Agustinus Allo Pasau'

Agustinus Allo Pasau' Instagram : agustinusallopasau
TikTok: Agustinus Allo Pasau
YouTube: Agustinus Allo Pasau

"DERITA KASIH BAGI DUNIA"Paduan Suara Anak & Dewasa - Paskah.- Partitur PS Anak (Ready)- Partitur PS Dewasa ( SATB) (Rea...
06/05/2026

"DERITA KASIH BAGI DUNIA"
Paduan Suara Anak & Dewasa - Paskah.
- Partitur PS Anak (Ready)
- Partitur PS Dewasa ( SATB) (Ready)
©2026 Agustinus Allo Pasau'

01/05/2026

Moi mambela lalanmu ulleanni buntu, tontongko unningaran tondokmu.

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dib...
14/04/2026

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” - 2 Korintus 4:16

Paulus tidak menutup kenyataan bahwa ada hal-hal dalam hidup yang justru makin melemah: fisik, situasi, bahkan semangat. Tetapi ia melihat ada proses lain yang berjalan bersamaan: pembaruan batin yang terus terjadi setiap hari.

Sering kali kita hanya fokus pada apa yang berkurang dalam hidup. Ayat ini menggeser perhatian kita pada apa yang sedang Tuhan bangun di dalam: karakter, ketekunan, dan iman yang tidak selalu terlihat, tetapi nyata.

Hari ini mungkin tidak terasa seperti kemajuan. Namun bukan berarti tidak ada pertumbuhan. Tuhan bisa sedang memperbarui bagian terdalam hidupmu, perlahan tapi pasti.
_______________________________________
Bersama Kepala Desa Tawakua - Angkona, Luwu Timur, bapak Paulus Leppong Saludung, yg sudah seperti orang tua sendiri.

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri… tali tiga lembar tidak mudah diputuskan.” - Pengkhotbah 4:9-12Perkawinan buka...
14/04/2026

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri… tali tiga lembar tidak mudah diputuskan.” - Pengkhotbah 4:9-12

Perkawinan bukan sekadar dua orang yang sepakat untuk hidup bersama, tetapi dua kehidupan yang saling menopang di tengah realitas yang tidak selalu mudah. Pengkhotbah dengan jujur melihat bahwa hidup itu penuh jerih payah, kelelahan, dan kemungkinan jatuh. Karena itu, kehadiran pasangan bukan hanya pelengkap kebahagiaan, melainkan penopang dalam kelemahan.

Ketika satu jatuh, yang lain mengangkat. Ketika satu mulai lelah, yang lain menguatkan. Namun teks ini tidak berhenti pada “dua”, melainkan menunjuk pada “tali tiga lembar.” Di situlah Tuhan hadir, bukan sekadar sebagai saksi perkawinan, tetapi sebagai pengikat yang memberi kekuatan yang tidak dimiliki manusia sendiri.

Perkawinan yang kokoh bukan yang bebas dari masalah, tetapi yang terus kembali kepada Tuhan sebagai pusatnya. Sebab ketika Tuhan menjadi bagian dari relasi itu, kasih tidak hanya bergantung pada perasaan, tetapi pada kesetiaan yang terus diperbarui.
_____________________________________
Selamat ribut rukun Eunike Christy Padati

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” - Ibrani 13:5bJanji i...
12/04/2026

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” - Ibrani 13:5b

Janji ini singkat, tetapi sangat tegas. Bukan sekadar “mungkin” atau “kadang-kadang”, melainkan penegasan yang diulang: tidak akan membiarkan, tidak akan meninggalkan.

Sering kali yang membuat hati gelisah bukan hanya masalah yang dihadapi, tetapi perasaan seolah harus menjalaninya sendirian. Ayat ini menembus bagian itu, bahwa kehadiran Tuhan tidak bergantung pada perasaan kita. Dia tetap ada, bahkan ketika tidak terasa.

Hari ini, mungkin situasi belum berubah, jawaban belum datang, atau arah masih belum jelas. Tetapi ada satu hal yang tidak berubah: Tuhan tidak pergi. Dan kadang, kesadaran itu saja sudah cukup untuk membuat kita tetap melangkah.

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar..." - Lukas 16:10Yesus menyoro...
11/04/2026

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar..." - Lukas 16:10

Yesus menyoroti hal yang sering dianggap sepele: perkara kecil. Namun justru di sanalah kesetiaan terlihat. Bukan saat memegang tanggung jawab besar, tetapi dalam hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian.

Kesetiaan bukan muncul tiba-tiba ketika kesempatan besar datang. Ia dibentuk dari kebiasaan sehari-hari: bagaimana seseorang bersikap, bertanggung jawab, dan menjalani hal-hal kecil dengan benar.

Seringkali orang menunggu “hal besar” untuk menunjukkan kesetiaan, padahal Yesus menunjukkan bahwa ukuran itu sudah terlihat dari hal yang kecil.

