ULTRA KAYA SUI 101

ULTRA KAYA SUI 101 "Get ready to be inspired! As a professional Facebook creator, I'm here to motivate and uplift you every day." Bagaimana realitasnya?

BISNIS multi level marketing (MLM) begitu marak di tengah masyarakat.Karena menawarkan berbagai reward dan income yang lebih tinggi daripada bisnis konvensional, bisnis MLM hadir dengan wajah menggiurkan. Ide network marketing pada mulanya muncul di Amerika sekira tahun 1930-an. Pada saat itu terjadi resesi, sehingga pabrik-pabrik hanya mampu memproduksi barang, namun tidak mampu mendistribusikan

dan mempromosikannya. Ide “konsumen sekaligus distributor dan promotor” akhirnya muncul. Sejatinya, MLM adalah sebuah metode pemasaran yang menerapkan efisiensi, karena biaya distribusi dan promosi dipotong. Katanya, banyak nilai plus dalam bisnis ini. Modal tidak terlalu besar, jika dibandingkan dengan hasil yang akan didapat jika pandai membangun jaringan. Nantinya akan disebut dengan istilah “uang yang bekerja untuk kita”. MLM menjanjikan kebebasan waktu, keringanan tanggung jawab, dengan modal, keahlian, dan tingkat pendidikan yang relatif minim. Benarkah SEDAHSYAT itu?
“Secara konsep, MLM itu sebenarnya bagus, karena hukum ekonomi ‘dengan modal kecil, dapat memperoleh keuntungan seoptimal mungkin’ bisa terwujud,” ujar Bambang Jasnanto, pengusaha dan dosen UPI Bandung, dalam seminar kewirausahaan dan pengembangan diri dengan Neuro Linguistic Program (NLP) bertajuk “Menggugat MLM Secara Ilmiah dan Objektif Serta Studi Analisis Kelayakan Suatu Bisnis”, yang diselenggarakan oleh BEM Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi (Himajupe) UPI bekerja sama dengan Life Control, Minggu (8/1) di Auditorium PKM UPI, Bandung. Namun, menurut Bambang, cukup banyak realitas yang dijumpai di dunia bisnis MLM, yang layak untuk digugat. Sangat kecil masyarakat yang sukses, sedangkan sisanya kebanyakan “trauma”. “Tak heran, MLM punya singkatan lain yaitu ‘menipu lewat menjual’ atau ‘masuk langsung mati’,” kata Bambang, yang disambut tawa peserta seminar. Banyak perusahaan MLM yang menggembar-gemborkan kehebatan perusahaan, yang tidak lebih dari BRAINWASHING. “Yang memengaruhi bonus itu marketing plan, BUKAN besar kecil perusahaan,” tukas Bambang. Justru di marketing plan ini, para member baru kerap belum paham benar. Pada umumnya, perusahaan MLM berasal dari luar Indonesia. Oleh karena itu marketing plan-nya kurang cocok untuk karakteristik orang Indonesia. MLM umumnya dikonsep sebagai “pola investasi” untuk masyarakat ekonomi maju, di mana warga negara yang menganggur saja mendapat dana sosial. Sedangkan orang Indonesia yang mengikuti MLM, kebanyakan bertujuan sebagai “solusi finansial” yang ingin cepat dapat hasil. “Terkadang sampai utang sana-sini untuk modal awal,” ujar Bambang. Marketing plan yang rumit serta iming-iming berupa peringkat dan reward yang menggiurkan seperti, mobil mewah, rumah mewah,villa mewah, jalan-jalan ke luar negeri bahkan kapal pesiar dan pesawat terbang, kerap membungkus jumlah bonus yang sesungguhnya didapat oleh member. Banyak biaya harus keluar untuk operasional atau atas nama persyaratan, yang sebenarnya TIDAK REALISTIS. Misalnya, harus tutup poin/belanja ulang tiap bulan sebagai syarat untuk dapat bonus. Jika tidak, maka bonus TIDAK KELUAR. “Member kerja dan keluar uang, sedangkan perusahaan dapat untung. Fair tidak tuh?” ungkap Bambang, yang direspons gelengan kepala para peserta. Reward pada hakikatnya adalah hasil keringat member sendiri yang pemberiannya ditunda. Bukan “hadiah cuma-cuma” dari perusahaan. Hal ini yang patut diwaspadai, karena seringnya merugikan member, sedangkan perusahaan untung besar. Ketika ujung-ujungnya, member tidak berhasil mendapat reward karena berbagai alasan, misalnya kelelahan atau jaringan rontok, maka ketidakberhasilan tersebut biasanya dialamatkan pada “tidak fokus” atau “kurang kerja keras". “Padahal, itu karena perusahaan yang tidak fair. Masyarakat selama ini memperebutkan kembang gula padahal isinya racun,” tandas Bambang. Sekarang pertanyaannya, adakah MLM yang antara harapan dan realitas cukup mendekati? Bambang Jasnanto merekomendasikan 4 pertanyaan, semisal :
“berapa dibayar?”,
“kapan dibayar?”,
“bagaimana dibayar?”,
“seberapa transparan perusahaan?”,
yang harus dianalisis oleh peminat MLM untuk mengetahui probabilitas keberhasilan.
“Jika ingin ikut MLM, ikutlah secara CERDAS dengan menganalisis dahulu. Semakin besar bonus, cepat dibayar atau dibayar harian, tidak rumit, tidak ada syarat tutup point untuk dapat bonus, dan tidak ada syarat apa pun kecuali kerja, MLM tersebut masih layak dikerjakan,” tegasnya. Selain membahas tentang MLM, dalam seminar tersebut juga dibahas mengenai cara meraih kesuksesan lewat metode yang populer di dunia yaitu Neuro Linguistic Program (NLP). Menurut Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power, NLP adalah studi mengenai bahasa, baik verbal maupun non-verbal yang memengaruhi sistem saraf, yang memungkinkan orang “memprogram kembali” diri mereka agar dapat mengganti pola perilaku yang jelek, dengan pola yang lebih berguna.
“Kebanyakan orang besar yang ada di dunia ini, punya keinginan dan keyakinan diri yang besar. Kalau terhadap diri sendiri, kita sudah menganggap tidak mampu melakukan sesuatu, sampai kapan pun tidak akan mampu,” papar darsono, pengusaha dan trainer NLP, dalam seminar tersebut. Selain itu, Yudho Purwoko juga menjelaskan tentang keterkaitan antara emosi dan gerakan tubuh, yang dikenal dalam istilah emotion create motion atau motion create emotion. “Emosi yang negatif akan menciptakan racun secara otomatis. Sedangkan keriangan akan menumbuhkan antibodi yang membuat badan menjadi sehat,” kata Bambang. Demikianlah informasi EDUKATIF ini Saya sampaikan dengan tujuan meminimalisasi terjadinya PEMBODOHAN/BRAINWASHING besar-besaran di dalam masyarakat yang hendak mencari peluang usaha ataupun menambah penghasilan bagi keluarganya...
Sekian dan terima kasih...

