KOTA BIMA

KOTA BIMA Dalam rangka menarik wisatawan, mari kita promosikan kota kita

Gempa Mag:5.3, 25-Des-20 18:40:12 WIB, Lok:9.19 LS, 119.75 BT (Pusat gempa berada di Laut 50 km Timur Laut Waibakul), Ke...
25/12/2020

Gempa Mag:5.3, 25-Des-20 18:40:12 WIB, Lok:9.19 LS, 119.75 BT (Pusat gempa berada di Laut 50 km Timur Laut Waibakul), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III-IV Waingapu, III-IV Tambaloka, III-IV Waibakul, III-IV Labuan Bajo, III Bima, III Ruteng

Perkiraan cuaca di kota Bima menurut BMKG.
20/10/2019

Perkiraan cuaca di kota Bima menurut BMKG.

23/12/2016

Banjir Bima, Gubernur NTB Tetapkan Status Tanggap Darurat 3 Hari

KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi menetapkan status tanggap darurat selama tiga hari pascabanjir bandang menerjang Kota Bima, Rabu (21/12/2016).

"Tanggap darurat itu tiga hari, mulai hari ini mulai jam ini," kata Zainul Majdi di sela-sela kunjungannya di Bima, Kamis (22/12/2016).

Zainul mengatakan, tanggap darurat diprioritaskan pada keselamatan jiwa dan kesehatan warga yang menjadi korban banjir.

Selain itu, suplai logistik khususnya makanan siap saji dan air minum juga menjadi prioritas pascabanjir di Bima.

Zainul meminta sarana kesehatan yang berada di Kota Bima untuk segera dipulihkan. Termasuk pasokan listrik dan air bersih untuk warga.

"Karena pascabencana itu biasanya banyak warga yang gangguan kesehatan. Setelah itu kita lakukan pembersihan dan normalisasi kawasan, mudah-mudahan bisa lancar," kata Zainul.

Dalam kunjungannya Gubernur mengajak seluruh warga untuk berdoa, mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Karena tadi BMKG menyampaikan masih ada bibit-bibit badai yang akan terbentuk dan itu potensial menyebabkan dampak di daerah NTB termasuk di Bima," katanya.

Penulis : Kontributor Mataram, Karnia Septia
Editor : Erlangga Djumena

Perkiraan Cuaca di Kota BIma dan Sekitarnyahari ini sampai dengan tanggal 1 Januari 2017"SEMOGA CUACA DA N KEADAAN BIMA ...
23/12/2016

Perkiraan Cuaca di Kota BIma dan Sekitarnya
hari ini sampai dengan tanggal 1 Januari 2017
"SEMOGA CUACA DA N KEADAAN BIMA AKAN MEMBAIK LEBIH CEPAT DARI PERKIRAAN" AMIN

23/12/2016

Pemprov NTB Bangun Jembatan Alternatif untuk Akses Warga Bima

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Banjir bandang yang melanda Kota Bima dan Kabupaten Bima pada Rabu (21/12) mengakibatkan terputusnya Jembatan Kodo yang menghubungkan Kota Bima dan Kecamatan Sape di Kabupaten Bima.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB Yusron Hadi mengatakan, Gubernur NTB di sela-sela kunjungannya ke lokasi tersebut menginstruksikan agar Balai Jalan Nasional Wilayah NTB untuk membuat jembatan alternatif.

Selain menghambat akses masuk dan keluar antar kedua wilayah itu, fungsi jembatan di wilayah tersebut juga bisa semakin mempermudah penyaluran bantuan yang masuk.

"Pak Gubernur telah menginstruksikan Kepala Balai Jalan Nasional wilayah NTB Nikmatullah membuat jembatan alternatif agar bisa dilalui kendaraan yang bisa menghubungkan kedua wilayah dan juga memudahkan bantuan masuk," katanya, Kamis (22/12).

Kepala Balai Jalan Wilayah NTB Nikmatullah menyampaikan akan membuat jembatan alternatif di sekitar jembatan terputus dengan memasang gorong-gorong besar yang nanti ditimbun tanah batu dan dipadatkan agar bisa dilalui kendaraan.

"Tempatnya sisi kiri atau 100 meter dari jembatan yang rusak," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini jalur Ke Sape ditempuh melalui jalan memutar arah ke selatan Kecamatan M***a hingga menembus ke Sape.

