10/04/2026
Mako Polres Metro Bekasi Rusuh Karena Pengedar Narkoba Anak Tokoh Masyarakat Ditangkap, Ternyata Hanya Simulasi
URBANCIKARANG.com, CIkarang Utara - Polres Metro Bekasi menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (SISPAM MAKO) bertajuk “Sabuk Kamtibmas” pada Selasa, 6 April 2026. Kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni, dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh anggota. “Simulasi ini untuk melatih personel agar mampu menghadapi berbagai skenario, mulai dari menenangkan massa, mengamankan provokator, hingga memastikan seluruh tindakan berjalan profesional dan humanis,” tegasnya.
Simulasi ini mengangkat ilustrasi penangkapan seorang terduga pengedar obat keras jenis tramadol berinisial D, yang merupakan anak tokoh masyarakat di Desa Kasmaran. Penangkapan tersebut memicu potensi reaksi warga yang merasa keberatan karena D dikenal membantu perekonomian warga.
Skenario berkembang saat seorang pengemudi ojek online bernama Udin melaporkan rencana aksi unjuk rasa warga ke Mapolres melalui layanan 110. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti secara berjenjang, sehingga langkah pengamanan segera disiapkan, mulai dari deteksi dini, penempatan personel Dalmas dan negosiator, pengaturan arus lalu lintas, hingga kesiapan tim medis.
Pukul 10.00 WIB, simulasi aksi unjuk rasa dimulai. Awalnya berlangsung damai, namun situasi memanas ketika sebagian massa mulai bertindak anarkis dengan melempar botol dan mendorong petugas. Tim negosiator bersama Dalmas awal, ormas, LSM, dan Pokdarkamtibmas berupaya meredam situasi.
Ketika kondisi semakin tidak kondusif, Dalmas lanjut dan Tim Patroli Presisi diterjunkan untuk mengendalikan massa. Sat Intelkam dan Humas melakukan pemantauan serta dokumentasi, sementara Tim Tindak mengamankan provokator. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan, massa membubarkan diri, dan personel yang terluka segera mendapatkan penanganan dari tim kesehatan.
Usai simulasi, dilakukan patroli penyisiran di titik-titik konsentrasi massa guna memastikan situasi benar-benar aman. Kabag Ops kemudian melaporkan hasil pengamanan kepada Kapolres.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi di Mako Polres Metro Bekasi sebagai bentuk evaluasi dan penguatan koordinasi antar personel.
Kapolres menegaskan, simulasi ini menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Bekasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Dengan latihan ini, setiap personel diharapkan mampu merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” pungkasnya.