BIMA TV NTB

BIMA TV NTB Stasiun Televisi Pertama di Bima dan Dompu Koran Harian Pertama di Bima dan Dompu

07/09/2026

Ada yang beda dari aksi penyampaian aspirasi PPPK Nakes dan Teknis di depan gedung DPRD Dompu, Senin (7/8). Tanpa barikade ketat, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur bersama jajaran justru menyambut massa dengan membentangkan spanduk hangat: "Selamat datang saudaraku..."

Lewat pendekatan humanis ini, Polri hadir bukan untuk menghalangi, melainkan menjaga ruang dialog agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman dan tertib.

Gimana pendapatmu tentang aksi damai kayak gini? Tulis di kolom komentar, ya! ๐Ÿ‘‡

Suasana berbeda terlihat saat pengamanan aksi yang dilakukan PPPK Tenaga Kesehatan dan PPPK teknis di depan kantor DPRD ...
07/09/2026

Suasana berbeda terlihat saat pengamanan aksi yang dilakukan PPPK Tenaga Kesehatan dan PPPK teknis di depan kantor DPRD Dompu, Senin (07/08/2026).

Kapolres Dompu bersama jajarannya menyambut para peserta aksi dengan spanduk bertuliskan ajakan damai. Kapolres Dompu, AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S*K., bersama anggota Polri berdiri di gerbang DPRD Dompu sambil membentangkan spanduk bertuliskan: "Selamat datang saudaraku. Mari sampaikan aspirasi dengan Damai, Tertib dan Penuh Kasih".

Langkah ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri dalam mengamankan aksi penyampaian pendapat di muka umum. Tidak ada pagar beton atau barikade, yang ada justru sambutan dan ajakan dialog.

Spanduk dengan latar gambar massa aksi membawa bendera Merah Putih itu menjadi simbol bahwa Polri hadir bukan untuk menghalangi, melainkan untuk melindungi dan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik. azw

07/09/2026

[๐—ฉ๐—œ๐——๐—˜๐—ข] Ratusan PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Dompu menggelar Aksi Serentak Nasional, Senin (7/9/2026), menuntut perubahan status menjadi PPPK Penuh Waktu. Mengusung tema โ€œPenuh Waktu Harga Matiโ€, massa dari tenaga kesehatan dan teknis bergerak dari Masjid Raya Dompu menuju DPRD dan Pemda Dompu dengan dress code hitam putih sebagai simbol persatuan dan perjuangan.

Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Dompu menggelar Aksi Serentak Nasiona...
07/09/2026

Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Dompu menggelar Aksi Serentak Nasional Senin (07/09/2026) pagi. Aksi ini dilakukan mereka menuntut Pemerintah Kabuapaten Dompu agar merubah status mereka dari PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu.

Berdasarkan poster yang beredar, aksi di Dompu mengusung tema "PENUH WAKTU HARGA MATI" dan menyasar kantor DPRD Dompu dan Pemda Dompu.

Massa aksi PPPK Paruh Waktu berkumpul di Masjid Raya Dompu sebelum bergerak menuju sasaran aksi. Peserta aksi menggunakan dress code hitam dan putih sebagai simbol persatuan dan keseriusan perjuangan.

"DOMPU MEMANGGIL" menjadi seruan utama dalam poster aksi tersebut. Para peserta juga membawa tagline keras: "TENAGA KESEHATAN DAN TENAGA TEKNIS BUKAN BUDAK NEGARA!!"

Salah satu massa aksi, St. Sarah., dalam orasinya menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh tenaga PPPK dari unsur Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis yang saat ini masih berstatus Paruh Waktu.

Mereka menilai bahwa status paruh waktu tidak mencerminkan beban kerja, tanggung jawab, dan pengabdian yang sama dengan PPPK Penuh Waktu. Terutama PPPK Kesehatan dan teknis.

"Kami hari ini kami ingin ada kepastian pengangkatan, kesejahteraan, dan pengakuan status sebagai Aparatur Sipil Negara yang layak," terangnya.

Aksi pada 7 September 2026 ini merupakan bagian dari gerakan nasional PPPK Paruh Waktu di seluruh Indonesia yang menuntut pemerintah pusat dan daerah segera menuntaskan persoalan status kepegawaian.

Hingga saat ini, aksi tersebut masih berlangsung. Ketua DPRD Kabupaten Dompu nampak siap menerima masss aksi dari PPPK Kesehatan dan Teknis.

07/09/2026

Momen haru terekam saat personel Satbrimob Polda NTB berpamitan dengan warga pascamenuntaskan misi kemanusiaan di Ende dan Sikka, NTT, Sabtu (5/9/2026).

