Batu Creative Hub

Batu Creative Hub Forum Lintas Komunitas Kreatif Kota Batu (Batu, 10 Juni 2017) - Deklarasi berjejaring dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN, 4 Desember 2018)

04/04/2026
HALAL BIHALAL INSAN SENI, EKRAF & PARIWISATA KOTABATUMelebur dalam Tradisi, Bersatu dalam Bahagia.​Ketika barongan berte...
04/04/2026

HALAL BIHALAL INSAN SENI, EKRAF & PARIWISATA KOTABATU

Melebur dalam Tradisi, Bersatu dalam Bahagia.

​Ketika barongan bertemu distorsi, dan seniman bersua penggiat pariwisata.

Dewan kesenian Kota Batu dan Batu Total Indiependent mempersembahkan ruang silaturahmi untuk kita semua yang mencintai Kota Batu.

Minggu, 5 April 2026 | pukul 15.00 - 22.30 WIB
Batu Tourism Mall kota batu

​Hadir dan saksikan kolaborasi epik antara Reyog, Bantengan, dan penampilan Band band kota batu.

Mari jadikan momen ini awal baru bagi kreativitas yang tak terbatas!








Perjalanan Forum Lintas Komunitas di Kota Batu, jejaring kota/kabupaten kreatif se Indonesia ICCN (Indonesia Creative Ci...
08/12/2025

Perjalanan Forum Lintas Komunitas di Kota Batu, jejaring kota/kabupaten kreatif se Indonesia ICCN (Indonesia Creative Cities Network) yang di ekosistem global berjejaring dengan Unesco Creative Cities Network (UCCN). Bernama BATU CREATIVE HUB, yang tugas perannya adalah sebagai HUB atau gampangnya "terminal" bertemunya hexahelix multi ppihak (komunitas, akademmisi, pemerintah, privat sector swasta, media, B*H sebagai aggregator mengorkestrasi konektifitas dan koaborasi, membersamai tumbuh kembangnya komunitas sebagai bagian dari share-governance). Tata kelola kekinian bagaimana NEGARA adalah wujud dari kolaborasi antara pemerintah dan beragam unsur masyarakat seperti yang tersebut di atas.
BATU Creative Hub (B*H) hadir lewat inisiatif organik, independen, kontributif, dan tidak dalam underbow pihak manapun, kecuali terkoneksi berjejaring.
Tiga sosok berikut adalah regenerasi 3 Koordinator B*H (tidak disebut Ketua, karena fungsinya sebagai konduktor orkestrasi), secara formal dimulai sejak tahun 2018 - ekarang, dengan siklus periodik 3 tahunan.
1. Muhammad Anwar (2018-2021): kaos hitam, bertopi, berlatar belakang sebagai Ecosystem Builder, pegiat Pemajuan Kebudayaan, Manajer Agribisnis, Manajer Musik dan Kurator Seni. Mengawalinya dengan sebutan embrio B*H (sebelum deklarasi sebagai jejaring ICCN) pada 2017, lewat berbagai project konektifitas lintas pihak ; desa wisata Bumiaji, film dokumenter Mojorejo, Produk Lokal Fest BTI, kampung kreatif Rejoso Junrejo, digital ecosystem Kota Batu. Yang kemudian pada 4 Desember 2018 mendeklarasi bersama lintas pihak sebagai BATU CREATIVE HUB berjejaring dengan ICCN. Pada eranya, momen "babat alas" dan menjahit serta mengedukasi apa itu Ekonomi Kreatif, apa itu Industri Kreatif bagi multi pihak Penthahelix, implementasi ruang yang difokusi pada era ini ada di desa dan kampung se Kota Batu. Connecting era.

