24/04/2026
Berikut adalah panduan lengkap cara menanam jagung agar buahnya lebat, disertai penjelasan dan gambaran sederhana untuk memudahkan pemahaman:
1. Persiapan Lahan
- Pemilihan lokasi: Pilih lahan yang terbuka, mendapat sinar matahari penuh minimal 6-7 jam sehari, dan memiliki drainase yang baik agar tidak tergenang air. Tanah yang cocok adalah tanah gembur, subur, mengandung banyak bahan organik dengan tingkat keasaman (pH) 5,5-7,0.
- Pengolahan lahan: Bajak atau garap lahan hingga kedalaman 20-30 cm untuk memecah gumpalan tanah. Bersihkan dari batu, akar gulma, dan sisa tanaman sebelumnya.
- Pemberian pupuk dasar: Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dengan dosis 10-15 ton per hektar, atau pupuk kimia NPK dengan dosis 200-300 kg per hektar. Campurkan rata dengan tanah agar nutrisi merata.
- Pembuatan bedengan: Buat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 20-30 cm, dan jarak antar bedengan sekitar 60-70 cm. Hal ini memudahkan perawatan dan pengairan.
2. Pemilihan Bibit Unggul
- Pilih bibit jagung yang bersertifikat, memiliki kualitas baik, tahan penyakit, dan sesuai dengan kondisi iklim di daerah Anda. Varietas hibrida biasanya lebih baik dalam menghasilkan buah yang lebat dan besar.
- Periksa bibit, pastikan tidak ada yang rusak, berkerut, atau terinfeksi hama dan penyakit.
3. Penanaman
- Waktu tanam: Lakukan penanaman pada awal musim hujan agar kebutuhan air tanaman terpenuhi. Jika di daerah Anda irigasi tersedia, bisa ditanam sepanjang tahun.
- Jarak tanam: Buat lubang tanam dengan kedalaman 2-3 cm. Beri jarak antar lubang 60-75 cm dan jarak antar tanaman dalam satu baris 20-30 cm. Dalam satu lubang, tanam 2-3 butir benih agar jika ada yang tidak tumbuh, masih ada tanaman yang berkembang.
- Penutupan tanah: Tutup benih dengan tanah tipis lalu padatkan sedikit agar benih menempel dengan tanah dan mudah berkecambah.
4. Perawatan Tanaman
- Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan tongkol. Jangan biarkan tanah terlalu kering atau tergenang air. Jika musim hujan, pengairan bisa dikurangi atau dihentikan.
- Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman setiap 2-3 minggu sekali. Gulma akan bersaing dengan tanaman jagung dalam mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari.
- Pemupukan susulan:
- Pemupukan pertama: Dilakukan pada usia tanaman 15 hari setelah tanam, berikan pupuk NPK dengan dosis 100-150 kg per hektar.
- Pemupukan kedua: Dilakukan pada usia 30-35 hari setelah tanam, berikan pupuk kalium dan fosfor untuk mendukung pembentukan tongkol, dosisnya 80-120 kg per hektar.
- Pengendalian hama dan penyakit: Awasi tanaman secara rutin. Hama seperti ulat penggerek batang, kutu daun, dan penyakit seperti busuk akar, layu bakteri dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil panen. Gunakan pestisida nabati atau kimia yang aman sesuai petunjuk penggunaan jika ditemukan serangan.
5. Pemanenan
Jagung dapat dipanen setelah berumur 75-90 hari setelah tanam, tergantung varietasnya. Ciri-ciri jagung siap panen adalah daun kelobot menguning, biji terasa padat dan berwarna cerah, serta rambut tongkol berubah warna menjadi coklat.