LDTQN Suryalaya - Serang Baru

LDTQN Suryalaya - Serang Baru LDTQN SURYALAYA SERANG BARU - BEKASI RAYA

PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA TALQIN DZIKIR DARI PANGERSA ABAH ANOM QSSekitar thn 1983 Presiden HM Soeharto menerima talqin...
11/02/2026

PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA TALQIN DZIKIR DARI PANGERSA ABAH ANOM QS

Sekitar thn 1983 Presiden HM Soeharto menerima talqin dzikir dari Pangersa Abah Anom qs. Satu bulan setelah itu kepala protokol istana, Haji Mujiono, bersama keluarganya berkunjung ke Pontren Suryalaya..

Ketika sowan di hadapan Pangersa Abah maka Haji Mujiono berkata: "Abah, diapakan bapak presiden..? Kami sekeluarga juga mau itu.."

"Ohh kalo gitu silakan ambil wudhu..," Pangersa Abah menjawab permintaan tamunya dgn tersenyum ramah..

Setelah prosesi talqin dzikir selesai, Haji Mujiono bercerita: "Setelah mendapatkan talqin dzikir, Pak Harto menyuruh kami semua sholat berjama'ah, bersama staf-staf di istana.. Lalu beliau meminta kpd saya selaku kepala protokoler agar tdk ada agenda pd waktu Maghrib & Isya.."

Kesaksian selanjutnya dikatakan ketika perjalanan ke luar negeri, Pak Harto tdk keluar kamarnya pd waktu Maghrib & Isya. Krn pd waktu tsb Pak Harto sedang mengamalkan dzikir sesuai bimbingan Pangersa Abah. Demikian dilakukan oleh Pak Harto selama 25 tahun sampai wafatnya. Alhamdulillaah.. Wallaahu a'lam..

CERITA SEORANG BINTANG FILM DATANG KE PANGERSA ABAH ANOM Setiap profesi pasti mempunyai tanggung jawab dan risiko masing...
31/01/2026

CERITA SEORANG BINTANG FILM DATANG KE PANGERSA ABAH ANOM

Setiap profesi pasti mempunyai tanggung jawab dan risiko masing-masing yang berbeda: godaan dan berbagai macam perangkap baik dan buruk akan selalu menghantui perjalanan seseorang. Dan tidak ada satu profesipun yang tidak mempunyai risiko dan tanggung jawab dalam kehidupan ini.

Ada seorang bintang film yang sudah malang melintasi dunia perfilm-an belajar mendekatkan diri kepada ALLOH dan bertaubat dengan sebaik-baiknya. Suatu hari dia datang ke Pangersa ABAH untuk konsultasi tentang profesinya, dia menyadari bahwa lingkungan kerjanya sebagai kameramen, sutradara, atau pemain sangat sarat godaan. Waktu itu sekitar tahun 1980-an bertanyalah dia ke Pangersa ABAH:

“ Bah, agar mantap dalam menjalankan IBADAH, apakah saya harus meninggalkan profesi saya sekarang yang sarat godaan? ”, tanyanya.

“ naha kunaon kitu (memang kenapa)?, kan kerja juga bisa menjadi ibadah. Kerjaan anda di bidang film/TV dan andapun butuh penghasilan ? ” jawab Pangersa lembut.

“ tapi….banyak benar godaannya, BAH ..“, ucapnya lagi.

Pangersa ABAH ANOM tersenyum dan berkata : “ ulah eleh ku lauk atuh (jangan kalah sama ikan d**g) “.

“ Ikan itu hidup di laut yang airnya asin, tetapi ikan tidak terasa asin. Kenapa ? karena ikan itu 'hidup'. Nah kalau hati kita dilatih untuk terus 'hidup' dan belajar terus menghidupkan hati dengan selalu zikir khofi, Insya Allah tidak mempengaruhi lingkungan apapun .” tutup Pangersa ABAH ANOM.