Gubernur NTB Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Kota Bima
23/12/2016

Gubernur NTB Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Kota Bima

23/12/2016

Banjir Susulan, PLN Kembali Matikan Listrik

Banjir susulan kembali melanda Bima, Nusa Tenggara Barat pada Jumat (23/12/2016). PT Perusahaan Listrik Negara Area Bima Kota pun kembali melakukan pemadaman listrik. Pemadaman dilakukan mulai pukul 12.30 WITA.

General Manager PLN Wilayah NTB Karyawan Aji, di Mataram, mengatakan pihaknya terpaksa melakukan pemadaman listrik demi keamanan dan keselamatan jiwa manusia. “Kami informasikan pasokan listrik ke Kota Bima sementara dipadamkan karena air sudah masuk ke Gardu Induk Bima,” katanya seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan ketinggian air di area Gardu Induk Bima akibat banjir susulan mencapai lutut kaki orang dewasa dan dikhawatirkan volumenya semakin tinggi. Sementara kondisi di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bima masih relatif aman. Namun tidak bisa dipastikan apakah kondisi aman tersebut akan tetap terjaga sebab banjir susulan terjadi di Kota Bima. “Kami sudah menyiapkan p***a air untuk menyedot air agar mesin PLTD tidak tergenang,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Karyawan, kondisi kelistrikan di Kota Bima sudah pulih 89 persen setelah tim teknisi melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir. Proses pemulihan berhasil dilakukan pada Kamis (22/12) sekitar pukul 17.00 Wita.

Total beban sistem Bima yang dipasok PLN setelah proses pemulihan mencapai 37,6 mega watt (MW) atau 89 persen dari kondisi normal sekitar 42 MW. Upaya pemulihan kondisi kelistrikan di Kota Bima dan Kabupaten Bima melibatkan sebanyak 50 personil teknisi kelistrikan PLN dari Kabupaten Sumbawa dan Mataram.

“Kami juga masih menunggu rekan-rekan dari Bali untuk membantu proses pemulihan kondisi kelistrikan di Kota Bima,” katanya.

Seperti diberitakan, Kota Bima dan Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa, NTB, diterjang banjir bandang pada Rabu (21/12). Data dari BPBD NTB, ribuan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Bima terendam air setinggi 1-2 meter. Banjir juga menyebabkan infrastruktur listrik rusak, sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun untuk infrastruktur pemancar telekomunikasi telepon seluler.

23/12/2016

Siklon Tropis Yvette Picu Banjir Bandang di Bima dan Sumbawa

Siklon tropis Yvette yang saat ini posisinya di Samudera Hindia Selatan Bali, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Utara Timur Laut telah menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan. Adanya siklon tropis tersebut telah memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB diantaranya Bima dan Sumbawa.

Melihat besaran dan tingginya banjir yang melanda Kota Bima, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima tentu dipicu curah hujan yang ekstrem pada Selasa hingga Rabu pagi (20-21/12/2016). Selain itu Kota Bima berada pads topografi cekungan.

Menurut BMKG, diprediksi siklon tropis inu pada 22/12/2016 masih berada di Samudera Hindia sekitar 590 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 km/jam (45 knot).

Dengan kondisi tersebut maka siklon tropis Yvette ini akan memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Jawa Timur bagian Timur dan Selatan, Bali, NTB dan NTT.

Selain itu gelombang laut dengan ketinggian antara 2.5 - 4.0 meter di wilayah Laut Jawa bagian tengah dan timur, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Perairan selatan Jawa Tengah hingga NTB, Selat Bali bagian selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores bagian barat. Gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 4.0 meter di wilayah Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT.

