Cerita islami

Cerita islami semoga bermanfaat untuk semua masyarakat Indonesia umumnya

AYAH COT TRUENG : PEMEGANG TONGKAT ESTAFET ABU MUDI DALAM DISIPLIN ILMU FIQIH Tgk. H. Muhammad Amin Daud (Ayah Min Cot T...
16/08/2025

AYAH COT TRUENG : PEMEGANG TONGKAT ESTAFET ABU MUDI DALAM DISIPLIN ILMU FIQIH

Tgk. H. Muhammad Amin Daud (Ayah Min Cot Trueng) Pimpinan Dayah Raudhatul Ma'arif.
Beliau lahir di Gampong Cot Trueng pada tanggal 27 September 1958 M.
Ayah Merupakan anak dari pasangan Tgk. Daud bin Luwi dengan Cut Hafsah binti Tgk. Abu Bakar.
Setelah mengenyam pendidikan Dasar enam tahun di Bungkah mulai dari tahun 1967 hingga 1973, kemudian beliau menempuh pendidikan selanjutnya di Dayah MUDI Samalanga di bawah pimpinan Abon Abdul Aziz hingga tahun 1993.
Selama masa tersebut beliau masih menetap didayah MUDI sebagai guru senior hingga beliau p**ang ke Cot Trueng pada tahun 1993.

Pada tahun 1993 M bertepatan dengan 1 Muharram 1414 H Teungku H Muhammad Amin Daud diangkat menjadi Pimpinan Dayah Raudhatul Muarrif Cot Trueng sampai sekarang.

Pada Tahun 2012, Syaikh Abu Mudi Mendirikan Majelis TASTAFI ( Tasawassuf, Tauhid dan Fiqih )
Dan pada Tahun 2018 Tastafi dideklarasikan
oleh Abu MUDI dan Abu Mengangkat dan Melantik Ayah Cot Trueng sebagai Ketua TASTAFI PUSAT.
Dan Abu Lantik kembali Pada Tahun 2023 kemarin.
Dan dibawah Kepengurusan Ayah Cot Trueng, TASTAFI pun Berkembang hingga ke Eropa dan Asia serta Terbentuk Kepengurusan di Setiap Kabupaten/Kota yang ada di Seluruh Aceh sampai Tastafi Jakarta Raya.

Dan Ayah Cot Trueng juga aktif Mengisi Pengajian TASTAFI di Berbagai Kabupaten Kota termasuk Beberapa kali menggantikan Abu MUDI untuk Mengisi Pengajian Di TASTAFI PUSAT MRB di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Bertepatan Pada Acara Haul Abon Tahun 2018 silam kalau tidak salah ( seingat saya )
Dalam Pertemuan Alumni MUDI dengan Syaikh Abu MUDI di dalam Mesjid Poeteumeurehom yang dihadiri oleh Para Guru dan Tgk2 Alumni MUDI
Pada momen tsb hadir juga Tu Bulqaini Tanjongan dan beliau Bertanya kepada Abu MUDI ;
Tu Bulqaini : "Seandainya Abu Hana Lee Sajan Kamoe, Bak Soe Kamo tanyong Hukom Abu??

Dan Abu Mudipun Menjawab dengan Terbata-bata sambil Menangis ๐Ÿฅน : "Bak Ayah di Cot Trueng".
Sehingga Para Guru dan Alumni termasuk Ayah Cot Trueng yang Berhadir di rapat tersebut spontan Sedih dan Mengalir Air mata saat melihat Abu Sedih dan membayangkan Bagaimana jika Abu nanti telah Allah Panggil kembali kehadirat-Nya ๐Ÿฅน

Jadi dari Hasil Jawaban daripada Abu tersebut sangat Jelas bahwa Kealiman Ayah Cot Trueng dalam Ilmu Fiqh diakui langsung oleh Gurunya Syaikh Abu Mudi dan beliau langsung menunjuk kepada Ayah Cot Trueng sebagai Referensi/Rujukan pelanjut Tongkat Estafet Abu MUDI didalam disiplin Ilmu Fiqh.

Semoga Allah SWT Panjangkan Umur SYAIKH ABU MUDI dan Ayah Cot Trueng agar Ummat dan Santri senantiasa mendapatkan Bimbingan dan Ilmu dari keduanya... Aamiin Allahumma Aamiin ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜‡

Aby Aqsa ( Al Qarni )
Banda Aceh, 18 Oktober 2024

Sumber : Dari Berbagai Referensi Termasuk Alumni yang hadir pada Acara Haul Abon 2018

Foto : Abu Mudi Menyerahkan SK Kepengurusan TASTAFI PUSAT tahun 2023 lalu di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Pencinta & Perindu Rasulullah Sejarah Islam semua orang pengikut

10 tanda besar kiamat 1. dhahir Al Mahdi2. keluar Dajjal3 .turun sayidina Isa Ibnu Maryam4 .keluar ya'juj dan mak'juj5 ....
08/12/2024

10 tanda besar kiamat

1. dhahir Al Mahdi

2. keluar Dajjal

3 .turun sayidina Isa Ibnu Maryam

4 .keluar ya'juj dan mak'juj

5 .keluar dabbah yang menulis " MUKMIN " diantara dua mata orang mu'min maka bercahaya lah wajahnya dan menulis 'kafir' diantar dua mata kafir maka hitamlah wajah nya

6. Keluar matahari dari arah tenggelamnya

7 .keluar asap yang menetap di bumi selama 40 hari yang keluar asap dari hidung si kafir,matanya , dua telinganya dan duburnya sehingga mereka menjadi seperti orang mabuk
Juga mengenai asap bagi orang mukmin jadilah seperti orang pilek

8 .Runtuh Ka'bah ata tangan habsyah sesudah wafat saidina Isa as

9. Di angkat Al Qur'an dari mushaf dan hati

10. Kembali seluruh ahli bumi kepada kekafiran

ุชุญูุฉ ุงู„ู…ุฑูŠุฏ ุนู„ูŠ ุฌูˆู‡ุฑุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ุต 116

IDENTIFIKASI ALIRAN SESATSuatu paham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat dan menyimpang dari Islam apabila memenuhi s...
20/11/2024

IDENTIFIKASI ALIRAN SESAT
Suatu paham atau aliran keagamaan dinyatakan sesat dan menyimpang dari Islam apabila memenuhi salah satu dari kriteria berikut

1 . mengingkari salah satu dari rukun iman yang ke-6 , yaitu beriman kepada Allah ,kepada malaikatNya, kepada kitab-kitabNya ,kepada rasul-rasulnya, kepada hari akhir dan kepada Qada dan Qadar dariNya

2 . mengingkari salah satu dari rukun Islam yang lima, Yaitu mengucap dua kalimat syahadat ,menunaikan shalat ,mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan menunaikan ibadah haji .

