06/09/2026
Salah paham, emosi meninggi, hubungan memanas. Jika tak dikendalikan, urusan asmara bisa berubah menjadi urusan polisi.
Itulah yang terjadi pada sepasang kekasih asal Bima di Mataram. AH (20) dan NA (20) terlibat persoalan hingga berujung dugaan penganiayaan di Jalan Guru Bangkol, Mataram, Selasa (1/9/2026).
NA kemudian melaporkan AH. Namun, perkara ini tidak sampai ke meja hijau. Polsek Mataram menyelesaikannya melalui mekanisme keadilan restoratif pada Kamis (3/9/2026).
Dalam mediasi, AH mengakui kesalahannya, meminta maaf dan bersedia membantu biaya pengobatan NA. Permintaan maaf diterima dan keduanya sepakat berdamai. Kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak.
Pesannya jelas, cinta bukan alasan untuk melakukan kekerasan. Marah, cemburu atau salah paham bisa terjadi, tetapi main tangan bukan solusi.
๐
๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐จ๐๐ข๐ฅ๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ ๐๐๐ง๐จ๐๐ข๐, ๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐ฅ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ โ๐จ๐ช๐ง๐๐ฉ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐โ๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐ช๐จ๐ฉ๐ง๐ช ๐๐๐ง๐ ๐ฅ๐ค๐ก๐๐จ๐ ๐๐ฉ๐๐ช ๐๐๐๐ ๐๐ฃ ๐ฅ๐๐ฃ๐๐๐๐๐ก๐๐ฃ... ๐๐๐๐๐ ๐คญ๐คญ๐คญ