Jepara News

Jepara News Berita Jepara, media Informasi dan berita seputar jepara, terupdate dan aktual.

apabila pembaca ada info peristiwa, kejadian, hukum, kriminal, sosial, kedaruratan silahkan inbox akan kami bantu penayangan

15/06/2026

PENGAWALAN PSN : PROYEK STRATEGIS NASIONAL.

πŸŒ™ Malam 1 Suro: Antara Tradisi, Mitos, dan Makna yang Jarang DiketahuiMalam 1 Suro selalu menjadi momen yang penuh miste...
15/06/2026

πŸŒ™ Malam 1 Suro: Antara Tradisi, Mitos, dan Makna yang Jarang Diketahui

Malam 1 Suro selalu menjadi momen yang penuh misteri dan menarik perhatian masyarakat Jawa. Ada yang memilih berdiam diri di rumah, melakukan tirakat, menggelar doa bersama, hingga mengikuti kirab budaya yang berlangsung khidmat.

Namun, benarkah Malam 1 Suro identik dengan hal-hal mistis seperti yang sering dipercaya? Atau justru malam ini memiliki makna yang lebih dalam sebagai momentum introspeksi, pergantian tahun, dan pelestarian budaya leluhur?

Banyak cerita, mitos, dan tradisi yang berkembang dari generasi ke generasi. Sebagian masih dijalankan hingga sekarang, sementara sebagian lainnya mulai ditinggalkan seiring perkembangan zaman.

πŸ”Ž Apa sebenarnya sejarah Malam 1 Suro? πŸ”Ž Mengapa malam ini dianggap istimewa oleh masyarakat Jawa? πŸ”Ž Tradisi apa saja yang masih lestari hingga saat ini?

Temukan fakta, sejarah, dan berbagai tradisi unik Malam 1 Suro yang masih hidup di tengah masyarakat.

πŸ‘‰ Baca selengkapnya di kolom komentar..

15/06/2026

Liburan Sekolah Seru di Karimunjawa, Surga Tropis di Utara Jepara

Memasuki masa liburan sekolah, Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang layak dikunjungi bersama keluarga. Gugusan 27 pulau yang berada di Laut Jawa ini menawarkan perpaduan pantai pasir putih, laut biru jernih, serta keindahan bawah laut yang memukau.

Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti snorkeling, diving, island hopping, bermain di pantai, hingga menikmati matahari terbenam yang terkenal indah di kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Air laut yang jernih memungkinkan pengunjung melihat terumbu karang dan ikan hias dengan jelas, bahkan dari atas perahu di beberapa lokasi.

Beberapa destinasi favorit yang sering dikunjungi wisatawan antara lain Pulau Cemara Besar, Pulau Geleang, Pulau Genting, serta Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan panorama senjanya. Selain wisata bahari, pengunjung juga dapat mengunjungi kawasan konservasi penyu dan menikmati suasana pulau yang tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Karimunjawa bukan sekadar tempat berlibur, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan laut Indonesia, pentingnya menjaga lingkungan, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki negeri ini. Dengan pesona alam yang masih asri, Karimunjawa menjadi pilihan tepat untuk mengisi liburan sekolah yang menyenangkan, berkesan, sekaligus menambah wawasan.

"Jika Bali dikenal dunia, maka Karimunjawa adalah mutiara tersembunyi Jepara yang siap memikat siapa saja yang datang berkunjung."

Pasca Insiden Dugaan Penganiayaan Linmas, Pemdes Gemulung Hentikan Sementara Rekomendasi Hiburan Dangdut Malam HariJepar...
14/06/2026

Pasca Insiden Dugaan Penganiayaan Linmas, Pemdes Gemulung Hentikan Sementara Rekomendasi Hiburan Dangdut Malam Hari

Jepara News – Menyikapi insiden dugaan penganiayaan terhadap anggota Linmas yang sedang bertugas mengamankan kegiatan hiburan di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Pemerintah Desa Gemulung mengambil langkah cepat dengan melakukan pembatasan terhadap penyelenggaraan hiburan dangdut atau orkes pada malam hari.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Petinggi Desa Gemulung, H. Akhmad Santoso, kepada wartawan di kediamannya pada Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas masyarakat pasca terjadinya peristiwa yang menjadi perhatian warga.