3 . meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah Wal Jamaah.

4 . meyakini Turunnya wahyu setelah Alquran .

5 . mengingkari kemurnian dan atau kebenaran Alquran dengan melakukan penafsiran Alquran tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir .

7 . mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam .

8 . melakukan pensyarahan terhadap hadis tidak berdasarkan kaidah-kaidah ilmu Musthalah hadist .

9 . menghina dan atau melecehkan para Nabi dan Rasul Allah.

10 .mengingkari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir .

11 menghina dan atau melecehkan para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam .

12 . merubah menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat seperti berhaji tidak ke Baitullah ,shalat fardhu tidak 5 waktu dan sebagainya .

13 . mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i yang sah seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan anggota kelompoknya

Hasil identifikasi ini adalah aliran sungai hutan amazone

BERPOLITIK DALAM PERKAWINAN pria Jepang ini ibarat sebuah pepatah Aceh:"Di Tapaktuan na gunong LampuCahya jih hu oh mala...
19/10/2024

BERPOLITIK DALAM PERKAWINAN

pria Jepang ini ibarat sebuah pepatah Aceh:

"Di Tapaktuan na gunong Lampu
Cahya jih hu oh malam jula
Meunyo ta meukawen ngon ibuk guru
Nafakah dapu hana payah kira"

10 TAHUN TIDAK KERJA KARENA NAFKAH SUDAH DITANGGUNG OLEH PARA ISTRI DAN PACAR ๐Ÿ˜€

Pria Jepang yang satu ini ingin dinobatkan menjadi dewa pernikahan. Dia merasa berbeda dengan mempunyai empat istri dan dua pacar saat warga muda di negeri sakura itu tidak mau menikah dan memiliki anak.

Dilansir dari South China Morning Post, Jumat (18/10/2024) adalah Ryuta Watanabe, 36, yang tinggal di prefektur utara Hokkaido, tidak bekerja selama 10 tahun dan hidup sepenuhnya dari gaji istri dan pacarnya yang ingin menjadi dewa. Dia mengabaikan peraturan bahwa poligami di Jepang ilegal.
Sorotan Media Jalanan
pengikut
semua orang

25/05/2024

30 ORANG PERTAMA DALAM ISLAM

1 . Orang pertama menulis bismillah
: Nabi Sulaiman a.s
2 . Orang pertama minum air zam-zam
: Nabi Ismail a.s
3 . Orang pertama berkhitan
: Nabi Ibrahim a.s
4 . Orang pertama di berikan pakaian
ketika hari Kiamat
: Nabi Ibrahim a.s
5 . Orang pertama dipanggil pada hari
kiamat : Nabi Adam a.s
6 . Orang pertama mengerjakan sya'i
antara safa dan marwah
: sayyidatina hajar ( Ibu nabi ismail
a.s )
7 . Orng pertama dibangkitkan pada
hari kiamat : Nabi muhammad s.a.w
8 . Orang pertama menjadi khalifah
dalam Islam : Abu bakar as siddik
r.a
9 . Orang pertama menggunakan
Tarikh hijrah :
Umar bin al - khathab r.a

10 . Orang pertama meletakkan
jawatan khalifah dalam Islam
: al - hasan bin ali
11 . Orang pertama menyusukan Nabi
Muhammad s.a.w
: Thuaibah r.a
12 . Orang pertama syahid dalam Islam
dari kalangan laki - laki
: al - harith bin abi hala r.a
13 . Orang pertama syahid dari
kalangan wanita
: Sumayya binti khabbat
14 . Orang pertama menulis hadits
dalam kitab / lembaran
: Abdullah bin Amru bin al-ash r.a
15 . Orang pertama dalam perjuangan
Fisabilillah
: saad bin abi waqqas r.a
16 . Orang pertama menjadi muazzin
azan : Bilal bin Rabbah r.a
17 . Orang pertama shalat dengan
Rasulullah s.a.w
: Ali bin abi thalib r.a
18 . Orang pertama membuat mimbar
Masjid Nabi muhammad s.a.w
: Tamim ad - dari r.a
19 . Orang pertama menghunus pedang
dalam perjuangan fisabilillah
: Az - zubair bin al - awwam r.a
20 . Orang pertama menulis sirah Nabi
: Ibban bin utsman bin affan r.a
21 . Orang pertama beriman dengan
Nabi
: khadijah binti khualid r.a
22 . Orang pertama mengasaskan usul
Fiqih : Imam syafi'i
23 . Orang pertama membina penjarah
dalam Islam
: Ali bin abi thalib r.a
24 . Orang pertama menjadi Raja dalam
Islam : Mu'awiya bin abu sufyan
r.a
25. Orang pertama membuat
Perpustakaan awam
: Harun ar - rasyid r.h
26. Orang pertama mengadakan
Baitul mal :
Umar bin al- khathab r.a

27. Orang pertama menghapal
Al - qur'an selepas Rasulullah s.a.w
: Ali bin abi thalib r.a
28. Orang pertama membina menara
dimasjidil haram mekah
: khalifah abdul ja'far al-mansur r.h


29. Orang pertama di beri gelar
al - muqry : Mus'ab bin Umair
30. Orang pertama masuk kedalam
Syurga : NABI MUHAMMAD S.A.W

Wallahu a'lam bisshawab
Semoga bermanfaat buat yang baca
Sebarkanlah ilmu walau sebesar biji dzarrah

