13/02/2023
Cyber Bullying Bajak Laut, Netizen Butuh Edukasi dan Rekonsiliasi.
Netizen Bima - Dompu kiranya masih tercengang atas apa sesungguhnya motif Bajak Laut tega melakukan Bullying melalui akun-akun bodong miliknya.
Hingga saat ini riuh rendah netizen merespon terungkapnya pemilik akun-akun palsu itu relatif belum jinak. Para korban yang terdampak langsung maupun tidak meletupkan kekesalan dengan umpatan dan beragam narasi bernada kesal. Walau Tidak sedikit p**a kerabat, rekan dan sahabat yang menyayangkan, prihatin, dengan ulah Bajak Laut terutama dari para fans yang terhibur oleh konten-konten yang diproduksinya selama ini sebagai seorang Kreator Digital.
Kendati publik mengapresiasi kinerja Polres Bima Kota yang tanggap mengamankan pelaku, namun beragam respon negatif berikut spekulasi liar masih berjibun di beranda dan kolom komentar yang berkelindan dengan kasus dimaksud, dan ini penting di-jinak-kan juga guna meminimalisir/mengakhiri timbulnya dendam bullying dari para korban terhadap pelaku dan keluarganya. Antisipasi reaksi berlebihan korban sebelum dan sesudah diproses hukum.
Saya pribadi berharap ada pihak pemerhati sosial yang menginisiasi pengungkapan khusus perihal motif Cyber Bullying Bajak Laut. Melakukan pendekatan dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten dibidangnya guna memahami dan menemukan benang merah kenapa Cyber Bullying itu bisa terjadi. Setidaknya meng-konfirmasi ke publik Bima-Dompu profil, latar belakang keluarga, sosial dan pendidikan pelaku. Bagaimana hubungan pelaku dengan para korban. Menggamit analisa dan pandangan ahli (Psikolog, Pedagog, Agamawan) tentang prilaku bullying melalui langkah-langkah efektif. Selanjutnya menjadi mediator untuk upaya rekonsiliasi.
Mengedukasi berikut mendamaikan adalah Ikhtiar dan upaya bijak menyikapi persoalan. Sama wajibnya dengan penegakan hukum. Pemerhati sosial mesti menaruh pandangan dan kepedulian yang seimbang terhadap pelaku dan korban bullying.
Semoga sampai.
Enzi Arsyanendra Maroya