Mbojo Media

Mbojo Media PUSTAKA MBOJO DULU & MASA KINI
(1)

Selamat para Pahlawan bangsa
10/11/2025

Selamat para Pahlawan bangsa

=== PAHLAWAN NASIONAL===Sultan Salahuddin kembali mengukir sejarah setelah secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasio...
07/11/2025

=== PAHLAWAN NASIONAL===

Sultan Salahuddin kembali mengukir sejarah setelah secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa dalam membangun peradaban, memperkuat nilai keagamaan, serta menjaga martabat bangsa. Masyarakat dari berbagai daerah menyambut penghargaan ini dengan penuh kebanggaan, karena beliau adalah sosok pemimpin yang meninggalkan jejak kebaikan dan keteladanan yang terus hidup hingga hari ini.

Gelar kehormatan “Ma Ka Kidi Agama” melekat pada diri beliau karena kiprahnya yang sangat besar dalam memajukan agama, terutama melalui pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, berbagai lembaga pendidikan Islam tumbuh, berkembang, dan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta cinta ilmu. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam memajukan pendidikan dan menjaga nilai-nilai luhur agama.

RIP untuk AFFAN Bima(Ojol korban Demo Di Jakarta)
29/08/2025

RIP untuk AFFAN Bima
(Ojol korban Demo Di Jakarta)

Untuk kesekian kali kisahnya menjadi bukti nyata, bahwa kekurangan bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan. Justru d...
19/08/2025

Untuk kesekian kali kisahnya menjadi bukti nyata, bahwa kekurangan bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan.

Justru dari keterbatasan itulah lahir ketangguhan, keberanian, dan keyakinan bahwa masa depan bisa digenggam oleh siapa saja yang mau berjuang.

Ia mengajarkan bahwa mimpi tidak mengenal status sosial, dan bahwa harapan akan selalu menemukan jalannya ketika dipadukan dengan kerja keras, doa, dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

KETIKA MAGRIB MENGAJI HANYA SLOGAN
28/06/2025

KETIKA MAGRIB MENGAJI HANYA SLOGAN

DIBALIK MAKNA "INAKU DANA AMAKU LANGI"
26/06/2025

DIBALIK MAKNA "INAKU DANA AMAKU LANGI"

SPIRIT "SARANGGE", KITA PERLU MEMBACANYA KEMBALI...
26/06/2025

SPIRIT "SARANGGE", KITA PERLU MEMBACANYA KEMBALI...

BUDAYA BLOKIR JALAN HARUS MATI
26/06/2025

BUDAYA BLOKIR JALAN HARUS MATI

Generasi Bima Kehilangan Arah: Ketika Sejarah Terlupakan, Masa Depan DipertaruhkanDi tengah gegap gempita kemajuan zaman...
20/06/2025

Generasi Bima Kehilangan Arah: Ketika Sejarah Terlupakan, Masa Depan Dipertaruhkan

Di tengah gegap gempita kemajuan zaman, generasi muda Bima kini berada di persimpangan yang mengkhawatirkan. Mereka berdiri di atas tanah leluhur yang kaya sejarah, namun tak lagi mengenali akar jati diri yang menjadi pondasi kejayaan masa silam. Warisan nilai, semangat juang, dan kearifan lokal yang dahulu menjadi pembeda, kini perlahan memudar, terkikis oleh arus globalisasi dan budaya instan.

Setiap bangsa besar selalu belajar dari sejarahnya. Jepang bangkit dari kehancuran Perang Dunia II dengan menghidupkan kembali etos samurai, disiplin, loyalitas, dan kerja keras. Sementara itu, orang Bima hari ini justru semakin jauh dari sejarahnya sendiri sejarah yang sarat dengan keteladanan, kepemimpinan, dan keberanian para pendahulu seperti Sultan Abdul Kahir dan Sultan Ismail, yang berani berdiri tegak melawan kolonialisme demi kehormatan dan kemerdekaan tanah Mbojo.

Sayangnya, cerita-cerita kebesaran itu kini hanya menjadi lembaran usang di buku sejarah, yang tak lagi dibaca apalagi direnungkan. Generasi muda lebih mengenal tokoh-tokoh fiksi dari layar daripada sosok nyata dari darah dan tanahnya sendiri. Akibatnya, mereka kehilangan sosok role model panutan sejati yang bisa menjadi mercusuar arah dalam membangun bangsa. Tanpa panutan, tanpa pijakan sejarah, mereka kehilangan arah, identitas menjadi kabur, mimpi menjadi semu, dan kontribusi terhadap tanah air pun menjadi samar.

Krisis ini bukan semata persoalan budaya, melainkan juga krisis nasionalisme. Ketika generasi tidak lagi mengenal siapa dirinya dan dari mana asalnya, maka ia pun tak tahu ke mana harus melangkah. Pembangunan fisik bisa terus berjalan, tapi pembangunan karakter akan stagnan. Negara bisa maju secara teknologi, tapi rapuh secara mental dan moral.

Kini saatnya Bima bangkit. Kita harus menghidupkan kembali ruang-ruang edukasi sejarah lokal di sekolah, pesantren, bahkan di lingkungan keluarga. Tokoh-tokoh Bima harus diangkat kembali sebagai inspirasi hidup, bukan hanya sebagai nama jalan. Kearifan lokal seperti rimpu dan semangat maja labo dahu nggahi rawi pahu harus dimaknai ulang sebagai identitas, bukan sekadar simbol tradisi.

Membangun negeri ini tidak cukup hanya dengan infrastruktur megah, tetapi harus dimulai dari membangun manusia terutama yang mengenali dirinya, menghargai sejarahnya, dan mencintai tanahnya. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi generasi asing di negeri sendiri.

Mari kita wariskan kepada anak-anak Bima, bukan hanya pendidikan, tetapi juga kebanggaan terhadap jati diri bangsanya. Sebab yang paling berbahaya bukan ketika kita dijajah bangsa lain, tetapi ketika kita kehilangan siapa diri kita sebenarnya.

Masa depan Bima? Kita doakan dan dukung bersama nawa cita pemerintah dalam menata kota BimaKeinginan dua arah, pemerinta...
18/06/2025

Masa depan Bima?

Kita doakan dan dukung bersama nawa cita pemerintah dalam menata kota Bima

Keinginan dua arah, pemerintah dan masyarakat adalah kunci ketercapaian program pemerintah

Blokir jalan di Desa Soki, aktivitas masyarakat  terhambat... Untuk motif belum diketahui
09/06/2025

Blokir jalan di Desa Soki, aktivitas masyarakat terhambat...

Untuk motif belum diketahui

Address

Bima
84182

Telephone

+6285338967230

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mbojo Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mbojo Media:

Share