Hamba Tuhan Octavianus Barauntu

Hamba Tuhan Octavianus Barauntu Pelayanan Doa dan Firman Tuhan

Chanel Pelayanan kami :
https://youtube.com/channel/UCRAvPns0hSJwn_

KUHP Baru Resmi Berlaku, Ganggu Tempat Ibadah Ancamannya Penjara 5 TahunJakarta, 4 Januari 2026 – Kitab Undang-Undang Hu...
06/01/2026

KUHP Baru Resmi Berlaku, Ganggu Tempat Ibadah Ancamannya Penjara 5 Tahun

Jakarta, 4 Januari 2026 – Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru resmi diberlakukan mulai hari ini, Sabtu (4/1/2026), setelah melalui masa transisi selama tiga tahun. Salah satu ketentuan penting dalam KUHP nasional ini adalah perlindungan hukum terhadap tempat ibadah dan benda keagamaan.

Dalam Pasal 302 Bab VII KUHP 2023, diatur bahwa setiap orang yang menodai tempat ibadah atau benda suci dapat dihukum maksimal satu tahun penjara atau denda hingga Rp5 juta. Sementara, bagi yang merusak atau membakar tempat ibadah secara melawan hukum, ancaman hukumannya jauh lebih berat: penjara hingga lima tahun atau denda maksimal Rp100 juta.

Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya negara memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa aturan ini sejalan dengan jaminan konstitusional atas kebebasan beragama yang diatur dalam UUD 1945.

KUHP baru juga menekankan prinsip proporsionalitas, di mana tingkat hukuman disesuaikan dengan dampak sosial dari perbuatan. Tempat ibadah, yang memiliki nilai sakral dan peran penting dalam kehidupan masyarakat, kini mendapat perlindungan hukum yang lebih tegas.

Diharapkan, dengan berlakunya aturan ini, tidak hanya terjadi peningkatan rasa aman bagi umat beragama, tetapi juga penguatan budaya saling menghormati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semua nabi melakukan mujizat atas nama Allah; Yesus melakukan mujizat atas otoritas-Nya sendiri.Dalam seluruh sejarah ke...
06/01/2026

Semua nabi melakukan mujizat atas nama Allah; Yesus melakukan mujizat atas otoritas-Nya sendiri.

Dalam seluruh sejarah kenabian, terdapat satu perbedaan mendasar yang bersifat harfiah dan teologis: tidak ada satu pun nabi yang melakukan mujizat atas otoritas dirinya sendiri, kecuali Yesus Kristus. Para nabi adalah utusan, sedangkan Yesus bertindak sebagai pemilik otoritas.

Secara harfiah Alkitab, para nabi selalu menegaskan bahwa kuasa mujizat bukan berasal dari mereka. Musa membelah laut “atas perintah TUHAN” (Kel. 14:16). Elia berdoa agar api turun dari langit (1Raj. 18:36–38).

Elisa memohon kuasa Allah untuk membangkitkan anak Sunem. Polanya konsisten: nabi memohon, Allah bertindak.
Sebaliknya, Yesus tidak pernah memohon kuasa untuk melakukan mujizat. Ia memerintah.

Dalam bahasa Yunani:
“Aku mau, jadilah engkau tahir” (Mat. 8:3) — thelō, katharisthēti
“Diam! Tenanglah!” (Mrk. 4:39) — siōpa, pephimōso
Kata kerja imperatif ini menunjukkan otoritas langsung, bukan permohonan. Yesus tidak berkata “Allah akan menyembuhkanmu”, tetapi “dosamu diampuni” (Mrk. 2:5). Reaksi orang Yahudi sangat teologis:
“Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah?”
Yesus tidak menyangkal—Ia justru membuktikan otoritas-Nya.

Dalam filsafat teologi, ini disebut perbedaan antara otoritas delegatif dan otoritas inheren. Nabi memiliki kuasa karena diutus; Yesus bertindak karena Ia berkuasa pada diri-Nya sendiri. Yohanes 5:21 menegaskan:
“Anak berkuasa menghidupkan siapa yang dikehendaki-Nya.”

Bahkan terhadap alam dan maut, Yesus tidak berdoa agar badai reda atau Lazarus bangkit—Ia memanggil dan memerintah. Ini bukan pola kenabian biasa, melainkan tindakan ilahi.

Kesimpulannya, klaim ini bukan sekadar perbandingan iman, tetapi fakta tekstual dan teologis:
Semua nabi melakukan mujizat atas nama Allah; Yesus melakukan mujizat atas otoritas-Nya sendiri.
Perbedaan ini bukan soal gaya pelayanan, melainkan identitas.

Jika otoritas atas dosa, alam, hidup, dan mati adalah milik Allah dan Yesus memilikinya maka keunikan Yesus tidak dapat direduksi sebagai nabi semata, melainkan menunjuk pada keilahian-Nya yang dinyatakan dalam tindakan nyata.

Jika hidup kita di dalam Tuhan, maka di tengah badaipun kita mampu bersorak-sorai ataupun Beria-ria, maka Kasih Kristus ...
04/01/2026

Jika hidup kita di dalam Tuhan, maka di tengah badaipun kita mampu bersorak-sorai ataupun Beria-ria, maka Kasih Kristus akan memenuhi Keluarga kita, artinya ada damai sejahtera dalam keluarga meskipun ditengah badai. (HABAKUK 3:17-18)

Info Ibadah Pemakaman Fentje Barauntu Hari Sabtu : 27 Desember 202Jam : 11 SiangTempat : Perum Rizky I Blok A. No. 16 Ke...
25/12/2025

Info Ibadah Pemakaman Fentje Barauntu

Hari Sabtu : 27 Desember 202
Jam : 11 Siang
Tempat : Perum Rizky I Blok A. No. 16 Kelurahan Manembo nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

25/12/2025

Selamat Natal Ayahku tercinta, Tuhan Yesus baik, di suasana seperti ini, Dia ijinkan kami keluarga mengalami gumul dukacita yang luar biasa, Terima kasih, Tuhan Yesus luar biasa baik.

