28/05/2026
Sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul. Pemkab Lutra pun menetapkan status tanggap darurat hingga 31 Mei untuk mempercepat penanganan warga terdampak.
Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim mengatakan ada enam kecamatan terdampak banjir karena tanggul jebol yang disertai hujan lebat sejak Kamis (11/5). Pemkab Lutra kemudian menetapkan status tanggap darurat banjir mulai Kamis (18/5) hingga Minggu (31/5).
"Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan," kata Abdullah Rahim kepada detikSulsel, Kamis (28/5/2026).
Tiga kecamatan yang terendam banjir parah yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Di Kecamatan Malangke sebanyak 1.999 KK terdampak, di Malangke Barat ada 805 KK, dan di Baebunta Selatan ada 438 KK.
Sementara Kepala BPBD Lutra, Agunawan menyebut lokasi terparah berada di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan. Menurutnya, rumah warga yang terdampak di tiga dusun di desa tersebut sudah tidak bisa ditempati.
Selengkapnya: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8507973/3-242-warga-lutra-terdampak-banjir-pemkab-tetapkan-status-tanggap-darurat.