Nb : Penting untuk ibu / calon ibu tahu
untuk anaknya karna ibu adalah madrasah petama dan guru utama dalam kehidupan anaknya , prilaku ibu adalah cermin dari anaknya , jangan kau salahkan anakmu jika dewasa dia tumbuh menjadi orang yang tidak taat , bila seorang ibu mendidiknya dengan dunia namun didikan agama hanya sebatas bisa baca al - qur'an itupun susah untuk membuka dan membacanya , tanamkanlah akhlak dan adab pada anak mulai dari kecil / balita , karna mereka ibarat kertas kosong yang masih bersih tanpa ada coretan tinta sedikitpun, ibulah yang pertama yang akan menggoreskan tulisan dengan tinta diatas kertas tersebut , indah atau pun buruk tulisan tergantung si ibu yang akan menuliskan di atasnya,
Jangan biarkan anakmu menangis di akhirat , karna menangis di dunia tidak sepedih dan seburuk dialam sana / alam kematian. Jangan sampai hidup anakmu di telantarkan Allah s.w.t di dunia dan akhirat ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

semoga bermanfaat untuk semua masyarakat Indonesia umumnya

29/09/2022
"Biografi Singkat Abu Tumin Blang Bladeh"Abu Tumin lahir dari keluarga ulama dan pemuka masyarakat. Ayahnya Teungku Tu M...
28/09/2022

"Biografi Singkat Abu Tumin Blang Bladeh"

Abu Tumin lahir dari keluarga ulama dan pemuka masyarakat. Ayahnya Teungku Tu Mahmud Syah adalah ulama, tokoh masyarakat dan pendiri dayah. Semenjak kecil Abu Tumin telah dipersiapkan untuk menjadi seorang ulama yang paripurna. Mengawali pengembaraan ilmunya, Abu Tumin pernah mengecap pendidikan umum pada masa Belanda selama tiga tahun.

Setelah kemerdekaan, Abu Tumin dalam usianya 12 tahun dimasukkan ke Sekolah SRI, sekolah yang memiliki bahan ajaran yang memadai dalam bidang agama. Sambil bersekolah di SRI, Abu Tumin juga belajar langsung pada ayahnya ilmu-ilmu keislaman, terutama dasar-dasar kitab kuning dan ilmu alat seperti nahwu dan sharaf.

Selama lebih kurang tiga tahun Abu Tumin belajar dengan sungguh-sungguh kepada ayahnya Teungku Tu Mahmud Syah yang juga ulama, telah memberikan bekal ilmu yang memadai untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Pada usianya 15 tahun, mulailah Abu Tumin belajar dari satu dayah ke dayah lainnya hingga berakhir di Labuhan Haji Darussalam dengan gurunya Syekh Muda Waly al-Khalidy.

Abu Tumin pernah belajar beberapa bulan di Dayah Darul Atiq Jeunieb yang dipimpin oleh Abu Muhammad Saleh yang merupakan ayah dari Abon Samalanga. Setelah beberapa bulan di Dayah Jeunieb, Abu Tumin kemudian melanjutkan pengajiannya ke Dayah Samalanga dalam beberapa bulan juga, kemudian beliau belajar di Dayah Meuluem Samalanga selama satu tahun, dan terakhir di Dayah Pulo Reudep yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Pulo Reudep selama tiga tahun sebelum ke Labuhan Haji.

Maka dengan bekal ilmu yang memadai dari guru-guru itulah yang mengantarkan Abu Tumin muda dalam usianya 20 tahun berangkat ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan pada tahun 1953. Selain Abu Tumin, di tahun 1953 beberapa ulama lainnya juga tiba di Labuhan Haji untuk belajar pada Abuya Syekh Muda Waly. Karena umumnya teungku-teungku yang belajar kepada Abuya, telah memiliki ilmu yang memadai sebelum belajar ke Abuya, sehingga bisa duduk di kelas khusus Bustanul Muhaqqiqin.

Di antara ulama-ulama yang datang pada tahun 1952 dan 1953 adalah Abu Abdullah Tanoh Mirah yang kemudian mendirikan Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah yang dikenal dengan kealimannya dalam bidang ushul fikih.
Ulama lainnya adalah Abon Abdul Aziz Samalanga yang melanjutkan kepemimpinan Dayah MUDI Samalanga setelah wafat mertuanya Abu Haji Hanafiyah Abbas yang dikenal dengan Teungku Abi.

Abon Abdul Aziz Samalanga dikenal ahli dalam ilmu mantik atau ilmu logika. Sedangkan Abu Keumala datang lebih awal ke Dayah Darussalam Labuhan Haji, dan Abu Keumala dikenal ahli dalam ilmu tauhid, mengabdikan ilmunya di Medan Sumatera Utara hingga wafatnya pada tahun 2004. Selain menjadi murid Abuya Syekh Haji Muda Waly di Darussalam, Abu Tumin juga telah dipercaya untuk mengajarkan para santri lain yang berada pada tingkatan tsanawiyah, karena beliau disebutkan mengajar santri di kelas 6 B, adapun di kelas 6 A diajarkan langsung oleh Abuya Muhibbudin Waly, sedangkan Syekh Muda Waly al-Khalidy mengajarkan kelas dewan guru.

Ketika di Darussalam Labuhan Haji, Abu Tumin sekelas dengan Abu Hanafi Matang Keh, Teungku Abu Bakar Sabil Meulaboh dan Abu Daud Zamzami Ateuk Anggok. Sedangkan Abu Abdullah Tanoh Mirah dan Abon Samalanga lebih tinggi satu tingkat di atasnya. Abu Tumin belajar dan mengajar di Labuhan Haji selama 6 tahun, beliau juga murid khusus di kelas Bustanul Muhaqqiqin belajar langsung kepada Abuya Haji Muda Waly.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Dayah Darussalam Labuhan Haji, Abu Tumin kemudian memohon izin kepada gurunya untuk p**ang kampung pada tahun 1959 untuk mengabdikan ilmunya. Sedangkan temannya seperti Abon Samalanga p**ang kampung setahun sebelumnya pada tahun 1958 dan Abu Tanoh Mirah p**ang di Tahun 1957. Umumnya murid-murid Abuya yang datang di atas tahun 1952 dan 1953 p**ang di akhir tahun1959. Sedangkan generasi sebelum Abu Tumin yang datang ke Darussalam pada tahun 1945 dan 1947, mereka umumnya p**ang di tahun 1956 seperti Abuya Aidarus dan Abu Syamsuddin Sangkalan.

