14/06/2026
Pasca Insiden Dugaan Penganiayaan Linmas, Pemdes Gemulung Hentikan Sementara Rekomendasi Hiburan Dangdut Malam Hari
Jepara News β Menyikapi insiden dugaan penganiayaan terhadap anggota Linmas yang sedang bertugas mengamankan kegiatan hiburan di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Pemerintah Desa Gemulung mengambil langkah cepat dengan melakukan pembatasan terhadap penyelenggaraan hiburan dangdut atau orkes pada malam hari.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Petinggi Desa Gemulung, H. Akhmad Santoso, kepada wartawan di kediamannya pada Sabtu (13/6/2026). Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas masyarakat pasca terjadinya peristiwa yang menjadi perhatian warga.
Untuk sementara waktu Pemerintah Desa Gemulung tidak mengeluarkan rekomendasi izin hiburan dangdut atau orkes yang diselenggarakan pada malam hari. Apabila ada kegiatan resepsi atau adat, hiburan hanya diperbolehkan pada siang hari dan sifatnya terbatas untuk keperluan menyambut tamu undangan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan bertujuan membatasi hak masyarakat untuk menggelar hajatan, melainkan sebagai langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisasi.
Menurutnya, keselamatan petugas, kenyamanan warga, dan terciptanya suasana desa yang aman harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah desa juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Kebijakan yang diambil Pemerintah Desa Gemulung mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari ketua BPD gemulung Agung Waluyo, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Saya melihat ini sebagai keputusan yang cepat, tepat, dan terukur. Ketika terjadi suatu peristiwa yang berpotensi mengganggu ketertiban, pemerintah desa wajib hadir mengambil langkah antisipatif. Kebijakan ini patut diapresiasi karena mengedepankan keselamatan warga dan menjaga kondusivitas lingkungan, kata Agung saat di konfirmasi melalui sambungan tlp
Ia menambahkan bahwa setiap desa memiliki karakteristik sosial yang berbeda sehingga kebijakan yang diambil juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah desa, dan aparat keamanan dapat bersama-sama menjaga suasana yang damai. Hiburan masyarakat tetap bisa berjalan, namun harus memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum," tambahnya.
Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap anggota Linmas yang terjadi beberapa hari sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa keamanan dalam setiap kegiatan masyarakat memerlukan kerja sama dan kesadaran bersama. Dengan adanya kebijakan sementara ini, diharapkan kegiatan kemasyarakatan tetap dapat berlangsung dengan baik tanpa menimbulkan konflik maupun gangguan ketertiban di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Gemulung juga mengajak seluruh warga untuk mengedepankan musyawarah, menjaga kerukunan, serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan menciptakan lingkungan desa yang aman, tertib, dan nyaman bagi generasi mendatang.