23/04/2026
Bek PSIM Jogja asal Belanda, Jop van der Avert, mengungkapkan bahwa Donnie Warmerdam dan Anton Fase berperan besar dalam membantunya cepat menyatu dengan tim. Ia juga mengaku rindu suasana penuh canda, dan merasa jiwanya kembali hidup setelah sebelumnya berada di Korea Selatan yang menurutnya terlalu kaku. 😂🫂🙏🏻
Van der Avert pun sempat merasakan gempa di Jogja beberapa waktu lalu, bahkan sempat memikirkan hal-hal yang tidak diinginkan terkait nasibnya. Selain itu, ia juga memberikan pandangannya tentang Timnas Indonesia—menurutnya, jika ia memiliki sedikit saja darah Indonesia, ia tak akan ragu untuk membela Skuad Garuda. 🌎🩸🦅
🗣️“Itu — Donnie Warmerdam dan Anton Fase — sangat membantu. Mereka bisa menjelaskan banyak hal jika ada pertanyaan. Saya tidak akan mengatakan saya benar-benar kehilangan kegembiraan sepak bola di Korea Selatan, tetapi sekarang saya menyadari apa yang saya rindukan. Candaan di antara kami, humor di ruang ganti, dan latihan ala Belanda, misalnya. Kota Yogyakarta adalah Asia yang sesungguhnya bagi saya, seperti yang Anda bayangkan. Jalanan yang ramai, motor, kuil, dan gunung berapi.” Kata Jop van der Avert.
🗣️“Saya sangat terkejut (Gempa Jogja), awalnya, saya setengah tertidur dan berpikir: apakah saya benar-benar terjaga? Tapi gedung itu berguncang dari kiri ke kanan. Saya segera berlari keluar dan seluruh kompleks apartemen berdiri di luar. Tentu saja saya berpikir: ini dia, ini dia. Mereka bisa mencari saya di reruntuhan sekarang. Untungnya, tidak seburuk itu. Sekarang ini sebagian besar menjadi cerita yang bagus.” Lanjutnya.
🗣️“Saya mendapat kesan bahwa jika Anda memiliki sedikit darah Indonesia di jari kaki kanan Anda, Anda sudah diizinkan untuk bermain untuk negara tersebut. Sejauh yang saya tahu, saya tidak memilikinya, haha. Semuanya sungguh luar biasa. Yang terpenting adalah saya bisa tampil di lapangan. Fakta bahwa Anda juga bisa melihat sedikit tentang negara dan budayanya sangat menyenangkan.” Tutupnya.