Kondisi tersebut tentu akan berpotensi dapat menambah volume banjir. Hingga malam ini (21/12) kondisi banjir masih merendam Bima. Listrik padam dan komunikasi sulit dilakukan. Bandara Bima belum dapat digunakan karena terendam banjir. 5 penerbangan hari inu dibatalkan.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, terus melakukan kontak dengan BPBD Provinsi NTB untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden perkembangan penanganan banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Sumbawa. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB berangkat ke lokasi bencana dan memberikan bantuan. Posko BNPB terus memantau semua perkembangan banjir.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan PLN NTB. Delapan genset di gudang BPBD NTB bersama dengan bantuan 2 truk logistik diberangkatkan ke Kota Bima pada malam ini. Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk mengirim tenaga medis dan obat-obatan.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet, permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, genset, tenda, dan lainnya.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

23/12/2016

Banjir Kembali Rendam Sebagian Kota Bima, Tanggap Darurat Selama 14 Hari
Adanya peningkatan pertumbuhan awan yang meluas di seluruh wilayah di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu telah menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat (23/12/2016) pukul 11.30 Wita. BMKG memperkirakan hujan akan berlangsung hingga pukul 14.30 Wita. Kondisi ini menyebabkan debit sungai Paruga naik kembali dan sebagian banjir telah menggenangi permukiman. Daerah yang terlanda banjir kembali adalah di Jatiwangi, Rabasalo, Paruga, Tanjung dan Dara.

Jembatan Padolo miring di bagian ujung sehingga jalan ditutup. Daerah di Pena To’i terendam banjir dan masyarakat melakukan evakuasi kembali. Di lweirato juga terendam banjir. Banjir yang berlangsung saat ini tidak sebesar pada Rabu (21/12/2016). Namun demikian sebagian masyarakat kembali mengungsi. Masyarakat yang telah kembali ke rumahnya sibuk membersihkan sisa banjir, sebagian kembali mengungsi kembali karena khawatir banjir akan tinggi lagi. Masyarakat mengungsi ke sejumlah tempat, seperti Masjid Baitul Hamid dan Masjid Agung Kota Bima.

PLN telah memberitahukan kepada Kepala BPBD bahwa pasokan listrik ke Kota Bima untuk sementara dipadamkan karena banjir sudah mulai masuk ke Gardu Induk Bima. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan maka listrik dipadamkan untuk sementara waktu pada pukul 12.00 Wita.

Penanganan darurat pascabanjir pada 21/12/2016 terus dilakukan dilakukan. Pada Jumat pagi (23/12/2016) telah dilakukan rapat koordinasi pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Banjir Kota Bima dan penetapan status keadaan darurat yang dipimpin Walikota Bima. Masa tanggap darurat ditetapkan selama 2 minggu dari 22/12/2016 hingga 4/1/2017. Ditetapkan Komandan Posko adalah Sekretaris Daerah Kota Bima dengan Wakil Komandan 1 adalah Kapolres Kota Bima dan Wakil Komandan 2 adalah Komandan Kodim Bima. Posko berada di kantor Walikota Bima.

Pendataan masih terus dilakukan BPBD Kota Bima ada 6 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Empunda, Rasanae Timur, Asa Kota, Raba, Rasanae Barat, dan Rasanae. Wilayah di Kecamatan Empunda daerah yang terdampak meliputi Kelurahan Sadia, Pena To’i, Lewi Rato, Santi, Panggi dan Mande. Di Kelurahan Pena To’i Kecamatan Empunda terdapat 1.126 KK terdampak.

Data sementara dari BPBD Kota Bima dilaporkan terdapat 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, 16.226 rumah rusak ringan. Belum ada laporan korban jiwa meninggal. Kemarin telah ditemukan anak yang dilaporkan hilang sebelumnya dalam kondisi selamat.

Di Kecamatan Rasanae Timur terdapat 4 kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Kodo, Kumbe, Lampe, dan Dodu. Di Kelurahan Dodu terdapat 29 KK terdampak, 17 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan, masjid 1, SD 1, dan 294 hektar sawah rusak, dan 2 jembatan rusak berat.

Di Kecamatan Asa Kota meliputi Kelurahan Jatiwangi dan Melayu. Di Kecamatan Raba meliputi Kelurahan Rabangodu Selatan dan Kondo. Di Kecamatan Rasanae Barat meliputi Kelurahan Tanjung dan Dara.

Sementara itu, dampak banjir di Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima terdapat 5 rumah hanyut, 11 rumah rusak berat, 49 rumah rusak ringan. Di Desa Maria terdapat 3 rumah hanyut, 8 rumah rusak berat, dan 8 rusak ringan.