ALHAMDULILLAH berkat nasehat Pangersa ABAH tersebut, dia tidak pernah lagi mencampur-adukkan lagi (mencampur profesi dan kesenangan pribadi) dalam hidupnya. Tatkala seorang yang benar-benar DZIKIRNYA kepada ALLOH, maka zikirnya itu akan menjadi “nar” (api) yang membakar semua dosa-dosanya dan akan memberikan “nur” (cahaya) hidayah kepadanya dalam kehidupannya. Dengan melalui taubat seseorang kembali kepada ALLOH dan meninggalkan semua yang dicegah oleh-Nya, sehingga oleh ALLOH diamuni semua dosa-dosanya. Setelah itu diberikan hidayah dan tuntunan dalam hidupnya agar mampu hidup di jalan yang diridhai-Nya. Bahkan dalam TANBIH Pangersa ABAH SEPUH disebutkan :

Oleh karena itu, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak tujuan lain “Budi Utama-Jasmani Sempurna” (Cageur-Bageur) . bertalian dengan jasmani maupun rohani, yang selalu diselimuti semangat nafsu, digoda oleh daya syetan ”.

Hatur Nuhun ABAH. Terimakasih ABAH.. Semoga ISTIQOMAH dalam Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan Ajaran Amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Aamiin YRA 🤲

Bilbarokah Walkaromah Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Al-fatihah...

MANAKIB ABAH ANOM.ABAH ANOM D DATANGI 100 ULAMA. Didatangi 100 Ulama yang akan mencoba kefahaman Pangersa Abah Manqabah ...
07/01/2026

MANAKIB ABAH ANOM.
ABAH ANOM D DATANGI 100 ULAMA.

Didatangi 100 Ulama yang akan mencoba kefahaman Pangersa Abah Manqabah ini bersumberkan dari seorang ikhwan yang tidak mahu dikenali.
Beliau adalah murid Abah di Singapura, yang paling banyak melihat karomah Abah dengan mata kepalanya sendiri secara langsung dan bukan hanya menerusi mendengar
dari orang lain. Sehingga beliau tidak mempunyai ruang dalam dirinya yang mengkhuatiri
kewalian Abah walaupun banyak para guru yang hebat-hebat beliau telah ketemui sejak zaman mudanya.
Selepas keperrgian Pangersa Abah, kita tidak seharusnya bersedih terus-terusan, malah kita seharusnya bersyukur kepada Allah terus-terusan dimana Allah sempat
menemukan dalam hidup kita seorang 'wara' Nya yang sangat hebat ini, dan lebih dari itu belajar dan ambil zikrullah darinya.

Kejadian ini saya lihat sebelum tahun 1995 dimana Abah mula uzur . Rombongan itu terdiri dari para ulama / kiyai kebanyakanya dari Bandung dan juga dari berbagai
tempat, kelihatan mereka sudah menyiapkan soalan-soalan masing-masing untuk ditanyakan kepada Abah, masalah-masalah fiqih dan sebagainya- yang rumit-rumit dan payah-payah agar Abah tidak berdaya dalam menjawabnya dan mereka juga merekamnya, dengan seperti itu mereka bermaksud untuk menjatuhkan intellektual Abah
dan menyebarkannya. Jumlah mereka yang ada dalam rombongan ini kurang lebih 100 orang. Wakil dari rombongan itu memulai dengan kata-kata yang indah apabila sudah
sampai berhadapan dengan Abah di Madrasah Suryalaya. Kata-katanya manis bak madu yang tumpah... bagaikan pembuka tirai bersilaturahim. Selepas itu Abah menyambut
kata-kata aluan mereka, Abah turut menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka dan Abah juga turut perihatin maksud mereka ke Suryalaya .
Abah mengatakan bahawa ‘Abah masih belajar’ dan Abah mengamalkan apa yang diajar oleh ayahandanya. Suasana tegang bertukar jadi hening dan terharu hanya dengan beberapa kata-kata Abah yang merendah diri itu, mereka kelihatan melinangkan air mata mendengar ucapan Abah yang merendah diri, akhirnya mereka semua menangis dan minta Abah baiátkan zikir. Pada awalnya mereka bersemangat untuk bertanya dengan niat yang tidak baik tetapi bertukar menjadi insaf dan taubat.
Kejadian seperti ini sama persis berlaku pada zaman Tuan Sheikh Abdul Qodir Jailani qs apabila beliau didatangi 100 ulama dari Baghdad dengan niat mencoba kefahaman agamanya, Tuan Sheikh menjawab semua soalan-soalan mereka satu persatu sebelum mereka mula membuka mulut untuk bertanya. Nah, disini terlihat cara yang sama berlaku antara Abah dan Tuan Sheikh hanya Abah bertindak dengan cara yang berlainan dari cara Tuan Sheikh kerana beliau mengambil sikap merendah dirinya dengan
Tuan Sheikh .
Semoga Allah SWT mencururi rahmat dan KeredhaanNya kepada Abah dan para wakilnya, kerana telah berpenat lelah dan bersusah payah membimbing umat ke jalan yang diredhaiNya. Gambar sisipan adalah gambar Madrasah Pondok Pesantren Suryalaya, di mana semua. para tetamu Abah di sambutin dan di situ juga mereka yang meminta bai'at akan di bai'atkan..
Wallahu a'lam.
اللهم انصر عليه رحمة ورضوانا...