NB : bagi Anda yang ingin berkonsultasi masalah kesehatan Anda,baik kesehatan fisik maupun kesehatan finansial bisa menghubungi Saya di nomor : 087888351010, 085885856848, 02195230332,
Mari wujudkan hidup yang SEHAT & SEJAHTERA dengan cara-cara yang CERDAS bersama "Melia Nature Indonesia", SEHAT karena manfaat Melia Propolis dan Melia Biyang/HGH Spray, serta SEJAHTERA melalui peluang penghasilan harian yang dibayar CASH antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap hari,ADIL,TANPA SYARAT-SYARAT yang RUMIT,dan dibayar CEPAT sistem SATU HARI KERJA!!! Salam Dahsyat,Success for us together!!! http://www.meliasehatsejahtera.com/ www.komunitasparajutawan.blogspot.com http://youtu.be/7quKEtJ0Jjo

Learning from grass teaches us many valuable life lessons, especially about resilience, adaptability, and consistency.He...
31/10/2025

Learning from grass teaches us many valuable life lessons, especially about resilience, adaptability, and consistency.

Here are several lessons we can learn from grass:

1. Resilience:
Grass is often stepped on, cut, or hit by storms, yet it rarely dies. Its fibrous roots cling tightly to the soil, allowing it to survive and regrow quickly. This teaches us not to give up easily when facing difficulties and to rise again after failure.

2. Adaptability (Flexibility):
Grass sways with the wind instead of resisting it, showing us the value of flexibility and acceptance of change. Sometimes, fighting situations we cannot control only wastes our energy. It is wiser to adapt and find peace amid uncertainty.

3. Consistency and Steady Growth:
Grass symbolizes continuous and balanced growth. Although it doesn’t grow as tall or as fast as a large tree, it spreads patiently and persistently. This highlights the importance of consistency in achieving long-term goals.

4. Usefulness (Ecological Role):
Grass plays a vital role in the ecosystem—preventing soil erosion, providing habitat for
microorganisms, and serving as food for livestock. This reminds us that no matter how small our role may seem, we can still bring value and positive impact to our surroundings and others.

5. Simplicity:
Grass is common and often overlooked, yet it holds remarkable strength. It teaches us to appreciate the simple things in life and to find power in humility.




"From roses, we can learn about courage, self-worth, and resilience. Roses teach us that beauty (the flower) and hardshi...
30/10/2025

"From roses, we can learn about courage, self-worth, and resilience.

Roses teach us that beauty (the flower) and hardship (the thorns) often go hand in hand, so we must accept both as part of life. Moreover, a rose that blooms beautifully despite its challenging environment reminds us to always strive to be valuable and strong in facing various situations."

Atau bisa juga:

"Roses remind us that beauty and pain can coexist. Let's learn to embrace both and grow stronger."

"Learning from bamboo teaches us about flexibility and resilience, just like how it bends in strong winds and then sprin...
30/10/2025

"Learning from bamboo teaches us
about flexibility and resilience,

just like how it bends in strong winds and then springs back upright. Additionally, bamboo teaches us the importance of patience and a strong foundation, as it focuses on growing its roots for years before rapidly growing tall. The philosophy of bamboo also emphasizes being humble, independent, not showing off, and always being brave in facing challenges."



"The more mature the rice, the more it bends, teaching us the value of humility."
29/10/2025

"The more mature the rice,
the more it bends, teaching us
the value of humility."




"Butterflies represent metamorphosis and personal growth."
29/10/2025

"Butterflies represent
metamorphosis and personal growth."




"Rocks can be a symbol of strength and resilience in facing challenges."
29/10/2025

"Rocks can be a symbol of
strength and resilience in facing challenges."




"From water, we learn to be calm."
29/10/2025

"From water, we learn to be calm."




29/10/2025




29/10/2025





Address

Bekasi

Telephone

+6287777703101

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ULTRA KAYA SUI 101 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ULTRA KAYA SUI 101:

Share