Setibanya di Kampung halaman, setelah belajar di berbagai dayah terutama Dayah Darussalam Labuhan Haji telah mengantarkan Abu Tumin menjadi seorang ulama yang mendalam ilmunya. Abu Tumin memimpin dayah yang telah dibangun oleh kakek beliau yaitu Teungku Tu Hanafiyah yang kemudian dilanjutkan oleh Teungku Tu Mahmud Syah ayah Abu Tumin, selanjutnya estafet keilmuan dan kepemimpinan dayah dilanjutkan oleh Abu Tumin.

Pada era Abu Tumin mulailah pesat pembangunan Dayah tersebut. Dimana para santri datang dari berbagai tempat untuk belajar kepada Abu Tumin dan belajar dari sang ulama. Abu Tumin juga merupakan seorang ulama yang murabbi, sehingga banyak muridnya yang menjadi ulama terpandang sebut saja di antaranya adalah Abu Mustafa Paloh Gadeng yang belajar kepada Abu Tumin selama 19 tahun sehingga mengantarkan beliau menjadi seorang ulama kharismatik Aceh yang diperhitungkan.

Ulama lainnya yang juga murid Abu Tumin adalah Abu Abdul Manan Blang Jruen yang dikenal sebagai ulama yang ahli dan lihai dalam bidang tauhid, serta moderator yang hebat dalam muzakarah para ulama Aceh, sehingga diskusi nampak ceria dan bersemangat. Dan banyak para ulama lainnya yang juga murid dari Abu Tumin, selain murid-muridnya di Dayah Darussalam dulu.

Dan di sebuah acara muzakarah, Abuya Mawardi Waly juga menyebutkan dirinya sebagai murid Abu Tumin. Intinya Abu Tumin juga ulama yang Syekhul Masyayikh. Bahkan Abu Daud Teupin Gajah atau Abu Daud al Yusufi yang merupakan ulama kharismatik Aceh Selatan juga termasuk murid yang lama belajar kepada Abu Tumin dimana sebelumnya beliau belajar kepada Abuya Haji Jailani Kota Fajar.

Selain itu, Abu Tumin juga dianggap sebagai ulama panutan oleh para ulama lainnya, dimana fatwa-fatwa hukumnya menjadi bahan kajian dan pegangan para ulama lainnya. Biasanya pada setiap muzakarah yang diadakan di berbagai tempat, Abu Tumin yang kemudian mengambil keputusan terakhir, setelah sebelumnya para ulama lain memberikan pandangan dan sanggahan atas setiap persoalan yang sedang dibahas forum.

Kehadiran Abu Tumin menambah acara muzakarah semakin bermakna, karena pandangan hukum beliau biasanya dari ingatan yang lama dan kajian yang mendalam. Sehingga tidak mengherankan bila ada yang menyebutkan bahwa "Abu Tumin tua umurnya dan tua p**a ilmunya".

Abu Tumin telah mempersembahkan segenap usianya untuk agama ini, dan telah p**a mencurahkan segenap ilmu dan pengabdiannya, mengayomi masyarakat Aceh secara tulus ikhlas. Dan hari ini beliau telah kembali kehadhirat Allah SWT.
Semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga tertinggi bersama para Anbiya, Syuhada dan Shalihin.

Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un.
Selamat Jalan Guru Yang Mulia ABU TU.

Ditulis:
Nurkhalis Mukhtar

DO'A PEUSIJUร‹K ( KAIFIYAT PEUSIJUK ).1.   Mula-mula dibaca :ุจูุณู’ู…ู   ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู  ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ูุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ   ุงูŽู†ู’ุฒ...
17/07/2022

DO'A PEUSIJUร‹K ( KAIFIYAT PEUSIJUK ).

1. Mula-mula dibaca :
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู
ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ุฒูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง

2. Ambil Beras / Padi serta membaca Basmalah dan niatkan segala pekerjaan berkembang (niatkan menurut apa yang akan dipeusijuk), serta membaca shalawat berikut ini :

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุงูฐู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู– ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’

3. Ambil nasi ketan (bu lekat : bahasa Aceh) dengan membaca tasbih berikut ini :

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูุญูŽู…ู’ุฏูู‡ู– ุนูŽุฏูŽุฏูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู– ูˆูŽุฑูุถูŽุงุกูŽ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู– ูˆูŽุฒููŠู’ู†ูŽุฉูŽ ุนูŽุฑู’ุดูู‡ู– ูˆูŽู…ูุฏูŽุงุฏูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชูู‡ู–

4. Kemudian ambil air tepung tawar dengan di baca do`a ini :

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุณู’ู‚ูู†ูŽุง ุบูŽูŠู’ุซู‹ุง ู…ูุบููŠู’ุซู‹ุง ู…ูŽุฑููŠู’ุนู‹ุง ุบูŽุฏูŽู‚ู‹ุง ู…ูุฌูŽู„ู‘ูู„ู‹ุง ุณูŽุญู‘ู‹ุง ุนูŽุงู…ู‘ู‹ุง ุทูŽุจูŽู‚ู‹ุง ุฏูŽุงุฆูู…ู‹ุง ุงูู„ู‰ูŸ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู , ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑู‘ูŽุจู‘ู ุฑูŽุญููŠู’ู…ู , ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ู‰ูฐ ู†ููˆู’ุญู ููู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ , ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ุฃูฐุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู .

Serta ditambah dengan do`a-do`a khusus peusijuk masing-masing sebagai mana yang tercantum pada kump**an doa peusijuk.

