aktual_bersuara

aktual_bersuara Media Online
aktualbersuara.id

12/09/2026

DURI – Berkomitmen penuh dalam mewujudkan operasional hulu migas yang aman, andal, produktif, dan berkelanjutan, PT Pert...
12/06/2026

DURI – Berkomitmen penuh dalam mewujudkan operasional hulu migas yang aman, andal, produktif, dan berkelanjutan, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui tim Production Sumatra Light (SL) North secara sukses menyelenggarakan Contractor Synergy Forum pada Selasa, 9 Juni 2026. Forum strategis ini dihadiri langsung oleh pimpinan operasi area utara beserta seluruh pimpinan mitra kerja operasional sebagai wadah koordinasi, evaluasi, serta penyelarasan visi untuk memperkuat implementasi kebijakan keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan hidup yang sesuai dengan regulasi baku Health, Safety, and Environment (HSE) Zona Rokan.

Sebagai wujud nyata dari sinergi tersebut, seluruh pihak resmi menyepakati dan menandatangani piagam komitmen bertajuk Komitmen Penguatan Kepemimpinan dan Sinergi atau KOMPAS-PSLN. Dokumen ini menegaskan kesepakatan bersama untuk menempatkan keselamatan kerja serta pelestarian fungsi lingkungan di atas target operasional lainnya dengan memegang teguh prinsip tanpa kecelakaan kerja di seluruh wilayah kerja. 

Melalui komitmen kolektif ini, budaya keselamatan serta tanggung jawab lingkungan tidak hanya berhenti di level manajemen atau tataran administratif formal, melainkan diinternalisasi secara menyeluruh dan dipraktikkan secara konsisten hingga level pekerja garda terdepan di lapangan.

Senior Manager Production SL North, Tomi Ihwanto, menegaskan bahwa landasan utama dari terciptanya lingkungan kerja yang aman dan lestari senantiasa berakar pada arahan, keteladanan nyata, serta konsistensi yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan. Menurut Tomi, pimpinan perusahaan dan mitra kerja wajib hadir secara langsung di tengah-tengah lapangan untuk menunjukkan kepemimpinan yang terlihat jelas guna berdialog, menyerap aspirasi, serta membangun empati mendalam terhadap kondisi nyata para pekerja. 

KAMPAR – Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan ber...
02/06/2026

KAMPAR – Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan yang sarat nilai sejarah ini berhasil berbenah.

Sentuhan fasilitas baru dan penguatan kapasitas pengelola tidak hanya mendongkrak kenyamanan wisatawan, tetapi juga melipatgandakan roda perekonomian lokal. Hutan Adat Imbo Putui tampil lebih memukau berkat kolaborasi erat antara masyarakat, Pemerintah Desa, dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan.

Hutan Adat Imbo Putui merupakan hutan adat pertama di Provinsi Riau yang memperoleh pengakuan resmi dari negara melaui SK Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2019 lalu. Hutan adat yang ditetapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2020 ini menyimpan potensi alam yang luar biasa: Hutan yang asri, aliran sungai yang alami, serta area camping menjadi daya tarik utama.

Namun sebelumnya, minimnya fasilitas pendukung seperti sarana MCK dan keterbatasan kapasitas kelola membuat kunjungan wisatawan kurang optimal dan hanya ramai pada akhir pekan. Melihat tantangan tersebut, PHR hadir sebagai “Sahabat Pendukung” melalui rangkaian intervensi program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di daerah tersebut.

Upaya yang dilakukan meliputi pelatihan pengelolaan desa wisata, penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), promosi berbasis media sosial, hingga pembangunan infrastruktur fisik secara masif.

Dukungan fasilitas dari PHR kini mengubah wajah Imbo Putui. Fasilitas MCK yang semula hanya tersedia dua unit kini bertambah menjadi enam unit. Selain itu, PHR juga mendukung perluasan area camp, revitalisasi musala, penambahan signage, serta penyediaan tempat sampah untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas pengalaman wisata bagi para pengunjung.

15/04/2026

Maling kotak infaq masjid baitul amal Aster tiga jalan aman Duri.

PEKANBARU – “Dulu kami sering bingung dan sedih jika ada ibu-ibu mengeluh berat badan anaknya tidak naik-naik. Kami ingi...
15/04/2026

PEKANBARU – “Dulu kami sering bingung dan sedih jika ada ibu-ibu mengeluh berat badan anaknya tidak naik-naik. Kami ingin membantu, tapi minim ilmu.”

Curhatan itu meluncur dari Nurmayani Lubis, seorang Kader Posyandu Sekar Melati 1 Desa Rimba Beringin, Tapung Hulu, Kampar. Berada di garis depan pelayanan kesehatan desa seringkali membuat Nurmayani berhadapan langsung dengan kecemasan para ibu. Namun, kebingungan itu perlahan sirna.

Melalui Program PHR Peduli Stunting (PENTING) yang digagas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Nurmayani bersama lebih dari 200 kader posyandu lainnya dibekali pelatihan intensif. Mereka kini memiliki amunisi baru untuk memantau tumbuh kembang balita dan ibu hamil secara mandiri.

“Setelah ikut pelatihan, kami sekarang jauh lebih paham dan percaya diri memberikan edukasi nutrisi yang tepat ke masyarakat,” lanjut Nurmayani dengan semangat.

Selain penguatan amunisi para kader, intervensi langsung turut dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT/PKMK) kepada lebih dari 300 anak dengan risiko stunting serta lebih dari 90 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kolaborasi yang erat dengan posyandu ini sejauh ini mencatatkan hasil positif bagi para penerima manfaat. Dimana 90 persen balita yang diintervensi mengalami kenaikan berat badan. Berdasarkan indikator berat badan dan tinggi badan, 70 persen balita sasaran kini berada pada kategori status gizi baik. Sementara itu, sebanyak 82,2 persen Ibu hamil dengan kondisi KEK kini telah mencapai indikator lingkar lengan atas (LILA) normal.

“Dulu saya selalu waswas tiap kali jadwal nimbang karena angka di timbangan anak saya susah naik. Semenjak rutin didampingi ibu-ibu kader dan dapat tambahan gizi, alhamdulillah anak saya makannya lahap dan timbangannya normal terus,” ucap Nova, salah satu orang tua penerima manfaat dengan wajah lega.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa penanganan stunting merupakan pilar utama dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang kesehatan.

“Perjuangan kader seperti Ibu Nurmayani dan kesabaran ibu-ibu seperti Ibu Nova adalah kunci utama. Penanganan stunting adalah murni

Address

Jalan Jawa Gang Susila No J04 Duri-
Bengkalis
28884

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when aktual_bersuara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to aktual_bersuara:

Shortcuts

Share