KISAH KEAJAIBAN JENAZAH MURID PANGERSA ABAH ANOM RA Suatu saat di tahun 1985 Ajengan Haji Maksum tiba-tiba merasa sangat...
07/01/2026

KISAH KEAJAIBAN JENAZAH MURID PANGERSA ABAH ANOM RA

Suatu saat di tahun 1985 Ajengan Haji Maksum tiba-tiba merasa sangat rindu kpd Pangersa ABAH ANOM. Maka dari kota Banjar ia langsung berangkat menuju ke Pontren SURYALAYA Tasikmalaya..

Ketika Ajengan Maksum baru sampai di gapura SURYALAYA di pelataran Masjid Nurul Asror. Terlihat Pangersa ABAH sudah berdiri di depan Madrasah memanggil dirinya, "Ehh Cum Cum Cum sini..!"

Ajengan Maksum segera bergegas memberi salam dan mencium tangan Pangersa ABAH. Setelah menjawab salam, Pangersa ABAH kemudian bertanya: "Kamu sudah lama tidak berangkat ke Jawa..?"

"Iyaa, ABAH.." Ajengan Maksum paham maksud Pangersa ABAH adalah berangkat ke Brebes. Karena Ajengan Maksum memang memiliki banyak ikhwan binaan yang ada di daerah Brebes..

"Bagaimana kalo sekarang..?" Pangersa ABAH dengan santun memberi tugas kepada muridnya..

"Maangga, ABAH.." Ajengan Maksum dengan mantap langsung menyambut tugas dari GURU MURSYIDNYA. Kemudian ia langsung mohon pamit kepada Pangersa ABAH serta berjalan keluar dari pelataran madrasah. Padahal Ajengan Maksum tidak membawa uang yang cukup untuk biaya perjalanan ke Brebes..

Di sisi jalan keluar Ajengan Maksum melihat ada seorang faqir miskin sedang duduk meminta-minta. Maka seluruh uang yang ada malah disedekahkan oleh Ajengan Maksum kepada faqir miskin tersebut. Karena ia sudah bertekad melaksanakan tugas dari Pangersa ABAH berangkat ke Brebes dengan berjalan kaki saja..

Namun baru saja Ajengan Maksum keluar dari pintu gerbang Pontren SURYALAYA. Ada mobil Jeep yang berhenti serta mengajak Ajengan Maksum untuk ikut naik. Pengendara mobil tersebut ternyata pernah menjadi santri Ajengan Maksum sekian tahun yang lalu. Kemudian Ajengan Maksum diantarkan sampai ke kota Banjar serta diberi uang yg cukup banyak. Uang itu sangat berlebih jika digunakan sebagai biaya perjalanan pulang pergi ke Brebes..