=====================================

KUMPULAN DOA PEUSIJUK

Do`a Peuceucap Anak-Anak
ุจุณู… ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูฐ ุงูฐู„ูู‡ู– ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู– ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูฐุฐูŽ ุง ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููˆู’ุฏูŽ ุณูŽุนููŠู’ุฏู‹ุง ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒู‹ุง ู…ูŽุฑู’ุฒููˆู’ู‚ู‹ุง ูˆูŽุจูŽุงุฑู‘ู‹ุง ู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽุงุตูุฑู‹ุง ู„ูุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุงูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุจูุฑูŽุญู’ู…ู€ูŽู€ุชููƒูŽ ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู… ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ . (ุชูŠูƒุง ูƒุงู„ู‰ )

Do`a Peusijuk Pengantin

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูŽู„ู‘ููู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽูู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูฐุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽุญูŽูˆูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงูŽู„ู‘ููู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽูู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู„ู’ู‚ููŠู’ุณูŽู‰ ูˆูŽุงูŽู„ู‘ููู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽูู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุณูŽุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุงูŽู„ู‘ููู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽูู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูŠููˆู’ุณูููŽ ูˆูŽุฒูู„ูŽูŠู’ุฎูŽุง ูˆูŽุงูŽู„ู‘ููู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูŽู„ู‘ูŽูู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุงู„ู’ูƒูุจู’ุฑูŽุงุกูŽ ุฃูฐู…ููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุงู…ูุฌููŠู’ุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุฆูู„ููŠู’ู†ูŽ (ุชูŠูƒุง ูƒุงู„ู‰ )

Do`a Peusijuk Rumah

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ุฒูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŸุฐูู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุฆู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ูู‡ู. (ุชูŠูƒุง ูƒุงู„ู‰)

Do`a Peusijuk Kendaraan

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ุฒูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูฐุฐูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู„ูŽุฉู ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุฑูŽุญูŽุงุฆูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุฆู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ . (ุชูŠูƒุง ูƒุงู„ู‰)

Do`a Peusijuk Orang Patah / Mushibah

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ู‘ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ู ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู (ุชูˆุฌูˆู‡ ูƒุงู„ู‰) ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุจูŽู„ูŽุงุกู ูˆูŽุตูŽุญู‘ูุญู’ ุงูŽุฌู’ุณูŽุงุฏูŽู‡ู ( ู‡ูŽุง) ูˆูŽุงูŽุฌู’ุณูŽุงุฏูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฏูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽุฑูŽุถู ูˆูŽู‚ูŽูˆู‘ู ุจูŽุฏูŽู†ูŽู‡ู ( ู‡ูŽุง) ูˆูŽุงูŽุจู’ุฏูŽุงู†ูŽู†ูŽุง ุจูุญูŽูˆู’ู„ููƒูŽ ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชููƒูŽ ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุฆู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ

Do`a Peusijuk Orang Musafir

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุฌูŽู…ู’ุนูŽู†ูŽุง ู‡ูฐุฐูŽุง ุฌูŽู…ู’ุนู‹ุง ู…ูŽุฑู’ุญููˆู’ู…ู‹ุง ูˆูŽุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ู– ุชูŽููŽุฑู‘ูู‚ู‹ุง ู…ูŽุนู’ุตููˆู’ู…ู‹ุง
ูˆูŽู„ูŽุงุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ูููŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุงู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุนูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุงู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู’ุจูŽุนูŽู†ูŽุง ุดูŽู‚ููŠู‘ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุทู’ุฑููˆู’ุฏู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุญู’ุฑููˆู’ู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ู„ูŽุงุชูŽุฏูŽุนู’ ูููŠู’ู†ูŽุง ุดูŽู‚ููŠู‘ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุงู…ูŽุญู’ุฑููˆู’ู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุขููŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุฃูฐุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽููุชู’ู†ูŽุชูู‡ูู…ูŽุง ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุฆู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ

Do`a Peusijuk Khitan

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽุงููู‰ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงููู‰ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููู‰ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู„ูŽุงูŠูŽุถูุฑู‘ู ู…ูŽุนูŽ ุงุณู’ู…ูู‡ู– ุดูŽูŠู’ุฆูŒ ููู‰ ุงู„ู’ุงูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ูŽุงูู‰ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู’ู…ู . (ุชูŠูƒุง ูƒุงู„ู‰)

Do`a Peusijuk Bibit Padi

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŸู‡ู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ู–ูฐ ุงูฐู„ูู‡ู– ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู– ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆู‘ูŽุงู„ูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ูู‡ู– ุงูŽู†ู’ ุชูŽุฑู’ุฒูŽู‚ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงูฐุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽุญูŽูˆู‘ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ุงูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู– ูˆูŽุดูŽููŽุงุนูŽุฉู ู†ูŽุจููŠู‘ูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงูู‚ู’ุถู ุญูŽุงุฌูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุงุชูŽู‚ู’ุทูŽุนู’ ุฑูŽุฌูŽุงุกูŽู†ูŽุง ูŠูŽุงุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ู ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ

Do`a Permulaan Peusijuk Pengantin

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงู ู†ู‘ูู‰ู’ ุงูุนููŠู’ุฐูŽู‡ูŽุง ุจููƒูŽ ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู (ุงู†ุชุค ูุฑู…ููˆุงู†)
ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงู ู†ูู‘ู‰ู’ ุงูุนููŠู’ุฐูŽู‡ู ุจููƒูŽ ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู (ุงู†ุชุค ู„ุงูƒู‰-ู„ุงูƒู‰)