Personel Satbrimob Polda NTB merampungkan misi kemanusiaan pascagempa di Ende dan Sikka. Selama masa tanggap darurat pascagempa, hadirnya petugas bukan sekadar menjalankan tugas BKO, melainkan menjadi bagian dari keluargaโ€”menyiapkan makanan hangat dari Dapur Lapangan (Randurlap) hingga mengolah air bersih siap minum untuk warga.

Salah paham, emosi meninggi, hubungan memanas. Jika tak dikendalikan, urusan asmara bisa berubah menjadi urusan polisi.I...
06/09/2026

Salah paham, emosi meninggi, hubungan memanas. Jika tak dikendalikan, urusan asmara bisa berubah menjadi urusan polisi.

Itulah yang terjadi pada sepasang kekasih asal Bima di Mataram. AH (20) dan NA (20) terlibat persoalan hingga berujung dugaan penganiayaan di Jalan Guru Bangkol, Mataram, Selasa (1/9/2026).

NA kemudian melaporkan AH. Namun, perkara ini tidak sampai ke meja hijau. Polsek Mataram menyelesaikannya melalui mekanisme keadilan restoratif pada Kamis (3/9/2026).

Dalam mediasi, AH mengakui kesalahannya, meminta maaf dan bersedia membantu biaya pengobatan NA. Permintaan maaf diterima dan keduanya sepakat berdamai. Kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani kedua pihak.

Pesannya jelas, cinta bukan alasan untuk melakukan kekerasan. Marah, cemburu atau salah paham bisa terjadi, tetapi main tangan bukan solusi.

๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™–๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ž ๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™—๐™š๐™ง๐™จ๐™–๐™ข๐™–, ๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™–๐™ ๐™๐™ž๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™– โ€œ๐™จ๐™ช๐™ง๐™–๐™ฉ ๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–โ€๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™Ÿ๐™ช๐™จ๐™ฉ๐™ง๐™ช ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฅ๐™ค๐™ก๐™ž๐™จ๐™ž ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™—๐™–๐™๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™™๐™ž๐™ก๐™–๐™ฃ... ๐™š๐™–๐™–๐™–๐™  ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ

Polda NTB bergerak cepat mengusut tragedi longsor di lokasi tambang emas ilegal Desa Lantung, Kabupaten Sumbawa, yang me...
06/09/2026

Polda NTB bergerak cepat mengusut tragedi longsor di lokasi tambang emas ilegal Desa Lantung, Kabupaten Sumbawa, yang menewaskan tiga penambang dan melukai enam lainnya pada Sabtu malam (5/9).

Tim Dit Reskrimsus Polda NTB bersama Polres Sumbawa diterjunkan untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan lokasi tambang telah ditutup total dan dipasangi garis polisi.

Penyidik fokus mendalami kronologi kejadian serta legalitas aktivitas tambang yang diduga kuat merupakan Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya alat kerja penambang, jerigen, dan pakaian korban.

Proses evakuasi seluruh korban telah selesai berkat sinergi TNI, Polri, dan BPBD. Enam korban luka kini menjalani perawatan medis.

Polda NTB menegaskan akan menindak tegas pengelola maupun pemodal jika terbukti terdapat unsur kelalaian dan pelanggaran hukum.

Tragedi longsor tambang emas ilegal Lawang Tua, Kecamatan Lantung, yang menewaskan sejumlah pekerja, langsung direspons ...
06/09/2026

Tragedi longsor tambang emas ilegal Lawang Tua, Kecamatan Lantung, yang menewaskan sejumlah pekerja, langsung direspons Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan evaluasi total aktivitas pertambangan rakyat.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, memimpin rapat darurat bersama jajaran OPD teknis dan langsung mendatangi rumah duka keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan penguatan moril.

โ€œAtas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,โ€ ujar Ansori.

Pemkab Sumbawa bersama aparat kepolisian juga mengambil langkah tegas dengan menutup total operasional tambang di Lawang Tua dan memasang garis polisi untuk mencegah aktivitas serta risiko longsor susulan.

Sementara itu, seluruh korban luka dipastikan mendapat penanganan medis, mulai dari Puskesmas Lantung hingga rujukan ke RSUD Sumbawa.

Pemkab Sumbawa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemprov NTB dan Dinas ESDM NTB untuk membahas penataan pertambangan rakyat. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, turut mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas penambangan liar.

