17/07/2026
Tim Gabungan Berhasil Evakuasi 44 Korban Kapal Tenggelam KLM Armada Mulia di Bima
BIMA — Tim Gabungan yang terdiri dari personel Polres Bima Kota, Polres Bima, Basarnas, TNI AL, KSOP/Syahbandar, dan instansi terkait berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan laut KLM. ARMADA MULIA.
Sebanyak 44 orang korban—terdiri dari 29 Warga Negara Asing (WNA), 8 Warga Negara Indonesia (WNI), dan 7 Anak Buah Kapal (ABK)
—berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 17.00 WITA di perairan Teluk Sanggar, Kabupaten Bima. Kapal dilaporkan mengalami kebocoran setelah dihantam gelombang tinggi sebelum akhirnya tenggelam sepenuhnya dalam waktu 15 menit.
Beruntung, sekitar empat jam setelah kejadian, para korban yang terombang-ambing di laut berhasil ditemukan dan dievakuasi sementara oleh KM. Sukasail yang tengah berlayar dari Labuan Bajo menuju Lombok. Untuk memudahkan proses pemindahan, para korban kemudian didekatkan menggunakan KM. Sultan dan KM. Majestik.
Merespons kejadian tersebut, Tim Gabungan langsung bertolak dari Pelabuhan Laut Bima pada Jumat (17/7/2026) dini hari pukul 01.40 WITA menggunakan KM. Perintis. Proses pemindahan korban ke kapal evakuasi berhasil dilakukan di wilayah Teluk Sai, Kecamatan Soromandi, sekitar pukul 04.30 WITA.
Rombongan evakuasi tiba dengan selamat di Pelabuhan Laut Bima pada pukul 09.15 WITA. Seluruh korban langsung diarahkan ke Aula KSOP Bima untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, serta penanganan medis awal.
Setelah seluruh proses pendataan selesai pada pukul 10.40 WITA, para korban langsung diantarkan untuk beristirahat di Hotel Marina dan Hotel Kaloka, Kota Bima. Seluruh rangkaian operasi kemanusiaan ini dinyatakan selesai pada pukul 10.55 WITA dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.