Untuk sementara waktu Pemerintah Desa Gemulung tidak mengeluarkan rekomendasi izin hiburan dangdut atau orkes yang diselenggarakan pada malam hari. Apabila ada kegiatan resepsi atau adat, hiburan hanya diperbolehkan pada siang hari dan sifatnya terbatas untuk keperluan menyambut tamu undangan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bertujuan membatasi hak masyarakat untuk menggelar hajatan, melainkan sebagai langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisasi.

Menurutnya, keselamatan petugas, kenyamanan warga, dan terciptanya suasana desa yang aman harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah desa juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Kebijakan yang diambil Pemerintah Desa Gemulung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari ketua BPD gemulung Agung Waluyo, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saya melihat ini sebagai keputusan yang cepat, tepat, dan terukur. Ketika terjadi suatu peristiwa yang berpotensi mengganggu ketertiban, pemerintah desa wajib hadir mengambil langkah antisipatif. Kebijakan ini patut diapresiasi karena mengedepankan keselamatan warga dan menjaga kondusivitas lingkungan, kata Agung saat di konfirmasi melalui sambungan tlp

Ia menambahkan bahwa setiap desa memiliki karakteristik sosial yang berbeda sehingga kebijakan yang diambil juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, dan aparat keamanan dapat bersama-sama menjaga suasana yang damai. Hiburan masyarakat tetap bisa berjalan, namun harus memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum," tambahnya.

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap anggota Linmas yang terjadi beberapa hari sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat memerlukan kerja sama dan kesadaran bersama. Dengan adanya kebijakan sementara ini, diharapkan kegiatan kemasyarakatan tetap dapat berlangsung dengan baik tanpa menimbulkan konflik maupun gangguan ketertiban di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Gemulung juga mengajak seluruh warga untuk mengedepankan musyawarah, menjaga kerukunan, serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan menciptakan lingkungan desa yang aman, tertib, dan nyaman bagi generasi mendatang.

Pria Ditemukan Meninggal di Kawasan Perumahan Pabrik Karung Pecangaan JeparaJepara  News – Seorang pria ditemukan mening...
14/06/2026

Pria Ditemukan Meninggal di Kawasan Perumahan Pabrik Karung Pecangaan Jepara

Jepara News – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Perumahan Pabrik Karung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Minggu (14/6/2026) sekitar oukul 16.05 wib Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang di teras sebuah bangunan ruko yang sedang tutup. Warga yang melihat kejadian kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan pemeriksaan awal dan memasang pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hingga berita ini ditulis, identitas korban masih belum kami diketahui dan masih dalam proses penanganan aparat kepolisian.

Salah seorang saksi mata, Solikin, mengatakan bahwa sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban diduga terjatuh sendiri.
Tadi saya melihat korban seperti jatuh sendiri, kemudian tergeletak. Setelah itu warga berdatangan dan melaporkan ke polisi," ujar Solikin.

Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Jenazah selanjutnya dievakuasi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi hingga ada keterangan resmi dari kepolisian.

Wisata keluarga Alternatif...Gratiss
14/06/2026

Wisata keluarga Alternatif...Gratiss



Linmas Jepara Dikeroyok Saat Bertugas Amankan Hajatan, Korban Bersimbah Darah dan Masih Dirawat di RSJepara News, 13 Jun...
13/06/2026

Linmas Jepara Dikeroyok Saat Bertugas Amankan Hajatan, Korban Bersimbah Darah dan Masih Dirawat di RS

Jepara News, 13 Juni 2026 – Seorang anggota Linmas bernama maynis Iwan menjadi korban pengeroyokan brutal saat menjalankan tugas pengamanan hiburan organ tunggal lesehan dalam acara hajatan pernikahan di Desa Gemulung RT 01 RW 02, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (9/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang melaksanakan tugas pengamanan keramaian. Namun, situasi yang semula kondusif mendadak berubah menjadi aksi kekerasan setelah korban diduga dikeroyok oleh sekelompok penonton yang hadir dalam acara tersebut.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, wajah, hingga berlumuran darah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku menggunakan berbagai benda keras seperti gelas dan toples berbahan beling untuk memukul korban. Bahkan, kerasnya pukulan yang dilayangkan membuat tangan pelaku turut mengalami luka dan mengeluarkan darah.