Singkat cerita Ajengan Maksum sudah tiba di depan rumah salah seorang IKHWAN binaannya. Dari dalam rumah terlihat keluar keranda jenazah diiringi jerit tangis penghuninya. Terdengar suara yang menangis, "Celaka bapak kamu.. Celaka bapak kamu.."

Tiba-tiba kain penutup kerandanya terjatuh, lalu jenazah yg sdh terbungkus kain kafan terlihat bergerak dan bersuara, "Ehh eling eling eling.. LAAAAA ILAAHA ILLALLOOOH..!!!"

Lalu jenazah itu kembali diam tidak bergerak selayaknya orang yang sudah meninggal dunia. Ajengan Maksum menyaksikan kejadian yang menakjubkan ini denan mata kepalanya sendiri. Bahkan Ajengan Maksum selanjutnya terlibat dalam prosesi pemakamannya selaku tokoh pembina ikhwan Brebes..

Setelah itu Ajengan Maksum mendapat keterangan kenapa keluarga Almarhum menangis sedemikian rupa. Sebab ketika Almarhum sedang kritis lalu dituntun untuk BERDZIKIR kepada ALLOH SWT. Almarhum hanya diam saja tidak mengucapkan kalimat DZIKIR apa pun sampai nafas terakhirnya. Sehingga keluarganya menganggap Almarhum meninggal dunia dalam keadaan su'ul khotimah. Padahal Almarhum selaku IKHWAN TQN SURYALAYA ketika itu justru sedang tenggelam dalam DZIKIR KHOFI menjelang akhir hayatnya..

Ajengan Maksum menyadari ini semua adalah qudroh dan irodah ALLOH SWT dengan karomah Pangersa ABAH. Oleh karena itu Pangersa ABAH menugaskan Ajengan Maksum ke Brebes agar menjadi saksi kejadian tersebut. Sejak kejadian itu semakin banyak orang Brebes yang menjadi pengamal DZIKIR TQN SURYALAYA. ALHAMDULILLAH.. Walloohu a'lam..

Hatur Nuhun ABAH.. Terimakasih ABAH.. Semoga ISTIQOMAH dalam Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan Ajaran Amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Aamiin YRA 🤲

Bilbarokah Walkaromah Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Al-fatihah..

04/01/2026

Apa Yang kita Persiapkan di Akhir Zaman ini?


semua orang berat

Karomah Pangersa Abah Anom Q.S.MENGUSIR JIN PENUNGGU POHON TUA BESAR DI JABAL SHUF KEDAH MALAYSIA.Bagi penggemar kisah e...
03/01/2026

Karomah Pangersa Abah Anom Q.S.
MENGUSIR JIN PENUNGGU POHON TUA BESAR DI JABAL SHUF KEDAH MALAYSIA.

Bagi penggemar kisah epos Mahabharata tentu mengetahui kisah para Pandawa ketika melakukan Babat Alas Wanamarta. Ketika Pandawa membuka hutan untuk mendirikan Ibu Kota Kerajaan Indraprastha. Demikian juga perjuangan Pak Guru Dato’ Haji Zuki As-Syuja’ ra ketika melakukan babat alas untuk membangun Inabah 1 Jabal Shuf di Kedah, Malaysia.

Pak Guru menebang puluhan pohon yang ada di kawasan perbukitan Kedah. Agar menjadi suatu area luas untuk mendirikan bangunan-bangunan Inabah. Siang malam Pak Guru bekerja tidak mengenal lelah selama beberapa pekan. Semua upaya babat alas berjalan lancar tidak ada masalah. Kecuali pada sebuah pohon tua besar yang tumbuh di kawasan perbukitan Puncak Jabal Shuf.

Pohon tua besar itu kemudian juga ditebang oleh Pak Guru. Tapi esok paginya pohon itu telah berdiri kembali. Subhaanallaah! Pak Guru terkejut, tapi kembali pohon itu ditebang oleh beliau. Esok paginya pohon itu ternyata telah berdiri kembali. Maka untuk yang ketiga kalinya pohon itu kembali ditebang. Bahkan dicacak dipotong-potong kecil oleh Pak Guru. Tapi setali tiga uang, pohon itu masih berdiri lagi pada keesokan paginya.