Kedua-duanya itu dipeusijuk depan sekali dan belakang sekali

Do`a Peusijuk Jama`ah Haji

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŸู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุงูŽุดู’ุฑูŽูู ุงู„ู’ุงูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูฐ ุงูฐู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู– ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูŽุญู’ุณูู†ู’ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุชูŽู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ู’ุงูู…ููˆู’ุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุงูŽุฌูุฑู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูุฒู’ูŠู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ุฃูฐุฎูุฑูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุณู’ุฆูŽู„ููƒูŽ ุฑูุถูŽุงูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู†ูŽุนููˆู’ุฐูุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽุฎูŽุทููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุญูŽุฌู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฌู‘ู‹ุง ู…ูŽุจู’ุฑููˆู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุณูŽุนู’ูŠูŽู‡ู ุณูŽุนู’ูŠู‹ุง ู…ูŽุดู’ูƒููˆู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุชูุฌูŽุงุฑูŽุชูŽู‡ู ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉู‹ ู„ูŽู†ู’ ุชูŽุจููˆู’ุฑูŽ ูˆูŽุฐูู†ููˆู’ุจูŽู‡ู ุฐูู†ููˆู’ุจู‹ุง ู…ูŽุบู’ูููˆู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุนูุจูŽุงุฏูŽุชูŽู‡ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู’ู„ูŽุฉู‹ ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

Do`a Peusijuk Orang Hamil

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูŸ ุงูฐู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ุงูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูฐ ุงูฐู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ุงูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ููู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽู…ููŠู’ุฏูŒ ู…ูŽุฌููŠู’ุฏูŒ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ู‡ูฐุฐูู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽู†ูŽุนููˆู’ุฐูุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู ูˆูŽุตูŽุญู‘ูุญู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุทูŽูˆู‘ูู„ู’ ุนูู…ูุฑูŽู‡ูŽุง ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ููƒูŽ ุงูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู„ู‰ูฐ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุฆู ู‚ูŽุฏููŠู’ุฑูŒ.

Do`a Merobek Kain Kafan Mayit

ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูฐุฐูŽุง ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูŽ ู„ูŽู‡ู( ู„ูŽู‡ูŽุง) ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูุนู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽุญููู’ุธูŽุฉู‹ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽุงู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ููˆู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุญูุฌูŽุงุจู‹ุง ู…ูŽุณู’ุชููˆู’ุฑู‹ุง ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

Do`a Menaburkan Bedak Mayit

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ู‰ูฐ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูุจููŠู’ู†ู.

Do`a Belah Buah Jeruk Purut (Boh Kruet = Bahasa Aceh)

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุตูŽูู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ูู€ู…ู’ ุฌูู†ู’ุฏูŒ ู…ูุญู’ุถูŽุฑููˆู’ู†ูŽ.

Do`a Membuka Kubur

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‚ูŽุจู’ุฑูŽู‡ู ( ู‡ูŽุง) ุฑูŽูˆู’ุถูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฑููŠูŽุงุถู ุงู„ู’ุฌูู†ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุงุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‚ูŽุจู’ุฑูŽู‡ู (ู‡ูŽุง) ุญููู’ุฑูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุญูููŽุฑู ุงู„ู†ู‘ููŠู’ุฑูŽุงู†ู.

Do`a Waktu Mengubur Mayit

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูŽ ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุตูŽู„ู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ

Do`a Menanam Batu Atas Kubur

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูฐุฐูู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽุฌูŽุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽููŽุถู’ู„ู‹ุง ูˆูŽุงุณูุนู‹ุง ููู‰ ู‚ูŽุจู’ุฑูู‡ู (ู‡ูŽุง)

Do`a Menyiram Air Diatas Kubur

ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู‡ูฐุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ุจูŽุฑูŽุฏู‹ุง ูˆูŽุณูŽู„ูŽุงู…ู‹ุง ููู‰ ู‚ูŽุจู’ุฑูู‡ู– (ู‡ูŽุง) ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุงุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

Do`a Tiga Genggaman Tanah Pada Kubur

ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ู„ูŽู‚ู‘ูู†ู’ู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽุณู’ุฆูŽู„ูŽุฉู ุญูุฌู‘ูŽุชูŽู‡ู
ูˆูŽูููŠู’ู‡ูŽุง ู†ูุนููŠู’ุฏููƒูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุงูู’ุชูŽุญู’ ุงูŽุจู’ูˆูŽุงุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุก ู ู„ูุฑููˆู’ุญูู‡ู
ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู†ูุฎู’ุฑูุฌููƒูู…ู’ ุชูŽุงุฑูŽุฉู‹ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŸู‡ูู€ู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงูู ุงู„ู’ุงูŽุฑู’ุถู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽู†ู’ุจูŽูŠู’ู‡ู

Semoga bermanfaat.

Ana Habib Muda Al Manshur Naqsyabandi bin Hidayat Al-Waly, bersama Fuqaha Samudera Pasai khususnya Qadhi Syarif Amir Say...
06/12/2021

Ana Habib Muda Al Manshur Naqsyabandi bin Hidayat Al-Waly, bersama Fuqaha Samudera Pasai khususnya Qadhi Syarif Amir Sayyid Asy Syirazi sebagaimana Ibnu Bathuthah pengembara dunia asal maroko menulis sejarah mereka semua.

Pada waktu pemerintahan Sultan Alaidin Mansur Syah (989-995 H/1581-1587 M), telah datang ke Aceh dua orang Ulama dari Mekkah dan seorang dari India, mereka itu ialah:

1- Sy. Abdul Khair Ibnu Sy. Ibnu Hajjar, yang menurut sementara orang, beliau condong kepada aliran Syi'ah, dan Ulama yang pertama kali mengungkapkan paham Wujudiyah dan masalah A'yaan Tsabithah. Dari beliaulah Sy. Hamzah Fanshuri dan Sy. Syamsuddin Sumatrani mulai mengenal ajaran Wujudiyah. Sy. Abdul Khair telah menyusun sebuah kitab, berjudul As Saiful Qaathi' (Pedang yang tajam) isinya menguraikan A'yaan Tsaabithah. Pada waktu bersamaan itu beliau juga mengajar ilmu ke-Islaman seperti ilmu Fiqh.

2- Sy. Muhammad Yamani, beraliran Ahlussunnah wal Jama'ah yang menghayati maqam Wahdatus Syuhud, ajaran nilai ini dikembangkan oleh Sy. Nuruddin Ar Raniry dan Sy. Abdul Rauf Al Fanshuri As Singkili yang dikenal di kalangan masyarakat dengan panggilan Tgk. Syiah Kuala.

