16/02/2026
Puasa Pertama Aira 🌙
Di sebuah rumah kecil yang hangat, tinggal seorang anak perempuan bernama Aira. Tahun ini Aira berusia lima tahun, dan ia sangat bersemangat karena ingin mencoba puasa untuk pertama kalinya.
“Boleh ya, Bu, Aira mau puasa seperti Ayah dan Ibu,” kata Aira sambil memeluk boneka kelincinya.
Ibu tersenyum lembut. “Boleh, tapi puasa pertama cukup sampai dzuhur dulu, ya.”
Aira mengangguk mantap, walau sebenarnya ia belum tahu dzuhur itu lama atau sebentar.
Pagi hari, Aira bangun sahur. Matanya masih setengah tertutup, rambutnya berantakan seperti sarang burung.
“Aira kuat!” katanya sambil mengunyah nasi dengan mata hampir terpejam.
Setelah sahur, Aira kembali tidur. Saat bangun, matahari sudah tinggi.
Awalnya semua terasa biasa saja. Aira menggambar, bermain balok, lalu menonton kartun. Tapi menjelang siang…
“Bu… perut Aira bunyi ‘kriuk kriuk’…” keluhnya sambil memeluk perut.
Ibu tertawa kecil. “Itu tanda Aira sedang belajar kuat.”
Aira mencoba mengalihkan perhatian. Ia menyiram tanaman, membantu Ibu melipat baju (meski lipatannya malah jadi seperti bola), lalu bermain dengan kucing peliharaan.
Ketika jam hampir dzuhur, Aira mulai lemas. Ia rebahan di sofa.
“Aira capek…”
Ibu duduk di sampingnya. “Puasa itu bukan cuma menahan lapar, tapi juga belajar sabar.”
Aira mengangguk pelan.
Tak lama kemudian, suara adzan terdengar.
“Allaaahu akbar…”
Mata Aira langsung berbinar.
“Bu! Sudah boleh makan?”
“Sudah, pejuang kecil Ibu.”
Aira minum air putih dengan pelan. Rasanya… segar sekali! Lebih enak dari biasanya.
“Bu, kenapa air putih hari ini enak banget?”
“Karena Aira menunggu dengan sabar.”
Sore harinya, Ayah pulang membawa kurma.
“Ini hadiah untuk Aira yang berhasil puasa pertama.”
Aira tersenyum bangga. Dadanya terasa hangat.
“Malam ini Aira mau puasa lagi besok… tapi sampai dzuhur juga ya,” bisiknya.
Ayah dan Ibu tertawa sambil memeluknya.
Sejak hari itu, Aira tahu bahwa puasa bukan tentang kuat-kuatan, tapi tentang belajar pelan-pelan dengan hati yang sabar.
Dan di rumah kecil itu, lahirlah satu pejuang puasa kecil yang sangat membanggakan.