Info Ibadah Pemakaman : Bertempat di Perum Rizky I Blok A. No. 16 Kelurahan Manembo nembo Atas, Kecamatan Matuari Kota Bitung. JAM 11 Siang.

Hari ini tepat Jam 10 Siang, Ayah saya telah tiada di Hari yang luar biasa ini, Mampukan kami Tuhan untuk kuat dan bersy...
23/12/2025

Hari ini tepat Jam 10 Siang, Ayah saya telah tiada di Hari yang luar biasa ini, Mampukan kami Tuhan untuk kuat dan bersyukur dalam segala hal

19/12/2025
Kolose 3:23 (TB)  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk m...
16/12/2025

Kolose 3:23 (TB) Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

13/12/2025

Seorang Ayah, akan Bertaruh nyawa demi Keluarga.

Silahkan Like dan Share Video ini, untuk Ayah-ayah yang luar biasa di luar sana.

Yusuf dari Arimatea menurunkan mayat.Tangannya lengket dengan darah.Kulit yang telah dingin.Ia menyentuh kematian. Memeg...
22/11/2025

Yusuf dari Arimatea menurunkan mayat.
Tangannya lengket dengan darah.

Kulit yang telah dingin.

Ia menyentuh kematian. Memegangnya. Membungkusnya.

Menjadikannya najis untuk mengikuti Paskah.

Untuk seorang yang sudah mati.

Inilah yang dilewatkan kebanyakan orang Kristen tentang pemakaman Yesus

Yusuf adalah seorang yang kaya. Anggota Sanhedrin. Seorang Yahudi yang dihormati.

Paskah tinggal 3 jam lagi.

Hari tersuci sepanjang tahun.

Tapi dia tetap mendaki Golgota.

padahal Hukum Yahudi jelas:

Menyentuh mayat = najis selama 7 hari.

Tidak boleh beribadah. Tidak boleh berhari raya. Tidak boleh masuk ke Bait Suci.

Yusuf tahu hal ini.

Dia sudah menghabiskan seluruh hidupnya mengikuti hukum-hukum ini.

Tapi Yesus masih tergantung di salib itu.

Bayangkan:

Kerumunan orang telah pergi. Para prajurit mabuk. Para wanita menangis.

Yusuf mendekati Pilatus—orang yang baru saja membunuh Tuhannya—dan meminta izin.

“Bolehkah aku mengambil mayat itu?”

Pilatus mengizinkannya.

Sekarang Yusuf harus melakukannya.

Dia berjalan ke Golgota.

Tanah berlumuran darah. Bau kematian. Tiga salib berdiri

Yesus di tengah.

Salibnya masih berdiri tegak

Yusuf memanjat tangga.

Mencengkeram paku pertama.

Menariknya

Merasakan beratnya saat itu.

Tubuh Tuhannya ada di tangannya

DarahNya belum kering.

Menodai jubah mewah Yusuf

Tangannya.

Disela kuku jarinya.

Dia bisa merasakan aroma besi bercampur darah di udara.

Inilah wujud ketaatan.

Hancur. Mahal dan Permanen.

Lalu Nikodemus datang.

Seorang murid rahasia Yesus lainnya. Seorang anggota Sanhedrin lainnya.

Dia membawa 34 kg mur dan gaharu

Itu setara dengan 2.5 milyar dalam nilai uang saat ini.

Dua orang kaya. Dua pengecut hingga saat ini.

Akhirnya berani ketika sudah terlambat.

Mereka bekerja cepat.

Sabtu/sabat akan tiba. Mereka mungkin hanya punya 3 jam.

Mereka membungkus tubuhNya. Menuangkan rempah-rempah. Menutup kubur.

Matahari terbenam.

Yusuf kini najis

Tidak bisa merayakan Paskah besok hari

Tidak bisa masuk ke Bait Suci selama seminggu.

Pikirkan apa yang baru saja dia korbankan:

Kesucian upacaranya.

Perayaan Paskahnya.

Reputasinya (semua orang melihatnya menguburkan seorang “pen*sta”).

Posisi sosialnya (Sanhedrin tidak akan melupakan ini).

Keamanannya (Romawi mungkin akan mengejar murid-murid selanjutnya).

Semua itu untuk seorang yang sudah mati.

Tapi inilah yang kebanyakan orang Kristen lewatkan:

Yusuf tidak melakukan ini dengan harapan kebangkitan.

Dia melakukannya tanpa harapan apa pun.

Yesus sudah mati. Pergi. Selesai.

Ini bukan iman pada kebangkitan.

Ini adalah cinta

Itulah bagian yang menghancurkan saya.

Yusuf menyentuh kematian—secara harfiah—ia tahu itu berarti menyerahkan segalanya.

Bukan karena Yesus menjanjikan apa pun padanya.

Tapi karena Yesus layak dihormati bahkan dalam kematianNya

18/11/2025

Pria ini memberikan Tips yang unik untuk lolos dari Sweeping, tapi apa yang terjadi ..??

CATATAN : Jangan Lupa lengkapi Surat-surat Kendaraan anda.

Address

Manembo Nembo Atas
Bitung
95545

Telephone

+6285240030007

Website

http://ybbi.or.id/

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hamba Tuhan Octavianus Barauntu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hamba Tuhan Octavianus Barauntu:

Share

Category