Mengalami hal ini Pak Guru merasa harus meminta bantuan langsung kepada Pangersa Abah. Maka Pak Guru berangkat ke Ponpes Suryalaya melaporkan hal ini kepada Pangersa Abah. Kemudian Pangersa Abah memberikan sebotol air dan tiga buah paku kepada Pak Guru. Pangersa Abah berpesan; Pak Guru harus menyiramkan air dan memantek tiga buah paku tersebut pada pohon itu. Dengan catatan harus dilakukan oleh Pak Guru sendirian tanpa ditemani siapa pun pada waktu tengah malam.

Maka setelah kembali ke Jabal Shuf, Pak Guru segera melaksanakan petunjuk Pangersa Abah. Sebelum itu Pak Guru melaksanakan shalat sunnah hajat. Lalu sekitar jam 1 malam Pak Guru naik ke Puncak Jabal Shuf seorang diri.
Pak Guru langsung menyiramkan air dan memantek tiga buah paku pemberian Pangersa Abah pada pohon itu.

Tiba-tiba terdengar suara keras bergemuruh. Lalu keluarlah enam ekor Gajah besar berwarna kuning dari pohon itu. Enam ekor Gajah itu terus berlari menghilang meninggalkan Jabal Shuf. Seketika pohon itu langsung rubuh kembali dan hancur menjadi potongan-potongan kecil. Maasyaa Allaah.

Wallaahu a’lam.
Bil Barokah Wal Karomah Sayyidii Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Q.S. Alfaatihah







Sumber : LADUNI.ID

03/01/2026

Apa itu sholat Thoriqoh?
Sholat Thoriqoh adalah .... Silahkan di simak video nya.

berat

DIALOG IRSYAD PANGERSA ABAH ANOM QS DENGAN SESAMA MURID PANGERSA ABAH SEPUH RAC.r : Ust. H. Andhika Darmawan ST Di antar...
02/01/2026

DIALOG IRSYAD PANGERSA ABAH ANOM QS DENGAN SESAMA MURID PANGERSA ABAH SEPUH RA

C.r : Ust. H. Andhika Darmawan ST

Di antara murid Pangersa Abah Sepuh ra yg berkhidmat kpd Pangersa Abah Anom qs adalah Abah Suwandi dari Cikatomas, Tasikmalaya. Abah Suwandi ini ada kalanya bersikap nyeleneh serta s**a membuka hal-hal ghaib kpd para ikhwan yg dibinanya..

Dlm satu kesempatan ketika Abah Suwandi ngaras kpd Pangersa Abah Anom di Madrasah Pontren Suryalaya. Maka dgn tersenyum penuh makna Pangersa Abah berkata, "Suwandi, jangan begitu.."

Walau pun disampaikan dgn kalimat singkat namun Abah Suwandi paham apa yg dimaksud oleh Pangersa Abah. Maka dgn santun Abah Suwandi menjawab, "Abah, kalo bukan saya, siapa lagi..? Kalo bukan sekarang, kapan lagi..?"

Mendengar ucapan Abah Suwandi maka Pangersa Abah malah tertawa renyah. Lalu Pangersa Abah berkata, "Tapi kamu tanggung jawab yaa.."

Pernyataan Pangersa Abah itu bagi Abah Suwandi adalah isyarat dirinya dibolehkan meneruskan kebiasaannya. Asalkan jangan terjadi fitnah & polemik di tengah para ikhwan TQN Suryalaya. Namun ini tentu berlaku utk kalangan ikhwan khusus, bukan utk kalangan ikhwan secara umum. Alhamdulillaah.. Wallaahu a'lam..

Address

Jalan KH. R. Ma'mun Nawawi
Bekasi
17330

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LDTQN Suryalaya - Serang Baru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to LDTQN Suryalaya - Serang Baru:

Shortcuts

Share