03/06/2026
Selama puluhan tahun, piranha dikenal sebagai salah satu ikan paling berbahaya di dunia. Banyak orang percaya bahwa kawanan piranha mampu menghabiskan tubuh manusia hanya dalam hitungan menit.
Anggapan itu semakin kuat setelah tragedi tahun 1976, ketika sebuah bus terjatuh ke Sungai Amazon dan menewaskan 39 orang. Saat tim penyelamat menemukan para korban, beberapa jasad telah dimakan piranha hingga sulit dikenali. Peristiwa ini kemudian menjadi salah satu alasan mengapa piranha mendapat reputasi sebagai predator haus darah.
Namun bertahun-tahun kemudian, ahli biologi sekaligus pembawa acara River Monsters, Jeremy Wade, memutuskan untuk menguji mitos tersebut secara langsung.
Beliu menempatkan piranha yang lapar di dalam kolam, mencampurkan darah ke air, dan memberikan daging mentah untuk memastikan ikan-ikan tersebut sedang aktif mencari makan. Setelah itu, ia turun langsung ke dalam air bersama kawanan piranha.
Hasilnya justru mengejutkan. Tidak ada serangan sama sekali. Piranha malah menjauh dan menghindarinya.
Jeremy kemudian mengulangi percobaan tersebut di perairan terbuka. Hasilnya tetap sama. Piranha tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap manusia.
Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian ilmiah. Ratusan kasus gigitan piranha yang tercatat di Brasil menunjukkan bahwa sebagian besar hanya berupa luka ringan pada tangan atau kaki. Biasanya hal itu terjadi ketika manusia tanpa sengaja mengganggu sarang piranha saat musim berkembang biak.
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang terverifikasi bahwa piranha secara aktif memburu dan memakan manusia yang masih hidup dan sehat.
Para korban tragedi bus tahun 1976 diduga meninggal karena tenggelam terlebih dahulu. Piranha hanya memakan jasad yang sudah ada, bukan menjadi penyebab kematian mereka.
Fakta ini menunjukkan bahwa salah satu hewan yang paling ditakuti di dunia ternyata tidak seberbahaya yang selama ini dipercaya. Pada akhirnya, musuh terbesar piranha bukanlah manusia, melainkan mitos yang telah melekat pada namanya selama puluhan tahun.