencoba mengetuk pintu kontrakan. Tidak ada jawaban dari dalam. Rasa curiga semakin besar karena suara tangisan anak masih terdengar.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Mamat kemudian berinisiatif membuka akses melalui jendela. Dengan bantuan linggis, jendela berhasil dibuka. Salah seorang tetangga yang memiliki tubuh lebih kecil kemudian diminta masuk ke dalam kamar melalui jendela tersebut.

Betapa terkejutnya mereka saat menemukan balita itu berada di pojok kamar dalam kondisi hanya mengenakan baju dan pampers. Kedua tangan, kedua kaki, dan mulutnya terlilit lakban.

Beruntung, sebagian lakban yang menutup mulut balita tersebut tidak merekat sempurna sehingga masih ada celah yang membuatnya bisa menangis dan suaranya terdengar oleh warga. Selain itu, AC dan kipas angin di dalam kamar masih menyala dan mengarah ke tubuh anak tersebut.

Warga segera membawa balita itu keluar dari kamar sebelum melepaskan seluruh lakban yang melilit tangan, kaki, dan mulutnya. Setelah kondisi anak dipastikan aman, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Ketua RT dan pihak kepolisian.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial. Banyak warga mempertanyakan alasan seorang ibu tega meninggalkan anak sendirian dalam kondisi seperti itu.

Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa ibu korban berinisial TKS (25), polisi akhirnya mengungkap fakta yang mengejutkan. TKS mengakui bahwa dirinya sendiri yang melakban tangan, kaki, dan mulut anaknya sebelum meninggalkan kontrakan.

Menurut keterangan polisi, TKS mengaku merasa sangat lelah karena harus mengurus anak seorang diri setiap hari. Suaminya diketahui bekerja di Jakarta dan hanya pulang sekitar satu bulan sekali.

Kepada penyidik, TKS mengaku ingin keluar rumah untuk berjalan-jalan dan melepas penat. Polisi menyebut tindakan tersebut dilakukan secara spontan tanpa memikirkan risiko yang dapat terjadi terhadap anaknya.

TKS mengaku kelelahan mengasuh anak sendirian sehingga mengambil keputusan yang tidak dipertimbangkan secara matang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelelahan dalam mengasuh anak dapat menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Untuk yang sudah menjadi seorang ibu pasti tau apa yang dirasakan Oleh TKS ibu kandung dari balita 3 tahun tersebut, merawat anak memang melelahkan apalagi hanya seorang diri.

Semoga setelah kejadian ini sang ibu segera sadar bahwa obat dari lelah itu ya anaknya sendiri bukan orang lain.

Apa kira2😂😂
07/06/2026

Apa kira2😂😂

Sekolah yang bener dulu dek😱
07/06/2026

Sekolah yang bener dulu dek😱

seorang wanita menigg4l duni4 ditangan sangat kekasih karena berbohong sedang hamil 😱😡Kronologi Pria Beristri Bunvh J4nd...
07/06/2026

seorang wanita menigg4l duni4 ditangan sangat kekasih karena berbohong sedang hamil 😱😡

Kronologi Pria Beristri Bunvh J4nda di Sragen, Asm4ra Tumbuh Dari Facebook

Rosinta, janda berusia 27 tew4s dibunvh kekasihnya Supri alias Bebek (35) di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Kasus tersebut terungkap setelah warga menemukan jas4d w4nita di parit sawah pada Selasa (31/3/2026).

Tak butuh waktu lama, polisi pun kemudian menangkap Supri alias Bebek warga Sukodono, Kabupaten Sragen, pada Rabu (1/4/2026) siang sekira pukul 14.00 WIB.

Supri yang bekerja sebagai sopir mesin combine ditangkap polisi tanpa perlawanan di rumahnya.

Korban Rosinta merupakan warga Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan yang tinggal di sebuah kos di Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen Kota.

Dari penangkapan Supri, akhirnya terungkap kronologi lengkap pembunvhan Rosinta di Sragen.
Peristiwa pembvnvhan berawal saat Supri berkenalan dengan Rosinta melalui media sosial Facebook pada 2023 silam.

