30/04/2026
TERUPDATE, Bongkar Kedok Daycare “Penjara” di Jogja, Kronologi Balita Diikat & Diberi Makan Sisa!
Apa yang lebih menyakitkan bagi seorang ibu daripada melihat buah hatinya yang ceria tiba-tiba berubah menjadi pendiam, ketakutan, dan dipenuhi luka misterius. Inilah kisah pilu yang dialami Ibu Khairunnisa.
Niat hati menitipkan anak agar terjaga saat bekerja, namun yang didapat justru trauma mendalam. Sebuah daycare di Yogyakarta kini menjadi sorotan setelah dugaan praktik kekerasan terungkap ke publik.
Tanda-Tanda yang Terlambat Disadari
Awalnya, sang ibu hanya merasa aneh. Anaknya selalu pulang dalam keadaan kelaparan luar biasa, seolah bekal banyak yang dibawakan tak pernah sampai ke perutnya.
Namun, kondisi fisik mulai berbicara. Tangan yang melepuh hingga kaki yang gemetar saat tidur menjadi alarm yang menyayat hati.
Ibu Khairunnisa:
“Pas aku jemput, aku lihat tangannya melepuh. Miss-nya bilang itu cacar atau flu Singapura. Tapi dokter bilang, ‘Mbak, ini infeksi karena tempatnya kotor.’”
Feni Rose (Host):
“Tapi setelah itu, sikapnya berubah.”
Ibu Khairunnisa:
“Berubah drastis. Pulang Maghrib langsung tidur, tapi jam 9 bangun dan ketakutan. Dia nggak mau tidur di kasur, maunya di lantai. Pas tidur, kakinya diangkat kayak lagi diikat...”
Feni Rose:
“Astaga... diikat.”
Ibu Khairunnisa:
“Iya, kakinya kayak nyangkut, nggak bebas. Bahkan dia sekarang trauma kalau dipegang tangannya. Langsung menolak, ketakutan...”
Sisi Gelap “Gedung Tanpa CCTV”
Dugaan demi dugaan mulai bermunculan. Dari laporan wali murid lain, terungkap bahwa anak-anak di sana diduga mengalami kekerasan fisik: dijambak, dikunci di kamar mandi gelap, hingga diberi makan sisa anak lain yang dimasak ulang.
Semua ini terjadi di sebuah tempat yang melarang orang tua masuk saat hari kerja dan mewajibkan janji temu 30 menit sebelum menjemput. Sebuah “protokol” yang kini dicurigai sebagai cara menutupi kenyataan pahit di dalam sana.
Dampak Psikologis: Luka yang Tak Terlihat
Psikolog Indah Sundari memperingatkan bahwa 5 tahun pertama adalah golden age. Trauma seperti diikat atau dikurung akan membekas pada kepribadian dan kematangan emosional anak hingga mereka dewasa.
Kisah ini menjadi pengingat keras bagi kita semua. Harga yang “murah” atau tampilan luar yang rapi bukan jaminan keamanan buah hati.
Jangan pernah abaikan perubahan sekecil apa pun pada perilaku anak, karena mereka yang belum bisa bicara, hanya bisa “bercerita” lewat tangis dan trauma.
Kita kawal kasus ini sampai tuntas, dan keadilan harus ditegakkan.
B*k grup creepezius