12/06/2026
โ๏ธ๐ป PENYIMPANGAN RII!
Oleh : Ustadz Abu Fadhel Majalengka hafidzahullah
Saya ditanya oleh seseorang, apa penyimpangannya RII?
Sebelum saya menjelaskan dan menyampaikan perkara ini, terlebih dahulu saya jelaskan sedikit tentang RII.
RII ini kepanjangan dari Radio Islam Indonesia.
Radio milik komunitas yang mengaku salafi sejati, pecahan dari laskar jihad. Yang dikomandani oleh Luqmani Ba'abduh.
Mereka merasa diri di atas kebenaran, sedangkan yang lain, yang menisbatkan diri juga ke manhaj salaf berada dalam jalur yang menyimpang.
Sekarang saya akan jawab, apa saja penyimpangan RII, supaya kaum muslimin, terkhusus ikhwah salaf yang baru-baru agar waspada dan menjauh dari kelompok ini
Pertama, Orang Yang Berilmu Diantara Mereka, Eksodus Meninggalkannya.
Sudah tidak terhitung jumlah ustadz yang meninggalkan mereka. Baik yang bergabung dengan ustadz-ustadz pengisi radio dan tv rodja, maupun yang membuat group sendiri-sendiri.
Yang jamaah RII menggelari mereka yang membuat link sendiri dengan HAJURI (pengikut Syekh Yahya Al Hajuri), MLM (Mutalawwin (warna warni), La'aab (main-main) dan Makir (ahli makar)) dan SHA'AFIQAH.
Inilah hujjah, bahwa kelompok mereka ada penyimpangan, karena tidak mungkin orang-orang yang berilmu meninggalkan mereka kalau mereka diatas kebenaran.
Dan tidak mungkin orang yang berilmu berkumpul di atas kesesatan, namun ternyata mereka meninggalkan jaringan RII, ini dalil bahwa jamaah RII tidak di atas kebenaran.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
ุฅูููู ุงูููููู ููุง ููุฌูู
ูุนู ุฃูู
ููุชูู ุนูููู ุถูููุงููุฉู ุ ููููุฏู ุงูููููู ู
ูุนู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู.. ูุญุณูู ุงูุฃูุจุงูู.
โSungguh Allah tidak akan mengumpulkan (ulama) umatku di atas kesesatan. Tangan Allah bersama al-jamaaโahโ [at-Tirmidzi: 2167, dihasankan al-Albani]
Kedua, Mereka Hobi Berpecah Belah.
Setelah Laskar Jihad bubar, sampai sekarang terus berpecah belah diantara mereka. Sekurangnya ada 4 sempalan (RII, Hajuri, MLM dan SHA'AFIQAH).
Diantara mereka saling mentahdzir dan saling menyesatkan. Dan saling melarang jamaahnya untuk hadir dalam kajian atau daurah yang bukan groupnya.
Perpecahan ini adalah bukti, bahwa mereka kelompok yang memiliki ciri-ciri ahlul bid'ah. Karena hanya ahlul bid'ah yang s**a berpecah belah.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :
ูุงูุจุฏุนุฉ ู
ูุฑููุฉ ุจุง ููุฑูุฉ ูู
ุง ุฃู ุงูุณูุฉ ู
ูุฑููุฉ ุจุง ูุฌู
ุงุนุฉ ูููุงู : ุฃูู ุงูุณูุฉ ูุงูุฌู
ุงุนุฉ ูู
ุง ููุงู ุฃูู ุงูุจุฏุนุฉ ูุงููุฑูุฉ .
"BID'AH itu bergandengan dengan perpecahan sebagaimana AS-SUNNAH itu bergandengan dengan jamaah, sehingga mereka dikatakan AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH, sedangkan AHLUL BID'AH digelari p**a sebagai ahlul furqah (perpecahan).โ (Al-Istiqamah, 1/42).
Ketiga, Wala dan Bara' Bukan Dibangun diatas Islam
Kalau sesama jamaah RII, mereka berkasih sayang, tolong menolong , saling membantu, saling mengucapkan salam dan tegur sapa, kalau ada walimah, menghadirinya, kalau ada yang sakit, dijenguk, kalau ada yang meninggal, bertakziyah dan mendoakan si mayat.
Tetapi kalau dengan jamaah salafi yang lain, yang bukan kelompoknya, mereka terapkan bara'. Jangan harap ada salam dan tegur sapa. Jangan mimpi ditolong dan dibantu. Jangan berkhayal walimah hadir, jangan berangan-angan dijenguk kalau sakit atau datang tazkiyah kalau meninggal, apalagi ucapan doa, ucapan inna lillahi wa inna ilaihi rojiun saja tidak.
Inilah kelompok yang memegang prinsip-prinsip hizbi. Karena hizbi membangun wala dan bara' nya diatas kelompok, organisasi atau yayasan.
Berkata As-Syaikh Rabi bin Hadi Hafidzahullah :
ุชุจูู ููุฑุง ู
ูุญุฑูุง ูุฌู
ุน ุนููู ุฃูุงุณุง ูุฐุง ุญุฒุจ ุณูุงุก ูุธู
ู ุฃู ูู
ููุธู
ูุ ู
ุง ุฏุงู
[ูุฌุชู
ุนูู] ููุงุญุฏ ูุฎุงูู ุงููุชุงุจ ูุงูุณูุฉ ูุฐุง ุญุฒุจุ
Membangun sebuah pemikiran menyimpang dan mengumpulkan sekelompok orang di atasnya maka inilah hizbiyyah, sama saja apakah dia mengorganisir ataupun tidak mengorganisir, selama mereka berkumpul kepada satu orang yang menyimpang dari Al-Kitฤb dan As-Sunnah maka ini hizbiyyah. (Kaset: Rรฅf'u As-Sitฤr, Syaikh Rรฅbฤซ' bin Hฤdฤซ Al-Madkhรฅlฤซ).
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=662
Berkata Syekh Muqbil bin Hadi al-wadi'i rahimahullah :
"Hal ini dikenal dengan loyalitas sempit. Siapapun yang bersama mereka akan dihormati, dan mengajak orang-orang untuk mengikuti dan untuk mengelilingi orang yang bersama mereka tersebut, sedangkan siapa saja yang tidak bersama mereka maka dianggap sebagai musuh." (Kitab Tuhfatul Mujeeb).
Untuk itu, jika ada kelompok yang memiliki ketiga ciri ini atau salah satunya, maka janganlah mendekat, bukan saja jamaah RII atau sempalannya, tetapi kelompok apa saja.
โ