Pemerintah menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

06/09/2026

๐™ˆ๐™ค๐™ข๐™š๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™จ๐™–๐™–๐™ฉ ๐™‹๐™ช๐™ฉ๐™ง๐™ž ๐™‘๐™ž๐™˜๐™ฉ๐™ค๐™ง๐™ž๐™–, ๐™‚๐™ค๐™ค๐™™๐™ฌ๐™ž๐™ก๐™ก ๐˜ผ๐™ข๐™—๐™–๐™จ๐™จ๐™–๐™™๐™ค๐™ง ๐™๐™‰๐˜ฟ๐™‹ ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™‹๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ๐™–๐™ฃ ๐˜ฝ๐™š๐™ง๐™ ๐™š๐™ก๐™–๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฉ๐™–๐™ฃ, ๐™—๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™–๐™ ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™Ÿ๐™ช ๐˜ฟ๐™š๐™จ๐™– ๐™†๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐˜ฝ๐™–๐™Ÿ๐™ค. ๐˜ฟ๐™ž ๐™ฉ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™ก๐™–๐™ฃ๐™–๐™ฃ, ๐™จ๐™š๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฌ๐™–๐™ง๐™œ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™›๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐™—๐™š๐™ง๐™—๐™–๐™๐™–๐™จ๐™– ๐™Ž๐™ฌ๐™š๐™™๐™ž๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™—๐™š๐™ง๐™—๐™ž๐™ฃ๐™˜๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™จ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™‹๐™ช๐™ฉ๐™ง๐™ž ๐™‘๐™ž๐™˜๐™ฉ๐™ค๐™ง๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข ๐™—๐™–๐™๐™–๐™จ๐™– ๐™Ž๐™ฌ๐™š๐™™๐™ž๐™–.

๐™Ž๐™š๐™—๐™ช๐™–๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™˜๐™–๐™ ๐™–๐™ฅ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™™๐™š๐™ง๐™๐™–๐™ฃ๐™–, ๐™ฉ๐™š๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™ž๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™จ๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™จ๐™–๐™ง: ๐™—๐™–๐™๐™ฌ๐™– ๐™™๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™จ๐™š๐™ก๐™–๐™ก๐™ช ๐™๐™–๐™ง๐™ช๐™จ ๐™™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™š ๐™ ๐™ค๐™ฉ๐™–. ๐˜ฟ๐™–๐™ง๐™ž ๐˜ฝ๐™–๐™ฎ๐™–๐™ฃ, ๐™‡๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™  ๐™๐™ฉ๐™–๐™ง๐™–, ๐™ข๐™–๐™จ๐™ฎ๐™–๐™ง๐™–๐™ ๐™–๐™ฉ ๐™‡๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™—๐™–๐™๐™ฌ๐™– ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™ฅ๐™ช๐™ฃ ๐™จ๐™ž๐™–๐™ฅ ๐™—๐™š๐™ง๐™—๐™ž๐™˜๐™–๐™ง๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™–. ๐˜ฟ๐™–๐™ง๐™ž ๐™™๐™š๐™จ๐™–, ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช๐™Ÿ๐™ช ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™œ๐™ก๐™ค๐™—๐™–๐™ก.

Empat pemuda asal Bima dan Dompu diamankan polisi setelah diduga terlibat penganiayaan di kawasan Cakranegara, Kota Mata...
06/09/2026

Empat pemuda asal Bima dan Dompu diamankan polisi setelah diduga terlibat penganiayaan di kawasan Cakranegara, Kota Mataram. Polisi juga menyita satu pucuk airsoftgun dari pengungkapan kasus tersebut.

Keempatnya masing-masing berinisial S, MR, dan F, warga Kabupaten Dompu, serta MA, warga Kabupaten Bima. Mereka diamankan Tim URC Sat Reskrim Polresta Mataram setelah korban berinisial MT melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Peristiwa terjadi Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 02.40 WITA di depan Mataram Hotel, Jalan Pejanggik. Kasus bermula dari kesalahpahaman antara korban dan teman-temannya dengan para terduga yang kemudian berlanjut ke parkiran belakang Mataram Mall hingga terjadi dugaan penganiayaan. Korban mengalami sejumlah luka dan dilarikan ke RSUP NTB.

Kurang dari 1x24 jam, polisi mengamankan S, F, dan MA di sebuah kos di Gebang. Sementara MR sempat melarikan diri, namun berhasil dilacak dan ditangkap di wilayah Labuhan Aji, Lombok Timur.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengatakan seluruh terduga kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Address

Jalan Gajah Mada No. 46 BTN Penatoi
Bima
84115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BIMA TV NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BIMA TV NTB:

Shortcuts

Share