15/09/2026
Cara Menstimulasi Anak Usia Golden Age
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh orang tua ketika anak memasuki masa kritis ini. Orang tua harus memastikan semua aspek mulai dari segi mental dan fisik terpenuhi. Oleh karena itu, mari kita pelajari cara stimulasi pada masa golden age berikut ini.
1. Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar
Motorik kasar anak berhubungan dengan kemampuan untuk mengendalikan otot-otot besar pada tubuh. Contoh motorik kasar yaitu kemampuan anak mengoordinasikan dan menyeimbangkan anggota badannya. Cara mengasah motorik kasar yaitu dengan mengajak anak untuk lari, berenang, memanjat, dan melakukan olahraga lainnya.
2. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus
Perkembangan Selanjutnya adalah perkembangan motorik halus. Jika motorik kasar berhubungan dengan otot-otot besar maka pada motorik halus berkaitan dengan otot-otot kecil. Misalnya otot pada jari-jari tangan saat mengendalikan benda.
Saat masa kritis ini, Ibu perlu memastikan motorik halus pada anak berkembang dengan baik dan normal. Motorik halus meliputi kemampuan anak melakukan aktivitas-aktifitas seperti mengancingkan baju, mencoret kertas, menalikan tali sepatu, mewarnai, menggunakan pensil, melipat kertas dan yang lainnya.
3. Mengembangkan Kemampuan Kognitif
Kemampuan Kognitif yaitu kemampuan anak memperoleh pengetahuan dari berbagai informasi dan pengalaman. Termasuk juga kemampuan memecahkan masalah, kemampuan mengingat, dan kemampuan mengambil keputusan sendiri.
Cara mengasah kemampuan kognitif pada anak yaitu dengan membantu anak supaya aktif menjelajahi lingkungan di sekitarnya. Orang tua dapat sering mengajak anak untuk pergi ke tempat baru, dan mengajak anak berdiskusi tentang apa yang ia lihat, dan apa yang dialami atau dirasakan. Bila anak banyak bertanya, orang tua perlu selalu merespon dengan baik dan sabar.
4. Memperhatikan Psikis Anak
Banyak anak mengalami gangguan tumbuh kembang selama masa golden age. Perkembangan pada anak bukan hanya perkembangan fisik saja tetapi juga perkembangan psikis anak. Orang tua perlu juga memperhatikan perkembangan psikis anak. Jika orang tua melihat anak selalu murung dan jarang ingin bicara maka perlu diperhatikan dan dilakukan konsultasi dengan psikolog atau dokter.
5. Memaksimalkan Potensi Anak
Ketika anak balita, orang tua perlu mulai mengenali dan memperhatikan segala potensi yang anak miliki. Contohnya, jika anak s**a bermain musik, memaksimalkan potensinya dengan bermain musik di depan umum. Bila orang tua mampu, dukung anak untuk mengikuti kursus alat musik.
6. Mengajak Anak Bermain dan Belajar
Masa kanak-kanak adalah masa-masa untuk bermain dan mereka merasa senang sekali saat bermain. Ketika anak memiliki mood yang baik saat bermain, mereka lebih mudah menyerap pengetahuan. Jika orang tua memberikan stimulasi belajar dan bermain bersamaan, anak akan lebih cepat menanggapi dan memahami.
Ketika anak sedang bermain, secara tidak sadar anak sekaligus belajar bersosialisasi, memecahkan masalah, belajar bersosialisasi dengan temannya supaya nantinya saat sudah besar ia tidak malu atau gugup berada di tempat baru.
7. Dampingi Anak Berpikir
Anak dibawah 5 tahun belum dapat bertindak dan berpikir dengan cepat. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus menamani anak supaya paham menyelesaikan masalah yang datang setiap hari. Ibu dapat melatih kemampuan anak berpikir dengan bermain jual beli, rumah-rumahan, bermain susun balok, atau membelikan permainan yang melatih kemampuan anak untuk memecahkan masalah.
8. Mengembangkan Kepribadian Anak
Golden age juga merupakan pembentukan kepribadian anak. Orang tua adalah pendidik utama dalam menanamkan kebiasaan baik, menanamkan tingkah laku, sikap pada anak karena anak adalah peniru yang paling cepat. Maka dari itu, orang tua perlu berbicara dan bersikap baik dan sopan depan anak karena anak akan menirunya di masa depan.
Jika anak mengalami kekerasan verbal seperti dimarahi, ditertawakan, dilecehkan akan menimbulkan luka psikologi serta kerusakan pada otak besar. Hal ini menyebabkan otak anak memiliki gangguan dan tidak berkembang seperti semestinya.
9. Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Golden age pada anak usia dini bisa menyerap ilmu dengan cepat dan penting untuk membentuk karakter pada anak. Pendidikan Anak Usia Dini dapat menjadi pilihan untuk orang tua untuk mengasah berbagai kemampuanya. Anak akan belajar banyak hal seperti mengasah kemampuan emosi, fisik, motorik, dan kognitif.
Masa golden age hanya terjadi sekali dalam hidup anak. Jadi, orang tua sebaiknya memandu anak mengasah berbagai kemampuan yang dimilikinya dan membentuk karakter baik pada anak sejak dini.
Sumber: prenagen.com