3. Paman Sy. Nuruddin Ar Raniry, Sy. Muhammad Jailani Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Hamid Ar Raniry berasal dari Gujarat, India. Beliau seorang Ulama yang sudah sampai maqam Wahdatusy Syuhud dan termasuk dalam jama'ah Ahlussunnah wal Jama'ah. Syeikh ini juga mengajarkan ilmu-ilmu keislaman seperti ilmu ushul Fiqh, ilmu Fiqh, Ilmu Tashawwuf, Ilmu2 bahasa Arab, Ilmu Balaghah dan ilmu Mantiq.

Sumber: Syeikh Muhammad Waly Al Khalidy, Abuya Prof.Dr. Tgk.Chik. Muhibbuddin Waly.

๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏บท๏บฎ๏บ๏ป ๏บ๏ปŸ๏บด๏บŽ๏ป‹๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณู๏บฎู’๏ป“ูŽ๏ปŠูŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ปญ๏ปณูŽ๏บœู’๏บ’ู๏บ–ูŽ ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฌ๏ปžู"Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan teguhny...
23/06/2021

๏ปฃ๏ปฆ ๏บƒ๏บท๏บฎ๏บ๏ป ๏บ๏ปŸ๏บด๏บŽ๏ป‹๏บ” ๏บƒ๏ปฅ ๏ปณู๏บฎู’๏ป“ูŽ๏ปŠูŽ ๏บ๏ปŸ๏ปŒ๏ป ๏ปขุŒ ๏ปญ๏ปณูŽ๏บœู’๏บ’ู๏บ–ูŽ ๏บ๏ปŸ๏บ ๏ปฌ๏ปžู

"Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan teguhnya kebodohanโ€œ.

Tgl. 6 Juni 2019- Tgk. H. Kamaluddin Arby (Waled Aluebu) Pimda Darussa'adah alue bu jalan.

Tgl. 10 Jan 2020 - Abu H. Hanafi bin Syubramah (Abu Matang Keh) Murid Abuya Muda Waly

Tgl. 13 Jan 2020 - Abu Najimuddin Abdullah (Abu Najib Lamlo)

Tgl. 25 Jan 2020 - Tgk. H. Azharuddin (Waled Idi Cut)

Tgl. 28 Jan 2020 - Abon H. M. Hasbi Nyak Diwa (Abon Kota Fajar) Murid Abuya Muda Waly

Tgl. 28 Jan 2020 - Tgk. H. Ridwan bin Jalil (Abon Takengon)

Tgl. 16 Mar 2020 - Abu H. Bukhari bin Abu Hasan (Ayah Leuge) Pimda. Assasul Islamiyah (Alumni MUDI)

Tgl. 17 Mar 2020 - Tgk. H. Abdul Wahab bin Ali (Abu Di Balee) Pimpinan Dayah Kampong Aree

Tgl. 24 Agt 2020 - Abi Syarifuddin bin Tgk. Abdul Jalil (Abi Bidok) Alumni Dayah Lam Ateuk

Tgl. 11 Sep 2020 - Abon H. Marzuki bin Abu Abdullah (Anak Abu Tanoh Merah)

Tgl. 31 Okt 2020 - Abu H. Muhammad Abduh bin Hasan Shaleh (Abu Laga Baro) Alumni Mudi Samalanga

Tgl. 16 Des 2020 - Abu H. Mustafa bin Tgk. Ahmad (Abu Paloh Gadeng) Murid Abu Tumin Blang Blahdeh

Tgl. 22 Des 2020 - Abu H. Hamdan Mustafa (Abu Gurah) di Banda Aceh

Tgl. 18 Jan 2021 - Habib Muhammad bin Ahmad Alathas di Simpang Ulim Kab. Aceh Timur

Tgl. 16 Mar 2021 - Abu H. Muhammad Daud bin Zamzami (Abu MPU Aceh) Murid Abuya Muda Waly

Tgl. 16 Mar 2021 - Abu H. Ibrahim Gasni (Abu Nek Nagan Raya) Murid Abuya Muda Waly

Tgl. 2 Mei 2021 - Abati Syukri bin Tgk. Adam (Abati Mampre) Murid Abu Tumin Blang Blahdeh

Tgl. 5 Mei 2021 - Abu H. Abdullah bin Tgk. Abdul Rasyid (Abu Kruet Lintang) Murid Abu Sulaiman Lhoksukon
Tgl. 7 Mei 2021 - Abu H. Abdul Wahab bin Tgk. Hasan (Abu Matang Perlak) Murid Abuya Muda Waly

Tgl. 22 Mei 2021 - Waled H. Ibrahim Usman (Waled Ulee T**i) Pimpinan Dayah Putri Ulee T**i

Tgl. 23 Mei 2021 - Abu H. Mahdi Lam Ateuk, Pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darussalam)

Tgl. 3 Juni 2021 - H. Ramli Ben Cut (Abati Babah Buloh) Alumni Tanoh Mirah

Tgl. 10 Juni 2021 -Tgk. H. Muhammad Nur (Abu Kunire) bagok. Ketum MPU Aceh Timur

Tgl. 12 Juni 2021-Tgk.H.Munir Bin Yahya(Walidi Peureulak) alumni Dayah Darul Huda Lhok nibong.

Asoe Surga... Aamiin

Lagi2 anak RUHANI ABUYA SYEKH HAJI.MUDA MUHAMMAD WALY AL KHALIDY.Ulama Besar Blangpidie Abdya yg Mengajar diluar Abdya.....
22/03/2021

Lagi2 anak RUHANI ABUYA SYEKH HAJI.MUDA MUHAMMAD WALY AL KHALIDY.

Ulama Besar Blangpidie Abdya yg Mengajar diluar Abdya...Gurunya Para ulama Besar Aceh yg terlupakan.ALMARHUM ABU BIREUEN.
ABU H. MUHAMMAD KASIM TB. ULAMA KHARISMATIK ACEH YANG FAQIH
-----------
ABU MUHAMMAD KASIM TB
ADALAH ULAMA DAN GURU BESAR DAYAH DARI ABDYA.