2. Vicky Lenon (2021-2024) : tepi paling kiri, sosok paling kalem, sebagai Koordinator ke-2. Tepatnya Vicky memegang tampuk koordinator B*H, justru pada momen paling sulit, Pandemi Covid-19. Pengusaha kriya dan desain komunikasi visual kepariwisataan. Pada momen paling sulit, justru membuat terobosan percpatan digitalisasi berbasis pertanian, literasi, dan industri olahan. Projectnya adalah "pemotretan produk jarak jauh" karena pembatasan lintas komunitas untuk tatap muka langsung. Sang penjaga lilin semangat kontribusi B*H pada ekosistem kreatif. Pada era dan kontribusinya, pemerintah bersepakat membentuk SOTK pada kedinasan Pariwisata bernama Bidang Ekraf dan SDM Pariwisata. Termasuk kolaborasi bersama Universitas Brawijaya Malang lewat project pengembangan industri kreatif yang menjangkau 50-an pengusaha UMKM. Colaborate era.

3. Alan W. Hafiludin (2024-2027) ; pakar muda azas bisnis Koperasi di level nasional, berlatar belakang sebagai pengusaha dan konsultan teknologi digital. Wawasan dan jejaring di ranah "private sector" yang luas, membuatnya dipercaya sebagai penerus tongkat estafet Koordinator B*H ketiga. Pada momen ini, ekosistem ekraf di Kota Batu diharapan untuk berlari kencang terarah. Dan momentum ini tepat pada orang yang tepat p**a. Lahir Komite Ekonomi Kreatif, terbentuk beberapa paguyuban atau asosiasi pengusaha industri kreatif, inisiasi Lokalisme, workingplace Ruang Bahagia, optimasi Place Making PLUT, literasi korporasi berkoperasi, dan yang terbaru pada November 2025, perhelatan ICCF (Festival tahunannya ICCN), bertajuk Nusantaraya - Senyawa Malang Raya bersama Kabupaten dan Kota Malang, sukses digelar serta mendapat apreasiasi nasional. Commerce era.

Matur nuwun sanged, perjalanan 7 tahun yang sangat bermakna, menumbuhkan spirit KREATIFITAS BERDAMPAK sebagai mantra pemandu jalannya roda organisasi B*H.

Tongkat Estafet Koordinator Batu Creative Hub Mencapai Tahap Baru https://indiekraf.com/?p=16130
03/05/2024

Tongkat Estafet Koordinator Batu Creative Hub Mencapai Tahap Baru https://indiekraf.com/?p=16130

Indiekraf.com - Batu, Mei 2024 - Batu Creative Hub (B*H) adalah forum komunitas 17 sub-sektor industri kreatif di Kota Batu. Forum ini berjejaring den

Titik Kumpul & Menata Barisan :Jl. Kebon Kopi // Seni Sono // Alun - alun // Jl. Gajah Mada BatuStart Atraksi :Galeri Ra...
05/08/2022

Titik Kumpul & Menata Barisan :
Jl. Kebon Kopi // Seni Sono // Alun - alun // Jl. Gajah Mada Batu

Start Atraksi :
Galeri Raos Jl. Panglima Sudirman Batu

Finish :
Panggung Suguh Balai Kota Lama Batu

Organisasi Kreatif Kok Ga Punya Seragam?Atas nama inklusivitas atau ga ngemodal? Bisa jadi keduanya. Indonesia Creative ...
14/02/2022