Dari perkenalan tersebut, akhirnya Supri yang sudah memiliki istri menjalin kasih dengan Rosinta.

Selama tiga tahun lamanya keduanya pun memadu asmara.

"Dari pengakuan pelaku, mereka sudah menjalin hubungan asmara selama 3 tahun, dan dimulai dari berkenalan pertama melalui Facebook," kata Kapolres Sragen Dewiana Syamsu Indyasari di Mapolres Sragen,

Semakin eratnya hubvngan keduanya, membuat timbul keinginan dari Rosinta untuk secepatnya menikah dengan Supri.

Rosita pun berbohong tentang Hamil Agar Segera Dinikahi oleh supri. Peristiwa pembunvhan bermula saat Rosinta datang ke Sragen dan menginap di tempat kos.
Kemudian, pada Selasa (31/3/2026) petang, Rosinta pun berjalan-jalan bersama Supri menggunakan sepeda motor.

Saat itu mereka pergi bersama mencari makan di sekitar Sragen. Dalam perjalanan, Rosinta pun mengaku kalau dirinya sudah h4mil 8 minggu kepada Supri.

"Dalam perjalanan, korban dan tersangka bertengkar. Diawali adanya tuntutan korban agar tersangka segera menikahi korban karena korban mengaku sudah h4mil 8 minggu," ujar Dewiana.

Mendengar Rosinta hamil, Supri pun panik.

Ia lantas mengalihkan perjalanannya ke sebuah jalan kecil persawahan untuk membicarakan pengakuan Rosinta.

Kemudian, sepeda motor yang dikendarai Supri berhenti di tempat yang cukup sepi.

Keduanya pun terlibat pertengk4ran. Emosi Supri tak terkendali setelah Rosinta membuang handphone, jaket, hingga sandal ke sawah.

Supri seketika menc3kik l3her k0rban dari belakang. Akibatnya, korban pun lem4s dan terj4tuh.

Melihat kondisi tersebut, Supri pun meninggalkan tvbvh Rosinta di sawah.

Ia pun melarikan diri dengan menyeberangi sungai dan mengambil sepeda onthel milik warga menuju tempat kos Rosinta. Setibanya di tempat kos, Supri pun membawa barang-barang korban.

"Barang-barang korban dibawanya ke area persawahan di daerah Plumbungan dan barang-barang milik korban tersebut dib4kar," ujar Kapolres.

Setelah melakukan aksinya Supri pun pulang ke rumahnya hingga akhirnya jas4d k0rban ditemukan warga pada Selasa malam.

M4y4t Rosinta ditemukan seorang yang hendak memancing di sekitar lokasi kejadian.

Dedi Saputro, seorang saksi mata mengatakan may4t Rosinta ditemukan pukul 19.30 WIB di wilayah Dusun Bulakrejo, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Kabupaten Sragen.
K0rban ditemukan dalam kondisi tersungkur dengan sepeda motor berada tak jauh dari tvbvhnya.

Dedi mengatakan saat itu dirinya hendak mau memancing, dan melintasi lokasi kejadian.

Saat melewati lokasi kejadian, ia melihat ada motor yang dalam kondisi terjatuh dan saat dicek, melihat m4y4t di sana.

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti hanya dalam hitungan jam polisi pun berhasil melacak keberadaan Supri dan menangkapnya.
Pelaku dijerat dengan sangkaan alternatif sesuai Pasal 458 ayat (1) dan ayat (3), Pasal 459, atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun

KISAH SEDIH DUA PMI DIP4KSA LAY4NI 15 PRIA SEHARI, KORBAN TPPO BERJUANG SELAMAT DARI NER4KA DI ARAB SAUDIHARAPAN untuk m...
07/06/2026

KISAH SEDIH DUA PMI DIP4KSA LAY4NI 15 PRIA SEHARI, KORBAN TPPO BERJUANG SELAMAT DARI NER4KA DI ARAB SAUDI

HARAPAN untuk mengubah nasib justru berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dibayangkan. Dua perempuan Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak, diduga malah menjadi korban Tindak Pidana Perd4g4ngan 0rang (TPPO), dan dip4ks4 masuk ke dalam jaringan pr0st!tusi.

