01/09/2026
Di saat masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) harus berhadapan dengan kepungan asap, sebuah pesta ulang tahun justru digelar meriah.
Perayaan ulang tahun istri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah, berlangsung di sebuah restoran di Banjarmasin, Jumat (28/8) lalu.
Persoalannya bukan sekadar soal pesta atau siapa yang membiayai acara tersebut. Waktu dan situasinya yang kemudian menjadi sorotan.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak asap, perayaan tersebut dinilai mencerminkan adanya jarak antara kehidupan elite dan realitas yang sedang dihadapi masyarakat.
Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Antropolog Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah, menilai sikap tersebut menunjukkan nirempati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
"Sekalipun dana yang digunakan dana pribadi, hal ini menunjukkan dalam struktur elit terdapat tembok penghalang realitas masyarakat yang menciptakan jurang empati, sehingga terjadi nirempati terhadap masyarakat yang mengalami bencana," ujar Nasrullah.
Menurutnya, perayaan ulang tahun sebenarnya masih bisa ditunda. Apalagi, kondisi Kalsel saat ini membutuhkan perhatian lebih dari para pemangku kebijakan.
Bagi Nasrullah, persoalannya bukan apakah pejabat boleh menggunakan uang pribadi untuk merayakan sesuatu. Namun, ada soal kepekaan terhadap situasi yang sedang dialami masyarakat.
Sebab, ketika warga masih harus berhadapan dengan asap, pesta mewah di lingkungan elite berpotensi menimbulkan kesan bahwa persoalan masyarakat berada jauh dari perhatian mereka.
Nasrullah mengingatkan, sikap nirempati yang terus dibiarkan bisa berdampak lebih jauh. Para pejabat dikhawatirkan kehilangan sensitivitas terhadap kondisi aktual masyarakat.
Pada akhirnya, jabatan publik bukan hanya soal kewenangan dan kebijakan. Ada p**a soal kepekaan membaca situasi.
Ketika masyarakat sedang kesulitan bernapas, mungkin yang dibutuhkan bukan pesta, melainkan sedikit kepekaan.