31/01/2026
CERITA SEORANG BINTANG FILM DATANG KE PANGERSA ABAH ANOM
Setiap profesi pasti mempunyai tanggung jawab dan risiko masing-masing yang berbeda: godaan dan berbagai macam perangkap baik dan buruk akan selalu menghantui perjalanan seseorang. Dan tidak ada satu profesipun yang tidak mempunyai risiko dan tanggung jawab dalam kehidupan ini.
Ada seorang bintang film yang sudah malang melintasi dunia perfilm-an belajar mendekatkan diri kepada ALLOH dan bertaubat dengan sebaik-baiknya. Suatu hari dia datang ke Pangersa ABAH untuk konsultasi tentang profesinya, dia menyadari bahwa lingkungan kerjanya sebagai kameramen, sutradara, atau pemain sangat sarat godaan. Waktu itu sekitar tahun 1980-an bertanyalah dia ke Pangersa ABAH:
“ Bah, agar mantap dalam menjalankan IBADAH, apakah saya harus meninggalkan profesi saya sekarang yang sarat godaan? ”, tanyanya.
“ naha kunaon kitu (memang kenapa)?, kan kerja juga bisa menjadi ibadah. Kerjaan anda di bidang film/TV dan andapun butuh penghasilan ? ” jawab Pangersa lembut.
“ tapi….banyak benar godaannya, BAH ..“, ucapnya lagi.
Pangersa ABAH ANOM tersenyum dan berkata : “ ulah eleh ku lauk atuh (jangan kalah sama ikan d**g) “.
“ Ikan itu hidup di laut yang airnya asin, tetapi ikan tidak terasa asin. Kenapa ? karena ikan itu 'hidup'. Nah kalau hati kita dilatih untuk terus 'hidup' dan belajar terus menghidupkan hati dengan selalu zikir khofi, Insya Allah tidak mempengaruhi lingkungan apapun .” tutup Pangersa ABAH ANOM.
ALHAMDULILLAH berkat nasehat Pangersa ABAH tersebut, dia tidak pernah lagi mencampur-adukkan lagi (mencampur profesi dan kesenangan pribadi) dalam hidupnya. Tatkala seorang yang benar-benar DZIKIRNYA kepada ALLOH, maka zikirnya itu akan menjadi “nar” (api) yang membakar semua dosa-dosanya dan akan memberikan “nur” (cahaya) hidayah kepadanya dalam kehidupannya. Dengan melalui taubat seseorang kembali kepada ALLOH dan meninggalkan semua yang dicegah oleh-Nya, sehingga oleh ALLOH diamuni semua dosa-dosanya. Setelah itu diberikan hidayah dan tuntunan dalam hidupnya agar mampu hidup di jalan yang diridhai-Nya. Bahkan dalam TANBIH Pangersa ABAH SEPUH disebutkan :
Oleh karena itu, hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh, guna kebaikan dlohir-bathin, dunia maupun akhirat, supaya hati tenteram, jasad nyaman, jangan sekali-kali timbul persengketaan, tidak tujuan lain “Budi Utama-Jasmani Sempurna” (Cageur-Bageur) . bertalian dengan jasmani maupun rohani, yang selalu diselimuti semangat nafsu, digoda oleh daya syetan ”.
Hatur Nuhun ABAH. Terimakasih ABAH.. Semoga ISTIQOMAH dalam Mengamalkan, Mengamankan, dan Melestarikan Ajaran Amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Aamiin YRA 🤲
Bilbarokah Walkaromah Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Al-fatihah...