Korban dipukul secara membabi buta menggunakan gelas dan toples beling. Luka yang diderita cukup parah hingga tubuh korban berlumuran darah," ungkap A.H salah satu saksi.

Tidak berhenti sampai di situ, setelah sempat dievakuasi dan dibawa pulang oleh warga untuk menyelamatkan diri, korban disebut masih dikejar oleh para pelaku yang diduga belum puas melakukan penganiayaan.

Korban kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Kartini Jepara. Hingga berita ini diturunkan, Iwan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.

Pihak keluarga dan rekan rekan korban menyatakan bahwa identitas para pelaku pengeroyokan telah berhasil diidentifikasi. Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Paguyuban Linmas Jepara, Joko Rintono, mengecam keras aksi pengeroyokan tersebut. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi.

Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap anggota Linmas yang sedang bertugas menjaga keamanan masyarakat. Paguyuban Linmas Jepara akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap seluruh pelaku yang terlibat," tegas Joko Rintono.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Linmas dalam setiap kegiatan masyarakat bertujuan membantu menjaga ketertiban dan keamanan. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap petugas pengamanan tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa aman masyarakat.

Kasus ini kini menjadi perhatian 7 ribu linmas di jepara dan berbagai pihak di Jepara. Paguyuban linmas jepara berharap aparat kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan memberikan kepastian hukum bagi korban serta keluarganya.

Ketika petugas yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan justru menjadi korban kekerasan, maka penegakan hukum yang tegas menjadi keharusan demi menjaga wibawa hukum dan rasa aman masyarakat.

13/06/2026

Yang mau ke kota...


Alhamdulillah...Semoga Jepara Mulus segera terealisasi...
12/06/2026

Alhamdulillah...Semoga Jepara Mulus segera terealisasi...

Peristiwa tragis dan mengerikan terjadi di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Seorang pria bernama SYNO ...
12/06/2026

Peristiwa tragis dan mengerikan terjadi di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Seorang pria bernama SYNO (55) ditemukan tewas dalam kondisi tubuh hangus terbakar di area persawahan kebun tebu, Kamis (11/6/2026) pagi.

Kapolsek Nalumsari AKP Supran Yogatama, saat dikonfirmasi pada Jumat (12/6/2026), membenarkan kejadian tersebut sekaligus membeberkan kronologi lengkapnya.

β€œKorban ditemukan dalam kondisi terlentang dan terbakar. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka bakar mencapai sekitar 100 persen,” jelasnya.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB saat korban berangkat bekerja ke kebun tebu. Sekitar pukul 08.00 WIB, korban mulai membakar daun tebu kering (klaras) di area persawahan.

Salah satu saksi sempat mengingatkan korban agar tidak membakar saat cuaca panas karena berisiko memicu kebakaran besar. Namun, korban tetap melanjutkan aktivitas tersebut.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, korban sudah tidak terlihat di lokasi, sementara api semakin membesar. Hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian hingga dini hari, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, warga yang sedang memanen tebu dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh dalam kondisi hangus terbakar di area kebun.

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Nalumsari kemudian mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RS PKU Mayong untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka bakar berat tanpa adanya tanda kekerasan. Diduga kuat korban terjebak kobaran api yang ia nyalakan sendiri saat membakar daun tebu kering.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menempuh jalur hukum. Jenazah korban kemudian dimakamkan di TPU Desa Daren.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada saat membakar lahan, terutama di kondisi cuaca panas ekstrem yang dapat memicu kebakaran tak terkendali dan berujung fatal.

Sc: Quinsha

Address

Jln. Diponegoro
Batealit

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jepara News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jepara News:

Share