Kisah pilu mereka mencuat ke publik setelah video pengakuan keduanya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, kedua perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu, tampak menyampaikan cerita dengan nada penuh ket4kvtan dan tr4uma.

Mereka mengaku berangkat ke Arab Saudi setelah dijanjikan pekerjaan oleh seorang perempuan pekerja lapangan berinisial N. Melalui komunikasi lewat WhatsApp, keduanya diyakinkan bahwa mereka akan memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang menjanjikan di negara Timur Tengah tersebut.

Namun sesampainya di Arab Saudi, harapan itu seketika sirna. Mereka justru diserahkan kepada seorang perempuan berinisial Z, yang diduga menjadi bagian dari jaringan perd4g4ngan orang.

Alih-alih bekerja sebagaimana yang dijanjikan, kedua perempuan itu mengaku disek4p dan dip4ksa mel4yani 15 pria hidung bel4ng setiap harinya.

"Jadi dalam sebulan, harus melayani 450 pria. Kalau tidak sampai target, tidak dapat gaji," ujar salah seorang korban dalam video yang beredar luas di media sosial.

Pengakuan tersebut membuat publik terkejut. Jika dihitung, target yang dibebankan kepada mereka mencapai sekitar 15 pria setiap hari. Bukan hanya mengalami ekspl0it4si s3ksval, keduanya juga mengaku mendapatkan kek3r4san f!sik apabila tidak memenuhi target yang ditentukan.

Mereka dipvkul dan tidak diberi upah sebagai bentuk hukuman. Dalam kondisi tertekan dan penuh ket4kvtan, kedua perempuan itu terus mencari kesempatan untuk menyel4m4tkan diri.

Kesempatan tersebut akhirnya datang, saat mereka diajak keluar untuk berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan. Memanfaatkan kelengahan penjaga, keduanya nekat melarikan diri demi menyelamatkan ny4wa dan keb3b4san mereka.

Meski berhasil kabur, nasib dan keberadaan kedua korban hingga kini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, terus melakukan penelusuran untuk memastikan identitas dan kondisi mereka.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi NTB, Aidy Furqon, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua korban merupakan warga NTB, meskipun terdapat dugaan bahwa keduanya berasal dari Pulau Lombok.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh guna memastikan keberadaan dan keselamatan kedua perempuan tersebut.

Namun proses penelusuran tidak mudah. Hingga kini belum ada laporan resmi dari keluarga korban, sementara pihak yang pertama kali mengunggah video pengakuan tersebut juga sudah tidak dapat dihubungi.

Meski demikian, pemerintah memastikan upaya pencarian terus dilakukan. Keselamatan korban menjadi prioritas utama agar mereka dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan hukum yang diperlukan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras tentang bahaya perd4g4ngan 0rang, yang masih mengintai calon pekerja migran Indonesia. Modus yang digunakan oleh pelaku, kerap memanfaatkan impian masyarakat untuk bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar dan proses keberangkatan yang cepat.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada calo atau pihak yang menawarkan pekerjaan ke luar negeri, tanpa prosedur resmi. Setiap calon pekerja migran diharapkan memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur leg4l, agar memperoleh perlindungan hukum dan jaminan keselamatan.

Di balik angka dan berita yang beredar, terdapat dua perempuan yang harus menanggung luk4 mendalam akibat praktik perd4g4ngan m4nusia. Kisah mereka menjadi peringatan bahwa impian mencari kehidupan yang lebih baik, dapat berubah menjadi tragedi ketika jatuh ke tangan sindikat yang tidak bertanggung jawab.

Kini publik berharap kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, mendapatkan perlindungan yang layak, serta para pelaku yang terlibat dalam dugaan TPPO tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Address

Batang
51273

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Trending posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category