Bantuan terus dikirim ke Kota Bima. BNPB memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional posko dan personil. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat, baik bantuan pendanaan, logistik, peralatan, manajerial dan tertib administrasi. Gubernur NTB juga menyerahkan 1.100 dus mi instan, 1100 dus air mineral, 50 dus biskuit, 480 paket lauk-pauk, 480 lembar terpal, 480 buah matras dan 480 buah selimut serta 3 ton beras.

BPBD, BNPB, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian PU Pera, SKPD, relawan dan masyarakat terus melakukan penanganan darurat di Kota Bima. Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, pakaian, selimut, air bersih, air mineral, tenda, matras, pelayanan medis dan obat-obatan, peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, sekop dan lainnya untuk membersihkan lumpur.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB

Warga Panik, Banjir Kembali Menerjang BimaBima, PSnews – Situasi dan kondisi (Sikon) terkini Jum’at (23/12/16) wilayah B...
23/12/2016

Warga Panik, Banjir Kembali Menerjang Bima

Bima, PSnews – Situasi dan kondisi (Sikon) terkini Jum’at (23/12/16) wilayah Bima kembali diterjang banjir susulan dengan ketinggian air sekitar 2 meter dan diprediksikan akan terus naik. Sebelumnya sempat mereda. Luapan air akibat banjir ini kembali membuat panik masyarakat bahkan para relawan yang berada di lokasi terdampak.Berdasarkan informasi, awan gelap, hujan, luapan air di sejumlah titik disertai angin kencang mulai menerjang dan menyelimuti wilayah bagian timur NTB ini. Warga setempat pun panik. Teriakan histeris mengucapkan Asma Allah terdengar di mana-mana. Begitu p**a dengan sejumlah relawan juga mengalami kepanikan. Kendati demikian, sebagian warga sudah dievakuasi ke tempat aman.

Adapun luapan air terjadi antara lainnya di daerah Penaraga, Penato’i, Lewirato. Untuk, jembatan Penato’i sudah tidak bisa dilewati karena sudah tergenang air setinggi dada pria dewasa. Jalur Bima menuju Raba terputus. PLN pun terpaksa mematikan aliran listrik sementara waktu.

Julhaidin selaku Kordum Komunitas Babuju tergabung bersama divisi lainnya membenarkan, bahwa saat ini sikon di Bima kembali diterjang banjir atas luapan air sungai di beberapa titik. Selain itu, warga termasuk tim nya sebagai relawan juga merasa was-was (panik). Meski begitu, pihaknya berhasil mengavakuasi beberapa warga setempat.
“Kami, relawan kemanusiaan Babuju telah mengevakuasi 16 anak-anak dan 21 orang ibu-ibu ke SD IT Insan Kamil kelurahan Santi. Kami sudah tidak bisa lagi mengevakuasi warga lain yang terperangkap di Perumahan Dosen STIE Bima belakang Insan Kamil termasuk warga lain yang berada di bagian barat Insan Kamil,” tambahnya.

Menurut Julhaidin yang juga bertindak sebagai Penanggung Jawab Relawan, bahwa posisi air saat ini sudah mencapai hingga dua 2 meter. Bahkan ukuran rumah I (satu) lantai sebentar lagi hanya tinggal atap. Dan kini pihaknya bersama para warga yang berhasil dievakuasi lainnya berada dilantai II SD IT Insan Kamil. Adapun lokasi evakuasi alternatif sepeti di Dana Traha, Bukit Jatiwangi, Bukit Kosambo Mande, Soncotengge, Bukit Penatoi, Dorolonda.

“Kami juga membutuhkan penambahan anggota yang bersedia bergabung menjadi relawan disini (Bima),” ucap pria yang karib disapa dengan panggilan Rangga Babuju ini.
Lantaran sikon terbilang cukup ekstream. Ia pun tak bisa banyak berucap hanya bisa berharap, sekiranya para warga/masyarakat Bima lainnya selamat dari banjir bandang yang lebih besar dalam 60 tahun terakhir ini.
“Semoga saudara/i kita di Bima selamat. Begitupun dengan kami disini,” tutupnya. (PSbo)

22/12/2016

KONDISI SAAT INI, BIMA MASIH DIGUYUR HUJAN DAN ANGIN KENCANG

22/12/2016

Informasi terbaru mengenai korban jiwa masih belum kami terima, semoga saja tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Address

Bima
64113

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KOTA BIMA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share