Organisasi Kreatif Kok Ga Punya Seragam?
Atas nama inklusivitas atau ga ngemodal? Bisa jadi keduanya. Indonesia Creative City Network (ICCN) sejak disepakati bersama oleh 20 an simpul kreatif kota/kabupaten se Indonesia untuk didirikan 2015 lalu, ga pernah bikin seragam. Antara orang-orangnya sudah sibuk sendiri, juga menghindari eksklusivitas.
Organisasi (ICCN) tidak punya mekanisme pelantikan atas anggotanya, karena hak melantik ada pada diri & konsesi tiap wilayah (hub, forum, network, simpul, masing-masing), otomatis menjadi jejaring ketika sudah berhimpun, lintas komunitas subsektor, punya beberapa program kolektif level kota, tidak berafiliasi dengan parpol ataupun underbow kedinasan atau kelembagaan Negara tertentu.
Ribet kan?
Tapi banyak ternyata aktivis, para pejuang kreatif di seantero negeri ini. Ada 230-an kota/kabupaten sudah bersama, semua kami siapkan form database, diverifikasi, ada dashboardnya. Saya kerap menyebutnya sebagai aktivitas Tier-3, setelah level 1 : kerjaan masing-masing, kemudian organisasi homogen keprofesian/hobi kita. Jejaring yang terhimpun di ICCN ini kump**an orang yang “ngurusin Negara” via kotanya masing-masing dengan energi kreativitas.
Dan apa yang diekspektasikan ketika manusia-manusia ajaib, yang sudah terfilter; bukan hanya ingin kaya raya, tapi juga masuk surga bareng-bareng secara s**a cita & bergaya, ini berkumpul?
Edanlah enerjinya. Cobain deh! Apa sudah merata semua? Beragam juga, dinamika masing-masing. Beragam latar belakang duduk & melangkah bersama. Jadinya ragam program, akses networking, karya hadir begitu kaya. Maslahat silaturahmi, sharing, saling belajar, ah asik pisan..

Beruntung dalam perjalanan terhubung dg ragam stakeholder. Alhamdulillah, Presiden Jokowi sudah berkunjung 2x ke headquarter kami, tanpa kami mengundang khusus. Selain tentunya para menteri, kepala daerah, puluhan dubes, pejabat & handai taulan lainnya. Kami bersinergi penuh dg UMKM via kangmen Teten Masduki KemenkopUMKM sebagai 99% pelaku usaha & 60% ekonomi bangsa + BUMN via kakmen Erick Thohir Kementrian BUMN sbg 1/3 ekonomi & kapal induk B2B dari ekosistem ekraf Indonesia.
Belasan index kreatif global dengan ribuan indikator sudah dibongkar ketika kami membangun dashboard index kota/kab kreatif, puluhan tokoh ekraf dunia sdh ditemui; Landry, Florida, Hawkins, Newbegin, Brown, Buchoud, berdiskusi sebagai ICCN.
ICCN lembaga mandiri, bukan mewakili lembaga pemerintahan atau bahkan dibiayai APBN seutuhhya. Tapi di atas segalanya kami berbangga, seorang Wishnutama bersedia menjadi ketua dewan syuro; pengarah, bersama Menparekraf sebelumnya bu Mari Elka Pangestu & resi kami, pak Paulus Mintarga.
Ada lagi our honorary members; kang Ridwan Kamil, Gubernur yang (pernah) merintis karir sebagai Ketua jejaring komunitas, chief Erick Thohir dengan portofolio bisnis ekrafnya yg mendunia, kang Triawan Munaf nakhoda Badan Ekraf yang banyak legacy-nya, anak muda harapan Putri Tanjung.
Akhirul kalam, kami menyebutnya organisasi adalah RUMAH. Rumah besar untuk semua, energi membangun Indonesia dengan keragaman (slide 10 prinsip kota kreatif), dengan kreativitas.
Fiki Satari, Ketua Umum ICCN

Kolaborasi Malang Raya
06/11/2021

Kolaborasi Malang Raya

 Open donasi bantuan untuk korban bencana banjir bandang Batu dan Malang,----> Salurkan donasi anda melalui :Rekening BC...
05/11/2021


Open donasi bantuan untuk korban bencana banjir bandang Batu dan Malang,

----> Salurkan donasi anda melalui :
Rekening BCA a/n Jesi Palupi
No rek : 0111633443
Konfirmasi : Jesi 0818-0386-5100

----> Donasi akan disalurkan Kepada Para Korban melalui Batu Creative Hub &�Malang Creative Fusion

CP :
0813-3337-7554 (Vicky B*H)
0856-4631-0404 (Vicky MCF)

Address

Beru Bumiaji
Batu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Batu Creative Hub posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Batu Creative Hub:

Share