Beliau berasal dari Lama Inong, Aceh Barat Daya.
Pada masa kecilnya Teungku Muhammad Kasim TB belajar agama langsung di Desanya Lama Inong Abdya kepada orang tuanya yang juga seorang teungku gampong.
Setelah belajar di desanya, Teungku Muhammad Kasim TB merantau ke Aceh Selatan tepatnya belajar di Dayah Labuhan Haji Aceh Selatan yang dipimpin oleh guru besar Dayah Darussalam Abuya Haji Muda Waly al-Khalidy.

Semenjak belajar di Labuhan Haji telah nampak bakat kepintarannya, ditandai dengan lompat kelas dari kelas tiga langsung ke kelas lima. Sebagaimana dimaklumi di kelas tiga umumnya para santri belajar Kitab Fathul Muin sebuah kitab matan yang kemudian diulas dengan Kitab Hasyiah Iโ€™anatuththalibin karya Syekh Sayyid Bakri Syatta al-Dimyathi. Dan Teungku Muhammad Kasim TB langsung dinaikkan ke kelas lima dengan mempelajari Kitab Kanzurraghibin yang dikenal dengan Kitab al-Mahalli. Hal ini menandakan kelebihan dalam pemahamannya terhadap kitab-kitab tersebut.

Setelah beberapa tahun beliau berada di Dayah Darussalam Labuhan Haji, kira-kira sekitar 6 tahun, beliau kemudian diminta oleh gurunya ketika di Dayah Darussalam Abu Abdul Aziz Samalanga atau yang di kenal dengan Abon Samalanga untuk membantu beliau mengajar di Dayah Mudi Mesra Samalanga karena sep**angnya dari Dayah Darussalam Labuhan Haji pada tahun 1958, Abon Samalanga langsung ditunjuk menjadi Pimpinan Dayah untuk melanjutkan ESTAFET kepemimpinan setelah Abu Hanafiyah Abbas yang dikenal dengan Teungku Abi wafat.
Selama di Dayah Mudi Mesra, beliau adalah guru senior dibawah Abon Samalanga.

Sehingga hampir seluruh ulama lulusan Mudi Mesra periode awal merupakan murid dari Abu Kasim TB, sedangkan ulama lainnya yang sebaya dengan Abu Kasim TB juga murid Abon Samalanga ialah Abu Ibrahim Ishaq Pendiri Dayah BUDI Lamno, namun beliau hanya tiga tahun di Dayah Mudi belajar dan mengajar kemudian beliau berangkat ke Padang dan belajar di Malalo.
Adapun di antara murid-murid yang pernah belajar kepada Teungku Muhammad Kasib TB ADALAH :
ABU USMAN KUTA KRUENG,
ABU PANTON,
ABU DAUD LHOKNIBONG,
ABU ISHAK LANGKAWE,
ABU TEUNOM,
AYAH CALE,
WALED NURUZZAHRI ABU MUDI dan para ulama lainnya yang kemudian menjadi tokoh masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Setelah beberapa tahun menjadi guru senior di Dayah Mudi Mesra, pada tahun 1968 beliau menikah ke Meureudu, dan secara resmi berpindah dari Mudi dua tahun setelahnya untuk menetap di tempat Isterinya.
Walaupun tidak lagi mengajar di Samalanga, beliau kemudian tetap mengajar di salah satu Dayah di Gogo Padang Tiji, meskipun tidak besar, dayah ini memiliki banyak santri, dan sekarang dayah tersebut sudah tidak ada lagi. Selain mengajar
DI DAYAH GOGO,
ABU MUHAMMAD KASIM TB juga mengajarkan masyarakat setempat membina keimanan dan ketauhidan mereka.
PADA TAHUN 1982 beliau mencalonkan diri sebagai salah satu anggota dewan perwakilan melalui PPP dan terpilih.

Genap lima tahun ABU KASIM TB menjadi wakil masyarakat, di akhir masa jabatannya sekitar TAHUN 1987 beliau diwasiatkan oleh TEUNGKU MUHAMMAD BASYAH yang dikenal dengan ABU TEUNOM untuk memimpin DAYAH DARUL ISTIQAMAH BIREUN setelah MUSIBAH KECELAKAAN yang DIALAMI
ABU TEUNOM sep**ang acara INSHAFUDDIN DI BANDA ACEH.

Maka permintaan ABU TEUNOM yang juga pernah menjadi murid ABU KASIM TB ketika di SAMALANGA DIPENUHI OLEH BELIAU.
Lebih kurang selama 18 tahun berikutnya ABU KASIM TB mendidik MURID-MURIDNYA di DAYAH DARUL ISTIQAMAH BIREUEN, sehingga beliau juga DIKENAL DENGAN TEUNGKU DI BIREUN.

Walaupun beliau berasal dari BLANGPIDIE dan tidak pernah mengajar di kampung halamannya, namun kiprah KEULAMAAN ABU KASIM TB terasa gaungnya sampai KE ABDYA, bahkan beliau juga termasuk salah satu ULAMA KHARISMATIK ACEH.

ABU KASIM TB juga seorang ULAMA yang memiliki KAPASITAS KEILMUAN yang memadai, beliau menguasai hampir seluruh CABANG KEILMUAN ISLAM, dan memiliki ANALISA yang TAJAM. Maka tidak mengherankan apabila ULAMA SEKELAS TEUNGKU IBRAHIM BARDAN yang akrab dikenal dengan ABU PANTON PIMPINAN DAYAH MALIKUSSALEH PANTON LABU sangat menghormati
ABU KASIM TB.

Setelah pengabdian mendidik dan mencerdaskan masyarakat BIREUN dan sekitarnya WAFATLAH ULAMA TERSEBUT DI TAHUN 2005.

RAHIMAHULLAHU RAHMATAN WASIโ€™ATAN.

MOHON MAAF BILA ADA TERSILAP DALAM CATATAN INI.

WALLAHU'A'LAM BIS-SHAWAB
WASSALAM.

Address

Bireuen

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita islami posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cerita islami:

Share

Category