29/12/2020
*Detik Detik Babo Olitau Menjadi Puing*
Tak banyak yang tau soal babo olitau. Kecuali orang orang yang telah lama mendiami perkampungan di lembah Masama, Kecamatan Masama Kabupaten Banggai, provinsi Sulawesi Tengah. Karena memang, Babo Olitau adalah rentetan cerita rakyat di wilayah itu, yang belum banyak dipublikasikan. Yang biasa kita dengarkan adalah Tompotika, atau Subani.
Babo Olitau adalah sebutan warga setempat untuk sebuah kawasan pegunungan di Masama, tepat di arah utara pemikiman, atau arah selatan gunung Tompotika. Babo Olitau adalah sebuah gunung yang diketahui sebagai penyangga lembah Masama. Disanalah hutan lebat yang menyimpan kandungan air untuk kehidupan masyarakat dilembah. Dari sanalah daerah aliran sungai waru mengalir dan memenuhi kebutuhan air warganya. Dari sana p**a daerah aliran sungai sosokaon, korui, mogilolang hingga seleabon terjaga kelestariannya.
Alam benar benar telah memberikan banyak cerita bagi warga. Termasuk keberadaan Babo Olitau. Para petani dan pekebun, tidak ada yang memasuki wilayah itu. Mereka hanya membabat hutan disekitarnya, lalu kemudian ditanami tanaman perkebunan sebagai pengganti hutan.
Dulu, menurut cerita, sebuah perusahaan kayu milik pengusaha ternama di daerah ini memasuki kawasan hutan di pegunungan Masama, namun tidak termasuk Babo Olitau. Mereka mengambil kayu-kayu berukuran besar. Dan untuk mengangkut kayu kayu tersebut, pihak perusahaan membangun banyak jalan jalan koridor di dalam hutan. Akibatnya, banjir besar kerap melanda pemukiman warga, sampai sekarang. Itu hanya akibat penebangan pohon pohon berukuran besar, dan pembangunan jalan jalan koridor ditengah hutan. Kondisi itu sudah bisa berdampak banjir. Bagaimana jika tanah tanah gunung yang dikeruk? liasakon balaa'.
Kawan-kawan.., Babo Olitau adalah warisan para leluhur. Ciptaan tuhan yang tidak saja membuat lembah masama tampak eksotik, tetapi juga membuat keseimbangan alam dan kehidupan manusia selalu terjaga.
Akhir akhir ini, kabar soal masuknya investasi pengolahan biji nikel merebak. Sedihnya, titik koordinat penambangan berada tepat di Babo Olitau. Beberapa orang menyambut gembira kabar itu. Mereka mengira pertambangan terbuka semacam itu, bisa memberikan kesejahteraan. Misalnya menjadi karyawan atau pekerja di perusahaan.
Namun banyak juga diantaranya yang mengkuatirkan rencana pertambangan itu. Mereka menyadari, dalam sejarahnya, pertambangan selalu menyisahkan luka yang mendalam bagi warga. Kerusakan hutan, bencana alam, dan perubahan sosial sudah pasti menjadi memporak porandakan kedamaian yang bertahun-tahun dinikmati.
Babo Olitau, suatu saat nanti, jika kita semua gagal mempertahankannya, ia tinggalah menjadi cerita, dongeng, bagi generasi selanjutnya. Bahwa diatas lembah Masama, ada sebuah tempat yang menghiasi pegunungannya, yang bernama Babo Olitau. Saya tuliskan sepenggal catatan ini, menjelang nasib Babo Olitau itu menjadi puing-puing dan jejak jejak exavator tambang...
*****
Gafar Tokalang_Orang Taugi