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." - Kolose ...
07/04/2026

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." - Kolose 3:23

Sering kali kita mudah bersemangat saat dilihat, dihargai, atau dipuji. Tapi ketika tidak ada yang memperhatikan, semangat itu bisa menurun. Ayat ini mengajak kita melihat ulang motivasi: untuk siapa sebenarnya kita hidup dan bekerja?

Iman tidak hanya terlihat dalam hal besar, tetapi justru dalam kesetiaan melakukan hal-hal kecil dengan hati yang benar. Saat kita mengerjakan sesuatu seperti untuk Tuhan, kualitas hidup kita tidak lagi ditentukan oleh pengakuan manusia, tetapi oleh kesetiaan kepada-Nya.

Hari ini, mungkin tidak semua yang kamu lakukan terlihat atau dihargai. Tapi tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Ia melihat hati, dan itu cukup.

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." - Mazmur 46:2S...
05/04/2026

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." - Mazmur 46:2

Sering kali kita baru menyadari kebutuhan akan Tuhan saat keadaan mulai goyah, ketika rencana tidak berjalan, atau hati terasa lelah. Ayat ini tidak berkata bahwa Tuhan kadang-kadang menolong, tetapi bahwa Ia sangat terbukti sebagai penolong. Artinya, dalam pengalaman umat Tuhan sepanjang waktu, Ia selalu hadir dan setia.

Menariknya, Tuhan disebut bukan hanya penolong, tetapi juga tempat perlindungan dan kekuatan. Ia bukan sekadar memberi solusi dari jauh, tetapi menjadi tempat kita “berdiam”. Dalam Dia, kita tidak hanya keluar dari masalah, tetapi juga menemukan ketenangan di tengah masalah itu sendiri.

Hari ini mungkin tidak semua berjalan sesuai harapan. Tetapi firman ini mengingatkan: kita tidak berjalan sendirian. Ada Tuhan yang sudah terbukti setia, bukan hanya dalam cerita orang lain, tetapi bisa nyata dalam hidup kita hari ini.

Jumat Agung mengingatkan kita bahwa kasih tidak selalu datang dalam bentuk yang indah—kadang ia hadir dalam luka."Tetapi...
03/04/2026

Jumat Agung mengingatkan kita bahwa kasih tidak selalu datang dalam bentuk yang indah—kadang ia hadir dalam luka.

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” - Yesaya 53:5

Salib bukan sekadar simbol penderitaan, tetapi bukti bahwa Allah memilih mendekat, bahkan ketika manusia menjauh.

Ia tidak menyelamatkan dari jauh—Ia masuk ke dalam luka itu sendiri.
Hari ini, kita diingatkan:
di balik setiap luka yang kita tanggung, ada kasih yang lebih besar yang telah lebih dulu menanggungnya.

Jumat Agung bukan akhir, tetapi dari salib, harapan mulai berbicara.

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” - Mazmur 62:2Ada hari-hari di mana pikiran terasa p...
29/03/2026

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” - Mazmur 62:2

Ada hari-hari di mana pikiran terasa penuh, hati gelisah, dan keadaan tidak pasti. Ayat ini tidak mengatakan bahwa masalah hilang, tetapi mengarahkan kita ke satu tempat: dekat Allah.

Menariknya, pemazmur memakai kata “hanya”. Artinya, ada banyak hal yang kita kejar untuk merasa tenang—jawaban cepat, kepastian, pengakuan orang lain—tetapi semua itu tidak benar-benar memberi ketenangan yang utuh. Ketenangan sejati justru lahir dari kedekatan dengan Tuhan, bukan dari keadaan yang berubah.

Dekat dengan Allah bukan soal tempat, tetapi sikap hati: mau berhenti sejenak, datang dengan jujur, dan percaya bahwa Dia tetap memegang hidup kita, bahkan ketika kita belum melihat jalan keluarnya.

Hari ini, mungkin situasi belum berubah. Tapi kamu bisa memilih untuk mendekat. Dan di sana, ada ketenangan yang tidak tergantung pada keadaan.
_________________________________________
Ibadah Triwulan PPGT Jemaat Salukanan [28.03.2026]

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” - Mazmur 37:5Sering kali kita ingin...
15/03/2026

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” - Mazmur 37:5

Sering kali kita ingin mengendalikan semuanya sendiri—rencana, masa depan, bahkan hasil dari usaha kita. Namun ayat ini mengingatkan bahwa iman bukan hanya percaya bahwa Tuhan ada, tetapi berani menyerahkan jalan hidup kepada-Nya.

Menyerahkan hidup kepada Tuhan bukan berarti berhenti berusaha. Justru kita tetap berjalan, bekerja, dan berjuang, tetapi dengan hati yang percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik hal-hal yang tidak kita lihat.

Ketika manusia terbatas, di situlah Tuhan bertindak. Ketika kita tidak lagi memegang semuanya dengan kekuatan sendiri, kita memberi ruang bagi Tuhan untuk menyatakan pertolongan-Nya.

Address

Bittuang

Telephone

+6281253204231

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Agustinus Allo Pasau' posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Agustinus Allo Pasau':

Share

Category